<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Annar Salahuddin Sampetoding Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/annar-salahuddin-sampetoding/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/annar-salahuddin-sampetoding/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Dec 2024 02:38:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Annar Salahuddin Sampetoding Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/annar-salahuddin-sampetoding/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Annar Sampetoding ‎Pencetus Ide dan Bos Pembuatan Uang Palsu</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/annar-sampetoding-pencetus-ide-hingga-bos-pembuatan-uang-palsu/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/annar-sampetoding-pencetus-ide-hingga-bos-pembuatan-uang-palsu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 02:37:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Annar Salahuddin Sampetoding]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6171</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id – Polres Gowa telah menetapkan pengusaha dan politisi Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) selaku...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/annar-sampetoding-pencetus-ide-hingga-bos-pembuatan-uang-palsu/">Annar Sampetoding ‎Pencetus Ide dan Bos Pembuatan Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –</strong> Polres Gowa telah menetapkan pengusaha dan politisi Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) selaku tersangka utama dan bos dalam pencetakan dan peredaran uang palsu.</p>
<p>Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, menyampaikan, Annar merupakan pemberi ide untuk membuat uang palsu dan memberikan modal untuk biaya produksinya.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong>‎<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Modal tersebut, lanjut Yudhiawan pada Senin, (30/12), termasuk untuk membeli mesin cetak canggih asal Cina seharga Rp600 juta dari Surabaya, Jawa Timur (Jatim), kertas, tinta, dan kebutuhan lainnya.</p>
<p>Awalnya, pembuatan uang palsu ini di rumah tersangka Annar di Jalan Sunu, Makassar. Setelah itu, pindah ke Gedung Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin, Makassar, untuk meningkatkan volume produksi.</p>
<p>Polres Gowa menyematkan status tersangka pecetakan dan peredaran uang palsu kepada Annar setelah memeriksanya secara marathon selama 2 hari. Penyidik langsung melakukan penahanan.</p>
<p>‎Namun kondisi kesehatan tersangka Annar menurun. Dia mengeluhkan sakit jantung dan prostat yang sudah diidapnya cukup lama. Annar pun dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, pada Sabtu malam, (28/12), untuk mendapatkan perawatan.</p>
<p>Awalnya, Annar dimasukkan ke IGD RS Bhayangkara Makassar ‎sekitar pukul 23.00 Wita. Selepas itu, baru dipindahkan ke ruangan perawatan Love Bird. Ruangan tersebut dijaga ketat oleh polisi selama 24 jam.</p>
<p>Tersangka Annar dimasukkan ke ruang rawat inap karena kondisinya tak kunjung membaik.<br />
Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, mendapatkan perawatan atau penanganan medis ini merupakan hak tersangka.</p>
<p>“‎Bahwa tersangka berhak mendapatkan perawatan kesehatan. Oleh sebab itu, kita harus antar,” ujarnya.</p>
<p>Yudhiawan menegaskan, penyidik Polres Gowa tetap menahan tersangka utama Annar meskipun yang bersangkutan kondisi kesehatannya terganggu.</p>
<p>“Penahanan tetap dilakukan sesuai prosedur tanpa perlakuan khusus,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Yudhiawan, proses hukum tersangka Annar sesuai prosedur yang berlaku dan tidak ada perbedaan meskipun yang bersangkutan kesehatannya terganggu.</p>
<p>Sedangkan soal Kepala Perpustakan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Andi Ibrahim (AI), mau menjadikan gedung perpustakaan untuk menyimpan mesin dan mencetak uang palsu, awalnya dia juga ingin menggandakan buku.</p>
<p>“Karena kalau mahasiswa membeli [buku], biayanya mahal. Namun realisasinya berbeda,” ujar Yudhiawan.</p>
<p>‎Annar juga mengiming-imingi Andi Ibrahim dengan keuntungan yang besar dari hasil mencetak uang palsu agar dia mau menempatkan mesin cetak tersebut di Gedung Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin.</p>
<p>‎Polres Gowa telah menetapkan 19 orang tersangka dalam kasus pencetakan dan peredaran uang palsu ini, yakni:</p>
<p>1. Dr. Andi Ibrahim</p>
<p>Dosen dan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>2. Mubin Nasir bin Muh Nasir<br />
Karyawan honorer ini berpedan<br />
mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>3. Kamarang Dg Ngati bin Dg Nombong<br />
Warga Gantarang, Gowa selaku juru masak itu berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual beli uang palsu.</p>
<p>4. Irfandy MT, S.E., bin Muh Tahir<br />
Pria yang berstatus sebagai karyawan swasta ini berperan membantu mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>5. Muhammad Syahruna<br />
Warga Ujung Pandang Baru yang berstaus wiraswasta ini berperan memproduksi atau mecetak serta melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>6. John Biliater Panjaitan<br />
Wiraswasta, warga Mangkura, Makassar, berperan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>7. Sattariah alias Ria binti Yado<br />
Warga Batua, Makassar selaku ibu rumah tangga berperan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>8. Dra. Sukmawati<br />
Dia merupakan seorang PNS ‎berprofesi sebagai guru berperan mengedarkan uang palsu dengan membeli kebutuhan sehari-hari. Dia juga melakukan jual-beli uang palsu.</p>
<p>9. Andi Khaeruddin<br />
Warga Makassar yang merupakan pegawai salah satu bank ini berperan mengedarkan dan juga melakukan transaksi jual-beli uang palsu</p>
<p>10. Ilham<br />
Wiraswasta asal Rimuku, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>11. Drs. Suardi Mappeabang<br />
PNS asal Simboro, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>12. Mas’ud<br />
Seorang wiraswasta dari Lekopadis, Sulbar, berperan sebagai pengedar dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>13. Satriyady<br />
PNS asal Binanga, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>14. Sri Wahyudi<br />
Wiraswasta dari Rimuku, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>15. Muhammad Manggabarani<br />
PNS asal Rimuku, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>16. Ambo Ala, A.Md<br />
Wiraswasta dari Batua, Makassar, berperan ‎mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>17. Rahman<br />
Wiraswasta asal Simboro, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>18. Annar Salahuddin Sampetoding (ASS)<br />
Pengusaha dan politisi asal Toraja selaku pencetus ide dan bos pencetakan uang palsu.</p>
<p>19. AR.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/annar-sampetoding-pencetus-ide-hingga-bos-pembuatan-uang-palsu/">Annar Sampetoding ‎Pencetus Ide dan Bos Pembuatan Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/annar-sampetoding-pencetus-ide-hingga-bos-pembuatan-uang-palsu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tersangka Kasus Uang Palsu UIN Alauddin Bertambah jadi 19 Orang</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/tersangka-kasus-uang-palsu-uin-alauddin-bertambah-jadi-19-orang/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/tersangka-kasus-uang-palsu-uin-alauddin-bertambah-jadi-19-orang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 21:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Annar Salahuddin Sampetoding]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6136</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id –‎ Polres Gowa ‎telah menambah 2 tersangka kasus sindikat uang palsu hasil pabrikan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/tersangka-kasus-uang-palsu-uin-alauddin-bertambah-jadi-19-orang/">Tersangka Kasus Uang Palsu UIN Alauddin Bertambah jadi 19 Orang</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –‎</strong> Polres Gowa ‎telah menambah 2 tersangka kasus sindikat uang palsu hasil pabrikan di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar. Salah satunya adalah pengusaha dan politisi Annar Salahuddin Sampetoding.</p>
<p>“Sudah 19 orang ditetapkan sebagai tersangka,” kata AKBP Reonald Truly Sohumuntal Simanjuntak, Kapolres Gowa, pada Minggu, (29/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong>‎<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) merupakan salah satu pelaku utama pencetakan uang palsu. Dia juga diduga sebagai penyandang dana pembelian mesin cetak canggih dari Cina seharga Rp600 juta.</p>
<p>Nama ‎ASS mencuat setelah penyidik Pores Gowa menangkap dua tersangka, yakni Muhammad Syahruna dan John Biliater Panjaitana di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).</p>
<p>Namun Reonald belum bersedia menyampaikan peran ASS dalam sindikat uang palsu dan pabriknya di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar terebut.</p>
<p>“Kalau untuk prosesnya, nanti kan kita periksa lagi yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujarnya.</p>
<p>Polres Gowa menetapkan Annar Salahuddin Sampetoding sebagai tersangka kasus uang palsu pada Sabtu, (28/12), setelah memeriksanya selama 2 hari.</p>
<p>Namun, ketika akan dilakukan penahanan, kondisi kesehatan ASS menurun sehingga dibawa ke RS Bhayangkara Makassar pada Sabtu malam. Penahanannya dibantarkan hingga kondisinya membaik.</p>
<p>Reonald menyampaikan, pihaknya juga masih mengejar dua buronan yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus sindikat uang palsu pabrikan Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar itu.</p>
<p>Namun orang nomor satu di Polres Gowa itu enggan merinci identitas dan peran dari kedua DPO tersebut. Ia hanya memastikan bahwa pihaknya tengah memburu mereka.</p>
<p>“Masih ada dua DPO yang masih kita kejar,” ujar Reonald kepada wartawan.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/tersangka-kasus-uang-palsu-uin-alauddin-bertambah-jadi-19-orang/">Tersangka Kasus Uang Palsu UIN Alauddin Bertambah jadi 19 Orang</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/tersangka-kasus-uang-palsu-uin-alauddin-bertambah-jadi-19-orang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‎Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 21:10:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Annar Salahuddin Sampetoding]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6134</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id –‎ Anggota Polres Gowa menjaga ketat Annar Salahuddin Sampetoding (ASS), tersangka‎ sindikat uang...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">‎Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –</strong>‎ Anggota Polres Gowa menjaga ketat Annar Salahuddin Sampetoding (ASS), tersangka‎ sindikat uang palsu hasil pabrik di Perpustakaan Kampus II Alauddin Makassar.</p>
<p>Kapolres Gowa, AKBP Reonald Truly Sohumuntal Simanjuntak, pada akhir pekan kemarin menyampaikan, sejumlah personel menjaga ketat Annar di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Makassar.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/">Ini Motif Komplotan Pabrik UIN Alauddin Cetak Uang Palsu</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>“Satu malam empat [personel] kita siagakan di sini [RS Bhayangkara Makassar],” kata dia.</p>
<p>Ia menjelaskan, pada Sabtu malam, (28/12), sekitar pukul 22.30 Wita, penyidik membawa Annar ke RS Bhayangkara Makassar karena kondisi kesehatannya menurun pascaditetapkan sebagai tersangka dan akan dilakukan penahanan.</p>
<p>“Pada saat kita melakukan penahanan, ternyata kondisi kesehatan yang bersangkutan drop,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, Annar mempunyai riwayat sakit jantung dan prostat. Karena kondisi tersebut, penyidik membantarkan Annar hingga beberapa hari.</p>
<p>“‎Kita bantarkan sampai beberapa hari, kita lihat kondisi yang bersangkutan,” kata Reonald.</p>
<p>‎Sebelum menyandang status tersangka sindikat uang palsu dari pabrik ‎di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar di Gowa, Sulsel, Annar menjalani pemeriksaan sebagai saksi sejak Jumat, (27/12).</p>
<p>Reonald enggan menyampaikan peran Annar secara detail ‎dalam kasus sindikat pembuatan uang palsu di kampus tersebut karena baru akan dirilis pada hari ini. “Kapolda yang rilis hari Senin [30/12],” ujarnya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">‎Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-19 23:23:52 by W3 Total Cache
-->