<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>deflasi Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/deflasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/deflasi/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Oct 2024 08:48:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>deflasi Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/deflasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengamat: Bukan Deflasi Yang Harus Kita Waspadai, Melainkan Inflasi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pengamat-bukan-deflasi-yang-harus-kita-waspadai-melainkan-inflasi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pengamat-bukan-deflasi-yang-harus-kita-waspadai-melainkan-inflasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2024 08:48:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Alfian Banjaransari]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[CME-ID]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukan Deflasi Yang Harus Kita Waspadai, Melainkan Inflasi Oleh: Alfian Banjaransari*   Media di Indonesia...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pengamat-bukan-deflasi-yang-harus-kita-waspadai-melainkan-inflasi/">Pengamat: Bukan Deflasi Yang Harus Kita Waspadai, Melainkan Inflasi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukan Deflasi Yang Harus Kita Waspadai, Melainkan Inflasi</strong></p>
<p>Oleh: Alfian Banjaransari*</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Media di Indonesia tengah ramai memberitakan mengenai deflasi yang melanda Indonesia dan bahaya yang ditimbulkannya. Tentu timbul pertanyaan, apa betul Indonesia tengah mengalami deflasi? Sejauh mana bahaya yang ditimbulkan?</p>
<p>Sesungguhnya bila kita melihat perkembangan ekonomi di Indonesia saat ini, yang terjadi bukanlah deflasi dalam pengertian sesungguhnya, namun <em>perlambatan </em>inflasi, di mana harga-harga naik lebih lambat atau bahkan turun di sejumlah komoditas akibat kelebihan pasokan atau menurunnya permintaan. Perlu kita ingat, deflasi adalah turunnya harga-harga barang dan jasa secara umum. Jika dilihat dari tahun ke tahun, harga-harga masih cenderung naik (meski dengan laju yang lebih lambat).</p>
<p>Yang perlu digarisbawahi: jika berbicara tentang sejumlah barang yang harganya turun (seperti bahan pangan), boleh jadi itu bukan deflasi, melainkan koreksi pasar karena kelebihan produksi atau menurunnya permintaan; ini disebut sebagai pergerakan harga relatif. Deflasi mengacu pada penurunan harga yang lebih luas di seluruh ekonomi, yang secara teori malah meningkatkan daya beli dengan membuat barang-barang lebih terjangkau; deflasi juga bisa terjadi akibat produktivitas yang meningkat, di mana output tumbuh lebih cepat daripada jumlah uang beredar — kebalikan dari apa yang terjadi saat <em>lockdown </em>selama pandemi.</p>
<p>Lantas, jika demikian apakah hal ini mengindikasikan ekonomi kita baik-baik saja? Tunggu dulu, stagnasi upah dan penurunan lapangan kerja yang dirasakan sebagian besar masyarakat merupakan pertanda masalah yang lebih serius.</p>
<p>Dalam kasus Indonesia, di mana inflasi terus membayangi dari tahun ke tahun, penurunan daya beli kelas menengah tidak bisa serta-merta dijelaskan hanya oleh penurunan harga yang terisolasi (sebagaimana yang ramai diberitakan sebagai deflasi). Inflasi —meski dengan laju yang melambat— secara terus menerus menggerus pendapatan riil masyarakat. Seiring waktu, karena upah tidak mampu mengikuti kenaikan biaya hidup, masyarakat menghadapi penurunan kondisi finansial dan daya beli.</p>
<p>Inilah alasan paling masuk akal mengapa konsumen kelas menengah semakin <em>kepepet</em>. Jadi, masalahnya bukan deflasi, melainkan penyesuaian (dan dalam banyak hal <em>penurunan</em>) gaya hidup dan konsumsi rumah tangga akibat inflasi.</p>
<p>Karenanya, sebelum buru-buru mendesak pemerintah menggelontorkan stimulus fiskal untuk mendongkrak daya beli masyarakat, kita harus sangat berhati-hati: Mendorong konsumsi tanpa mengatasi masalah utama —seperti tekanan inflasi dan distorsi pasar— bisa memperburuk situasi dengan menggerus tabungan masyarakat.</p>
<p>Hal ini karenanya sejatinya inflasi mengurangi daya beli, membuat harga barang semakin mahal, sehingga masyarakat mau tidak mau harus menggunakan tabungan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Setelah kebijakan fiskal jor-joran selama era pandemi, deflasi harga pasar sebenarnya bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan perlu didorong sebagai bentuk koreksi alami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*<em>Penulis adalah Country Manager Center for Market Education Indonesia (CME-ID)</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pengamat-bukan-deflasi-yang-harus-kita-waspadai-melainkan-inflasi/">Pengamat: Bukan Deflasi Yang Harus Kita Waspadai, Melainkan Inflasi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pengamat-bukan-deflasi-yang-harus-kita-waspadai-melainkan-inflasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deflasi 4 Bulan Beruntun, INDEF: Daya Beli Masyarakat Turun Signifikan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/deflasi-4-bulan-beruntun-indef-daya-beli-masyarakat-turun-signifikan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/deflasi-4-bulan-beruntun-indef-daya-beli-masyarakat-turun-signifikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2024 02:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[daya beli turun]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[INDEF]]></category>
		<category><![CDATA[kemenko perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3488</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat telah terjadi deflasi selama 4 bulan beruntun,...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/deflasi-4-bulan-beruntun-indef-daya-beli-masyarakat-turun-signifikan/">Deflasi 4 Bulan Beruntun, INDEF: Daya Beli Masyarakat Turun Signifikan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> <a href="https://www.bps.go.id/id">Badan Pusat Statistik</a> (BPS) mencatat telah terjadi deflasi selama 4 bulan beruntun, yaitu sejak Mei 2024 – Agustus 2024. Penyumbang deflasi paling besar tahun ini berasal dari komoditas makanan di antaranya telur dan daging ayam.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ekonom-bhima-yudistira-menyayangkan-respon-menko-pmk-ketika-banyak-kelas-menengah-jatuh-miskin/">Ekonom Bhima Yudistira Menyayangkan Respon Menko PMK ketika Banyak Kelas Menengah Jatuh Miskin</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Menurut Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abdul Manap Pulungan, kondisi deflasi 4 bulan ini menunjukkan penurunan daya beli signifikan.</p>
<p><iframe id="datawrapper-chart-CLb7W" style="width: 0; min-width: 100% !important; border: none;" title="Inflasi Bulan ke Bulan" src="https://datawrapper.dwcdn.net/CLb7W/1/" height="427" frameborder="0" scrolling="no" aria-label="Interactive line chart" data-external="1"></iframe><script type="text/javascript">!function(){"use strict";window.addEventListener("message",(function(a){if(void 0!==a.data["datawrapper-height"]){var e=document.querySelectorAll("iframe");for(var t in a.data["datawrapper-height"])for(var r=0;r<e.length;r++)if(e[r].contentWindow===a.source){var i=a.data["datawrapper-height"][t]+"px";e[r].style.height=i}}}))}();
</script></p>
<p>“Jadi menurun permintaan di pasar yang membuat harga itu turun,” katanya kepada <strong>Indonesiawatch.id</strong>, beberapa hari lalu.</p>
<p>Abdul mengatakan, jika permintaan melemah maka menurunkan produksi. “Persoalan deflasi ini semakin berat, karena aktivitas produksi terbatas. Tergambar dari kontraksi Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur,” ujarnya.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/pmi-manufaktur-turun-terus-sejak-maret-2024-ekonom-diikuti-rentetan-phk/">PMI Manufaktur Turun Terus Sejak Maret 2024, Ekonom: Akan Diikuti Rentetan PHK</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Penyebab deflasi berkepanjangan ini juga dipengaruhi dengan pengetatan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Karena, kata Abdul, jika BI Rate tinggi, dapat menghambat kredit. “Produksi menurun, penyerapan tenaga kerja bisa menurun,” katanya.</p>
<p>Penurunan daya beli ini diperparah dengan banyaknya kelas menengah jatuh miskin. “Ditambah kelas menengah tidak pernah menjadi perhatian, semakin membuat daya beli turun,” ujarnya.</p>
<p><iframe id="datawrapper-chart-4V3Xe" style="width: 0; min-width: 100% !important; border: none;" title="Kelompok Masyarakat Indonesia Berdasarkan Pengeluaran" src="https://datawrapper.dwcdn.net/4V3Xe/1/" height="399" frameborder="0" scrolling="no" aria-label="Interactive line chart" data-external="1"></iframe><script type="text/javascript">!function(){"use strict";window.addEventListener("message",(function(a){if(void 0!==a.data["datawrapper-height"]){var e=document.querySelectorAll("iframe");for(var t in a.data["datawrapper-height"])for(var r=0;r<e.length;r++)if(e[r].contentWindow===a.source){var i=a.data["datawrapper-height"][t]+"px";e[r].style.height=i}}}))}();
</script></p>
<p>Belum lagi, aksi PHK pekerja di banyak industri dan badan usaha, yang meningkatkan masyarakat mantab alias makan tabungan.</p>
<p>“Coba cek, peningkatan klaim (JHT) Jaminan Hari Tua. Kalau JHT naik signifikan, berarti daya beli itu turun karena PHK. Karena itu mengindikasikan kalau orang nggak kerja atau di-PHK dia akan mencairkan JHT,” katanya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/deflasi-4-bulan-beruntun-indef-daya-beli-masyarakat-turun-signifikan/">Deflasi 4 Bulan Beruntun, INDEF: Daya Beli Masyarakat Turun Signifikan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/deflasi-4-bulan-beruntun-indef-daya-beli-masyarakat-turun-signifikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-25 12:23:37 by W3 Total Cache
-->