<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BMKG Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/bmkg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/bmkg/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Dec 2024 08:09:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>BMKG Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/bmkg/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BMKG Koordinasi Pemda ‎hingga Modifikasi Cuaca</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/antisipasi-bencana-hidrometeorologi-bmkg-koordinasi-pemda-hingga-modifikasi-cuaca/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/antisipasi-bencana-hidrometeorologi-bmkg-koordinasi-pemda-hingga-modifikasi-cuaca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 08:09:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5956</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, pihaknya terus berkoordinasi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/antisipasi-bencana-hidrometeorologi-bmkg-koordinasi-pemda-hingga-modifikasi-cuaca/">Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BMKG Koordinasi Pemda ‎hingga Modifikasi Cuaca</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh daerah untuk antisipasi bencana hidrometeorogi akibat cuaca buruk atau ekstrem.</p>
<p>“Koordinasi kami dengan daerah, pemda itu sebetulnya sudah dimulai bulan November,” ujarnya pada Minggu, (22/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/bmkg-imbau-masyarakat-mau-liburan-nataru-pantau-praperkiraan-cuaca-di-aplikasi-ini/">BMKG Imbau Masyarakat Mau Liburan Nataru Pantau Praperkiraan Cuaca di Aplikasi Ini</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Koordinasi tersebut dilakukan melibatkan perwakilan BMKG di semua daeah. Koordinasi secara nasioal ini melibatkan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).</p>
<p>“‎Dikoordinasikan oleh Menko PMK, terutama untuk daerah itu tadi, yang dikhawatirkan kondisinya ekstrem itu Jawa, Bali,” ujarnya.</p>
<div id="attachment_5958" style="width: 660px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5958" class="size-full wp-image-5958" src="https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241222_150545.jpg" alt="Banjir bandang menerjang Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), akibat cuaca ekstrem. (Indonesiawatch.id/Ist)" width="650" height="433" /><p id="caption-attachment-5958" class="wp-caption-text">Banjir bandang menerjang Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), akibat cuaca ekstrem. (Indonesiawatch.id/Ist)</p></div>
<p>Ia optimistis semua daerah harusnya telah siap siaga untuk mengantisipasi atau memitigasi potensi bencana di daerahnya masing-masing.</p>
<p>Bukan hanya koordinasi, pihak bersama pihak terkait sudah melakuka sejumlah upaya untuk mengantisipasi berbagai bencana hidrometeorogi‎ yang dipicu cuaca ekstrem.</p>
<p>“Sudah dilakukan modifikasi cuaca untuk Jawa Barat. DKI sudah dilakukan juga, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sudah dilakukan, bahkan sudah mencapai 10 hari ini, sejak 10 hari yang lalu,” katanya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/antisipasi-bencana-hidrometeorologi-bmkg-koordinasi-pemda-hingga-modifikasi-cuaca/">Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BMKG Koordinasi Pemda ‎hingga Modifikasi Cuaca</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/antisipasi-bencana-hidrometeorologi-bmkg-koordinasi-pemda-hingga-modifikasi-cuaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Imbau Masyarakat Mau Liburan Nataru Pantau Praperkiraan Cuaca di Aplikasi Ini</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bmkg-imbau-masyarakat-mau-liburan-nataru-pantau-praperkiraan-cuaca-di-aplikasi-ini/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bmkg-imbau-masyarakat-mau-liburan-nataru-pantau-praperkiraan-cuaca-di-aplikasi-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 07:21:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Info BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Libiruran Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Praperkiraan Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5951</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang akan melakukan liburan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bmkg-imbau-masyarakat-mau-liburan-nataru-pantau-praperkiraan-cuaca-di-aplikasi-ini/">BMKG Imbau Masyarakat Mau Liburan Nataru Pantau Praperkiraan Cuaca di Aplikasi Ini</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id – </strong>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang akan melakukan liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Natarur) agar memperhatikan cuaca lokasi tujuan liburan.Kepala <span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bmkg.go.id/">BMKG</a></span>, Dwikorita Karnawati, pada Minggu, (22/12), ‎menyampaikan, sejumlah wilayah di Indonesia dipraperdiksi akan mengalami cuaca ekstreem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi‎.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/">Waspada, BMKG Praperkirakan Sejumlah Wilayah Ini Dilanda Cuaca Ekstreem</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Ia menyampaikan, BMKG meprakirakan hujan lebat hingga gelombang tinggi di sejumlah wilayah disebabkan adanya potensi yang diperparah dengan masuknya udara dingin.</p>
<p>‎“Gelombang tinggi juga diprediksi ini terjadi. Ketinggian gelombang bisa mencapai 2 hingga 2,5 meter, bahkan di Samudera Hindia pada waktu-waktu tertentu bisa hingga mencapai 4 meter,” katanya.</p>
<p>Ia mengimbau, masyarakat yang akan bersiwata atau berlibur di Derah yang dekat dengana Samudera Hindia mempertimbangkan ulang untuk ke sana.</p>
<p>“Untuk wisata, terutama yang di Samudera Hindia, itu mohon sebaiknya jangan menantang ya, karena gelombangnya tinggi di Samudera Hindia, ini bisa mencapai lebih dari 2,5 meter,” katanya.</p>
<p>Sedangkan di laut Jawa, lanjut Dwikorita, kondisinya dipraperkirakan bakal relatif lebih tenang.‎ “Jadi barangkali [bisa] memanfaatkan lautan yang lebih tenang,” ucapnya.</p>
<p>Ia mengimbau masyarakat yang akan bepergian atau berlibur ke satu derah,‎ agar terlebih dahulu mengecek praperkiraan cuaca yang disampaikan BMKG secara realtime.</p>
<p>‎“Semua informasi secara real time kami siapkan di aplikasi mobile phone Info BMKG,” katanya.</p>
<p>Bahkan, lanjut dia, BMKG secara khusus menyampaikan praperkiraan dan kondisi cuaca di daerah wisata. Masyarakat bisa terlebih dahulu mengecek praperkiraan cuaca di daerah tujuan wisatanya.</p>
<p>“Mohon masyarakat juga terus memonitor. Misalnya Anda akan menuju ke wisata mana, wilayah mana, kabupaten mana, kota mana, provinsi mana. Itu semua informasi perakiran cuacanya kami siapkan, sudah ada di aplikasi mobile phone Info BMKG,” katanya.</p>
<p>“Bahkan perakiran cuaca untuk 6 hari ke depan. Hari ini sampai 6 hari ke depan, silakan dimonitor juga di aplikasi mobile phone Info BMKG,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, aplikasi Info BMKG ini juga terintegrasi dalam koordinasi siaga jalur darat yang dikoordinasikan oleh Korlantas Polri.</p>
<p>“Jadi informasi kami juga masuk di sana, juga tentang jalur darat ini juga masuk di pengelola jalan tol, terutama yang dikelola oleh Jasa Marga,” katanya.</p>
<p>Intinya, lanjut Dwikorita, masyarakat bisa memantau prakiraan dan kondisi cuaca dari BMKG melalui aplikasi tersebut.‎ BMKG menyediakan informasi cuaca jalur darat, penyeberangan laut, dan penerbangan.</p>
<p>“Ini kami siapkan di aplikasi <span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;opi=89978449&amp;url=https://apps.bmkg.go.id/&amp;ved=2ahUKEwjN76v667qKAxWrS2wGHSdEEyYQFnoECBUQAQ&amp;usg=AOvVaw0d1mvx2ASCW9doapZ04xvo">Info BMKG</a></span> ataupun di sosial media, di YouTube, di website BMKG atau call center 196,” katanya.‎<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bmkg-imbau-masyarakat-mau-liburan-nataru-pantau-praperkiraan-cuaca-di-aplikasi-ini/">BMKG Imbau Masyarakat Mau Liburan Nataru Pantau Praperkiraan Cuaca di Aplikasi Ini</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bmkg-imbau-masyarakat-mau-liburan-nataru-pantau-praperkiraan-cuaca-di-aplikasi-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada, BMKG Praperkirakan Sejumlah Wilayah Ini Dilanda Cuaca Ekstreem</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 06:44:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebar]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ektreem...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/">Waspada, BMKG Praperkirakan Sejumlah Wilayah Ini Dilanda Cuaca Ekstreem</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> <span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bmkg.go.id/">Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)</a></span> mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ektreem di berbagai daerah, terutama jika akan bepergian atau berlibur ke suatu daerah.</p>
<p>Kepala BMKG, ‎Dwikorita Karnawati, pada Minggu, (22/12), menyampaikan, pihaknya terus memonitor pemicu terjadinya peningkatan curah hujan yang tinggi dan masih aktif, khususnya jelang dan puncak musim hujan di berbagai daerah yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-sejumlah-langkah-antisipasi-bencana-cuaca-ekstrem-di-jobodetabek/">Pemerintah Siapkan Sejumlah Langkah ‎Antisipasi Bencana Cuaca Ekstrem di Jobodetabek</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Ia menjelaskan, potensi terjadinya curah hujan yang cukup tinggi tersebut diperparah dengan masuknya udara dingin dari fenomena iklim global, yaitu pendinginan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.</p>
<p>‎“Jadi kami memonitor peningkatan indeks seruakan yang melintasi Equator itu angkanya semakin meningkat sehingga perlu adanya kewaspadaan,” ujarnya.</p>
<p>Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan terutama di sejumlah wilayah di Indonesia, di antaranya Pulau Jawa dan Bali yang berpotensi diguyur hujan lebat. Kemudian di Sumatera bagian barat dan tengah yang juga mempunyai potensi yang sama.</p>
<p>“Itu juga potensi curah hujan tinggi yang dapat mengakibatka banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya di Pulau Kalimantan bagian tengah dan selatan. Wilayah tersebut dipraperkirakan terjadi genangan di dataran rendah akibat intensitas hujan yang meningkat.‎ Ini juga berpotensi di Sulwesi bagian tengah dan selatan.</p>
<p>“Kami memprakirakan potensi hujan lebat yang dapat memengaruhi jalur transportasi dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Potensi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu berbagai bencana di sejumlah daerah itu dipraperkirakan secara khusus terjadi 2 sampai 7 hari ke depan.</p>
<p>“‎Secara umum, potensi [cuaca] ekstreem ini masih bisa berlangsung hingga puncak musim hujan di bulan Januari sebagian wilayah Indonesia dan juga di bulan Februari,” katanya.</p>
<p>“Secara umum sampai Januari-Februari, namun secara khusus ini 2 hingga 7 hari ke depan karena fenomena atmosfer yang dinamis dan saling menguatkan,” ucapnya menambahkan.</p>
<p>Cuaca eksterm tersebut bisa mengganggu atau menghambat aktivitas ‎warga di daerah atau wilayah yang terdampak cuaca ekstreem tersebut. ‎</p>
<p>“Kebetulan saya sendiri pernah mengalami ya, kalau hujan lebat itu jarak pandang menjadi terganggu. Kita jadi agak harus hati-hati dan licin ya, apalagi kalau jalannya tidak mendukung. Itu yang testimoni pribadi semacam itu,‎” ucapnya.</p>
<p>Dwikorita menympaian, tentutnya BMKG tidak ingin kodisi tersebut juga dialami oleh masyarakat. “Belum lagi kalau disertai angin kencang dan kilat petir. Itu yang dapat mengganggu,” ujarnya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/">Waspada, BMKG Praperkirakan Sejumlah Wilayah Ini Dilanda Cuaca Ekstreem</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Hari Pertama Operasi Modifikasi ‎Cuaca di Sukabumi dan Cianjur</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Dec 2024 02:46:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[breakingnews]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5561</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ‎untuk kali...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/">Ini Hari Pertama Operasi Modifikasi ‎Cuaca di Sukabumi dan Cianjur</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bnpb.go.id/">BNPB</a></span>) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ‎untuk kali pertama pascabanjir dan longsor di wilayah Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari,‎ pada Kamis, (12/12), menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca pada hari pertama dilakukan di atas wilayah Sukabumi dan Dianjur pada Rabu, (11/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/dua-pesawat-dikerahkan-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">Dua Pesawat Dikerahkan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan BNPB bersama ‎Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bmkg.go.id/">BMKG</a></span>), TNI Angkatan Udara, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).</p>
<p>“Ini untuk mendukung penanganan darurat bencana hidrometeorologi basah di wilayah Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat,” ujarnya.</p>
<p>Abdul Muhari menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca ini dilaksanakan berdasarkan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M., saat meninjau wilayah lokasi terdampak di Kabupaten Sukabumi pada Jumat, (6/12).</p>
<p>Selain itu, Kepala BNPB juga menyampaikan arahan tersebut pada saat menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dihelat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, pada Selasa, (10/12).</p>
<p>Ia menjelaskan,‎ Operasi Modifikasi Cuaca di langit Jabar ini menggunakan pesawat Cessna Caravan 208/208B dengan registrasi pesawat PK-SNP dan PK-SNN.</p>
<p>Adapun‎ personel yang sudah disiapkan untuk OMC Jabar dan sekitarnya ini terdiri enam set crew, 12 Flight Scientist, dua Ground Supervisor, dan 15 Ground Crew serta 50.000 kg (50 ton) bahan semai NaCl powder.</p>
<p>“OMC telah dilakukan sebanyak tiga sorti pada hari Rabu, (11/12), menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B (PK-SNN) dan telah menyemai tiga ton NaCl powder di langit Jawa Barat,” katanya.</p>
<p>Adapun sorti pertama dilakukan pada pukul 12.04–‎14.46 WIB dengan target penyemaian awan potensi hujan di bagian barat daya Jabar pada ketinggian 10.000– 11.000 kaki dan menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 1.000 kg.</p>
<p>Selanjutnya, pada sorti kedua dilaksanakan pada pukul 16.17‎–‎ 19.18 WIB dengan target penyemaian awan potensi hujan di bagian barat daya Jabar dengan ketinggian 10.000 kaki dan menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 1.000 kg.</p>
<p>Sorti ketiga dilakukan pada pukul21.31‎–‎23.12 WIB dengan target awan potensi hujan di bagian barat daya hingga barat laut Jawa Barat di ketinggian 10.000 kaki menggunakan 1.000 kg NaCl powder.</p>
<p>“Tim operasi OMC akan terus berada di lokasi untuk mempersiapkan penyemaian di beberapa lokasi yang berpotensi terjadinya turun hujan, sesuai dengan pantauan satelit cuaca,” ujarnya.</p>
<p>Pengurangan curah hujan ini, lanjut Abdul Muhari, dilaksanakan dengan melakukan penyemaian kepada awan awan potensial yang akan bergerak menuju daerah target agar bisa mengurangi suplly hujan di wilayah tersebut.</p>
<p>Menurutnya, dengan penyemaian yang intens melalui metode Jumping Process di wilayah terdampak dapat diantisipasi curah hujan dengan redistribusi pada area lain melalui pemanfaatan awan potensial yang dapat memicu hujan dan mengancam area target.</p>
<p>“Rencananya OMC dimulai hari Rabu, (11/12), dan akan dilakukan operasi penerbangan selama 24 jam (siang dan malam) dengan total bahan semai 50 ton NaCl powder dan Posko OMC didirikan di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta,” ujarnya.‎<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/">Ini Hari Pertama Operasi Modifikasi ‎Cuaca di Sukabumi dan Cianjur</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Dec 2024 06:15:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> ‎‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<a href="https://www.bnpb.go.id/">BNPB</a>) akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sekitar wilayah Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).</p>
<p>Kepala BNPB, Suharyanto, dalam keterangan pers pada Sabtu, (7/12), menyampaikan, modifikasi cuaca ini untuk mengantisipasi bencana susulan, khususnya banjir akibat hujan lebat.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:<br />
</strong><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/banjir-dan-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-dan-7-hilang/">Banjir dan Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal dan 7 Hilang</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan darurat bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi pada Jumat, (6/12), Suharyato menyampaikan, OMC ini dilakukan untuk mengurangi intensitas cuaca di wilayah terdampak bencana.<br />
‎<br />
‎“Kami berupaya untuk meminimalisir atau mengurangi jumlah debit hujan yang turun di wilayah Sukabumi dengan Operasi Modifikasi Cuaca,” katanya.</p>
<p>Terebih, lanjut Suharyanto, ‎Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (<a href="https://www.bmkg.go.id/">BMKG</a>) wilayah Sukabumi masih berpotensi diguyur hujan.</p>
<p>Lebih lanjut Suharyanto menyampikan, ‎meskipun hujan tidak bisa dihentikan, OMC ini diharapkan dapat mengurangi intensitas hujan yang turun.</p>
<p>Selain untuk mempermudah proses pencarian korban hilang dilapangan, kata dia, OMC ini juga sebagai bentuk tindakan prefentif dalam mengantisipasi adanya potensi bencana susulan.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-20 00:19:33 by W3 Total Cache
-->