<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Amin Abdullah Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/amin-abdullah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/amin-abdullah/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Mar 2025 05:39:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Amin Abdullah Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/amin-abdullah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Deep Learning dan Kurikulum Cinta untuk Penguatan Kompetensi Guru Indonesia</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/deep-learning-dan-kurikulum-cinta-untuk-penguatan-kompetensi-guru-indonesia/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/deep-learning-dan-kurikulum-cinta-untuk-penguatan-kompetensi-guru-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2025 05:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Amin Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Farid F. Saenong]]></category>
		<category><![CDATA[Leimena Institute]]></category>
		<category><![CDATA[Matius Ho]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag)...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/deep-learning-dan-kurikulum-cinta-untuk-penguatan-kompetensi-guru-indonesia/">Deep Learning dan Kurikulum Cinta untuk Penguatan Kompetensi Guru Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag) mengupayakan perbaikan sistem pendidikan melalui metode pembelajaran mendalam (<em>deep learning</em>) dan Kurikulum Cinta. Implementasi kedua konsep tersebut dinilai membutuhkan penguatan kompetensi guru yang salah satunya bisa dilakukan melalui program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB).</p>
<p>Hal itu disampaikan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Amin Abdullah, dalam temu media Institut Leimena, Jumat, 21 Maret 2025. Hadir sebagai narasumber lainnya Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali Muis, Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Farid F. Saenong, Presidium Dewan Gereja-gereja Sedunia, Henriette Lebang, dan Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho.</p>
<p>“Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya melatih guru memiliki kompetensi dalam multikulturalisme, multiagama, dan dalam pengalaman kami, dari 9.000 lebih guru yang sudah dilatih hampir semuanya belum pernah mendengar kompetensi itu,” kata Amin Abdullah.</p>
<p>Senior Fellow Institut Leimena itu menjelaskan, program LKLB ikut mendukung BPIP untuk menghidupkan kembali karakter Pancasila pada generasi muda melalui Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila untuk guru dan siswa.</p>
<p>Dalam LKLB, guru dilatih tiga kompetensi dalam membangun relasi dengan orang lain yang berbeda agama dan budaya, yaitu kompetensi pribadi (memahami agama sendiri secara utuh), kompetensi komparatif (memahami agama lain dalam memaknai hubungan dengan sesama yang berbeda), dan kompetensi kolaboratif (kerja sama terlepas dari perbedaan yang ada).</p>
<p>Amin mengatakan metode <em>deep learning</em> salah satunya mendorong guru menerapkan pembelajaran yang menyenangkan (<em>joyful</em>), sehingga kompetensi literasi keagamaan lintas budaya bisa ikut mendukung hal tersebut yaitu mendorong pendidikan yang sarat nilai-nilai toleransi, menghormati orang lain, dan kerja sama.</p>
<p>Hal senada juga muncul dalam konsep Kurikulum Cinta yang mengajarkan beragama dengan cinta kasih. “Kombinasi kompetensi pribadi dan kompetensi komparatif, tujuannya kompetensi kolaborasi. Jadi, masyarakat Indonesia yang plural jangan sampai membenci penganut agama lain. Ajaran agama apa pun tidak boleh membenci penganut agama lain atau mengkafir-kafirkan,” kata Amin.</p>
<p>Staf Khusus Mendikdasmen, Arif Jamali, mengatakan pembelajaran mendalam bertujuan memperkaya pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik pedagogi. Sejalan dengan kompetensi literasi keagamaan lintas budaya, dalam penerapan pembelajaran mendalam, semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>“Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik,” kata Arif.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Menag, Farid F. Saenong, mengatakan tiga tokoh penting pemerintahan saat ini adalah kolaborator utama dari kerja sama program LKLB yang dimulai sejak 2021, yaitu Anggota Dewan Pengarah BPIP, Amin Abdullah, Menag Nasaruddin Umar, dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Itu sebabnya, kehadiran Kurikulum Cinta menjadi momentum untuk semakin memperkuat kompetensi guru melalui program LKLB.</p>
<p>“Ini akan menjadi kekuatan besar yang harus kita manfaatkan dalam makna positif, agar cita-cita kita bersama untuk menciptakan kehidupan damai, toleran di Indonesia bisa terwujud,” kata Farid.</p>
<p>Farid menambahkan, Kurikulum Cinta pada dasarnya adalah substansi, nilai, karakter, dan konten yang akan mendominasi semua proses belajar mengajar. Kurikulum Cinta masih dalam tahap uji publik, sehingga masih menerima masukan dari berbagai pihak. Konsep Kurikulum Cinta menekankan terbangunnya relasi atau hubungan dalam menjaga persatuan bangsa.</p>
<p>Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan program LKLB bertujuan membangun modal sosial dalam masyarakat majemuk, yaitu rasa saling percaya. Matius mengatakan hubungan antara rasa saling percaya dan kerja sama seperti sebuah lingkaran. Rasa saling percaya memungkinkan kerja sama, sebaliknya dengan adanya kerja sama akan semakin memperkuat rasa saling percaya.</p>
<p>“Jika masyarakat majemuk masuk dalam lingkaran yang buruk, maka bisa dengan cepat terjadi perpecahan sosial. Itu sebabnya program LKLB sebagai upaya mendorong lingkaran positif. Meningkatkan kerja sama untuk membangun rasa saling percaya. Semoga pendekatan ini ikut mendukung program Kemenag dan Kemendikdasmen,” kata Matius Ho.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/deep-learning-dan-kurikulum-cinta-untuk-penguatan-kompetensi-guru-indonesia/">Deep Learning dan Kurikulum Cinta untuk Penguatan Kompetensi Guru Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/deep-learning-dan-kurikulum-cinta-untuk-penguatan-kompetensi-guru-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-01 01:37:30 by W3 Total Cache
-->