<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AI Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/ai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/ai/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Sep 2024 02:20:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>AI Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/ai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cerita Panjang Dubes UEA tentang Pencapaian Negaranya di Bidang Teknologi dan Energi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/cerita-panjang-dubes-uea-tentang-pencapaian-negaranya-di-bidang-teknologi-dan-energi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/cerita-panjang-dubes-uea-tentang-pencapaian-negaranya-di-bidang-teknologi-dan-energi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 02:20:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Abdulla Salem AlDhaheri]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Dubes UEA]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3654</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banten, Indonesiawatch.id – Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/cerita-panjang-dubes-uea-tentang-pencapaian-negaranya-di-bidang-teknologi-dan-energi/">Cerita Panjang Dubes UEA tentang Pencapaian Negaranya di Bidang Teknologi dan Energi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banten, Indonesiawatch.id</strong> – Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem AlDhaheri menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Pengalaman UEA dalam Memajukan Kecerdasan Buatan (AI) dan Teknologi” di aula Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Provinsi Banten pada Senin, 9 September 2024.</p>
<p>Acara tersebut turut dihadiri Rektor <a href="https://uinbanten.ac.id/"><strong>UIN Sultan Maulana Hasanuddin</strong></a> Banten Prof. Wawan Wahyuddin, para mahasiswa, dan sivitas akademika. Di awal pidatonya, Dubes AlDhaheri menyoroti kemajuan hubungan bilateral yang dicapai antara UEA dan Indonesia sejak terbentuknya hubungan diplomatik resmi di antara kedua negara pada 47 tahun silam.</p>
<p>Hubungan bilateral tersebut terjalin dalam berbagai bidang mencakup pendidikan, ekonomi, agama, kesehatan, lingkungan, energi, infrastruktur, pertanian, dan ketahanan pangan, dan lainnya. Hubungan bilateral semakin diperkuat oleh kunjungan timbal balik antara kedua kepala negara.</p>
<p>Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke UEA dan dianugerahi penghargaan <em>Order of Zayed</em> oleh Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas upaya Jokowi memperkuat hubungan bilateral sekaligus penghormatan tertinggi UEA terhadap bangsa Indonesia.</p>
<p>Selanjutnya, Dubes AlDhaheri memaparkan pencapaian UEA di bidang teknologi canggih. Laporan tahunan terbaru Indeks Teknologi PBB menempatkan UEA sebagai negara Arab terdepan sebagai bukti  komitmen UEA untuk tampil sebagai pusat teknologi dan inovasi global.</p>
<p>Keputusan UEA untuk berinvestasi dan menciptakan ekonomi yang dinamis yang didorong oleh pengetahuan dan inovasi terbukti penting bagi UEA untuk mengambil terobosan signifikan di berbagai bidang, termasuk energi terbarukan, energi nuklir, dan luar angkasa.</p>
<p>Hanya dalam beberapa tahun, UEA telah berfokus pada penelitian ilmiah, memperkuat posisi globalnya dalam riset dan pengembangan, dan muncul sebagai pemimpin dalam bidang-bidang tertentu yang sebelumnya didominasi oleh negara-negara maju.</p>
<p>Setelah pembentukan Badan Antariksa UEA pada tahun 2014, UEA telah mencapai banyak prestasi sejak memasuki arena eksplorasi ruang angkasa global, termasuk keberhasilan tim yang terdiri dari 200 insinyur UEA untuk mengirim misi antarplanet Arab pertama ke Mars.</p>
<p>Saat ini, UEA memiliki sektor ruang angkasa aktif terbesar di Teluk dan Timur Tengah. Dalam bidang energi, tenaga nuklir telah muncul sebagai teknologi yang aman, bersih, dan terbukti bagi UEA.</p>
<p>Program energi nuklir sipil UEA merupakan landasan Strategi Energi UEA 2050, yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon emisi karbon dioksida sebesar 70 persen, meningkatkan ketergantungan energi bersih hingga 50 persen, dan meningkatkan efisiensi konsumsi energi sekitar 40 persen pada pertengahan abad.</p>
<p>Pada Februari 2020, Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir memberikan lisensi operasi untuk unit pertama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah. Selain itu, industri penerbangan UEA juga terus berkembang pesat. Hal ini terbukti dari kemajuan yang dicapai oleh sektor penerbangan sipil dan militer UEA yang mengembangkan komponen untuk pesawat terbang modern melalui kemitraan dengan produsen Eropa dan Amerika.</p>
<p>Pencapaian penting lainnya di sektor ini adalah pembuatan pesawat nirawak UEA pertama oleh ADCO Systems yang dilanjutkan oleh oleh <a href="https://www.strata.ae/"><strong>Strata and Dubai Aerospace Industries</strong></a>. Pada Oktober 2017, UEA menjadi negara pertama yang meluncurkan Strategi Kecerdasan Buatan (<em>Artificial Intelligence</em> atau AI) Nasional. Hanya beberapa hari setelah Strategi AI diluncurkan, H.E. Omar Sultan Al Olama ditunjuk sebagai Menteri Kecerdasan Buatan pertama di dunia.</p>
<p>Pada Oktober 2019, didirikan pula Universitas Kecerdasan Buatan Mohamed bin Zayed (MBZUAI) pada Oktober 2019. Sebagai universitas pertama di dunia yang mengkhususkan diri dalam penelitian AI, MBZUAI sejalan dengan ambisi UEA untuk mengembangkan ekonomi pasca-minyak yang digerakkan oleh pengetahuan dan teknologi canggih.</p>
<p>Pada 2030, diperkirakan AI akan menyumbang US$15,7 triliun bagi ekonomi global, meningkatkan PDB UEA hingga 35 persen dan mengurangi biaya pemerintah hingga 50 persen. Saat ini, UEA memiliki 120 ribu pekerja AI, berbanding 30 ribu pada dua tahun lalu.</p>
<p>“Kami berharap bahwa dampak sektor AI dalam ekonomi nasional kami akan terus meningkat, terutama setelah diluncurkannya Cetak Biru Universal Dubai untuk Kecerdasan Buatan (<em>Dubai Universal Blueprint for Artificial Intelligence</em>),” ujar Dubes Al-Dhaheri.</p>
<p>Ia menambahkan, inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas bisnis hingga 50 persen dan menumbuhkan ekonomi hingga US$27 miliar melalui penggunaan AI.</p>
<p>Di akhir pidatonya, Dubes UEA mengajak Indonesia untuk berkolaborasi dimana kedua negara memiliki visi yang sama dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>“Kami yakin bahwa dengan menggabungkan kekuatan sumber daya alam Indonesia yang kaya dan sektor teknologi yang sedang berkembang, dengan visi dan keahlian UEA dalam teknologi canggih, kita dapat menjalin kemitraan yang lebih kuat,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, kolaborasi UEA-Indonesia ini berpotensi mewujudkan manfaat bersama di berbagai bidang seperti energi terbarukan, teknologi, dan pembangunan infrastruktur. “Bersama-sama, kita dapat memelopori solusi baru dan berkontribusi bagi masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan bagi kedua negara kita,” pungkasnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/cerita-panjang-dubes-uea-tentang-pencapaian-negaranya-di-bidang-teknologi-dan-energi/">Cerita Panjang Dubes UEA tentang Pencapaian Negaranya di Bidang Teknologi dan Energi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/cerita-panjang-dubes-uea-tentang-pencapaian-negaranya-di-bidang-teknologi-dan-energi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>VIDA: 100% Bisnis di Indonesia Khawatir Penipuan Berbasis AI</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/vida-100-bisnis-di-indonesia-khawatir-penipuan-berbasis-ai/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/vida-100-bisnis-di-indonesia-khawatir-penipuan-berbasis-ai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 01:11:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Adrian Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[VIDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3520</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Sebanyak 100% pelaku bisnis di Indonesia mengaku khawatir terhadap meningkatnya ancaman penipuan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/vida-100-bisnis-di-indonesia-khawatir-penipuan-berbasis-ai/">VIDA: 100% Bisnis di Indonesia Khawatir Penipuan Berbasis AI</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, </strong><strong>Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Sebanyak 100% pelaku bisnis di Indonesia mengaku khawatir terhadap meningkatnya ancaman penipuan berbasis kecerdasan buatan atau AI seperti <em>deepfakes</em>, namun 46% dari mereka belum memahami cara kerja teknologi tersebut. Temuan tersebut diungkapkan dalam laporan terbaru VIDA, penyedia solusi pencegahan penipuan identitas digital, yang bertajuk “Where&#8217;s The Fraud: Protecting IndonesianBusinesses from AI-Generated Digital Fraud”.</p>
<p>Laporan tersebut menyoroti empat jenis penipuan digital yang paling banyak menyerang bisnis di Indonesia, yakni penipuan berbasis teknologi AI (<em>deepfakes</em>), rekayasa sosial (<em>social engineering</em>), pengambilalihan akun (<em>account takeovers</em>), serta pemalsuan dokumen dan tanda tangan. Dengan empat industri yang paling terpengaruh secara signifikan adalah Perbankan &amp; Fintech, Multifinance dan Pembiayaan Konsumen, Asuransi, dan Kesehatan.</p>
<p>Managing Director dan Group Chief Revenue Officer VIDA, Adrian Anwar mengatakan, pelaku bisnis perlu segera mengambil langkah perlindungan dari penipuan digital. “Dengan 56% bisnis telah menghadapi penipuan identitas dan 96% menghadapi pemalsuan dokumen, jelas bahwa dampaknya akan lebih tinggi. VIDA berkomitmen untuk menyediakan solusi canggih yang memberdayakan bisnis untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons penipuan dengan lebih efektif,” kata Adrian.</p>
<p>Untuk menghadapi penipuan digital, VIDA meluncurkan Identity Stack, sebuah solusi komprehensif yang dirancang untuk mengatasi penipuan, terutama dalam transaksi digital di Indonesia. Solusi tersebut diklaim mampu menurunkan tingkat penipuan identitas hingga 99,9%, memberikan perlindungan yang lebih baik bagi proses bisnis dan memastikan pengalaman pengguna yang lancar.</p>
<p>Dalam konteks yang lebih luas, laporan VIDA menunjukkan bahwa ancaman penipuan berbasis AI ini telah merambah berbagai sektor. Misalnya, di sektor Perbankan dan Fintech, deepfakes dan rekayasa sosial dapat merugikan hingga jutaan dolar. Di sektor Multifinance dan Pembiayaan Konsumen, pengambilalihan akun dan pemalsuan dokumen menjadi masalah serius, sementara penipuan identitas digital diprediksi bisa menyebabkan kerugian lebih dari US$2 miliar per tahun.</p>
<p>Industri Asuransi dan Kesehatan juga tidak luput dari ancaman ini, dengan pemalsuan dokumen dan tanda tangan yang meningkatkan risiko klaim palsu, serta serangan rekayasa sosial yang menargetkan masyarakat untuk mendapatkan data sensitif. Hal ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial,tetapi juga risiko reputasi yang serius.</p>
<p><strong>VIDA Ungkap Empat Tipe Penipuan Digital dan Potensi Kerugian bagi Bisnis dan Konsumen </strong></p>
<p>Dalam laporan risetnya, VIDA mengungkapkan berbagai potensi kerugian yang dapat ditimbulkan dari empat ancaman utama penipuan digital saat ini, antara lain:</p>
<ol>
<li><strong>Penipuan Identitas Digital</strong> <strong>(Identity Fraud) </strong></li>
</ol>
<p>Dipicu oleh penipuan digital yang semakin canggih dan memanfaatkan teknologi AI dan <em>deepfake</em>, 56% pelaku bisnis di Indonesia telah mengalami penipuan digital. Bentuk penipuan identitas yang canggih ini menimbulkan risiko serius karena merusak kepercayaan dan meningkatkan potensi kehilangan data bagi bisnis, masalah pada hubungan antar <em>stakeholders</em>, dan hancurnya reputasi. Ketika penipu semakin canggih, <em>whitepaper</em> menyarankan agar bisnis dapat mengadopsi langkah-langkah pencegahan untuk mengatasi ancaman digital.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Rekayasa Sosial (<em>Social Engineering</em>)</strong></li>
</ol>
<p>Masyarakat di Indonesia seringkali menjadi korban berbagai jenis penipuan rekayasa sosial. Serangan <em>phishing</em> telah menjadi ancaman yang semakin umum dijumpai, kasus ini telah menjangkiti 67% pelaku bisnis di Indonesia. <em>Smishing</em>, ancaman serupa yang dilakukan melalui SMS, telah berdampak pada 51% pelaku bisnis, sedangkan <em>vishing</em>—penipuan melalui suara—telah menargetkan 47% pelaku bisnis. Angka ini menunjukkan urgensi akan kebutuhan terkait sistem keamanan siber yang aman dan kesadaran masyarakat untuk mengatasi ancaman yang ada di sekitar ini.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Pengambilalihan Akun (<em>Account Takeovers</em>) </strong></li>
</ol>
<p><em>Account takeovers</em> terjadi saat pelaku memanfaatkan kata sandi yang lemah dan kurangnya otentikasi multi-faktor melalui serangan <em>credential stuffing</em> dan <em>phishing</em>. Hal ini muncul sebagai isu yang paling marak terjadi, di mana 97% pelaku bisnis melaporkan upaya peretasan akun. Industri seperti keuangan, <em>fintech</em>, dan <em>e-commerce </em>sangat rentan terserang karena banyaknya informasi berharga yang dimiliki seperti data pribadi para nasabah.</p>
<ol start="4">
<li><strong> Pemalsuan Dokumen dan Tandatangan (<em>Document and Signature Forgery</em>) </strong></li>
</ol>
<p>J<strong>e</strong>nis penipuan ini tidak hanya merusak kesahihan dokumen pelanggaran data, namun dapat merusak reputasi perusahaan, mengurangi kepercayaan nasabah, dan menjadi penyebab kerugian finansial terbesar besar. 96% pelaku bisnis telah mengalami kasus pemalsuan dokumen dan tandatangan.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/vida-100-bisnis-di-indonesia-khawatir-penipuan-berbasis-ai/">VIDA: 100% Bisnis di Indonesia Khawatir Penipuan Berbasis AI</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/vida-100-bisnis-di-indonesia-khawatir-penipuan-berbasis-ai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alibaba Cloud Bangun Kemitraan AI di Indonesia, Lengkapi Senjata Perangkat Mutakhir</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/2089-2/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/2089-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 17:24:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Alibaba Cloud]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sean Yuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2089</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Pada sesi konferensi “Indonesia AI Conference 2024”, Alibaba Cloud—teknologi digital dan tulang...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/2089-2/">Alibaba Cloud Bangun Kemitraan AI di Indonesia, Lengkapi Senjata Perangkat Mutakhir</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Pada sesi konferensi “Indonesia AI Conference 2024”, Alibaba Cloud—teknologi digital dan tulang punggung kecerdasan dari Alibaba Group—menegaskan komitmennya untuk mempercepat adopsi <em>Artificial Intelligence</em> (AI) generatif di Indonesia melalui serangkaian inisiatif baru.</p>
<p>Inisiatif-inisiatif tersebut mencakup perluasan kemitraan AI lokal, menghadirkan lebih banyak perangkat pengembangan AI, dan meluncurkan program pelatihan bakat digital AI yang baru. Upaya tersebut bertujuan untuk memberdayakan bisnis dan masyarakat Indonesia agar dapat memanfaatkan peluang besar yang ditawarkan oleh teknologi transformatif terkini.</p>
<p>“Alibaba Cloud berkomitmen untuk mempercepat inovasi dan adopsi AI di Indonesia,” kata General Manager of Indonesia, Alibaba Cloud Intelligence, Sean Yuan. Yuan mengatakan, dengan membangun ekosistem AI yang kolaboratif, menyediakan perangkat pengembangan canggih, dan membina talenta-talenta lokal, Alibaba Cloud bertekad mendorong perjalanan Indonesia menjadi pemimpin dalam ruang AI generatif.</p>
<p>Pada konferensi tersebut, Alibaba Cloud membahas tiga penggerak utama adopsi AI generatif dengan mengutip laporan terbaru mereka &#8220;<em>Alibaba Cloud: 2024 Guidebook to AI Solutions for Indonesia</em>&#8220;. Laporan tersebut menelaah beberapa hal di antaranya kemampuan model dasar yang canggih, pengembangan software mutakhir untuk pemanfaatan <em>large language model</em>, dan solusi infrastruktur yang hemat biaya.</p>
<p>Yuan menyebut, untuk pelanggan lebih baik dalam memanfaatkan kekuatan AI generatif dan meningkatkan adopsi kemajuan teknologi, pihaknya akan berfokus dalam menyediakan lebih banyak sumber daya AI yang lebih komprehensif melalui ekosistem lokal yang berkembang, alat dan solusi baru yang mempermudah pembuatan aplikasi, serta daya komputasi AI yang lebih mudah diakses dan hemat biaya.</p>
<p><strong>Membangun Ekosistem AI Lokal yang Dinamis</strong></p>
<p>Mengakui pentingnya kolaborasi, Alibaba Cloud secara aktif membangun ekosistem mitra AI yang kuat di Indonesia supaya bisa menyatukan para penyedia teknologi terkemuka dari berbagai sektor untuk memicu inovasi dan kolaborasi bersama. Alibaba Cloud memberdayakan mitra-mitra ini dengan solusi cloud yang komprehensif, dukungan teknis khusus, dan sumber daya yang luas untuk memfasilitasi pertumbuhan dan kesuksesan para mitra.</p>
<p>Dalam konferensi, Alibaba Cloud memperkenalkan tiga mitra baru ke dalam ekosistem yang terus berkembang di antaranya:</p>
<p><strong>1. Lenna.ai:</strong> Merevolusi pengalaman pelanggan untuk berbagai merek melalui solusi berbasis AI yang canggih.<br />
<strong>2. Xquisite.ai:</strong> Menyediakan solusi pengalaman pelanggan yang didorong AI untuk meningkatkan interaksi dan mendorong pertumbuhan bisnis.<br />
<strong>3. Mapid:</strong> Menghubungkan berbagai data spasial dari sumber terpercaya untuk memberikan wawasan analisis lokasi optimal, membantu bisnis dengan visualisasi yang ditingkatkan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.</p>
<p>Perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dengan mitra-mitra lama dari Zoloz, AI Rudder, 6Estates, Sobot, Techsun, sampai Sensors Data, yang telah memanfaatkan platform AI Alibaba Cloud yang kuat untuk memberikan solusi inovatif di berbagai sektor, termasuk ritel, keuangan, game, dan logistik.</p>
<p><strong>Melengkapi Bisnis dengan Alat AI yang Canggih</strong></p>
<p>Sejumlah alat dan layanan pengembangan AI terbaru digagas oleh Alibaba Cloud untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis modern, Tim IT terus membangun model dan aplikasi AI kustom untuk peluang bisnis baru yang meliputi:</p>
<p><strong>1. Model Studio</strong></p>
<p>Diluncurkan baru-baru ini di Alibaba Cloud Singapura. Model Studio adalah platform AI generatif komprehensif yang didukung oleh <em>Large Language Models</em> (LLMs) Qwen milik Alibaba Cloud. Platform ini dapat membantu pelanggan untuk mengembangkan LLM mereka sendiri, membangun aplikasi cerdas, dan meningkatkan kemampuan AI mereka. Model Studio juga akan makin diperkaya dengan fitur-fitur seperti teknik <em>prompt</em>, <em>Retrieval Augmented Generation</em> (RAG), pembuatan agen AI, dan kemampuan penyempurnaan dalam beberapa bulan mendatang.</p>
<p><strong>2. Solusi AI Khusus Industri</strong></p>
<p>Pada akhir tahun ini, Alibaba Cloud akan memperkenalkan serangkaian solusi AI khusus industri yang didukung oleh Qwen. Solusi-solusi ini, termasuk <em>chatbot</em> percakapan yang didukung LLM untuk<em> e-commerce</em> dan solusi avatar digital untuk keterlibatan pelanggan, disesuaikan untuk memenuhi tuntutan unik pasar Indonesia.</p>
<p><strong>Membina Bakat AI Lokal untuk Masa Depan yang Berkelanjutan</strong></p>
<p>Memahami pentingnya talenta-talenta yang terampil dalam mendorong adopsi AI, Alibaba Cloud bermitra dengan Kartu Prakerja, di bawah Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) untuk meluncurkan program pelatihan talenta digital yang komprehensif.</p>
<p>Dengan target untuk melatih sekitar 2.000 talenta dalam materi yang berkaitan dengan <em>cloud computing</em> dan <em>big data</em> selama fase pertama program, kolaborasi ini bertujuan untuk membekali dan membentuk angkatan kerja Indonesia dengan keterampilan dan pengetahuan yang esensial di ekonomi era digital.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/2089-2/">Alibaba Cloud Bangun Kemitraan AI di Indonesia, Lengkapi Senjata Perangkat Mutakhir</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/2089-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-17 06:38:25 by W3 Total Cache
-->