<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dahlan Iskan Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/dahlan-iskan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/dahlan-iskan/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Nov 2024 02:08:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Dahlan Iskan Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/dahlan-iskan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prabowo ke Cina, Amerika Kemalingan di Halaman Belakangnya Sendiri</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/prabowo-ke-cina-amerika-kemalingan-di-halaman-belakangnya-sendiri/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/prabowo-ke-cina-amerika-kemalingan-di-halaman-belakangnya-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 02:08:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[APEC]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Cosco Shipping Ports]]></category>
		<category><![CDATA[Dahlan Iskan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Xi Jinping]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prabowo ke Cina, Amerika Kemalingan di Halaman Belakangnya Sendiri Oleh: Dahlan Iskan* &#160; Amerika disebut...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/prabowo-ke-cina-amerika-kemalingan-di-halaman-belakangnya-sendiri/">Prabowo ke Cina, Amerika Kemalingan di Halaman Belakangnya Sendiri</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prabowo ke Cina, Amerika Kemalingan di Halaman Belakangnya Sendiri</strong></p>
<p>Oleh: Dahlan Iskan*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Amerika disebut sedang kemalingan lagi. Kali ini di halaman belakangnya sendiri: Amerika Latin. Saat Presiden Prabowo ke Lima minggu ini, Presiden Xi Jinping juga ke sana ibu kota Peru tersebut.</p>
<p>Bedanya, kalau presiden negara anggota APEC lainnya hanya datang untuk <em>omon-omon</em>, Xi Jinping sekaligus meresmikan pelabuhan terbesar di seluruh Amerika Latin. Di dekat Lima.</p>
<p>Saham mayoritas pelabuhan baru itu dimiliki perusahaan BUMN Tiongkok: Cosco Shipping Ports. Sebesar 60 persen. Sisanya baru dimiliki perusahaan pertambangan di Peru: Volcan.</p>
<p>Memang hasil tambanglah yang akan lebih banyak diangkut dari Peru. Untuk Tiongkok. Apa arti pelabuhan baru itu?</p>
<p>Jelas. Tiongkok bisa lebih mengurangi lagi ketergantungan pada Amerika. Terutama di pasokan bahan baku. Baik barangnya maupun jalur logistiknya.</p>
<p>Ini mirip dengan pelabuhan besar Tiongkok di Gwardar, Pakistan. Pelabuhan baru di Peru ini juga bisa disebut revolusi jalur logistik.</p>
<p>Letak pelabuhan baru itu di pantai Chancay. Empat jam naik mobil di utara Lima, ibu kota Peru. Itu pun kalau lewat jalan memutar. Kalau lurus menelusuri sepanjang pantainya justru bisa 6 jam. Harus lewat banyak gunung.</p>
<p>Mungkin gunung-gunung itu, kelak, akan dibor jadi terowongan panjang seperti di Tiongkok. Agar dari Lima ke Chancay hanya tiga jam.</p>
<p>Tidak. Memperpendek jarak Lima-Chancay bukan prioritas Peru. Apalagi Tiongkok. Memang Tiongkok akan membangun jalan tol di Peru. Tapi bukan itu. Jalan tol yang akan dibangun justru dari Chancay ke pedalaman. Ke perbatasan Peru-Brasil.</p>
<p>Ada yang diincar di sana. Dengan jalan tol itu hasil bumi Brasil bisa dikirim ke Tiongkok lewat Chancay di Peru. Terutama kedelai.</p>
<p>Brazil terkenal sebagai penghasil kedelai dunia. Tiongkok pengimpor kedelai terbesar dunia.</p>
<p>Kedelai dari pedalaman Brasil harus diangkut ke pantai timur. Lalu dikapalkan ke Tiongkok lewat selat Panama. Jauh sekali.</p>
<p>Dengan jalan tol dari Brazil ke Peru itu tidak perlu lagi rute memutar. Tentu investasi jalan tol mahal. Tapi dengan mengaitkan jalan tol dengan pelabuhan Chancay dua-duanya menjadi lebih ekonomis.</p>
<p>Tanpa jalan lintas negara itu pengembalian modal pembangunan pelabuhan Chancay bisa lebih lama.</p>
<p>Sedang biaya membangun jalan baru itu sendiri akan terbayar dari banyaknya produk Brasil yang melewatinya.</p>
<p>Brasil tidak punya pantai barat. Biaya melewati terusan Panama lebih mahal dari karcis jalan tol baru menuju Chancay.</p>
<p>Dan lagi Anda sudah tahu: kapal terbesar yang bisa melewati terusan Panama adalah yang ukuran 100 DWT. Jauh lebih kecil dari kemampuan terusan Suez di Mesir: bisa 180 DWT.</p>
<p>Padahal pelabuhan baru di Chancay itu bisa disandari kapal sebesar 500 DWT. Itulah ukuran kapal terbesar di dunia.</p>
<p>**</p>
<p>Dari Chancay raksasa itu bisa langsung berlayar menuju pelabuhan Shanghai. Waktu yang bisa dihemat 30 hari. Satu bulan. Dengan biaya yang lebih murah.</p>
<p>Shanghai sudah lebih dulu punya pelabuhan kelas 500 DWT itu. Letaknya &#8211;tarik nafas&#8211; 30 km dari daratan.</p>
<p>Tiongkok sengaja membangun jalan tol di atas laut. Sepanjang 30 km.  Pelabuhannya di ujung jalan tol itu. Saya tak habis geleng kepala saat meninjaunya lebih 15 tahun lalu.</p>
<p>Kian tahun kapal yang dibuat kian besar. Agar lebih efisien. Pelabuhan-pelabuhan kecil kian mati. Apalagi pelabuhan sungai.</p>
<p>Kapal terbesar sekarang ini disebut Ultra Large Container Vessel. Panjangnya hampir 500 meter &#8211;setengah kilometer. Dua kali dari panjangnya kapal Titanic (269 meter) yang tenggelam itu.</p>
<p>Maka kedelai Brasil yang sangat dibutuhkan Tiongkok akan bisa menggantikan kedelai Amerika. Pun angkutan lewat Chancay tidak perlu dikhawatirkan dihambat Amerika.</p>
<p>Selama ini barang dari Peru masuk Tiongkok lewat pelabuhan Meksiko atau pelabuhan di California. Utamanya bijih besi, besi tua atau pun tembaga.</p>
<p>Dengan pelabuhan Chancay barang itu bisa dikirim dengan ULV langsung ke Shanghai.</p>
<p>Semua itu terjadi di halaman belakang Amerika.</p>
<p>**</p>
<p>Ketika Tiongkok mulai menguasai pembangunan benua Afrika, negara Barat juga merasa kecopetan. Dimaklumi. Afrika di tempat yang jauh.</p>
<p>Kini, kecolongannya di halaman belakangnya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*<em>Kolumnis dan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/prabowo-ke-cina-amerika-kemalingan-di-halaman-belakangnya-sendiri/">Prabowo ke Cina, Amerika Kemalingan di Halaman Belakangnya Sendiri</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/prabowo-ke-cina-amerika-kemalingan-di-halaman-belakangnya-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-03 18:47:19 by W3 Total Cache
-->