<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Galeri Nasional Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/galeri-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/galeri-nasional/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Dec 2024 01:49:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Galeri Nasional Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/galeri-nasional/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Penjelasan soal Pembatalan Pameran Yos Suprapto Versi Kurator</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-soal-pembatalan-pameran-yos-suprapto-versi-kurator/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-soal-pembatalan-pameran-yos-suprapto-versi-kurator/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2024 01:49:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mozaik]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Bredel Pameran Tunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Galeri Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Galnas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kurator Suwarno Wisetrotomo]]></category>
		<category><![CDATA[Pelukis Yos Suprapto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6012</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kurator pameran tunggal karya Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan”,...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-soal-pembatalan-pameran-yos-suprapto-versi-kurator/">Ini Penjelasan soal Pembatalan Pameran Yos Suprapto Versi Kurator</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Kurator pameran tunggal karya Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan”, Suwarno Wisetrotomo, menyampaikan klarifikasi soal pembatalan pameran itu di Galeri Nasional (Galnas) Indonesia.</p>
<p>Suwarno dalam keterangan tertulis dikutip pada Selasa, (24/12), menyampaikan, ‎Yos telah menghasilkan instalasi tanah dan sejumlah lukisan yang ‎berasal dari riset yang memadai dan relevan untuk tema yang disepakati.</p>
<blockquote>
<h6>‎<strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/pembatalan-pameran-lukisan-gejala-pemasungan-terhadap-karya-seni/">Pembatalan Pameran Lukisan Gejala Pemasungan Terhadap Karya Seni</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Namun, lanjut dia, ‎terdapat 2 karya yang menggambarkan opini seniman tentang praktik kekuasaan. Ia mengaku sudah menyampaikannya kepada Yos Suprapto.</p>
<p>‎“Karya tersebut tidak sejalan dengan tema kuratorial dan berpotensi merusak fokus terhadap pesan yang sangat kuat dan bagus dari tema pameran,” ujarnya.</p>
<p>‎Suwarno menjelaskan, kedua karya tersebut &#8216;terdengar&#8217; seperti makian s‎emata dan terlalu vulgar sehingga kehilangan metafora yang merupakan salah satu kekuatan utama seni dalam menyampaikan perspektifnya.<br />
“Saya tidak menyetujui dua karya tersebut untuk dipajang dalam pameran ini,” katanya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, seniman Yos Suprapto tetap mempertahankan keinginannya untuk memamerkan 2 karya tersebut. Perbedaan pendapat ini terjadi selama proses kurasi.</p>
<p>“[Kurasi] yang dimulai secara intensif sejak ‎bulan Oktober 2024) hingga hari H pembukaan pameran, 19 Desember 2024,” katanya.</p>
<p>Menurut dia,‎ Karena tidak ada kesepahaman yang berhasil dicapai, ia menyampaikan kepada Yos Suprapto disaksikan oleh rekan-rekan dari Galeri Nasional Indonesia bahwa sangat menghargai pendapat Yos Suprapto.</p>
<p>“Namun saya tetap memutuskan mundur sebagai kurator pameran, suatu niatan yang pertama kali saya sampaikan kepada seniman pada tanggal 16 Desember 2024,” ujarnya.</p>
<p>Suwarno mengatakan, baginya, kurator bertanggung jawab terhadap kesesuaian antara tema yang disepakati dengan materi pameran.</p>
<p>“Bagi saya, sebagai seorang kurator, pendapat s‎aya penting untuk dipertimbangkan oleh seniman,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, pernyataan pengunduran diri sebagai kurator tidak bermaksud untuk menghentikan pameran.</p>
<p>Lebih lanjut Suwarno menyampaikan, ‎kompleksitas persoalan ini tidak dapat dirangkum hanya dalam satu lembar pernyataan untuk menjelaskan persoalan.</p>
<p>“Namun saya berharap klarifikasi ini dapat membantu memberi gambaran yang lebih jelas tentang situasi yang terjadi,” kata dia.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-soal-pembatalan-pameran-yos-suprapto-versi-kurator/">Ini Penjelasan soal Pembatalan Pameran Yos Suprapto Versi Kurator</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-penjelasan-soal-pembatalan-pameran-yos-suprapto-versi-kurator/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Galnas Bredel Pameran Tunggal Yos Suprapto‎ Tuai Kecaman</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/galnas-bredel-pameran-tunggal-yos-suprapto-tuai-kecaman/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/galnas-bredel-pameran-tunggal-yos-suprapto-tuai-kecaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 13:33:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mozaik]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Bredel Pameran Tunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Galeri Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Galnas]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pelukis Yos Suprapto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5885</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Pembatalan pameran lukisan tunggal karya Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/galnas-bredel-pameran-tunggal-yos-suprapto-tuai-kecaman/">Galnas Bredel Pameran Tunggal Yos Suprapto‎ Tuai Kecaman</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> ‎Pembatalan pameran lukisan tunggal karya Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan” di Galeri Nasional (Galnas), Jakarta, menuai berbagai kecaman.</p>
<p>Para pengunjung yang sudah bersiap untuk menikmati karya-karya Yos Suprapto yang dijadwalkan dibuka pada Kamis malam, (19/12), harus kecewa.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/mari-rayakan-keindahan-budaya-di-festival-indonesia-bertutur-2024/">Mari Rayakan Keindahan Budaya di Festival Indonesia Bertutur 2024</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Mereka gagal menikmati karya seni<br />
dalam pameran yang telah dipersiapkan sejak setahun terakhir karena pintu masuk ke ruangan dikunci. Bahkan, pihak Galnas menggrendel pintu utama dan mematikan lampu.</p>
<p>Yos dalam keterangan diterima pada Jumat, (20/12), mengatakan, pembatalan itu tejadi karena pihak kurator yang‎ ditunjuk Galnas, Suwarno Wisetrotomo, meminta agar 5 dari 30 lukisan harus dicopot atau diturunkan.</p>
<p>Yos menolak memenuhi permintaan tersebut. Pasalnya, kelima lukisan tersebut berkaitan dengan sosok yang pernah sangat populer di masyarakat Indonesia.</p>
<p>Ia menjelaskan, jika kelima lukisan tersebut diturunkan, maka ia akan membatalkan pameran secara keseluruhan dan membawa pulang seluruh lukisan pulang ke Yogyakarta.</p>
<p>“Saya tidak mau lagi berurusan dengan Galeri Nasional dan Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.</p>
<p>‎‎Sementara itu, Eros Djarot yang bakal membuka acara menilai permintaan tersebut merupakan rasa khawatir yang berlebihan dari kurator.</p>
<p>“Saya rasa itu ekspresi kurator yang takut secara berlebihan,” ujarnya.</p>
<p>‎Adapun fotografer professional dan juga pengamat seni, Oscar Motulloh, menilai ini merupakan bentuk pembredelan pameran karya seni rupa pertama di era Pemerintahan Prabowo Subianto.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/galnas-bredel-pameran-tunggal-yos-suprapto-tuai-kecaman/">Galnas Bredel Pameran Tunggal Yos Suprapto‎ Tuai Kecaman</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/galnas-bredel-pameran-tunggal-yos-suprapto-tuai-kecaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-02 18:50:28 by W3 Total Cache
-->