<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>banjir Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/banjir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/banjir/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jan 2025 07:41:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>banjir Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/banjir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 07:41:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[lampung]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/">BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Provinsi Lampung dan Jawa Tengah (Jateng).</p>
<p>‎“Ini guna percepatan penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda dua provinsi tersebut,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB di Jakarta, Jumat, (24/1).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/antisipasi-bencana-hidrometeorologi-bmkg-koordinasi-pemda-hingga-modifikasi-cuaca/">Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BMKG Koordinasi Pemda ‎hingga Modifikasi Cuaca</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Abdul Muhari menjelaskan, operasi modifikasi cuaca di Lampung dan Jateng berlangsung sejak Kamis kemarin, (23/1), dan kembali dilakukan pada hari ini.</p>
<p>“OMC di Provinsi Lampung direncanakan akan berlangsung dalam lima sorti penerbangan,” katanya.</p>
<p>Pada Kamis kemarin, lanjut dia, operasi yang dipusatkan di Bandara Radin Inten II ini telah melakukan penerbangan sebanyak dua sorti. Seberat 2.000 kg Natrium Klorida (NaCl) disemai di langit &#8216;Gerbang Pulau Sumatra&#8217;.</p>
<p>Pesawat bernomor lambung PK-SNG akan kembali melangit pada hari ini. Penyemaian awan menggunakan garam ini ditujukan pada awan-awan yang berpotensi terjadi hujan lebat di wilayah Lampung.</p>
<p>Tujuannya, hujan dapat diredistribusikan agar tidak turun di wilayah yang sedang dalam masa penanganan darurat pascabanjir besar yang melanda beberapa lokasi seperti di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dan Lampung Timur, serta Kota Bandar Lampung, pada awal pekan lalu.</p>
<p>Selain di Provinsi Lampung, BNPB juga melakukan OMC di wilayah Jateng. Ini dilakukan guna mendukung penanganan darurat bencana longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Kendal, Batang, dan Demak.</p>
<p>“Di Pekalongan, tim gabungan hingga hari ini masih melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban hilang akibat longsor di Kecamatan Petungkriyono,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, kata Abdul Muhari, prakiraan cuaca BMKG memantau pertumbuhan awan hujan di Provinsi Jateng pada 23 Januari 2025 didominasi oleh awan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.</p>
<p>“Kondisi tersebut menunjukkan peluang terjadinya hujan di wilayah sekitar Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi,” katanya.</p>
<p>Pada Kamis (23/1), pesawat carravan bernomor lambung PK-SNN telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pertama selama 4 jam 18 menit. Sebanyak 2.000 kg NaCl disemai di atas perairan laut utara Jawa Tengah. Penerbangan dilakukan dengan ketinggian 8.000 feet.</p>
<p>Pelaksanaan OMC di Jawa Tengah rencananya akan dilaksanakan hingga Jumat (24/1). Posko OMC Jateng berpusat di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/">BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Berbagai Bencana yang Terjadi dalam Sepekan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2025 02:15:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Berapi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6623</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi dampak signifikan dari bencana alam. Ada...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/">Ini Berbagai Bencana yang Terjadi dalam Sepekan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi dampak signifikan dari bencana alam. Ada sejumlah bencana dalam beberapa hari terkhir dalam pekan ini.</p>
<p>“Bencana seperti erupsi gunung berapi, angin kencang, hujan lebat, dan banjir rob,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan pada Jumat, (17/1).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/">Gunung Ibu Level IV Awas, BNPB Dampingi Pemkab ‎Halmahera Barat</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Berikut perkembangan situasi bencana yang sedang berlangsung di beberapa provinsi hingga Kamis kemarin:</p>
<p><strong>1. Erupsi Gunung Ibu</strong></p>
<p>Erupsi Gunung Ibu yang di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam tingkat aktivitas vulkanik.</p>
<p>Gunung Ibu saat ini berada pada level IV (AWAS), yang memicu dampak langsung terhadap sekitar 3.000 jiwa warga. Sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK), atau 120 jiwa, telah mengungsi ke tempat yang aman.</p>
<p>Sebagai respons terhadap situasi tersebut, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status Tanggap Darurat. Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat sedang dalam proses.</p>
<p>Sebagai langkah koordinasi, BNPB melalui Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin), Pusdalops, serta tim D1 dan D3 terus memberikan pendampingan dalam proses penanganan bencana ini.</p>
<p>Kondisi terkini menunjukkan bahwa lokasi pengungsian telah disiapkan di Desa Tongute Sungi dan Desa Tongute Ternate, dengan Gereja Desa Tongute, Kecamatan Ibu, dijadikan tempat perlindungan bagi para pengungsi.</p>
<p>BNPB bersama BPBD setempat terus memantau perkembangan situasi dan memastikan bahwa upaya evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dapat berjalan dengan lancar.</p>
<p><strong>2. Hujan Lebat dan Angin Kencang di Surabaya</strong></p>
<p>Beberapa bencana lainnya juga terjadi di provinsi lain. Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kecamatan Lakarsantri, Kelurahan Jeruk, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/1).</p>
<p>Akibatnya, 13 rumah warga rusak dan 13 Kepala Keluarga (KK) terdampak. BPBD Kota Surabaya segera melakukan kaji cepat, pembersihan lokasi terdampak, serta memasang terpal untuk rumah-rumah yang rusak.</p>
<p>Situasi saat ini masih dalam tahap penanganan dan pemulihan, dan BPBD terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung warga yang terdampak.</p>
<p><strong>3. Banjir di OKU</strong></p>
<p>Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan (Sumsel). Banjir yang melanda Kecamatan Baturaja Timur, Minggu, (5/1), telah menyebabkan 478 KK atau 1.336 jiwa terdampak.</p>
<p>Kondisi terkini meski air telah surut, BPBD setempat masih terus melakukan pemantauan dan distribusi bantuan logistik untuk membantu pemulihan kondisi warga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang dapat terjadi di masa mendatang.</p>
<p><strong>4. Banjir di Tapin</strong></p>
<p>Dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dilanda banjir. Di Kabupaten Tapin, banjir rob pada Rabu (15/1) telah menggenangi 198 KK dan merendam fasilitas umum serta rumah warga.</p>
<p>Meskipun debit air mulai surut, pihak BPBD tetap melaksanakan pendataan serta upaya tanggap darurat untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.</p>
<p>Kemudian, ‎di Kabupaten Banjar, banjir yang terjadi pada Rabu, (15/1), merendam 432 unit rumah dan beberapa fasilitas, dengan 592 KK atau 1.644 jiwa terdampak.</p>
<p>Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta pemerintah setempat telah mengupayakan langkah-langkah tanggap darurat untuk meringankan beban warga terdampak. Kondisi terkini banjir belum surut.</p>
<p><strong>5. Banjir di Riau</strong></p>
<p>Sementara itu, di Provinsi Riau, tepatnya di Kabupaten Pelalawan, hujan deras yang terjadi pada Selasa, (13/1), menyebabkan meluapnya air Sungai Nilo, yang menggenangi permukiman dan merendam 61 unit rumah. Kondisi terkini air belum surut, debit air naik 30 hingga 50 cm dari hari sebelumnya.</p>
<p>BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah rawan.</p>
<p>Masyarakat diminta untuk mempersiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air, pakaian, serta obat-obatan. Ikuti arahan petugas yang berada di lapangan dan pastikan keselamatan diri dan keluarga tetap menjadi prioritas.</p>
<p>“Hindari penyebaran informasi tidak jelas dan pastikan sumber informasi berasal dari pihak yang terpercaya,” katanya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/">Ini Berbagai Bencana yang Terjadi dalam Sepekan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ratusan-rumah-di-serdang-bedagai-terendam-banjir/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ratusan-rumah-di-serdang-bedagai-terendam-banjir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 01:11:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ratusan Rumah Terendam]]></category>
		<category><![CDATA[Serdang Bedagai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Ratusan rumah terendam banjir di empat desa pada Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ratusan-rumah-di-serdang-bedagai-terendam-banjir/">Ratusan Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Ratusan rumah terendam banjir di empat desa pada Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa dinihari, (7/1), pukul 03.30 WIB.</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Rabu, (8/1), menyampaikan, banjir disebabkan oleh luapan Sungai Sibarau.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/banjir-longsor-terjang-soppeng-satu-warga-hilang-dan-rumah-hanyut/">Banjir-Longsor Terjang Soppeng, Satu Warga Hilang dan Rumah Hanyut</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Selain itu, akibat jebolnya tanggul di dua titik sepanjang 30 meter dan 50 meter. Air kiriman dari wilayah hulu di Simalungun turut memperparah situasi.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Serdang Bedagai, sebanyak 429 kepala keluarga terdampak, dengan total 429 rumah terendam dan satu rumah dilaporkan rusak berat.</p>
<p>“Desa yang terkena dampak adalah Desa Bukit Cermin Hilir, Desa Martebing, Desa Bantan, dan Desa Aras Panjang,” katanya.</p>
<p>Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa dan pengungsian. Upaya penanganan banjir BPBD Kabupaten Serdang Bedagai terus memantau kondisi di lapangan dan memberikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.</p>
<p>“Koordinasi dengan perangkat desa, camat, dan dinas terkait juga dilakukan untuk mendukung proses penanganan dan pemulihan,” katanya.</p>
<p>BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, menjauhi area berisiko seperti tanggul dan tepi sungai ketika hujan dengan intensitas tinggi sudah berlangsung dalam durasi lama, serta mempersiapkan perlengkapan darurat seperti dokumen penting, makanan, dan air minum.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ratusan-rumah-di-serdang-bedagai-terendam-banjir/">Ratusan Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ratusan-rumah-di-serdang-bedagai-terendam-banjir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada, BMKG Praperkirakan Sejumlah Wilayah Ini Dilanda Cuaca Ekstreem</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 06:44:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebar]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ektreem...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/">Waspada, BMKG Praperkirakan Sejumlah Wilayah Ini Dilanda Cuaca Ekstreem</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> <span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bmkg.go.id/">Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)</a></span> mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ektreem di berbagai daerah, terutama jika akan bepergian atau berlibur ke suatu daerah.</p>
<p>Kepala BMKG, ‎Dwikorita Karnawati, pada Minggu, (22/12), menyampaikan, pihaknya terus memonitor pemicu terjadinya peningkatan curah hujan yang tinggi dan masih aktif, khususnya jelang dan puncak musim hujan di berbagai daerah yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-sejumlah-langkah-antisipasi-bencana-cuaca-ekstrem-di-jobodetabek/">Pemerintah Siapkan Sejumlah Langkah ‎Antisipasi Bencana Cuaca Ekstrem di Jobodetabek</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Ia menjelaskan, potensi terjadinya curah hujan yang cukup tinggi tersebut diperparah dengan masuknya udara dingin dari fenomena iklim global, yaitu pendinginan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.</p>
<p>‎“Jadi kami memonitor peningkatan indeks seruakan yang melintasi Equator itu angkanya semakin meningkat sehingga perlu adanya kewaspadaan,” ujarnya.</p>
<p>Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan terutama di sejumlah wilayah di Indonesia, di antaranya Pulau Jawa dan Bali yang berpotensi diguyur hujan lebat. Kemudian di Sumatera bagian barat dan tengah yang juga mempunyai potensi yang sama.</p>
<p>“Itu juga potensi curah hujan tinggi yang dapat mengakibatka banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya di Pulau Kalimantan bagian tengah dan selatan. Wilayah tersebut dipraperkirakan terjadi genangan di dataran rendah akibat intensitas hujan yang meningkat.‎ Ini juga berpotensi di Sulwesi bagian tengah dan selatan.</p>
<p>“Kami memprakirakan potensi hujan lebat yang dapat memengaruhi jalur transportasi dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Potensi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu berbagai bencana di sejumlah daerah itu dipraperkirakan secara khusus terjadi 2 sampai 7 hari ke depan.</p>
<p>“‎Secara umum, potensi [cuaca] ekstreem ini masih bisa berlangsung hingga puncak musim hujan di bulan Januari sebagian wilayah Indonesia dan juga di bulan Februari,” katanya.</p>
<p>“Secara umum sampai Januari-Februari, namun secara khusus ini 2 hingga 7 hari ke depan karena fenomena atmosfer yang dinamis dan saling menguatkan,” ucapnya menambahkan.</p>
<p>Cuaca eksterm tersebut bisa mengganggu atau menghambat aktivitas ‎warga di daerah atau wilayah yang terdampak cuaca ekstreem tersebut. ‎</p>
<p>“Kebetulan saya sendiri pernah mengalami ya, kalau hujan lebat itu jarak pandang menjadi terganggu. Kita jadi agak harus hati-hati dan licin ya, apalagi kalau jalannya tidak mendukung. Itu yang testimoni pribadi semacam itu,‎” ucapnya.</p>
<p>Dwikorita menympaian, tentutnya BMKG tidak ingin kodisi tersebut juga dialami oleh masyarakat. “Belum lagi kalau disertai angin kencang dan kilat petir. Itu yang dapat mengganggu,” ujarnya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/">Waspada, BMKG Praperkirakan Sejumlah Wilayah Ini Dilanda Cuaca Ekstreem</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Identifikasi Lahan untuk Relokasi Korban Bencana di Sukabumi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pemerintah-identifikasi-lahan-untuk-relokasi-korban-bencana-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pemerintah-identifikasi-lahan-untuk-relokasi-korban-bencana-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Dec 2024 04:24:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Relokasi Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5657</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Indonesiawatch.id – Pemerintah tengah mengidentifikasi sejumlah lokasi untuk lahan relokasi warga Sukabumi terdampak becana banjir,...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-identifikasi-lahan-untuk-relokasi-korban-bencana-di-sukabumi/">Pemerintah Identifikasi Lahan untuk Relokasi Korban Bencana di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Indonesiawatch.id – </strong>Pemerintah tengah mengidentifikasi sejumlah lokasi untuk lahan relokasi warga Sukabumi terdampak becana banjir, longsor, tanah bergerak beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Kami sedang mengidentifikasi beberapa opsi lahan relokasi,” kata Suharyanto, Kepala <span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bnpb.go.id/">Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)</a></span> dalam keterangan dikutip pada Minggu, (15/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-pos-pengungsian-terpusat-di-sukabumi/">Pemerintah Siapkan Pos Pengungsian Terpusat di Sukabumi</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Ia menjelaskan, tanah atau lahan yang tengah diidentifikasi tersebut itu milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), Pemkab Sukabumi, hingga milik swasta.</p>
<p>“[Tanah] akan dibeli oleh pemerintah. Selain itu, kami juga akan membahas kemungkinan penggunaan lahan Perhutani untuk relokasi warga terdampak bencana,” ungkapnya.</p>
<p>‎Menurut Suharyanto, terdapat 129 Kepala Keluarga (KK) yang harus direlokasi sementara karena rumah mereka hancur dan berada di lokasi yang rawan.</p>
<p>Selain itu, lanjut dia, sebanyak 2.500 jiwa yang terdampak bencana juga harus segera direlokasi untuk memastikan keselamatan mereka.</p>
<p>“Proses relokasi ini membutuhkan penataan lahan yang matang, baik dari lahan milik pemerintah maupun swasta,” katanya.</p>
<p>Suharyanto menyampaikan pernyataan tersebut saat menyambangi‎ pos pengungsian di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, pada Jumat, (13/12), untuk memantau kondisi para pengungsi serta memberikan dukungan langsung dalam proses pemulihan pascabencana.</p>
<p>Suharyanto berdialog dengan para pengungsi untuk mendengarkan keluhan dan harapan mereka. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dan proses pemulihan berjalan dengan baik.</p>
<p>“Kami hadir di sini untuk mendengar langsung apa yang dibutuhkan para pengungsi, serta memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran,” ujarnya.</p>
<p>Selain berdialog, Suharyanto juga menyerahkan bantuan logistik secara simbolis kepada perwakilan pengungsi. Bantuan tersebut terdiri dari berbagai kebutuhan penting, seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan sanitasi yang diharapkan dapat meringankan beban pengungsi di pos pengungsian.</p>
<p>Penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata dari dukungan BNPB untuk mempercepat pemulihan dan membantu warga yang terdampak bencana.</p>
<p>Ia menegaskan pentingnya kerja sama berbagai instansi dan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Bersama-sama kita akan melalui masa-masa sulit ini, dan BNPB akan terus hadir untuk membantu mempercepat pemulihan,” katanya.</p>
<p>Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BNPB untuk memastikan bahwa para pengungsi mendapatkan perhatian maksimal dan proses pemulihan pascabencana berjalan dengan efektif.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB juga memberikan pernyataan terkait situasi pengungsi yang ada. Menurutnya, jalur transportasi ke wilayah terdampak bencana sudah terhubung dengan lebih baik, meskipun masih ada tantangan di beberapa lokasi.</p>
<p>“Kami terus memonitor perkembangan pemulihan infrastruktur, dan akses menuju pos pengungsian semakin lancar,” katanya. ‎</p>
<p>Usai menyambangi pos pengungsian di Desa Bantargadung, Suharyanto melanjutkan agenda kerjanya dengan menggelar rapat bersama Forkompida dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi serta jajaran Pemerintah Daerah di Pendopo Pelabuhan Ratu, Sukabumi.</p>
<p>Rapat ini bertujuan untuk membahas berbagai langkah pemulihan pascabencana dan koordinasi antarinstansi dalam memastikan distribusi bantuan dan pemulihan dapat berjalan dengan lancar.</p>
<p>Suharyanto menekankan pentingnya kerja sama antara BNPB, pemerintah daerah, serta aparat terkait dalam menangani dampak bencana yang ada.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat mempercepat pemulihan dan membantu masyarakat yang terdampak. Kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting dalam situasi seperti ini,” katanya.</p>
<p>Rapat ini juga membahas langkah-langkah lanjutan dalam pemetaan kebutuhan pengungsi dan distribusi bantuan, serta evaluasi terhadap penanganan darurat yang telah dilakukan.</p>
<p>Kepala BNPB mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menangani situasi darurat, serta berharap seluruh pihak dapat terus berkoordinasi untuk memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-identifikasi-lahan-untuk-relokasi-korban-bencana-di-sukabumi/">Pemerintah Identifikasi Lahan untuk Relokasi Korban Bencana di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pemerintah-identifikasi-lahan-untuk-relokasi-korban-bencana-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Dec 2024 06:15:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> ‎‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<a href="https://www.bnpb.go.id/">BNPB</a>) akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sekitar wilayah Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).</p>
<p>Kepala BNPB, Suharyanto, dalam keterangan pers pada Sabtu, (7/12), menyampaikan, modifikasi cuaca ini untuk mengantisipasi bencana susulan, khususnya banjir akibat hujan lebat.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:<br />
</strong><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/banjir-dan-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-dan-7-hilang/">Banjir dan Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal dan 7 Hilang</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan darurat bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi pada Jumat, (6/12), Suharyato menyampaikan, OMC ini dilakukan untuk mengurangi intensitas cuaca di wilayah terdampak bencana.<br />
‎<br />
‎“Kami berupaya untuk meminimalisir atau mengurangi jumlah debit hujan yang turun di wilayah Sukabumi dengan Operasi Modifikasi Cuaca,” katanya.</p>
<p>Terebih, lanjut Suharyanto, ‎Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (<a href="https://www.bmkg.go.id/">BMKG</a>) wilayah Sukabumi masih berpotensi diguyur hujan.</p>
<p>Lebih lanjut Suharyanto menyampikan, ‎meskipun hujan tidak bisa dihentikan, OMC ini diharapkan dapat mengurangi intensitas hujan yang turun.</p>
<p>Selain untuk mempermudah proses pencarian korban hilang dilapangan, kata dia, OMC ini juga sebagai bentuk tindakan prefentif dalam mengantisipasi adanya potensi bencana susulan.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bencana Beruntun Longsor &#038; Banjir di Deli Serdang Sumut, Ada Korban Jiwa</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2024 07:02:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[deli serdang]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5087</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dihantam bencana longsor &#38;  banjir sekaligus di...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/">Bencana Beruntun Longsor &#038; Banjir di Deli Serdang Sumut, Ada Korban Jiwa</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – <a href="https://portal.deliserdangkab.go.id/">Kabupaten Deli Serdang</a> Sumatera Utara dihantam bencana longsor &amp;  banjir sekaligus di beberapa kecamatan. Di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang, misalnya telah terjadi bencana longsor.</p>
<p>Korban tewas tertimbun longsor saat ini mencapai 9 orang. Jumlah itu bertambah setelah Tim SAR gabungan dari Basarnas bersama TNI dan Polri dibantu masyarakat sekitar mengevakuasi dua korban tewas pada pencarian hari kedua, Kamis (28/11/2024).</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/prabowo-subianto-wajibkan-pengadaan-televisi-di-setiap-sekolah-dieksekusi-di-kuartal-1-tahun-2025/">Prabowo Subianto Wajibkan Pengadaan Televisi di Setiap Sekolah, Dieksekusi di Kuartal 1 Tahun 2025</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Kepala Basarnas Medan Mustari menjelaskan, tim gabungan dibantu masyarakat sekitar masih melakukan upaya evakuasi terhadap kendaraan yang masih tertimbun material longsor.</p>
<p>Mereka juga masih melakukan pembersihan material longsor yang menumpuk di badan jalan utama. “Mudah-mudahan korban tidak bertambah lagi,” ujar Mustari kepada media, (29/11).</p>
<p>Masih di Kabupaten Deli Serdang, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Sumatera Utara mencatat sekitar 55.270 warga Deli Serdang terdampak luapan sungai akibat curah hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (26/11).</p>
<p>Berdasarkan laporan yang diterima, di Medan, Jumat, banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Belumai, Sei Belawan dan Sungai Bah Balua itu melanda 10 kecamatan setempat.</p>
<p>Adapun ke-10 kecamatan itu, yakni Kecamatan Batang Kuis, Bangun Purba, Deli Tua, Namorambe,Patumbak, Sunggal, Hamparan Perak, Labuhan Deli, Tanjung Morawa, Percut Sei Tuan.</p>
<p>Kecamatan Sungal, merupakan wilayah yang paling banyak masyarakatnya yang terdampak yakni 22.710 Jiwa dengan 6.266 kartu keluarga (KK), lalu disusul Percut Sei Tuan 16.937 jiwa dengan 4.360 KK dan Tanjung Morawa 5.395 Jiwa dari 1.335 KKSelanjutnya, Kecamatan Batang Kuis 5.635 jiwa1479 KK, Namorambe 2.111 KK, Patumbak 1474 jiwa 346 KK, Deli Tua 1.008 Jiwa 257 KK, Hamparan Perak 1,292 KK.</p>
<p>Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan bahwa sejumlah daerah di wilayah ini terlanda bencana alam.Atas kejadian tersebut, pihaknya bersama pemangku kebijakan terkait menyarankan status siaga darurat bencana di provinsi setempat.</p>
<p>Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan status siaga darurat bencana dilakukan mengingat sejumlah wilayah provinsi ini mengalami bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam satu pekan belakangan.&#8221;Siaga darurat ini bertujuan agar kita mempersiapkan kesiapsiagaan Provinsi Sumatera Utara menghadapi musim hujan,&#8221; ujar Yuyun.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/">Bencana Beruntun Longsor &#038; Banjir di Deli Serdang Sumut, Ada Korban Jiwa</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-06-20 20:21:15 by W3 Total Cache
-->