<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Terkini - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/category/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/category/news/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 04:18:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Berita Terkini - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/category/news/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/perkara-isi-ulang-gas-portable-gabriel-sihombing-divonis-6-bulan-penjara/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/perkara-isi-ulang-gas-portable-gabriel-sihombing-divonis-6-bulan-penjara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 04:18:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[PN jakarta utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7666</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/perkara-isi-ulang-gas-portable-gabriel-sihombing-divonis-6-bulan-penjara/">Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp10 juta kepada buruh pabrik tersebut.</p>
<p>Putusan dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum pada Selasa (27/10/2026). Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni satu tahun penjara.</p>
<p>Majelis hakim menyatakan Gabriel terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi terkait penyalahgunaan kegiatan niaga.</p>
<p>Jika denda Rp10 juta tidak dibayar, Gabriel harus menjalani pidana kurungan pengganti selama 10 hari. Salah satu pertimbangan yang meringankan hukumannya adalah Gabriel belum pernah melakukan tindak pidana sebelumnya.</p>
<p>Sidang putusan tersebut dihadiri JPU dan tim penasihat hukum Gabriel dari LBH Peradi Profesional. Tim pembela terdiri atas Juhari Siahaan, Irman Bunawolo, Ahmad Yusran, dan Maruli Rajagukguk.</p>
<p>Persidangan juga dipantau oleh perwakilan Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia. Pemantauan itu diajukan melalui surat resmi tim penasihat hukum untuk mendorong proses peradilan yang transparan dan akuntabel.</p>
<p>Perkara ini sebelumnya menjadi sorotan setelah tim penasihat hukum mempersoalkan pembuktian unsur pidana yang didakwakan kepada Gabriel.</p>
<p>Dalam persidangan, Gabriel membantah menyalahgunakan LPG 3 kilogram bersubsidi untuk kepentingan komersial skala besar. Ia menyatakan aktivitas pengisian ulang gas portabel tersebut awalnya dilakukan untuk konsumsi pribadi.</p>
<p>Tim pembela juga menghadirkan ahli hukum pidana dan ahli metrologi legal dalam persidangan.</p>
<p>Menurut tim pembela, keterangan para ahli mengarah pada pandangan bahwa perkara tersebut lebih tepat diselesaikan melalui mekanisme hukum administrasi atau pembinaan. Mereka menilai hukum pidana seharusnya menjadi upaya terakhir atau ultimum remedium.</p>
<p>Namun, majelis hakim memiliki pertimbangan hukum berbeda. Hakim menyatakan unsur pidana yang didakwakan jaksa telah terpenuhi.</p>
<p>Perbedaan pandangan mengenai penerapan hukum pidana tersebut menjadi salah satu hal yang masih dicermati tim penasihat hukum.</p>
<p>Menanggapi putusan tersebut, Gabriel bersama tim penasihat hukumnya menyatakan masih pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.</p>
<p>Sikap itu disampaikan setelah Gabriel berkonsultasi dengan tim pembelanya di ruang sidang.</p>
<p>Meski vonis yang dijatuhkan lebih ringan daripada tuntutan jaksa, tim penasihat hukum masih mencermati pembuktian perkara dan penerapan pasal pidana terhadap Gabriel.</p>
<p>“Kita akan mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam masa tenggang yang tersedia sebelum putusan berkekuatan hukum tetap atau inkracht,” ujar salah satu tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional, Marulitua Rajagukguk.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/perkara-isi-ulang-gas-portable-gabriel-sihombing-divonis-6-bulan-penjara/">Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/perkara-isi-ulang-gas-portable-gabriel-sihombing-divonis-6-bulan-penjara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/msi-desak-polda-sumsel-ungkap-20-perusahaan-yang-terindikasi-terlibat-karhutla/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/msi-desak-polda-sumsel-ungkap-20-perusahaan-yang-terindikasi-terlibat-karhutla/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 03:07:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[mabes polri]]></category>
		<category><![CDATA[sumatera selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7659</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan, mendesak Polda Sumatera Selatan mengungkap...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/msi-desak-polda-sumsel-ungkap-20-perusahaan-yang-terindikasi-terlibat-karhutla/">MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan, mendesak Polda Sumatera Selatan mengungkap identitas 20 perusahaan yang terindikasi terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).</p>
<p>Aqil mengatakan, perusahaan-perusahaan tersebut telah diperiksa kepolisian. Namun, identitas mereka belum diumumkan kepada publik.</p>
<p>“Kita berharap Polda Sumsel segera membuka data-data 20 perusahaan yang terindikasi terlibat dalam kasus karhutla,” kata Aqil.</p>
<p>Menurut Aqil, MSI telah mengetahui sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan kebakaran. Pihaknya ingin mencocokkan informasi tersebut dengan pengumuman resmi kepolisian dan data konsesi perusahaan.</p>
<p>Aqil menilai keterbukaan informasi diperlukan agar penanganan karhutla berjalan transparan. Ia juga mendesak aparat menindak tegas pihak yang terbukti bertanggung jawab.</p>
<p>MSI juga menyoroti dampak karhutla. Aqil mengatakan karhutla di Sumatera Selatan telah mengganggu aktivitas masyarakat. Dampaknya juga dirasakan di sektor Pendidikan, perekonomian dan kesehatan.</p>
<p>Ia menyebut sejumlah sekolah sempat diliburkan akibat kondisi yang ditimbulkan karhutla. Masyarakat juga menghadapi persoalan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).</p>
<p>Mantan Pengurus BEM Nusantara ini menyebut angka kasus ISPA mencapai puluhan ribu dengan korban ratusan ribu orang. Menurut Aqil, kebakaran di sejumlah kabupaten Sumsel, turut memengaruhi aktivitas perekonomian.</p>
<p>Aqil menduga pertimbangan efisiensi biaya menjadi salah satu faktor yang mendorong praktik pembakaran lahan. Menurut dia, sebagian perusahaan mungkin menganggap pembakaran lebih murah daripada menggunakan alat berat untuk membuka lahan. “Lebih efisien membakar,” ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui penyelidikan. Aqil meminta aparat mengusut kasus karhutla secara menyeluruh. Ia juga mendesak kepolisian mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab berdasarkan bukti penyelidikan.</p>
<p>Aqil mengatakan MSI telah berupaya membangun kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah sebelum karhutla meluas. Menurut dia, MSI menawarkan kerja sama untuk menyosialisasikan dampak karhutla dan mendorong pencegahan di wilayah rawan kebakaran.</p>
<p>Aqil mengaku telah menyampaikan komunikasi kepada Kapolda Sumatera Selatan dan gubernur. Namun, ia menilai respons yang diterima masih minim. “Giliran sekarang sudah seperti ini, baru panik,” kata Aqil.</p>
<p>Ia menilai pemerintah dan aparat seharusnya merespons upaya pencegahan sejak dini. Terlebih, menurut dia, sejumlah wilayah di Sumatera Selatan berulang kali mengalami kebakaran setiap tahun.</p>
<p>Selain mendesak pengungkapan perusahaan, Aqil mempertanyakan efektivitas bantuan pemerintah untuk penanganan karhutla di Sumatera Selatan.</p>
<p>Ia menilai penyaluran bantuan dan penanganannya berjalan lambat. Namun, rincian nilai bantuan, realisasi anggaran, serta pihak penerima belum dijelaskan dalam wawancara tersebut.</p>
<p>Aqil juga menyoroti dugaan kekerasan terhadap anggota MSI saat demonstrasi di Mapolda Sumatera Selatan. Ia mengatakan sejumlah rekannya dipukuli oleh oknum yang disebutnya bertindak secara premanisme.</p>
<p>Menurut Aqil, demonstrasi itu dilakukan untuk mendesak kepolisian mengungkap kasus karhutla. MSI mendesak aparat penegak hukum segera menuntaskan penyelidikan dan menindak pihak yang terbukti terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>“Kami mendesak APH segera menyelesaikan kasus karhutla dan menindak para tersangka yang terlibat dalam kebakaran hutan,” ujarnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/msi-desak-polda-sumsel-ungkap-20-perusahaan-yang-terindikasi-terlibat-karhutla/">MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/msi-desak-polda-sumsel-ungkap-20-perusahaan-yang-terindikasi-terlibat-karhutla/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/asosiasi-driver-online-pertanyakan-perlindungan-pengemudi-di-balik-kepastian-kemitraan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/asosiasi-driver-online-pertanyakan-perlindungan-pengemudi-di-balik-kepastian-kemitraan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 18:36:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian perhubungan]]></category>
		<category><![CDATA[mobil online]]></category>
		<category><![CDATA[ojol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7657</guid>

					<description><![CDATA[<p>Malang, Indonesiawatch.id – Asosiasi Driver Online (ADO) mempertanyakan efektivitas Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/asosiasi-driver-online-pertanyakan-perlindungan-pengemudi-di-balik-kepastian-kemitraan/">Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Malang, Indonesiawatch.id –</strong> Asosiasi Driver Online (ADO) mempertanyakan efektivitas Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Pelindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital. Khususnya, dalam melindungi pengemudi transportasi daring.</p>
<p>ADO menilai kepastian hubungan kemitraan belum tentu menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi pengemudi. Kritik tersebut disampaikan ADO dalam dokumen Catatan Organisasi sebagai Tanggapan Perpres Nomor 27 Tahun 2026, tertanggal 18 Oktober 2026.</p>
<p>Organisasi ini menyoroti posisi tawar pengemudi, penentuan tarif, hingga tanggung jawab perusahaan platform. “Persoalannya adalah apakah Perpres Nomor 27 Tahun 2026 menjawab akar persoalan atau hanya memberikan kepastian administratif kepada sebuah model bisnis yang selama ini terus dipersoalkan pengemudi,” kata Taha Syafaril. Ketua Umum ADO dalam keterangan resminya.</p>
<p>Taha mempertanyakan penempatan pengemudi dalam kerangka usaha mikro dan kemitraan. Menurut organisasi ini, status tersebut berisiko membuat pengemudi tetap menanggung biaya operasional dan ketidakpastian pendapatan.</p>
<p>Biaya itu meliputi kendaraan, perawatan, bahan bakar, dan risiko kecelakaan. Sementara itu, keputusan penting dalam platform tetap berada di tangan perusahaan.</p>
<p>Taha juga menyoroti keterbatasan pengemudi dalam menentukan tarif, memperoleh pesanan, serta merundingkan syarat kerja sama. Organisasi ini turut mempertanyakan mekanisme jaminan sosial dan algoritma yang menentukan pesanan serta tarif.</p>
<p>Menurut Taha, pemerintah tidak seharusnya berhenti pada penetapan status hukum kemitraan. Pemerintah perlu memeriksa bagaimana hubungan antara perusahaan dan pengemudi berlangsung dalam praktik.</p>
<p>“Yang harus diperiksa adalah bagaimana hubungan itu benar-benar berjalan, seberapa besar posisi tawar pengemudi, dan perlindungan apa yang dapat mereka tuntut ketika dirugikan,” ujar Taha.</p>
<p>Taha meminta pemerintah melibatkan perwakilan pengemudi dan perusahaan platform dalam penentuan tarif serta potongan aplikasi. Penentuan tersebut, menurut organisasi ini, perlu memperhitungkan pendapatan yang layak dan keberlanjutan usaha.</p>
<p>Selain persoalan tarif, Taha mempertanyakan kejelasan perlindungan bagi pengemudi taksi online roda empat. Mereka juga menanggung biaya perawatan, cicilan kendaraan, penyusutan nilai kendaraan, dan risiko operasional. Taha meminta pemerintah menjelaskan bagaimana perlindungan bagi pengemudi roda empat akan diatur.</p>
<p>Organisasi tersebut juga mendesak transparansi dalam penyusunan Perpres. Taha meminta pemerintah menjelaskan organisasi pengemudi yang dilibatkan, masukan yang diterima atau ditolak, serta pertimbangan hukum dan ekonomi di balik penegasan hubungan kemitraan.</p>
<p>Taha turut menyoroti pertanggungjawaban perusahaan platform. Menurut mereka, pembatasan biaya aplikasi dan keberadaan pusat pengaduan belum otomatis menjamin pendapatan bersih yang layak atau menyelesaikan kerugian pengemudi.</p>
<p>Karena itu, Taha mengharapkan aturan yang dapat ditegakkan. Organisasi ini juga menuntut pengawasan nyata, sanksi yang jelas, dan mekanisme pemulihan bagi pengemudi yang dirugikan. “Negara harus menjawab, bukan sekadar meminta pengemudi percaya,” ujar Taha.</p>
<p>Dalam pernyataannya, Taha juga mengingatkan pengemudi untuk mempertimbangkan keberlanjutan penghidupan mereka. Hal ini termasuk mencari sumber pendapatan alternatif jika pekerjaan transportasi daring semakin tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga.</p>
<p>Taha menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti menyerah dalam memperjuangkan perlindungan pengemudi. Organisasi ini tidak meminta pemerintah memusuhi perusahaan aplikasi. Taha mendorong negara menjalankan kewenangannya secara adil.</p>
<p>Bagi Taha, persoalan utama kini adalah apakah Perpres tersebut benar-benar memperkuat perlindungan pengemudi atau sekadar memberikan kepastian kepada sistem yang membuat posisi tawar mereka tetap lemah.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/asosiasi-driver-online-pertanyakan-perlindungan-pengemudi-di-balik-kepastian-kemitraan/">Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/asosiasi-driver-online-pertanyakan-perlindungan-pengemudi-di-balik-kepastian-kemitraan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/eksepsi-ditolak-hakim-perkara-rp500-ribu-buruh-pabrik-di-jakut-lanjut-ke-pembuktian/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/eksepsi-ditolak-hakim-perkara-rp500-ribu-buruh-pabrik-di-jakut-lanjut-ke-pembuktian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 08:08:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[kejagung]]></category>
		<category><![CDATA[mahkamah agung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7643</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Perkara pidana dengan nilai dugaan kerugian Rp500 ribu seorang buruh, berlanjut ke...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/eksepsi-ditolak-hakim-perkara-rp500-ribu-buruh-pabrik-di-jakut-lanjut-ke-pembuktian/">Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Perkara pidana dengan nilai dugaan kerugian Rp500 ribu seorang buruh, berlanjut ke tahap pembuktian. Perkara ini menjerat seorang buruh pabrik bernama Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing.</p>
<p>Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menolak perlawanan atau keberatan yang diajukan tim kuasa hukum Gabriel dalam putusan sela yang dibacakan pada Rabu (3/9/2026). Majelis berpendapat materi keberatan tersebut telah masuk ke dalam pokok perkara sehingga perlu dibuktikan dalam persidangan.</p>
<p>Dengan ditolaknya keberatan tersebut, sidang perkara Gabriel akan berlanjut ke agenda pembuktian.</p>
<p>Dalam persidangan, Gabriel didampingi tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional yang terdiri atas Marulitua Rajagukguk, Irman Bunawolo, Juhari Siahaan, Ahmad Yusra, dan Ali Akbar Tanjung.</p>
<p>Tim kuasa hukum menyatakan putusan sela tersebut tidak akan menyurutkan langkah mereka untuk terus mendampingi dan mengawal perkara yang menjerat Gabriel.</p>
<p>LBH Peradi Profesional menilai perkara dengan nilai dugaan kerugian Rp500 ribu tersebut telah memunculkan persoalan mengenai rasa keadilan, terutama jika dibandingkan dengan sumber daya dan anggaran negara yang digunakan dalam proses penyidikan, penuntutan, hingga persidangan.</p>
<p>“Sejak awal kami menegaskan bahwa perkara ini mencederai akal sehat dan rasa keadilan dimasyarakat. Sungguh ironis, negara harus menguras anggaran operasional yang besar, mulai dari penyidikan, penuntutan di kejaksaan, hingga persidangan, hanya untuk memperkarakan dugaan kerugian sebesar Rp500 ribu,” ujar salah satu tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional, Marulitua Rajagukguk.</p>
<p>Maruli menilai, di negeri ini, belum pernah ada sejarahnya dugaan korupsi atau kerugian negara Rp500ribu disidangkan dengan usaha luar biasa dari kepolisian, kejaksaan hingga majelis hakim.</p>
<p>“Sementara di sisi lain, kita menyaksikan para koruptor kakap yang merugikan keuangan negara ratusan miliar justru sering kali mendapat vonis yang sangat ringan,” ujarnya.</p>
<p>Maruli juga menyoroti latar belakang Gabriel yang disebut sebagai seorang buruh pabrik. Menurut mereka, perkara tersebut harus dilihat tidak hanya dari aspek hukum formal, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi terdakwa.</p>
<p>Gabriel, menurutnya, melakukan pengisian ulang atau refill gas portabel untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Mereka menilai tindakan tersebut dilakukan tanpa pemahaman mendalam mengenai regulasi yang kemudian menjeratnya secara pidana.</p>
<p>LBH Peradi Profesional pun meminta publik turut mengawal proses persidangan perkara tersebut.</p>
<p>Tim kuasa hukum menilai penegakan hukum seharusnya tidak hanya berorientasi pada kepastian hukum secara formal, tetapi juga mempertimbangkan aspek moral, kemanusiaan, dan rasa keadilan.</p>
<p>“Hukum kita sedang mempertontonkan ironi yang menyakitkan. Bagaimana mungkin buruh pabrik diburu secara berlebihan, bahkan Kepolisian melakukab praktik undercover buying oleh dengan menabrak pasal 16 ayat 1 dan penjelasan KUHAP, sementara kejahatan besar yang merampas hak-hak rakyat justru diperlakukan dengan penuh kelunakan? Ini bukan lagi soal pasal, ini soal kemanusiaan yang terluka,” tegas Maruli.</p>
<p>Dengan putusan sela tersebut, tim kuasa hukum menyatakan akan memusatkan perhatian pada tahap pembuktian untuk membantah dakwaan terhadap Gabriel dalam persidangan selanjutnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/eksepsi-ditolak-hakim-perkara-rp500-ribu-buruh-pabrik-di-jakut-lanjut-ke-pembuktian/">Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/eksepsi-ditolak-hakim-perkara-rp500-ribu-buruh-pabrik-di-jakut-lanjut-ke-pembuktian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/aceh-kemarahan-dan-defisit-mendengar-jakarta/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/aceh-kemarahan-dan-defisit-mendengar-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 01:15:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[GAM]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7637</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Opini: Sri Radjasa, MBA (Pemerhati Intelijen) Jakarta, Indonesiawatch.id – Setiap kali bendera Gerakan Aceh...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/aceh-kemarahan-dan-defisit-mendengar-jakarta/">Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis Opini: Sri Radjasa, MBA (Pemerhati Intelijen)</strong></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Setiap kali bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kembali dikibarkan di Aceh, respons pemerintah hampir selalu sama. Separatisme, ancaman terhadap NKRI, dan pendekatan keamanan kembali menjadi narasi utama.</p>
<p>Cara pandang seperti ini memang paling mudah. Simbol GAM langsung dipertemukan dengan sejarah konflik Aceh, lalu kesimpulannya dibuat sederhana, yaitu separatisme. Pertanyaannya, apakah sesederhana itu?</p>
<p>Saya melihat persoalan Aceh hari ini tidak cukup dibaca hanya dari simbol bendera. Teriakan &#8220;merdeka&#8221; tidak otomatis berarti keinginan untuk memisahkan diri dari Indonesia. Ada kemarahan yang sedang mencari saluran. Dan persoalannya, apakah pemerintah pusat mampu membedakan antara separatisme dengan kemarahan rakyat?</p>
<p>Dalam pengalaman saya berada di Aceh, persoalan Aceh tidak pernah berdiri sendiri. Ada kemiskinan, kesenjangan, ketidakadilan, eksploitasi sumber daya alam, konflik elite, persoalan anggaran, serta hubungan yang belum sepenuhnya sehat antara Jakarta dan Aceh.</p>
<p>Karena itu saya melihat teriakan &#8220;merdeka&#8221; harus dibaca secara kontekstual. &#8220;Merdeka&#8221; bisa saja merupakan agenda politik untuk memisahkan diri. Tetapi &#8220;merdeka&#8221; juga bisa menjadi bahasa kemarahan. Bahkan bisa menjadi pesan sederhana kepada pemerintah: Kami sudah terlalu lama tidak didengar.</p>
<p>Kalau pemerintah membaca semua teriakan &#8220;merdeka&#8221; sebagai separatisme, saya khawatir pemerintah sedang salah membaca early warning system dari masyarakat Aceh. Aceh sebenarnya memiliki persoalan yang lebih mendasar. Bagaimana mungkin daerah yang memiliki kekayaan alam berlimpah, tetapi masyarakatnya masih bergulat dengan kemiskinan?</p>
<p>Saya pernah melihat sendiri bagaimana kawasan industri dan migas di Aceh dapat tampil begitu modern, sementara tidak jauh dari kawasan tersebut masyarakat masih hidup dengan kondisi yang jauh tertinggal.</p>
<p>Ini bukan sekadar persoalan pembangunan. Ini adalah persoalan kesenjangan. Aceh seperti gadis cantik yang terus dipacari tetapi tidak pernah dikawini. Potensinya besar, sumber daya alamnya besar, tetapi rakyatnya tidak pernah benar-benar merasakan manfaat kekayaan tersebut secara proporsional.</p>
<p>Pemerintah pusat selama bertahun-tahun telah menggelontorkan anggaran besar ke Aceh. Pertanyaannya sederhana, Mengapa rakyat Aceh masih miskin? Ke mana uang tersebut mengalir? Siapa yang menikmati? Siapa yang mengawasi? Dan yang paling penting, siapa yang bertanggung jawab ketika anggaran besar tidak menghasilkan kesejahteraan yang seharusnya?</p>
<p>Jangan salahkan rakyat ketika mereka mulai bertanya. Jangan pula setiap pertanyaan rakyat dianggap sebagai ancaman. Sebab rakyat memiliki hak untuk bertanya ke mana uang negara dibelanjakan. Kalau pemerintah tidak mampu memberikan jawaban yang meyakinkan, jangan heran jika kepercayaan publik semakin menurun.</p>
<p>Persoalannya kemudian bukan hanya Jakarta. Elite Aceh juga harus bercermin. Perdamaian tidak boleh hanya menghasilkan elite baru yang menikmati kue perdamaian, sementara rakyat tetap berada dalam kemiskinan.</p>
<p>Saya melihat ada problem serius ketika dana publik yang begitu besar justru menjadi ruang perebutan kepentingan elite. Eksekutif menikmati, legislatif menikmati. Kelompok-kelompok yang memiliki akses menikmati. Sementara rakyat hanya menjadi penonton.</p>
<p>Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, siapa yang sebenarnya sedang merusak Aceh? Jakarta? Elite Aceh? Atau keduanya? Persoalan tambang adalah contoh paling nyata.</p>
<p>Aceh memiliki emas, tembaga, migas dan berbagai kekayaan alam lainnya. Tetapi ketika rakyat ingin mengelola sumber daya alam di wilayahnya sendiri, persoalan izin justru menjadi tembok besar.</p>
<p>Saya pernah mencoba membangun koperasi tambang rakyat di Aceh Besar. Saya melihat sendiri bagaimana masyarakat sebenarnya mempunyai kemampuan untuk mengelola sumber daya tersebut apabila diberikan ruang, legalitas, pendampingan dan pengawasan.</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/aceh-kemarahan-dan-defisit-mendengar-jakarta/">Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/aceh-kemarahan-dan-defisit-mendengar-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/boyamin-permintaan-pengembalian-aset-justru-menguatkan-dugaan-kepemilikan-febrie-adriansyah/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/boyamin-permintaan-pengembalian-aset-justru-menguatkan-dugaan-kepemilikan-febrie-adriansyah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 04:51:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Febrie Adriansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[jampidsus]]></category>
		<category><![CDATA[jampidsus kejagung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7634</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menilai permintaan pengembalian sejumlah aset yang disita dalam...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/boyamin-permintaan-pengembalian-aset-justru-menguatkan-dugaan-kepemilikan-febrie-adriansyah/">Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menilai permintaan pengembalian sejumlah aset yang disita dalam perkara yang menyeret nama Febrie Adriansyah (FA) justru menguatkan dugaan bahwa aset tersebut berkaitan dengan Febrie.</p>
<p>Aset tersebut antara lain uang tunai senilai ratusan miliar rupiah, emas seberat 74 kilogram, foto keluarga, serta rumah tempat barang-barang tersebut ditemukan.</p>
<p>Ketua MAKI Boyamin Saiman mengatakan keberadaan foto keluarga di rumah tersebut dapat menjadi petunjuk mengenai keterkaitan Febrie dengan rumah yang digeledah penyidik.</p>
<p>“Foto keluarga disita sama penyidik kan untuk membuktikan itu rumahnya Febrie Adriansyah. Kalau bukan milik Febrie Adriansyah, nggak mungkin foto dipasang di situ,” ujar Boyamin dari Chongqing, Kamis (20/8).</p>
<p>Menurut Boyamin, permintaan pengembalian uang, emas, dan foto keluarga dalam sidang praperadilan juga menunjukkan adanya kepentingan langsung Febrie terhadap barang-barang yang disita.</p>
<p>“Jikapun ada bantahan bukan miliknya, namun gugatan praperadilan pemohonnya diajukan oleh FA, maka tuntutan pengembalian otomatis kepada FA. Sehingga aset tersebut tetaplah milik FA,” katanya.</p>
<p>Boyamin menilai permintaan tersebut pada akhirnya dapat memperkuat dugaan bahwa uang dan emas yang disita berkaitan dengan Febrie, termasuk rumah tempat aset tersebut ditemukan.</p>
<p>“Jadi dengan meminta uang, meminta emas dan foto keluarga itu justru membuktikan semua barang, uang, emas, foto, termasuk rumah adalah milik Febrie Adriansyah. Dan ini memperkuat pembuktian dalam dugaan korupsi atau dugaan pencucian uang, atau pencucian uang yang berasal dari korupsi,” ujarnya.</p>
<p>Dia mengatakan dugaan tindak pidana asal dan pencucian uang tetap harus dibuktikan dalam proses hukum. Menurut Boyamin, dalam perkara tindak pidana pencucian uang, yang perlu dibuktikan adalah adanya harta kekayaan yang berasal dari tindak pidana, termasuk dugaan korupsi sebagai tindak pidana asal.</p>
<p>“Tidak perlu dibuktikan korupsinya juga bisa, tapi tetap korupsinya dibuktikan di pengadilan. Sehingga terjadi pencucian uang. Tetapi tidak harus dengan pasal tersendiri, dengan pasal korupsi. Cukup dengan pasal pencucian uang, di mana uang tersebut berasal dari korupsi,” kata Boyamin.</p>
<p>Meski demikian, kepemilikan aset dan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana masih harus dibuktikan melalui proses hukum.</p>
<p>Sebelumnya, Febrie Adriansyah meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan sejumlah barang yang telah disita, termasuk emas seberat 74 kilogram, foto keluarga, serta uang tunai senilai ratusan miliar rupiah. Permintaan tersebut disampaikan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/8).</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/boyamin-permintaan-pengembalian-aset-justru-menguatkan-dugaan-kepemilikan-febrie-adriansyah/">Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/boyamin-permintaan-pengembalian-aset-justru-menguatkan-dugaan-kepemilikan-febrie-adriansyah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/isu-ganti-kapolri-kian-kencang-ini-kriteria-pengganti-listyo-sigit-prabowo/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/isu-ganti-kapolri-kian-kencang-ini-kriteria-pengganti-listyo-sigit-prabowo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 08:43:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7623</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia paling...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/isu-ganti-kapolri-kian-kencang-ini-kriteria-pengganti-listyo-sigit-prabowo/">Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia paling lama sejak tahun 1960. Resmi menjadi Kapolri ke-25 pada tanggal 21 Januari 2021, Listyo sudah menjabat selama sekitar 5 tahun 7 bulan, hingga saat ini.</p>
<p>Masa jabatannya ini pun menjadi sorotan publik. Apalagi setelah tersiar di media, Listyo tidak melaporkan pengungkapan kasus ‘kakap’ yang diduga melibatkan eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, kepada Presiden RI Prabowo Subianto.</p>
<p>Isu pergantian Kapolri pun kian kencang. Nah menariknya, Pemerintah bersama-sama DPR baru mengesahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Polri. Beberapa pasal di beleid ini mengatur batas usia pensiun perwira tinggi di Korps Bhayangkara.</p>
<p>Jika mengacu pada UU Polri baru, Listyo baru akan memasuki usia pensiun pada 2029 atau di tahun politik. Lalu, apakah Listyo akan pensiun di 2029? Atau diganti Presiden Prabowo, mengingat masa jabatan yang sudah lama?</p>
<p>Pemerhati intelijen, Sri Radjasa Chandra menilai kalau pun Kapolri dicopot, penggantinya adalah orangnya “Listyo”. “Kalau Prabowonya masih kayak gini, menurut saya, siapa pun Kapolrinya, pasti orang Listyo,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id.</p>
<p>Radjasa mengatakan bahwa Listyo sering kali tidak berkoordinasi dengan Prabowo untuk urusan-urusan strategis. Selain di kasus eks Jampidsus, katanya, Listyo juga pernah membuat tim reformasi polisi tandingan dan Keputusan Mahkamah Konstitusi.</p>
<p>“Berapa kali dia, melangkahi keputusannya Prabowo. Sampai jadi gaduh dan kepercayaan internasional sempat merosot kepada Prabowo. Dan itu juga, gitu-gitu aja tuh Prabowonya,” katanya.</p>
<p>Radjasa enggan mengungkap nama-nama Komjen kandidat Kapolri yang dianggap orang Listyo. Hanya saja dia menilai, kalau pun Listyo diganti, agendanya tetap tentang parcok.</p>
<p>“Ini soal basis untuk kekuatan di 2029, Parcok. Makanya Prabowo juga nggak ganti-ganti, karena itu tadi. Oegroseno [Eks Wakapolri] aja dilawan sama Sigit. Sulit memang berharap sama Prabowo,” ujarnya.</p>
<p>Koordinator MAKI sekaligus detektif partikelir, Boyamin Saiman mengatakan regenerasi harus menjadi pertimbangan dalam memilih Kapolri baru. Menurut dia, pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebaiknya berasal dari angkatan yang lebih muda.</p>
<p>Meski usia pensiun perwira tinggi kini menjadi 60 tahun, regenerasi tetap harus berjalan. &#8220;Harus lebih muda. Kalau lebih tua maka tidak ada regenerasi,&#8221; kata Boyamin kepada Indonesiawatch.id.</p>
<p>Menurut dia, angkatan yang sama dengan Kapolri saat ini juga tidak ideal. Boyamin menilai rentang lulusan Akpol 1992 hingga 1994 merupakan generasi yang paling tepat untuk dipertimbangkan.</p>
<p>Saat ditanya nama-nama Komjen yang berpeluang menjadi Kapolri, Boyamin memilih tidak berspekulasi. Ia enggan mengunggulkan sosok tertentu. &#8220;Jangan sebut nama. Semua (Komjen) bagus. Pokoknya 92 sampai 94, itu aja,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Boyamin juga menepis anggapan akan muncul resistensi di internal Polri jika Kapolri berasal dari angkatan yang lebih muda. Menurut dia, pengalaman selama ini menunjukkan pergantian Kapolri berjalan tanpa gejolak berarti.</p>
<p>Tito Karnavian maupun Listyo Sigit Prabowo juga pernah menjadi Kapolri dari angkatan yang lebih muda. &#8220;Sepanjang ditunjuk Presiden dan disetujui DPR maka tidak akan ada resistensi angkatan tua,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain soal regenerasi, Boyamin berharap Kapolri berikutnya memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Ia menilai penuntasan perkara yang melibatkan mantan Ketua KPK Firli Bahuri menjadi ujian penting bagi Polri.</p>
<p>“Harus mampu tuntaskan kasus Firli Bahuri karena Polri harus adil setelah hebat bongkar Jampidsus Febrie Adriansyah maka sebagai bentuk keadilan maka harus mampu tuntaskan kasus Firli,” ujarnya.</p>
<p>Di saat yang sama, Kapolri baru juga harus berani membersihkan praktik korupsi di internal kepolisian, termasuk pungutan liar yang dikenal dengan istilah &#8220;86&#8221;. Namun, Boyamin menegaskan keputusan mengganti atau mempertahankan Listyo Sigit tetap sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden.</p>
<p>“Dan soal pergantian Kapolri, terpulang lagi kepada Presiden jika ada rencana pergantian. Namun jika Presiden tidak akan ganti LSP, maka itu hak penuh Presiden yang mungkin dianggap belum ada urgensinya untuk diganti,” ujarnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/isu-ganti-kapolri-kian-kencang-ini-kriteria-pengganti-listyo-sigit-prabowo/">Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/isu-ganti-kapolri-kian-kencang-ini-kriteria-pengganti-listyo-sigit-prabowo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/lbh-peradi-profesional-polisi-dilarang-pakai-teknik-investigasi-terselubung-di-tindak-pidana-migas/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/lbh-peradi-profesional-polisi-dilarang-pakai-teknik-investigasi-terselubung-di-tindak-pidana-migas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 00:58:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7620</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Peradi Profesional menegaskan aparat kepolisian tidak dibenarkan menggunakan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/lbh-peradi-profesional-polisi-dilarang-pakai-teknik-investigasi-terselubung-di-tindak-pidana-migas/">LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Peradi Profesional menegaskan aparat kepolisian tidak dibenarkan menggunakan teknik investigasi penyamaran maupun pembelian terselubung (undercover buy) dalam penanganan tindak pidana minyak dan gas bumi (migas). Penegasan itu disampaikan dalam kesimpulan pemohon perkara praperadilan yang diajukan terhadap Polres Pelabuhan Tanjung Priok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.</p>
<p>Kesimpulan tersebut diserahkan tim kuasa hukum pemohon, Jumat (31/7), dalam perkara praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing.</p>
<p>Permohonan itu menggugat sah atau tidaknya penetapan tersangka, penangkapan, dan penahanan yang dilakukan penyidik Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Majelis hakim dijadwalkan membacakan putusan pada Senin (3/8).</p>
<p>Kuasa hukum pemohon, Marulitua Rajagukguk, mengatakan kesimpulan disusun berdasarkan seluruh fakta yang terungkap selama persidangan. Menurut dia, terdapat sejumlah pelanggaran mendasar terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP Baru).</p>
<p>&#8220;Pelanggaran yang paling mendasar adalah penggunaan teknik investigasi penyamaran dan pembelian terselubung dalam perkara migas. Padahal, Pasal 16 ayat (1) KUHAP Baru beserta penjelasannya secara tegas membatasi penggunaan teknik tersebut hanya untuk perkara narkotika, psikotropika, atau tindak pidana lain yang secara khusus diatur dalam undang-undang sektoral,&#8221; ujar Marulitua.</p>
<p>Selain mempersoalkan penggunaan teknik undercover, tim kuasa hukum juga menilai surat penetapan tersangka yang diterbitkan penyidik tidak memenuhi ketentuan Pasal 90 ayat (3) huruf c KUHAP Baru karena tidak mencantumkan hak-hak tersangka. Menurut mereka, cacat formil itu bahkan telah diakui pihak termohon dalam jawaban yang disampaikan di persidangan.</p>
<p>LBH Peradi Profesional juga menyoroti dugaan rekayasa administrasi dalam proses penyidikan. Berdasarkan dokumen yang diajukan di persidangan, penyidik diduga menerbitkan sedikitnya 13 dokumen administrasi penyelidikan dan penyidikan pada 31 Mei 2026 serta 12 dokumen lainnya pada 1 Juni 2026, setelah penangkapan terhadap Gabriel dilakukan.</p>
<p>Menurut tim kuasa hukum, pola tersebut mengindikasikan adanya administrasi yang dibuat setelah tindakan paksa berlangsung (post-factum administration) untuk melegitimasi proses penangkapan.</p>
<p>Kejanggalan lain, lanjut mereka, ditemukan pada sejumlah berita acara pemeriksaan (BAP) saksi maupun tersangka yang bertanggal 1 Mei 2026. Tanggal tersebut dinilai tidak masuk akal karena laporan polisi dan dimulainya penyidikan baru tercatat pada 31 Mei 2026.</p>
<p>Tim kuasa hukum juga mempersoalkan dokumen perpanjangan penahanan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yang tercantum bertanggal 12 Juni 2025. Mereka menilai surat itu tidak dapat dijadikan dasar hukum karena seluruh rangkaian perkara baru terjadi pada 2026.</p>
<p>Tidak hanya itu, berita acara penggeledahan rumah yang dijadikan alat bukti juga dinilai cacat hukum lantaran penggeledahan disebut tidak disaksikan pengurus RT/RW maupun warga setempat, melainkan hanya oleh personel internal kepolisian.</p>
<p>Atas berbagai temuan tersebut, tim kuasa hukum yang terdiri atas Dr. (c) Bahrain, S.H., M.H., Marulitua Rajagukguk, S.H., Hincat Silalahi, S.H., dan Irman Bunawolo, S.H., berpendapat seluruh alat bukti yang diperoleh penyidik merupakan unlawfully obtained evidence atau alat bukti yang diperoleh secara melawan hukum.</p>
<p>Mereka berpendapat, berdasarkan prinsip exclusionary rule dalam KUHAP Baru, seluruh alat bukti beserta tindakan hukum turunannya seharusnya dinyatakan tidak sah.</p>
<p>Dalam petitumnya, pemohon meminta hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengabulkan seluruh permohonan praperadilan, menyatakan penetapan tersangka terhadap Gabriel Lumbantoruan tidak sah, menghentikan proses penyidikan, serta memerintahkan penyidik membebaskan pemohon dari tahanan.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, putusan praperadilan masih menunggu pembacaan oleh hakim yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (3/8). Pihak Polres Pelabuhan Tanjung Priok belum memberikan tanggapan atas kesimpulan yang disampaikan pemohon dalam persidangan.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap dan menahan Gabriel pada 31 Mei 2026. Ia diduga melakukan pengisian ulang (refill) dan menjual portable gas untuk keperluan camping dan pendakian gunung.</p>
<p>Berdasarkan pengakuannya, Gabriel baru menjalankan usaha tersebut selama sekitar satu bulan sebelum ditangkap. Gabriel mengaku tidak mengetahui bahwa kegiatan isi ulang portable gas tersebut merupakan perbuatan yang melanggar hukum.</p>
<p>Ia baru mengetahui bahwa perbuatannya diancam pidana penjara paling lama enam tahun serta pidana denda hingga Rp60 miliar setelah mendapat penjelasan dari penyidik Polres Pelabuhan Tanjung Priok.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/lbh-peradi-profesional-polisi-dilarang-pakai-teknik-investigasi-terselubung-di-tindak-pidana-migas/">LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/lbh-peradi-profesional-polisi-dilarang-pakai-teknik-investigasi-terselubung-di-tindak-pidana-migas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/jampidsus-febrie-diminta-mundur-demi-jaga-marwah-kejagung-dan-pemerintahan-prabowo/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/jampidsus-febrie-diminta-mundur-demi-jaga-marwah-kejagung-dan-pemerintahan-prabowo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 02:12:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[jampidsus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta,Wartacana.com – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mendesak Jaksa Agung Muda Tindak Pidana...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/jampidsus-febrie-diminta-mundur-demi-jaga-marwah-kejagung-dan-pemerintahan-prabowo/">Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta,Wartacana.com –</strong> Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mendesak Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Saran ini disampaikan demi menjaga kehormatan Kejaksaan Agung, independensi proses penegakan hukum, serta kredibilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Sekretaris CERI, Hengki Seprihadi, mengatakan, jabatan Jampidsus merupakan posisi strategis yang menjadi ujung tombak Kejaksaan Agung dalam pemberantasan korupsi dan penyelamatan keuangan negara. Karena itu, pejabat yang menduduki jabatan tersebut harus memiliki integritas yang tidak diragukan dan mampu menjaga kepercayaan publik.</p>
<p>“Ketika muncul dugaan hukum yang sedang diproses oleh aparat penegak hukum terhadap seorang pejabat yang memegang jabatan strategis, maka langkah yang paling bijaksana adalah mengundurkan diri agar proses hukum dapat berjalan secara independen, objektif dan bebas dari potensi konflik kepentingan maupun intervensi,” kata Hengki, (10/07).</p>
<p>Menurut Hengki, perkembangan penyelidikan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri, termasuk penggeledahan di sejumlah lokasi, telah menjadi perhatian publik. Karena itu kasus ini harus dituntaskan secara profesional, transparan, serta akuntabel sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>“CERI mendesak Saudara Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jampidsus. Langkah tersebut bukan merupakan bentuk pengakuan bersalah, melainkan sikap kenegarawanan dan tanggung jawab moral,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Hengki, pembuktian atas dugaan yang sedang diproses sepenuhnya merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan nantinya akan diuji di pengadilan. Hengki menegaskan, desakan tersebut juga bertujuan menjaga kredibilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal berkomitmen membangun pemerintahan yang bersih dan memperkuat pemberantasan korupsi.</p>
<p>“CERI berpandangan bahwa pengunduran diri Febrie Adriansyah penting untuk menjaga kredibilitas pemerintahan Presiden Prabowo. Jangan sampai polemik yang berkembang terkait dugaan yang sedang diproses aparat penegak hukum menimbulkan persepsi bahwa pemerintah tidak konsisten dalam menegakkan prinsip persamaan di hadapan hukum,” katanya.</p>
<p>Dia mengatakan, pemerintah harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang memperoleh perlakuan istimewa dalam proses penegakan hukum,” katanya. Menurut Hengki, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum hanya dapat dipertahankan apabila setiap dugaan tindak pidana diproses secara transparan, objektif, profesional, dan tanpa pandang bulu.</p>
<p>“CERI menghormati asas praduga tak bersalah dan menyerahkan seluruh pembuktian kepada proses hukum yang berlaku. Namun demi menjaga marwah institusi Kejaksaan Agung, independensi penegakan hukum, serta kredibilitas pemerintahan Presiden Prabowo, kami mendesak Saudara Febrie Adriansyah mengambil langkah terhormat dengan mengundurkan diri dari jabatannya sampai terdapat kepastian hukum atas perkara yang sedang diproses,” tutup Hengki Seprihadi.</p>
<p>[red]</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/jampidsus-febrie-diminta-mundur-demi-jaga-marwah-kejagung-dan-pemerintahan-prabowo/">Jampidsus Febrie Diminta Mundur Demi Jaga Marwah Kejagung dan Pemerintahan Prabowo</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/jampidsus-febrie-diminta-mundur-demi-jaga-marwah-kejagung-dan-pemerintahan-prabowo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/food-estate-oligarki-sawit-dan-krisis-keadilan-di-indonesia/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/food-estate-oligarki-sawit-dan-krisis-keadilan-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 02:06:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Food Estate]]></category>
		<category><![CDATA[Oligarki Sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7597</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Opini: Sri Radjasa, MBA (Pemerhati Intelijen) Jakarta, Indonesiawatch.id – Negeri ini benar-benar seolah telah...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/food-estate-oligarki-sawit-dan-krisis-keadilan-di-indonesia/">Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis Opini: Sri Radjasa, MBA (Pemerhati Intelijen)</strong></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Negeri ini benar-benar seolah telah jatuh di kaki para bandit. Bandit berada di eksekutif, legislatif, hingga lembaga penegak hukum. Penegakan hukum terpuruk hampir ke titik nol karena moral aparat hukum telah tergadai oleh syahwat duniawi.</p>
<p>Fenomena yang paling ironis adalah ketika korporasi bermasalah seperti Wilmar Group dan Musim Mas Group tetap memperoleh konsesi bisnis dalam proyek strategis nasional berlabel <em>food estate</em> di wilayah Papua.</p>
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah mengungkapkan bahwa terdapat 10 perusahaan eksportir minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang diduga melakukan manipulasi harga ekspor. Beberapa di antaranya adalah Wilmar Group dan Musim Mas Group.</p>
<p>Menurut Purbaya, perusahaan-perusahaan tersebut diduga melakukan praktik <em>transfer pricing</em> dengan modus mengekspor produk ke perusahaan afiliasi di Singapura dengan harga lebih rendah dari harga sebenarnya. Produk tersebut kemudian dijual kembali ke negara tujuan dengan harga jauh lebih tinggi. Selisih harga bahkan disebut mencapai 50 persen.</p>
<p>Daftar dugaan kasus yang menyeret Wilmar Group pun cukup panjang, di antaranya dugaan suap terhadap mantan anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika (YHF), terkait pengamanan dokumen laporan hasil pemeriksaan. Selain itu, terdapat pula kasus dugaan suap kepada hakim untuk memperoleh vonis lepas dalam perkara CPO. Kasus tersebut juga menyeret Panitera Muda PN Jakarta Utara, Wahyu Gunawan, dengan nilai suap yang disebut mencapai Rp60 miliar.</p>
<p>Belum lagi berbagai kasus dugaan penyerobotan lahan masyarakat oleh Wilmar Group, seperti yang terjadi di Kalimantan Barat. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap hukum oleh korporasi besar.</p>
<p>Kasus dugaan suap terhadap aparat hukum dan pejabat negara, manipulasi izin ekspor CPO, praktik <em>transfer pricing</em>, hingga penyerobotan lahan masyarakat yang dikaitkan dengan Wilmar Group dinilai mencerminkan budaya korporasi yang bercorak mafia.</p>
<p>Pidato Presiden Prabowo Subianto yang berapi-api soal pemberantasan korupsi tampaknya belum sepenuhnya berlaku bagi korporasi sawit besar seperti Wilmar Group dan Musim Mas Group. Penegakan hukum terhadap kedua korporasi tersebut dinilai masih dilakukan setengah hati.</p>
<p>Di mana letak keadilan ketika korporasi besar yang terbukti bermasalah secara hukum dan diduga merampas tanah rakyat hanya berujung pada denda serta penangkapan pelaku kelas bawah?</p>
<p>Hal ini dinilai membuktikan bahwa negara telah tunduk di bawah kuasa korporasi mafia. Kehidupan politik nasional pun dianggap telah tercemar oleh praktik politik mafia, di mana uang menjadi faktor utama yang menentukan arah nasib bangsa.</p>
<p>Inilah potret ironi Indonesia, negara dengan sejarah panjang yang dipenuhi kisah heroisme para pahlawan. Pasal 33 UUD 1945 seolah berubah makna menjadi: “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran korporasi dan oligarki.”</p>
<p><em>Catatan: Opini atau tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/food-estate-oligarki-sawit-dan-krisis-keadilan-di-indonesia/">Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/food-estate-oligarki-sawit-dan-krisis-keadilan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-11-02 18:23:04 by W3 Total Cache
-->