<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BNPB Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/bnpb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/bnpb/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Jan 2025 09:12:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>BNPB Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/bnpb/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rel Kereta Api Gubug–Karangjati Kembali Amblas</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/rel-kereta-api-gubug-karangjati-kembali-amblas/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/rel-kereta-api-gubug-karangjati-kembali-amblas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2025 09:12:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Amblas]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Gubug–Karangjati]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Rel Kereta Api]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Tuntang]]></category>
		<category><![CDATA[Terkikis Banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6751</guid>

					<description><![CDATA[<p>Grobogan, Indonesiawatch.id – Rel kereta api KM 32+5/7 di antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati,...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/rel-kereta-api-gubug-karangjati-kembali-amblas/">Rel Kereta Api Gubug–Karangjati Kembali Amblas</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Grobogan, Indonesiawatch.id –</strong> Rel kereta api KM 32+5/7 di antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jeteng), kembali amblas.</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ‎Abdul Muhari, dalam keterangan pada Sabtu, (25/1), menyampaikan, rel kereta api jalur Gubug–Karangjati tersebut kembali amblas pada Jumat, (24/1), pascsehari dipulihkan.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/korupsi-jalur-kereta-api-besitang-langsa-kejagung-periksa-direktur-sarana-transportasi-jalan-kemenhub/">Korupsi Jalur Kereta Api Besitang-Langsa, Kejagung Periksa Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Jaluar kereta api tersebut kembali amblas tergerus derasnya arus luapan Sungai Tuntang. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Grobogan dan hulu Sungai Tuntang di Kabupaten Semarang pada hari Jumat (24/1) menjadi pemicu kejadian bencana susulan tersebut.</p>
<p>Menurut laporan visual yang diterima BNPB dari forum forkopimda Siaga Bencana Grobogan, arus luapan Sungai Tuntang yang cukup deras kembali mengoyak material batu krisak dan fondasi bantalan jalur rel kereta api tersebut.</p>
<p>Berdasarkan laporan kronologi sementara, luapan air dari Sungai Tuntang kembali menyentuh tanggul bantalan rel kereta api sekitar pukul 21.00 WIB.</p>
<p>Aliran yang mulanya berupa rembesan air itu kemudian mengalami peningkatan debit dengan arus yang semakin deras pada kira-kira pukul 22.00 WIB.</p>
<p>Tak lama setelah itu, bantalan rel yang sudah ditambal akhirnya benar-benar kehilangan kemampuan untuk menahan derasnya arus air dan kembali amblas.</p>
<p>”Dengan kondisi tersebut, perjalanan kereta api untuk jalur Jakarta–Surabaya wilayah utara kembali terkendala,” katanya.</p>
<p>KAI DAOP IV Semarang kembali menutup jalur dan menerapkan rekayasa pola operasi dengan mengalihkan rute perjalanan kereta api memutar melalui jalur Brumbung–Gundih–Gambringan maupun jalur Brumbung–Solo–Surabaya.</p>
<p>“Menurut KAI, terdapat 11 perjalanan kereta api yang harus dialihkan atas kejadian tersebut,” kata Abdul Muhari.</p>
<p>Sebagai upaya penanganan darurat, jajaran forkopimda Kabupaten Grobogan segera bergerak cepat dengan kembali menggerakkan satgas penanganan banjir dipimpin oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan.</p>
<p>Satgas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Tagana, PMI, Banser, relawan, dan unsur terkait kembali terjun ke lapangan untuk kaji cepat dan penanganan darurat serta memberikan dukungan kepada KAI DAOP IV Semarang.</p>
<p>KAI telah menyiagakan ratusan petugas prasarana, alat berat serta material pendukung lainnya untuk mengani luapan air di lokasi kejadian. Proses penanganan dilakukan secara intensif dengan tujuan supaya jalur dapat segera digunakan kembali.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan perkembangan laporan tingkat elevasi dari Bendung Glapan sebagai pengatur debet air sungai Tuntang, tren debit air mengalami peningkatan secara signifikan.</p>
<p>Adapun tingkat elevasi per hari Sabtu (25/1) pukul 00.00 WIB, berada pada angka 1970, dari ambang batas level tertinggi yakni 1905. Dari peningkatan tersebut, maka statusnya dinyatakan Awas.</p>
<p>BPBD Kabupaten Grobogan telah memberikan instruksi kepada perangkat desa untuk segera melaksanakan evakuasi warga termasuk hewan ternak atas banjir susulan tersebut. Beberapa wilayah pun kembali dilaporkan mulai dikepung banjir susulan.</p>
<p>“Saat ini, tim sedang melakukan kaji cepat dan perkembangan data terbaru akan disampaikan ke depannya,” kata dia.‎<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/rel-kereta-api-gubug-karangjati-kembali-amblas/">Rel Kereta Api Gubug–Karangjati Kembali Amblas</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/rel-kereta-api-gubug-karangjati-kembali-amblas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 07:41:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[lampung]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/">BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Provinsi Lampung dan Jawa Tengah (Jateng).</p>
<p>‎“Ini guna percepatan penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda dua provinsi tersebut,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB di Jakarta, Jumat, (24/1).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/antisipasi-bencana-hidrometeorologi-bmkg-koordinasi-pemda-hingga-modifikasi-cuaca/">Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BMKG Koordinasi Pemda ‎hingga Modifikasi Cuaca</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Abdul Muhari menjelaskan, operasi modifikasi cuaca di Lampung dan Jateng berlangsung sejak Kamis kemarin, (23/1), dan kembali dilakukan pada hari ini.</p>
<p>“OMC di Provinsi Lampung direncanakan akan berlangsung dalam lima sorti penerbangan,” katanya.</p>
<p>Pada Kamis kemarin, lanjut dia, operasi yang dipusatkan di Bandara Radin Inten II ini telah melakukan penerbangan sebanyak dua sorti. Seberat 2.000 kg Natrium Klorida (NaCl) disemai di langit &#8216;Gerbang Pulau Sumatra&#8217;.</p>
<p>Pesawat bernomor lambung PK-SNG akan kembali melangit pada hari ini. Penyemaian awan menggunakan garam ini ditujukan pada awan-awan yang berpotensi terjadi hujan lebat di wilayah Lampung.</p>
<p>Tujuannya, hujan dapat diredistribusikan agar tidak turun di wilayah yang sedang dalam masa penanganan darurat pascabanjir besar yang melanda beberapa lokasi seperti di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dan Lampung Timur, serta Kota Bandar Lampung, pada awal pekan lalu.</p>
<p>Selain di Provinsi Lampung, BNPB juga melakukan OMC di wilayah Jateng. Ini dilakukan guna mendukung penanganan darurat bencana longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Kendal, Batang, dan Demak.</p>
<p>“Di Pekalongan, tim gabungan hingga hari ini masih melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban hilang akibat longsor di Kecamatan Petungkriyono,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, kata Abdul Muhari, prakiraan cuaca BMKG memantau pertumbuhan awan hujan di Provinsi Jateng pada 23 Januari 2025 didominasi oleh awan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.</p>
<p>“Kondisi tersebut menunjukkan peluang terjadinya hujan di wilayah sekitar Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi,” katanya.</p>
<p>Pada Kamis (23/1), pesawat carravan bernomor lambung PK-SNN telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pertama selama 4 jam 18 menit. Sebanyak 2.000 kg NaCl disemai di atas perairan laut utara Jawa Tengah. Penerbangan dilakukan dengan ketinggian 8.000 feet.</p>
<p>Pelaksanaan OMC di Jawa Tengah rencananya akan dilaksanakan hingga Jumat (24/1). Posko OMC Jateng berpusat di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/">BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>17 Jenazah Korban Longsor Pekalongan Berhasil Dievakuasi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/korban-meninggal-longsor-pekalongan-berhasil-dievakuasi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/korban-meninggal-longsor-pekalongan-berhasil-dievakuasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2025 03:18:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi 17 Jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Tim SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6694</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pekalongan, Indonesiawtch.id –‎ Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 1 jenzah korban longsor di Pekalongan pada...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/korban-meninggal-longsor-pekalongan-berhasil-dievakuasi/">17 Jenazah Korban Longsor Pekalongan Berhasil Dievakuasi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekalongan, Indonesiawtch.id –</strong>‎ Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 1 jenzah korban longsor di Pekalongan pada Selasa, (21/1).</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, dalam keterangan diterima pada Rabu, (22/1), menyampaikan, ‎dengan ditemukannya 1 korban meninggal dunia, total korban yang berhasil ditemukan hingga pukul 17.30 WIB pada Selasa, (21/1), menjadi 17 orang.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/">Empat Warga Batam Tertimbun Longsor</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>“Sementara itu, laporan jumlah korban hilang bertambah menjadi 9 orang,” ujarnya.</p>
<p>Pada hari yang sama, sebelum ditemukan 1 lagi jenazah, sebanyak 16 orang ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran.</p>
<p>Longsor tersebut terjadi di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Senin, (20/1), pukul 17.30 waktu setempat.</p>
<p>“Longsor menimbun 2 unit rumah dan menyeret beberapa kendaraan yang sedang melintas di wilayah tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Hingga Selasa, (21/1), pencarian korban masih dilakukan oleh tim gabungan mengingat masih ada 3 orang yang dilaporkan hilang. Longsor juga menyebabkan 10 orang luka-luka yang segera dirujuk ke Puskesmas dan RSUD terdekat.</p>
<p>“Selain korban jiwa, peristiwa juga menyebabkan 2 unit jembatan rusak,” ujarnya.</p>
<p>Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban. Namun upaya tersebut terkendala cuaca dan kondisi jalan yang terputus di lapangan. Lokasi sulit diakses oleh alat berat yang dibutuhkan untuk evakuasi.</p>
<p>“Hujan juga masih mengguyur hingga saat ini yang menyulitkan tim pencarian melakukan penyisiran di lokasi kejadian,” ujarnya.</p>
<p>Selama proses penanganan darurat bencana longsor Pekalongan, warga diminta untuk tidak mendekati lokasi kejadian khawatir adanya longsor susulan.</p>
<p>Bukan hanya lonsor, Pekalongan juga dilanda banjir yang merendam 9 kecamatan, yaitu Petungkriyono, Doro, Lebakbarang, Talun, Karanganyar, Kedungwuni, Wonopringgo, Wiradesa, dan Tirto.</p>
<p>Akibat banjir, 2 orang mengalami luka ringan dan145 orang terpaksa harus mengungsi. Titk pengungsian berada di Mushola As-Syafaah sebanyak 75 jiwa dan di Mushola Baitul Makmur sebanyak 70 jiwa.</p>
<p>Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan 25 unit rumah rusak berat, 3 akses jalan tergenang, 3 jembatan putus, dan 1 tanggul yang berada di Kecamatan Tirto jebol.</p>
<p>BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan penangan darurat bencana banjir dengan memberikan bantuan karung sebanyak 1.875 lembar untuk tanggul limpas di Desa Pesanggrahan, Kelurahan Bener dan Desa Karanghompo.</p>
<p>Merujuk prakiraan cuaca BMKG tiga hari kedepan hingga (23/1) wilayah Kabupaten Pekalongan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat memicu terjadinya banjir, banjar bandang, dan tanah longsor.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/korban-meninggal-longsor-pekalongan-berhasil-dievakuasi/">17 Jenazah Korban Longsor Pekalongan Berhasil Dievakuasi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/korban-meninggal-longsor-pekalongan-berhasil-dievakuasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Berbagai Bencana yang Terjadi dalam Sepekan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2025 02:15:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Berapi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6623</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi dampak signifikan dari bencana alam. Ada...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/">Ini Berbagai Bencana yang Terjadi dalam Sepekan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi dampak signifikan dari bencana alam. Ada sejumlah bencana dalam beberapa hari terkhir dalam pekan ini.</p>
<p>“Bencana seperti erupsi gunung berapi, angin kencang, hujan lebat, dan banjir rob,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan pada Jumat, (17/1).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/">Gunung Ibu Level IV Awas, BNPB Dampingi Pemkab ‎Halmahera Barat</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Berikut perkembangan situasi bencana yang sedang berlangsung di beberapa provinsi hingga Kamis kemarin:</p>
<p><strong>1. Erupsi Gunung Ibu</strong></p>
<p>Erupsi Gunung Ibu yang di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam tingkat aktivitas vulkanik.</p>
<p>Gunung Ibu saat ini berada pada level IV (AWAS), yang memicu dampak langsung terhadap sekitar 3.000 jiwa warga. Sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK), atau 120 jiwa, telah mengungsi ke tempat yang aman.</p>
<p>Sebagai respons terhadap situasi tersebut, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status Tanggap Darurat. Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat sedang dalam proses.</p>
<p>Sebagai langkah koordinasi, BNPB melalui Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin), Pusdalops, serta tim D1 dan D3 terus memberikan pendampingan dalam proses penanganan bencana ini.</p>
<p>Kondisi terkini menunjukkan bahwa lokasi pengungsian telah disiapkan di Desa Tongute Sungi dan Desa Tongute Ternate, dengan Gereja Desa Tongute, Kecamatan Ibu, dijadikan tempat perlindungan bagi para pengungsi.</p>
<p>BNPB bersama BPBD setempat terus memantau perkembangan situasi dan memastikan bahwa upaya evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dapat berjalan dengan lancar.</p>
<p><strong>2. Hujan Lebat dan Angin Kencang di Surabaya</strong></p>
<p>Beberapa bencana lainnya juga terjadi di provinsi lain. Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kecamatan Lakarsantri, Kelurahan Jeruk, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/1).</p>
<p>Akibatnya, 13 rumah warga rusak dan 13 Kepala Keluarga (KK) terdampak. BPBD Kota Surabaya segera melakukan kaji cepat, pembersihan lokasi terdampak, serta memasang terpal untuk rumah-rumah yang rusak.</p>
<p>Situasi saat ini masih dalam tahap penanganan dan pemulihan, dan BPBD terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung warga yang terdampak.</p>
<p><strong>3. Banjir di OKU</strong></p>
<p>Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan (Sumsel). Banjir yang melanda Kecamatan Baturaja Timur, Minggu, (5/1), telah menyebabkan 478 KK atau 1.336 jiwa terdampak.</p>
<p>Kondisi terkini meski air telah surut, BPBD setempat masih terus melakukan pemantauan dan distribusi bantuan logistik untuk membantu pemulihan kondisi warga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang dapat terjadi di masa mendatang.</p>
<p><strong>4. Banjir di Tapin</strong></p>
<p>Dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dilanda banjir. Di Kabupaten Tapin, banjir rob pada Rabu (15/1) telah menggenangi 198 KK dan merendam fasilitas umum serta rumah warga.</p>
<p>Meskipun debit air mulai surut, pihak BPBD tetap melaksanakan pendataan serta upaya tanggap darurat untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.</p>
<p>Kemudian, ‎di Kabupaten Banjar, banjir yang terjadi pada Rabu, (15/1), merendam 432 unit rumah dan beberapa fasilitas, dengan 592 KK atau 1.644 jiwa terdampak.</p>
<p>Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta pemerintah setempat telah mengupayakan langkah-langkah tanggap darurat untuk meringankan beban warga terdampak. Kondisi terkini banjir belum surut.</p>
<p><strong>5. Banjir di Riau</strong></p>
<p>Sementara itu, di Provinsi Riau, tepatnya di Kabupaten Pelalawan, hujan deras yang terjadi pada Selasa, (13/1), menyebabkan meluapnya air Sungai Nilo, yang menggenangi permukiman dan merendam 61 unit rumah. Kondisi terkini air belum surut, debit air naik 30 hingga 50 cm dari hari sebelumnya.</p>
<p>BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah rawan.</p>
<p>Masyarakat diminta untuk mempersiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air, pakaian, serta obat-obatan. Ikuti arahan petugas yang berada di lapangan dan pastikan keselamatan diri dan keluarga tetap menjadi prioritas.</p>
<p>“Hindari penyebaran informasi tidak jelas dan pastikan sumber informasi berasal dari pihak yang terpercaya,” katanya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/">Ini Berbagai Bencana yang Terjadi dalam Sepekan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-berbagai-bencana-yang-terjadi-dalam-sepekan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Ibu Level IV Awas, BNPB Dampingi Pemkab ‎Halmahera Barat</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2025 01:44:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Level IV Awas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Halmahera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halmahera Barat, Indonesiawatch.id – ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pendampingan kepada Pemkab Halmahera Barat...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/">Gunung Ibu Level IV Awas, BNPB Dampingi Pemkab ‎Halmahera Barat</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Halmahera Barat, Indonesiawatch.id – ‎</strong>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pendampingan kepada Pemkab Halmahera Barat dalam penanganan darurat pascaerupsi Gunung Ibu yang statusnya naik Level IV atau Awas.</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan pada Jumat, (17/1), menyampaikan, ‎tim BNPB yang dipimpin Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati, telah tiba di Halmahera Barat pada Kamis, (16/1).</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><strong><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-pvmbg-soal-erupsi-gunung-ibu/">Ini Penjelasan PVMBG soal Erupsi Gunung Ibu</a></strong></span></h6>
</blockquote>
<p>‎Kedatangan tim BNPB ini sebagai respons cepat dari pemerintah pusat untuk memastikan penanganan darurat pascaerupsi berjalan baik.</p>
<p>“Diperintah oleh Kepala BNPB, untuk memastikan bahwa masyarakat dalam kondisi aman,” kata Raditya.</p>
<p>BNPB turut akan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat.</p>
<p>“Kami mendukung dan mendampingi pemerintah daerah,” ujarnya.</p>
<p>Raditya menyampaikan, kebutuhan dasar masyarakat harus dapat terpenuhi. Pemerintah pusat akan membantu melengkapi kebutuhan dasar yang masih kurang atau belum terpenuhi.</p>
<p>Ia telah telah berdialog dengan BPBD Provinsi Maluku Utara (Malut), Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah Halmahera Barat, BPBD Halmahera Barat, dan Forkopimda Halmahera Barat terkait langkah-langkah awal penanganan pascaerupsi.</p>
<p>“Telah diskusi apa yang harus disiapkan apabila status level IV ini masih terus berlanjut. Masyarakat juga akan mendapatkan pengungsian yang layak,” kata Raditya.</p>
<p>Tim BNPB kemudian meninjau pos pengamatan Gunung Api Ibu untuk mengetahui kondisi terkini dan penjelasan dari tim PVMBG yang bertugas.</p>
<p>“Kita selalu berkoordinasi dengan pos pengamatan ini, masyarakat jangan panik dan tetap ikuti informasi yang resmi dari PVMBG dan pemerintah,” ujarnya.</p>
<p>Tinjauan dilanjutkan dengan melihat fasilitas dan berdialog dengan pengungsi yang berada di Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu, Kecamatan Ibu. Hingga sore kemarin, terdapat 182 jiwa yang mengungsi di pengungsian tersebut.</p>
<p>Pada pos pengungsian itu, warga mengaku telah mendapatkan fasilitas yang cukup baik, seperti kebutuhan permakanan sudah terpenuhi dan tenaga kesehatan juga telah tersedia untuk melayani pengungsi.</p>
<p>Pada Kamis kemarin, Gunung Ibu teramati masih terus erupsi dengan variasi ketinggian kolom 400 sampai 1.500 meter dari atas kawah. Adapun letusan tertinggi 1.500 m terjadi pada pukul 15:44 WIT.</p>
<p>Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.</p>
<p>Mengingat masih tingginya aktivitas Gunung Ibu, pemerintah mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas pada radius 5 km dan perluasan sektoral berjarak 6 km ke arah bukaan kawah bagian utara.</p>
<p>Selain itu, masyarakat diharapkan mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.</p>
<p><strong>Gunung Ibu Naik ke Level IV &#8216;Awas&#8217;</strong></p>
<p>BNPB siaga untuk mengantisipasi potensi dampak erupsi setelah adanya kenaikan status aktivitas vulkanik Gunung Ibu pada tingkat tertinggi, yaitu level IV atau &#8216;Awas&#8217; pada Rabu, (15/1), pukul 10.00 WIT.</p>
<p>Gunung Ibu yang berlokasi di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, mengalami erupsi terus menerus hingga Rabu pagi, (15/1).</p>
<p>BNPB telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat untuk kesiapsiagaan. Sedangkan pemantauan akitvitas vulkanik, BNPB juga berkoordinasi dengan PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM, untuk mendapatkan informasi situasi terkini.</p>
<p>PVMBG memantau adanya erupsi pada Rabu, (15/1), pukul 07.11 WIT. Saat erupsi, tinggi kolom letusan teramati sekitar 4.000 m di atas puncak. Distribusi abu vulkanik yang tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke arah barat.</p>
<p>Erupsi terekam pada perangkat seismograf dengan durasi waktu 2 menit 11 detik. Dentuman dan gemuruh ketika letusan berlangsung terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu.</p>
<p>Langkah BNPB bersiaga dan siap membantu pemerintah daerah pada situasi darurat. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan, beberapa personel BNPB telah berada di Kecamatan Ibu.</p>
<p>BPBD Kabupaten Halmahera Barat telah bersiaga di Kecamatan Ibu. Dua hari sebelumnya saat Gunung Ibu erupsi, para personel BPBD membagikan masker kepada warga dan menyosialisasikan potensi dampak serta bahaya erupsi. Pada Rabun (15/1), BPBD kembali bersiaga untuk evakuasi warga apabila tindakan ini dibutuhkan.</p>
<p>BPBD telah menyiapkan titik-titik evakuasi sementara. Hal tersebut juga telah diketahui oleh warga sehingga warga dapat secara mandiri menuju ke titik-titik evakuasi tersebut.</p>
<p>Di samping itu, Bupati Halmahera yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD menuju Desa Sangaji Nyeku, Kecamatan Tabaru, untuk mengecek kesiapsiagaan dalam antisipasi situasi darurat erupsi Gunung Ibu.</p>
<p>Setelah adanya kenaikan status aktivitas vulkanik Gunung Ibu ke level IV atau &#8216;Awas&#8217;, PVMBG merekomendasikan:</p>
<p>1. Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 4.5 km dan perluasan sektoral berjarak 6 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.</p>
<p>2. Apabila terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata).</p>
<p>3. Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.</p>
<p>4. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Ibu.</p>
<p>5. Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Ibu melalui kanal informasi resmk pemerintah.</p>
<p>Sementara itu, terkait potensi ancaman bahaya banjir dan banjir bandang yang dapat dipicu adanya hujan lebat dan material vulkanik, BNPB telah memasang sistem peringatan dini (EWS) alat sensor di 4 titik dan sirine 4 titik.</p>
<p>Pemasangan EWS ini membantu kesiapsiagaan warga setempat. Pemangku kepentingan daerah dan warga dapat memantau situasi daerah aliran sungai melalui dasbor sistem informasi pada tautan <span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://mhews.bnpb.go.id/gunung/ibu/">https://mhews.bnpb.go.id/gunung/ibu</a></span>.<br />
<strong>[red]</strong>‎</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/">Gunung Ibu Level IV Awas, BNPB Dampingi Pemkab ‎Halmahera Barat</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/gunung-ibu-level-iv-awas-bnpb-dampingi-pemkab-halmahera-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Vulkanik Tiga Gunungapi Menjadi Fokus Siaga Darurat Bencana Pekan Ini</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/aktivitas-vulkanik-tiga-gunungapi-menjadi-fokus-siaga-darurat-bencana-pekan-ini/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/aktivitas-vulkanik-tiga-gunungapi-menjadi-fokus-siaga-darurat-bencana-pekan-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 02:30:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Api]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Lewotobi Laki-Laki]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id –‎ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan aktivitas vulkanik 3 gunung berapi sebagai...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/aktivitas-vulkanik-tiga-gunungapi-menjadi-fokus-siaga-darurat-bencana-pekan-ini/">Aktivitas Vulkanik Tiga Gunungapi Menjadi Fokus Siaga Darurat Bencana Pekan Ini</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong>‎ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan aktivitas vulkanik 3 gunung berapi sebagai fokus darurat bencana pada pekan ini.</p>
<p>‎Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ‎Abdul Muhari, menyampaikan, ini merupakan hasil rangkuman sejumlah kejadian bencana sejak akhir pekan kedua hingga awal pekan ketiga bulan Januari 2025.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-pvmbg-soal-erupsi-gunung-ibu/">Ini Penjelasan PVMBG soal Erupsi Gunung Ibu</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Abul Muhari dalam keterangan pers dikutip pada Selasa, (14/1), ‎mengatakan, peristiwa erupsi gunungapi di beberapa wilayah Tanah Air masih menjadi fokus utama dalam penanganan dan siaga darurat.</p>
<p>Adapun ketiga gunung berapi yang menjadi fokus darurat bencana pada pekan ini, yakni:</p>
<p><strong>1. Gunung Ibu</strong></p>
<p>Gunung Ibu di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara kembali erupsi pada Sabtu, (11/1), pukul 19.35 WIT.</p>
<p>Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 4.000 meter di atas puncak (5.325 mdpl) berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.</p>
<p>“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal 28 mm dan durasi 3 menit 5 detik,” ujarnya.</p>
<p>Pada saat terjadi erupsi, Gunungapi Ibu juga memuntahkan lontaran lava pijar kurang lebih 2 kilometer dari pusat kawah. Lontaran lava ini terlihat dengan mata telanjang berwarna merah menyala dan membumbung tinggi ke angkasa disertai suara gemuruh.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Seluruh warga yang tinggal di sekitar Gunungapi Ibu telah mendapatkan pemahaman dari pemerintah daerah setempat untuk melakukan hal yang dianggap perlu yang merujuk kepada penyelamatan, evakuasi sementara dan antisipasi dari dampak yang dapat ditimbulkan.</p>
<p>Atas peristiwa itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperluas radius rekomendasi yakni 4 kilometer dan 5,5 kilometer sektoral ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.</p>
<p>Gunungapi Ibu yang ditetapkan dalam level III atau Siaga sejak pertengahan Mei 2024 terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya hingga hari ini.</p>
<p>“Warga sekitar maupun pendatang diharapkan dapat mematuhi rekomendasi dari PVMBG dan pemerintah daerah setempat,” katanya.</p>
<p><strong>2. ‎Gunung Lewotobi Laki-Laki</strong></p>
<p>Gunung Lewotobi Laki-Laki berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus erupsi hingga Senin kemarin. Berdasarkan laporan evaluasi yang dirangkum sepekan terakhir sejak tanggal 1–‎7 Januari 2025, aktivitas erupsi gunungapi dengan ketinggian 1.584 mdpl ini telah terjadi 6 kali.</p>
<p>Di sisi lain, gempa Letusan terjadi 6 kali, gempa Hembusan 135 kali, gempa harmonik 99 kali, gempa low frekuensi 8 kali, gempa vulkanik dangkal 4 kali, gempa vulkanik dalam 52 kali, gempa tektonik lokal 9 kali, dan gempa tektonik jauh 48 kali.</p>
<p>Pengamatan visual selama periode tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunungapi Lewotobi Laki-laki mengalami sedikit kenaikan, rata-rata tinggi kolom erupsinya 600–‎1200 meter dibandingkan dengan periode sebelumnya yakni 100–‎1000 meter.</p>
<p>Terlihat api diam di sekitar puncak mengindikasikan adanya lava yang terdorong ke permukaan sehingga dapat teramati saat malam hari pancaran warna merah di area puncak.</p>
<p>Terdapat endapan material lava serta material yang berpotensi menjadi lahar di area barat-barat laut dan utara-timur laut kawah Gunungapi Lewotobi Laki-laki.</p>
<p>Dari hasil evaluasi tersebut, masyarakat di sekitar Gunungapi Lewotobi Laki-laki dan pengunjung atau wisatawan diharapkan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral barat daya-timur laut sejauh 6 kilometer.</p>
<p><strong>3. ‎Gunungapi Merapi</strong></p>
<p>Gunung Merapi berada di empat wilayah administrasi, meliputi Kabupaten Klaten, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah (Jateng) serta Kabupaten Sleman di DI Yogyakarta.</p>
<p>Gunung Merapi masih ditetapkan dalam level III atau Siaga sejak November 2020 lalu sampai kemarin dengan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi.</p>
<p>Aktivitas erupsi Gunungapi Merapi yang masih cukup tinggi sampai hari di awal tahun 2025 menjadi catatan bagi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan pemerintah daerah, menyusul curah hujan di sekitar puncak kawah utama sering terjadi.</p>
<p>Dalam monitoring yang dilakukan BPPTKG dan disiarkan dalam forum Media Merapi, volume curah hujan di atas puncak bervariasi mulai dari 8 milimeter hingga di atas 100 milimeter. Adapun durasi curah hujan berkisar antara 60–‎180 menit.</p>
<p>Selain guguran lava panas, potensi bahaya saat ini berupa awan panas dan banjir lahar hujan pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.</p>
<p>Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.</p>
<p>Data pemantauan juga menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.</p>
<p>Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan kegiatan apapun di wilayah potensi bahaya.</p>
<p>“Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” ujarnya.</p>
<p><strong>Dua Gunungapi Turun ke Level II</strong></p>
<p>Semantara itu, dari beberapa gunungapi yang masih ditetapkan dalam level III atau Siaga, ada dua gunungapi turun menjadi level II atau Waspada.</p>
<p>“Dua gunungapi itu meliputi Gunungapi Iya di Ende, Nusa Tenggara Timur dan Gunungapi Karangetang di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara,” katanya.</p>
<p>Gunungapi Iya telah diturunkan ke dalam level II pada tanggal 8 Januari 2025 pukul 18.00 WITA. Penurunan status ini berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental aktivitas gunung itu selama periode 1–‎7 Januari 2025.</p>
<p>Kendati sudah turun ke level waspada, namun gempa dangkal maupun dalam masih terus tedeteksi. Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah utama.</p>
<p>Adapun karakteristik letusan Gunung Iya pada umumnya berlangsung di kawah utama melalui letusan magmatik yang menghasilkan abu vulkanik, lontaran batu pijar, dan aliran lava.</p>
<p>Di sisi lain, Gunungapi Iya juga memiliki rekahan yang berhadapan langsung dengan laut, yang mana dapat berkembang dan berpotensi dapat memicu longsoran dan menimbulkan tsunami.</p>
<p>Selanjutnya, Gunungapi Karangetang yang berada di Kabupaten Sitaro diturunkan statusnya menjadi level II pada Sabtu (11/1) pukul 18.00 WITA.</p>
<p>Kendati demikian, masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dan mendekati radius 1,5 kilometer dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara), termasuk wilayah sektoral 2,5 kilometer pada arah barat daya dan selatan.</p>
<p>Tingkat aktivitas Gunung Karangetang akan ditinjau dan dievaluasi kembali secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.</p>
<p>“Sebelumnya, pada awal November 2024 status Gunung Karangetang dinaikkan menjadi Siaga setelah terjadi peningkatan aktivitas secara signifikan,” katanya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/aktivitas-vulkanik-tiga-gunungapi-menjadi-fokus-siaga-darurat-bencana-pekan-ini/">Aktivitas Vulkanik Tiga Gunungapi Menjadi Fokus Siaga Darurat Bencana Pekan Ini</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/aktivitas-vulkanik-tiga-gunungapi-menjadi-fokus-siaga-darurat-bencana-pekan-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Warga Batam Tertimbun Longsor</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 01:16:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Timbun Empat Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6557</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Tiga warga Kelurahan Tiban Batu, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, meningga...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/">Empat Warga Batam Tertimbun Longsor</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> ‎Tiga warga Kelurahan Tiban Batu, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, meningga dunia tertimbun longsor.</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ‎Abdul Muhari, dalam keterangan dikutip pada Selasa, (14/1), menyampaikan, mereka tengah beristirahat di rumahnya.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/banjir-longsor-terjang-soppeng-satu-warga-hilang-dan-rumah-hanyut/">Banjir-Longsor Terjang Soppeng, Satu Warga Hilang dan Rumah Hanyut</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Longsor menimpa rumah mereka pada Senin dini hari, (13/1), sekitar pukul 01.30 WIB.‎ Adapun satu orang lainnya dalam pencarian oleh tim SAR.</p>
<p>Selain itu, ‎sebanyak 5 orang harus dilarikan ke Rumah Sakit BP Batam dan 8 jiwa mengungsi atas peristiwa longsor yang terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi dan kondisi tanah labil itu.</p>
<p>Selain korban jiwa, kata Abul Muhari, tanah longsor juga menyebabkan lima rumah milik lima kepala keluarga rusak berat karena tertimbun material longsor.</p>
<p>Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP bersama relawan dan perangkat kelurahan setempat bersama-sama melakukan upaya pencarian.</p>
<p>Pada Senin sore, korban ketiga berhasil ditemukan dan masih tersisa satu warga yang belum berhasil ditemukan. Tim juga mengerahkan alat berat dalam proses pencarian dan pertolongan tersebut.</p>
<p>Sementara itu, pada hari yang sama, berdasarkan informasi cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kota Batam dan sekitarnya masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan disertai petir hingga dua hari ke depan.</p>
<p>Merujuk pada informasi tersebut, masyarakat diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk mengantisipasi bencana susulan.</p>
<p>“Monitoring sungai dan tebing harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi di lapangan,” katanya.</p>
<p>Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari dua jam, warga yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng tebing direkomendasikan untuk mengungsi sementara hingga situasi dianggap aman oleh pihak terkait.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/">Empat Warga Batam Tertimbun Longsor</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ratusan-rumah-di-serdang-bedagai-terendam-banjir/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ratusan-rumah-di-serdang-bedagai-terendam-banjir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 01:11:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ratusan Rumah Terendam]]></category>
		<category><![CDATA[Serdang Bedagai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Ratusan rumah terendam banjir di empat desa pada Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ratusan-rumah-di-serdang-bedagai-terendam-banjir/">Ratusan Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Ratusan rumah terendam banjir di empat desa pada Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa dinihari, (7/1), pukul 03.30 WIB.</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Rabu, (8/1), menyampaikan, banjir disebabkan oleh luapan Sungai Sibarau.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/banjir-longsor-terjang-soppeng-satu-warga-hilang-dan-rumah-hanyut/">Banjir-Longsor Terjang Soppeng, Satu Warga Hilang dan Rumah Hanyut</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Selain itu, akibat jebolnya tanggul di dua titik sepanjang 30 meter dan 50 meter. Air kiriman dari wilayah hulu di Simalungun turut memperparah situasi.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Serdang Bedagai, sebanyak 429 kepala keluarga terdampak, dengan total 429 rumah terendam dan satu rumah dilaporkan rusak berat.</p>
<p>“Desa yang terkena dampak adalah Desa Bukit Cermin Hilir, Desa Martebing, Desa Bantan, dan Desa Aras Panjang,” katanya.</p>
<p>Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa dan pengungsian. Upaya penanganan banjir BPBD Kabupaten Serdang Bedagai terus memantau kondisi di lapangan dan memberikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.</p>
<p>“Koordinasi dengan perangkat desa, camat, dan dinas terkait juga dilakukan untuk mendukung proses penanganan dan pemulihan,” katanya.</p>
<p>BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, menjauhi area berisiko seperti tanggul dan tepi sungai ketika hujan dengan intensitas tinggi sudah berlangsung dalam durasi lama, serta mempersiapkan perlengkapan darurat seperti dokumen penting, makanan, dan air minum.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ratusan-rumah-di-serdang-bedagai-terendam-banjir/">Ratusan Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ratusan-rumah-di-serdang-bedagai-terendam-banjir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Hari Pertama Operasi Modifikasi ‎Cuaca di Sukabumi dan Cianjur</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Dec 2024 02:46:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[breakingnews]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5561</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ‎untuk kali...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/">Ini Hari Pertama Operasi Modifikasi ‎Cuaca di Sukabumi dan Cianjur</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bnpb.go.id/">BNPB</a></span>) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ‎untuk kali pertama pascabanjir dan longsor di wilayah Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari,‎ pada Kamis, (12/12), menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca pada hari pertama dilakukan di atas wilayah Sukabumi dan Dianjur pada Rabu, (11/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/dua-pesawat-dikerahkan-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">Dua Pesawat Dikerahkan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan BNPB bersama ‎Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bmkg.go.id/">BMKG</a></span>), TNI Angkatan Udara, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).</p>
<p>“Ini untuk mendukung penanganan darurat bencana hidrometeorologi basah di wilayah Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat,” ujarnya.</p>
<p>Abdul Muhari menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca ini dilaksanakan berdasarkan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M., saat meninjau wilayah lokasi terdampak di Kabupaten Sukabumi pada Jumat, (6/12).</p>
<p>Selain itu, Kepala BNPB juga menyampaikan arahan tersebut pada saat menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dihelat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, pada Selasa, (10/12).</p>
<p>Ia menjelaskan,‎ Operasi Modifikasi Cuaca di langit Jabar ini menggunakan pesawat Cessna Caravan 208/208B dengan registrasi pesawat PK-SNP dan PK-SNN.</p>
<p>Adapun‎ personel yang sudah disiapkan untuk OMC Jabar dan sekitarnya ini terdiri enam set crew, 12 Flight Scientist, dua Ground Supervisor, dan 15 Ground Crew serta 50.000 kg (50 ton) bahan semai NaCl powder.</p>
<p>“OMC telah dilakukan sebanyak tiga sorti pada hari Rabu, (11/12), menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B (PK-SNN) dan telah menyemai tiga ton NaCl powder di langit Jawa Barat,” katanya.</p>
<p>Adapun sorti pertama dilakukan pada pukul 12.04–‎14.46 WIB dengan target penyemaian awan potensi hujan di bagian barat daya Jabar pada ketinggian 10.000– 11.000 kaki dan menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 1.000 kg.</p>
<p>Selanjutnya, pada sorti kedua dilaksanakan pada pukul 16.17‎–‎ 19.18 WIB dengan target penyemaian awan potensi hujan di bagian barat daya Jabar dengan ketinggian 10.000 kaki dan menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 1.000 kg.</p>
<p>Sorti ketiga dilakukan pada pukul21.31‎–‎23.12 WIB dengan target awan potensi hujan di bagian barat daya hingga barat laut Jawa Barat di ketinggian 10.000 kaki menggunakan 1.000 kg NaCl powder.</p>
<p>“Tim operasi OMC akan terus berada di lokasi untuk mempersiapkan penyemaian di beberapa lokasi yang berpotensi terjadinya turun hujan, sesuai dengan pantauan satelit cuaca,” ujarnya.</p>
<p>Pengurangan curah hujan ini, lanjut Abdul Muhari, dilaksanakan dengan melakukan penyemaian kepada awan awan potensial yang akan bergerak menuju daerah target agar bisa mengurangi suplly hujan di wilayah tersebut.</p>
<p>Menurutnya, dengan penyemaian yang intens melalui metode Jumping Process di wilayah terdampak dapat diantisipasi curah hujan dengan redistribusi pada area lain melalui pemanfaatan awan potensial yang dapat memicu hujan dan mengancam area target.</p>
<p>“Rencananya OMC dimulai hari Rabu, (11/12), dan akan dilakukan operasi penerbangan selama 24 jam (siang dan malam) dengan total bahan semai 50 ton NaCl powder dan Posko OMC didirikan di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta,” ujarnya.‎<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/">Ini Hari Pertama Operasi Modifikasi ‎Cuaca di Sukabumi dan Cianjur</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Siapkan Sejumlah Langkah ‎Antisipasi Bencana Cuaca Ekstrem di Jobodetabek</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-sejumlah-langkah-antisipasi-bencana-cuaca-ekstrem-di-jobodetabek/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-sejumlah-langkah-antisipasi-bencana-cuaca-ekstrem-di-jobodetabek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 07:19:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[jabodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[kemenko PMK]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Siapkan Langkah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5529</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah ‎untuk mengantisipasi sejumlah ancaman bencana akibat hidrometeorologi basah...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-sejumlah-langkah-antisipasi-bencana-cuaca-ekstrem-di-jobodetabek/">Pemerintah Siapkan Sejumlah Langkah ‎Antisipasi Bencana Cuaca Ekstrem di Jobodetabek</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah ‎untuk mengantisipasi sejumlah ancaman bencana akibat hidrometeorologi basah atau cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek.</p>
<p>‎“Pemerintah akan berupaya melakukan mitigasi untuk meminimalisir dampak bencana yang disebabkan oleh curah hujan tinggi,” ujar Pratikno, Menko PMK dalam keterangan diterima pada Rabu, (11/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-pos-pengungsian-terpusat-di-sukabumi/">Pemerintah Siapkan Pos Pengungsian Terpusat di Sukabumi</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Salah satunya, lanjut dia dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Antisipasi Curah Hujan di Jabodetabek di Kemenko PMK, Jakarta, yakni akan terus melakukan modifikasi cuaca oleh BNPB dan BMKG.</p>
<p>“Modifikasi ini akan mengurangi curah hujan yang berlebihan tidak bisa meniadaka, tidak mungkin tapi mengurangi,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengingatkan petugas teknis di lapangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Apel siaga harus terus dilakukan untuk memastikan kesiapan para personel.</p>
<p>“Jangan sampai lengah. Apel siaga akan terus dilakukan secara rutin. Dalam minggu [pekan] ini akan dibentuk posko bersama, pihak-pihak terkait di BNPB agar mudah dimonitor dari waktu ke waktu,” katanya.</p>
<p>Pratikno berharap, dari sejumlah langkah yang telah diupayakan tersebut dapat meminimalisir dampak yang akan datang.</p>
<p>“Seandainya banjir tidak terhindarkan, kita siap siaga untuk merespons cepat agar beban masyarakat bisa diminimalisir,” katanya.</p>
<p>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dalam rapat yang berlangsung pada Selasa tersebut, (10/12), menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi salah satu langkah efektif untuk mengurangi curah hujan yang turun.</p>
<p>“OMC ini sangat bagus, sangat efektif meskipun bukan satu-satunya cara mengungrangi bencana yang datang,” katanya.</p>
<p>Ia menyatakan BNPB siap melakukan OMC jika ada pemerintah daerah atau pemerintah pusat yang memintanya dengan adanya status darurat.</p>
<p>‎“Kita harapkan bisa mengurangi jumlah hujan yang turun secara ekstrem, yang kita lihat di Jakarta satu dua hari ini salah satu bukti bahwa OMC tepat atau berhasil dilaksanakan,” ujarnya.</p>
<p>Suharyanto mengungkapkan, ‎pihaknya telah melakukan OMC di Jakarta untuk mengurangi curah hujan. Pihaknya siap kembali melaksanakan jika dinilai masih kurang dan adanya prediksi banjir.</p>
<p>“Ancaman banjirnya diprediksi bisa datang dan diperlukan OMC terbang malam, silakan,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut Suharyanto menyapaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) sudah menetapkan siaga darurat. “Nanti di titik-titik mana berdasarkan perkiraan dan rekomendasi BMKG, kita akan adakan OMC secara masif,” kataya.</p>
<p>Selain itu, BNPB akan memberikan dukungan berupa logistik dan peralatan, khususnya bagi BPBD yang daerahnya berpotensi terjadi banjir.</p>
<p>“BNPB siap memberikan penebalan logistik dan pralatan dan anggaran, mekanisme ada sesuai perundang-undangan,” kata Suharyanto.</p>
<p>Khusus untuk Provinsi Jabar, BNPB telah meberikan dukungan tersebut beberapa waktu lalu. Namun demikian, BNPB tetap akan memberikan kembali jika ada kebutuhan yang belum terpenuhi.</p>
<p>“Kemarin sudah dilaksanakan [pemberian bantuan] di Jawa Barat, kabupaten/kota di Jawa Barat sudah ditebalkan, baik anggaran dan logistik peralatanya,” katanya.</p>
<p>“Mungkin ada yang belum terdukung, silakan masing-masing evaluasi kondisi logistik peralatannya dan dalam kesempatan pertama bisa mengajukan [ke BNPB],” tuturnya.</p>
<p>Upaya berikutnya adalah dengan melakukan apel kesiapsiagaan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota. Apel ini bermanfaat untuk mengetahui sejauh mana kekuatan sarana dan prasarana serta kemampuan dari sumber daya manusia yang dimiliki oleh daerah dalam menghadapi potensi bencana banjir.</p>
<p>“Segera laksanakan apel kesiapsiagaan, di beberapa wilayah sudah, Jakarta, Jawa Barat, Banten, yang belum segera laksanakan. Untuk aktifkan kembali sarana prasarana dan personel dalam rangka mengatasi kemungkinan banjir besar,” katanya.</p>
<p>Selanjutnya, Kepala BNPB mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan agar segera bergabung dalam Posko yang ada di BNPB guna berkoordinasi dalam penanganan secara bersama-sama yang lebih efektif.</p>
<p>“BNPB mempunyai sarana yang cukup lengkap untuk monitor perkembangan situasi bencana, masing-masing kementerian lembaga terkait mengirimkan personelnya,” kata dia.</p>
<p>“Kami akan bersurat, personelnya duduk bersama di BNPB supaya setiap adanya perkembangan terkait bencana kita bisa secara cepat dan efektif meresponsnya,” ujar dia.‎</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-sejumlah-langkah-antisipasi-bencana-cuaca-ekstrem-di-jobodetabek/">Pemerintah Siapkan Sejumlah Langkah ‎Antisipasi Bencana Cuaca Ekstrem di Jobodetabek</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-sejumlah-langkah-antisipasi-bencana-cuaca-ekstrem-di-jobodetabek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-19 23:26:01 by W3 Total Cache
-->