<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hilmar Farid Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/hilmar-farid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/hilmar-farid/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Aug 2024 01:39:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Hilmar Farid Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/hilmar-farid/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indonesia-Australia Berkolaborasi Dorong Pertukaran Pengetahuan Antar Profesional Museum</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/indonesia-australia-berkolaborasi-dorong-pertukaran-pengetahuan-antar-profesional-museum/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/indonesia-australia-berkolaborasi-dorong-pertukaran-pengetahuan-antar-profesional-museum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 01:39:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hilmar Farid]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Heritage Agency]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2647</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Indonesian Heritage Agency (IHA) bekerja sama dengan Southeast Asia Museum Services (SEAMS)...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/indonesia-australia-berkolaborasi-dorong-pertukaran-pengetahuan-antar-profesional-museum/">Indonesia-Australia Berkolaborasi Dorong Pertukaran Pengetahuan Antar Profesional Museum</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Indonesian Heritage Agency (IHA) bekerja sama dengan Southeast Asia Museum Services (SEAMS) baru-baru ini sukses menyelenggarakan kegiatan seminar internasional bertajuk “Penelitian Provenans, Restitusi, dan Komunitas: Perspektif dari Indonesia dan Australia.”</p>
<p>Diketahui, acara tersebut merupakan bagian dari Australia-Indonesia Museum (AIM) Project yang bertujuan mengembangkan kemitraan jangka panjang antar profesional museum di Indonesia dan Australia melalui serangkaian pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan pameran yang dikuratori bersama.</p>
<p>Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibudristek), Hilmar Farid menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengembangkan museum sebagai pusat pengetahuan dan pendidikan. “Kemitraan antara Indonesia dan Australia melalui AIM Project adalah langkah maju yang signifikan dalam memperkuat pertukaran budaya dan pengetahuan, serta mendukung pengembalian objek budaya ke komunitas asalnya,” ujar Hilmar Farid.</p>
<p>Dihadiri lebih dari 150 peserta yang terdiri dari profesional museum, penggiat seni dan budaya, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum, kegiatan seminar internasional ini juga bertujuan mengeksplorasi perspektif para akademisi dan praktisi museum dari Indonesia dan Australia tentang cara menghubungkan kembali objek museum dan koleksi dengan asal usulnya, terutama setelah dampak kolonial.</p>
<p>Research Professor, Cultural Heritage and Museum Studies, Deakin University, Prof. Gaye Sculthorpe mengatakan, penelitian provenans memainkan peran kunci dalam proses dekolonisasi praktik museum dengan memulihkan koneksi objek dengan komunitas asal, lokasi, dan konteksnya.</p>
<p>“Selain itu, penelitian ini juga memberikan kesempatan unik untuk menciptakan pengetahuan kolaboratif antara institusi dan komunitas di seluruh dunia, khususnya dalam konteks restitusi objek. Dengan melibatkan komunitas asal, kita dapat memberikan konteks yang lebih kaya dan otentik terhadap koleksi museum,” ucap Gaye.</p>
<p>Seminar ini merupakan langkah awal dari serangkaian kegiatan dalam AIM Project yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan profesional, dan pameran bersama yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kolaborasi antara museum di kedua negara.</p>
<p>AIM Project didanai oleh Institut Australia-Indonesia dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Selain melibatkan kolaborasi antara IHA dan SEAMS, kegiatan AIM Project juga melibatkan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Universitas Deakin, Western Australia Museum (WAM), dan sejumlah museum mitra di Indonesia.</p>
<p>Melalui kolaborasi tersebut, IHA berkomitmen terus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar profesional di lingkungan museum dan cagar budaya secara konsisten dan berkelanjutan. “Kami berharap AIM Project dapat terus dijalankan dan menjadi model kolaborasi yang sukses dan memberikan dampak positif bagi museum di Indonesia dan Australia,” tutup Hilmar.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/indonesia-australia-berkolaborasi-dorong-pertukaran-pengetahuan-antar-profesional-museum/">Indonesia-Australia Berkolaborasi Dorong Pertukaran Pengetahuan Antar Profesional Museum</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/indonesia-australia-berkolaborasi-dorong-pertukaran-pengetahuan-antar-profesional-museum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Rayakan Keindahan Budaya di Festival Indonesia Bertutur 2024</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/mari-rayakan-keindahan-budaya-di-festival-indonesia-bertutur-2024/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/mari-rayakan-keindahan-budaya-di-festival-indonesia-bertutur-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 13:51:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Indonesia Bertutur]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hilmar Farid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2413</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media,...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mari-rayakan-keindahan-budaya-di-festival-indonesia-bertutur-2024/">Mari Rayakan Keindahan Budaya di Festival Indonesia Bertutur 2024</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>J</strong><strong>akarta, Indonesiawatch.id</strong> – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, mengajak masyarakat menjelajahi dan merasakan keindahan pengalaman seni dan budaya Indonesia di acara Mega Festival Seni Budaya Indonesia Bertutur (Intur) 2024 pada 7-18 Agustus mendatang.</p>
<p>Bertempat di Ubud, Bali, Festival Intur 2024 yang mengusung tema “Subak: Harmoni dengan Pencipta, Alam, dan Sesama” akan menghadirkan 120 karya seni pertunjukan, seni rupa, film, hingga seni media yang inspiratif. Festival ini diperuntukkan gratis bagi publik dan akan melibatkan 900 pelaku seni budaya seperti: Dian Sastro, Diskoria, Garin Nugroho, Barasuara dan lainnya.</p>
<p>Indonesia Bertutur tahun ini merupakan edisi kedua setelah edisi perdana digelar di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 2022. Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Hilmar Farid, menekankan pentingnya festival ini dalam memperkuat keterkaitan antara masyarakat dan warisan budayanya.</p>
<p>Hilmar menyatakan, Indonesia kaya akan budaya, baik yang bersifat tangible maupun intangible. Warisan budaya tersebut menyimpan banyak kearifan masa lalu dari nenek moyang kita. “Namun, perlu digaris bawahi tak berhenti di masa lalu, kita juga harus menjadikan kearifan masa lalu tersebut sebagai inspirasi untuk menghadapi tantangan masa depan dan membangun kehidupan yang berkelanjutan,” kata Hilmar.</p>
<p>Ia melanjutkan Intur juga menghadirkan kesenian serta kebudayaan yang dapat dilihat relevansinya antara kearifan masa lalu dan kehidupan masa kini. “Intur hadir untuk menerjemahkan kekayaan pengetahuan tradisional ke dalam bentuk seni kontemporer yang lebih mudah dinikmati masyarakat. Melalui festival ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan kedekatan dengan kekayaan budaya Indonesia.”</p>
<p>Filosofi Subak yang diusung dalam Indonesia Bertutur mengajarkan tentang keseimbangan hubungan antara manusia dengan pencipta, alam, dan sesama. Nilai-nilai itu sangat relevan di tengah tantangan zaman sekarang. Selain itu, sistem Subak sendiri telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada 2012, yang semakin menegaskan pentingnya untuk terus merawat dan menghidupkan warisan budaya.</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Direktur Festival Indonesia Bertutur 2024, Taba Sanchabakhtiar, mengatakan bahwa dirinya berharap festival dapat memberikan pengalaman baru kepada seluruh masyarakat yang akan hadir dalam mengeksplorasi keanekaragaman seni dan budaya bangsa.</p>
<p>“Dengan didukung oleh segala aspek, mulai dari desain kawasan di tiga lokasi, keterlibatan lebih dari 900 pelaku budaya yang saling berkolaborasi, hingga terdapat 100 karya yang akan dihadirkan, diharapkan festival ini dapat membangun dialog serta menggali inspirasi dari sumber pengetahuan lokal serta warisan budaya Indonesia,” pungkas Taba.</p>
<p>Festival Indonesia Bertutur 2024 akan menawarkan delapan program utama yang memukau dan menginspirasi:</p>
<ol>
<li><strong>Kathanaya</strong> – Seni tutur yang mencakup nilai-nilai kearifan lokal dan sejarah bangsa Indonesia.</li>
<li><strong>Visaraloka</strong> – Eksibisi Expanded Media dan Seni Performans.</li>
<li><strong>Ekayana dan Anarta</strong> – Panggung seni pertunjukan yang memukau.</li>
<li><strong>Layarambha</strong> – Seni gerak dan tari dalam bingkai sinematografi.</li>
<li><strong>Samaya Sastra</strong> – Program sastra dan pembacaan puisi.</li>
<li><strong>Kiranamaya</strong> – Eksplorasi seni Video Mapping dan instalasi cahaya.</li>
<li><strong>Virama</strong> – Panggung senja dengan pertunjukan hiburan dan musik.</li>
</ol>
<p>Selama 12 hari pelaksanaan, Indonesia Bertutur terbuka secara gratis dan terbuka untuk umum di delapan lokasi yang tersebar di Bali. Pada 7 Agustus 2024, Maha Wasundari &#8211; Seremoni dan Pertunjukan Pembukaan akan digelar di Lapangan Chandra Muka Batubulan. Sementara rangkaian program di Ubud akan dimulai pada tanggal 8-18 Agustus.</p>
<p>Lima lokasi penyelenggaraan di antaranya Neka Art Museum, Museum Puri Lukisan, ARMA Museum dan Resort, Setia Darma House of Mask and Puppets, serta Tonyraka Art Lounge. Sementara itu, rangkaian kegiatan pertunjukkan di Pulau Peninsula, Nusa Dua, akan berlangsung sejak 14-18 Agustus 2024.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mari-rayakan-keindahan-budaya-di-festival-indonesia-bertutur-2024/">Mari Rayakan Keindahan Budaya di Festival Indonesia Bertutur 2024</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/mari-rayakan-keindahan-budaya-di-festival-indonesia-bertutur-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-02 17:46:41 by W3 Total Cache
-->