<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesian Heritage Agency Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/indonesian-heritage-agency/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/indonesian-heritage-agency/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Sep 2024 09:31:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Indonesian Heritage Agency Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/indonesian-heritage-agency/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Museum Benteng Vredeburg Hadirkan Ruang Inklusif, Ramah Bagi Kelompok Rentan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/museum-benteng-vredeburg-hadirkan-ruang-inklusif-ramah-bagi-kelompok-rentan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/museum-benteng-vredeburg-hadirkan-ruang-inklusif-ramah-bagi-kelompok-rentan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 09:31:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Mahendra]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Heritage Agency]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Benteng Vredeburg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, Indonesiawatch.id  – Inklusivitas merupakan aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat. International Council of Museums (ICOM)...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/museum-benteng-vredeburg-hadirkan-ruang-inklusif-ramah-bagi-kelompok-rentan/">Museum Benteng Vredeburg Hadirkan Ruang Inklusif, Ramah Bagi Kelompok Rentan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta,</strong><strong> Indonesiawatch.id</strong><strong>  </strong>– Inklusivitas merupakan aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat. International Council of Museums (ICOM) menekankan peningkatan aksesibilitas di museum-museum dunia sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.</p>
<p>Merujuk hal tersebut, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang merupakan unit museum dari Indonesian Heritage Agency (IHA) memperkuat komitmennya untuk menciptakan ruang publik yang inklusif dan ramah bagi semua kelompok masyarakat. Salah satunya menghadirkan berbagai fasilitas dan program bagi kelompok rentan.</p>
<p>Hal tersebut bertujuan untuk memastikan pengalaman yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung disabilitas, lansia, ibu hamil dan menyusui, anak-anak, masyarakat kurang mampu secara ekonomi, serta kelompok rentan lainnya.</p>
<p>Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra mengatakan, menghadirkan fasilitas dan program yang inklusif untuk kelompok rentan merupakan salah satu fokus IHA untuk menjadikan museum sebagai publik yang inklusif, nyaman dan aman bagi semua.</p>
<p>“Hal tersebut juga diwujudkan melalui konsep reimajinasi museum khususnya pilar <em>redesigning</em> melalui upaya revitalisasi museum yang sudah berjalan di Museum Benteng Vredeburg, dan juga pilar <em>reprogramming</em> dengan menghadirkan program publik museum yang menyenangkan dan dapat dinikmati oleh seluruh kalangan,” kata Ahmad Mahendra.</p>
<p>Setelah melalui proses revitalisasi, Museum Benteng Vredeburg memperkenalkan serangkaian fasilitas khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dengan berbagai keterbatasan. Di antaranya parkir khusus yang dekat dengan pintu masuk, toilet yang dirancang untuk disabilitas, loket prioritas yang memastikan kemudahan akses, serta jalur pemandu (<em>guiding block</em>) dan jalur landai yang memungkinkan mobilitas lebih mudah di seluruh area museum.</p>
<p>Museum juga menyediakan ruang anak, ruang laktasi, dan ruang tenang, yang dirancang untuk memastikan kenyamanan bagi keluarga dan individu yang membutuhkan waktu beristirahat selama berkunjung.</p>
<p>Selain itu, museum juga menyediakan alat bantu mobilitas seperti kursi roda, tongkat, kruk, dan <em>buggy car</em> untuk memastikan bahwa setiap sudut museum dapat diakses oleh semua orang. Untuk memfasilitasi komunikasi, tersedia berbagai alat seperti: kaca pembesar, teknologi<em> speech to text</em> dan <em>text to speech</em>, buku panduan berhuruf braille, TOA (pengeras suara), serta <em>miniboard</em> yang memudahkan pengunjung untuk mendapatkan informasi dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka.</p>
<p>Petugas museum yang mengenakan rompi merah bertuliskan “Sigap Keren” selalu siap membantu pengunjung dari kelompok rentan, memastikan bahwa mereka dapat menikmati seluruh fasilitas dengan aman dan nyaman.</p>
<p>Sebagai bagian dari inovasi layanan publik, Museum Benteng Vredeburg juga meluncurkan program ‘Jebol Keran’ (Jemput Bola bagi Kelompok Rentan), yang bertujuan untuk memudahkan akses kelompok rentan ke museum.</p>
<p>Program ini menawarkan penjemputan gratis dari sekolah atau tempat yang disepakati, tiket masuk tanpa biaya, pemanduan khusus di museum, dan pengantaran kembali ke sekolah, memastikan bahwa kunjungan ke museum menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.</p>
<p>Dilaksanakan sekali dalam sebulan, program ini khusus ditujukan bagi kelompok rentan disabilitas dan lansia di wilayah Yogyakarta, menegaskan peran Museum Benteng Vredeburg sebagai pionir dalam menciptakan ruang publik yang inklusif dan ramah bagi semua.</p>
<p>Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M. Rosyid Ridlo, mengatakan bahwa adanya fasilitas dan program yang inklusif merupakan bagian dari upaya Museum Benteng Vredeburg untuk terus relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa setiap orang, tanpa terkecuali, dapat menikmati Museum Benteng Vredeburg dengan pengalaman yang menyenangkan. Dengan menghadirkan fasilitas yang inklusif, kami berharap semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati rekreasi dan edukasi sejarah bangsa yang menyenangkan, aman, dan nyaman di museum,” kata M. Rosyid.</p>
<p>Untuk mendukung fasilitas dan program yang inklusif, Museum Benteng Vredeburg juga telah membekali seluruh pegawai museum dengan pelatihan sensitivitas disabilitas untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada pengunjung disabilitas.</p>
<p>Pelatihan ini meliputi materi tentang empati, regulasi hak disabilitas, ragam disabilitas, serta teknik komunikasi dengan beragam jenis disabilitas, yang disampaikan oleh ahli di bidang pendidikan luar biasa.</p>
<p>“Ke depan, museum juga berencana mengadakan pelatihan bahasa isyarat untuk menghilangkan hambatan komunikasi dengan pengunjung disabilitas rungu/wicara,” pungkas M. Rosyid Ridlo.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/museum-benteng-vredeburg-hadirkan-ruang-inklusif-ramah-bagi-kelompok-rentan/">Museum Benteng Vredeburg Hadirkan Ruang Inklusif, Ramah Bagi Kelompok Rentan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/museum-benteng-vredeburg-hadirkan-ruang-inklusif-ramah-bagi-kelompok-rentan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konferensi Pemikiran Islam Indonesia: Mengkaji Teologi Politik dan Konsep Negara</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/konferensi-pemikiran-islam-indonesia-mengkaji-teologi-politik-dan-konsep-negara/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/konferensi-pemikiran-islam-indonesia-mengkaji-teologi-politik-dan-konsep-negara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2024 10:52:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Mahendra]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Heritage Agency]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3054</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jombang, Indonesiawatch.id – Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari di bawah naungan Indonesian Heritage Agency...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/konferensi-pemikiran-islam-indonesia-mengkaji-teologi-politik-dan-konsep-negara/">Konferensi Pemikiran Islam Indonesia: Mengkaji Teologi Politik dan Konsep Negara</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jombang, </strong><strong>Indonesiawatch.id</strong> – Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari di bawah naungan Indonesian Heritage Agency (IHA) membuka Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024. Konferensi yang berlangsung pada 23-24 Agustus 2024 tersebut bertujuan menganalisis dan mendiskusikan hubungan antara Islam dan konsep negara bangsa Indonesia, serta mengkaji kontribusi teologi politik yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh besar seperti: KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).</p>
<p>Islam dan Indonesia memiliki hubungan yang erat dalam sejarah pemikiran dan politik pasca kolonialisme. Dalam bernegara, Islam menjadi salah satu sumber motivasi yang berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku sosial politik. Pengaruh Islam tidak hanya terlihat dalam aspek keagamaan, tetapi juga tercermin dalam berbagai kebijakan dan gerakan politik yang mengarahkan perkembangan negara.</p>
<p>Selain itu, peran tokoh-tokoh Islam dalam sejarah Indonesia, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid, telah menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan dalam konsep negara bangsa yang inklusif dan demokratis.</p>
<p>Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra menyatakan, Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024 merupakan momen yang penting untuk mengkaji dan memahami kontribusi besar yang diberikan oleh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid dalam membangun pondasi negara bangsa yang demokratis dan inklusif.</p>
<p>“Konferensi ini juga merupakan contoh nyata dari implementasi tiga pilar utama Indonesian Heritage Agency (IHA), yaitu <em>Reprogramming</em>, <em>Redesigning</em>, dan <em>Reinvigorating</em>, yang bertujuan menjadikan museum sebagai ruang inklusi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang sejarah kebudayaan Indonesia,” kata Ahmad Mahendra dalam keterangan yang diterima <strong><em>Indonesiawatch.id</em></strong>.</p>
<p>Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024 dihadiri oleh para akademisi, cendekiawan, serta generasi muda mengangkat topik mengenai landasan teologis ulama dalam pembentukan negara bangsa dan aktualisasi pemikiran teologi kebangsaan bagi generasi muda. Topik yang diangkat bertujuan memberikan inspirasi kepada generasi muda dalam melanjutkan perjuangan mempertahankan konsep negara bangsa yang inklusif dan berkeadilan, seperti yang dicontohkan para ulama besar tersebut.</p>
<p>Ketua Tim Narasi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Inayah Wahid, menekankan pentingnya melanjutkan warisan pemikiran toleransi dan inklusivitas yang diajarkan Gus Dur.  Menurutnya, tugas generasi penerus adalah merawat dan melanjutkan perjuangan. “Konferensi ini bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga merupakan wujud komitmen kita untuk menjaga integritas dan kedaulatan bangsa dan memperkuat komitmen kolektif dalam mempertahankan nilai-nilai inklusivitas dan keadilan yang telah diajarkan oleh para ulama besar Indonesia,” kata Inayah.</p>
<p>Semenjak diresmikan di Desember 2018, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy&#8217;ari (MINHA) menjadi sarana dan tempat edukasi yang penting bagi masyarakat untuk memahami dan mengapresiasi nilai-nilai Islam, sejarah, serta kontribusi para ulama dalam membangun bangsa, sekaligus mendorong pembelajaran yang inklusif dan relevan untuk generasi saat ini dan mendatang. Museum ini memberikan pengalaman partisipatif bagi pengunjung, komunitas, organisasi, dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia, dengan menghadirkan keragaman sebagai wujud toleransi.</p>
<p>Kepala Unit Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Wicaksono mengatakan, museum didirikan untuk menjadi pusat pendidikan dan pengkajian nilai-nilai Islam yang inklusif, seperti yang diajarkan KH Hasyim Asy’ari dan para tokoh lainnya. “Kami berharap konferensi ini dapat menganalisis, mendiskusikan, dan memperkaya pemahaman para peserta tentang kontribusi tokoh-tokoh Islam dalam membangun konsep negara bangsa yang inklusif dan demokratis, serta relevansi teologi politik yang mereka kembangkan dalam konteks modern,” tutur Wicaksono.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/konferensi-pemikiran-islam-indonesia-mengkaji-teologi-politik-dan-konsep-negara/">Konferensi Pemikiran Islam Indonesia: Mengkaji Teologi Politik dan Konsep Negara</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/konferensi-pemikiran-islam-indonesia-mengkaji-teologi-politik-dan-konsep-negara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia-Australia Berkolaborasi Dorong Pertukaran Pengetahuan Antar Profesional Museum</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/indonesia-australia-berkolaborasi-dorong-pertukaran-pengetahuan-antar-profesional-museum/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/indonesia-australia-berkolaborasi-dorong-pertukaran-pengetahuan-antar-profesional-museum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 01:39:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hilmar Farid]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Heritage Agency]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2647</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Indonesian Heritage Agency (IHA) bekerja sama dengan Southeast Asia Museum Services (SEAMS)...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/indonesia-australia-berkolaborasi-dorong-pertukaran-pengetahuan-antar-profesional-museum/">Indonesia-Australia Berkolaborasi Dorong Pertukaran Pengetahuan Antar Profesional Museum</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Indonesian Heritage Agency (IHA) bekerja sama dengan Southeast Asia Museum Services (SEAMS) baru-baru ini sukses menyelenggarakan kegiatan seminar internasional bertajuk “Penelitian Provenans, Restitusi, dan Komunitas: Perspektif dari Indonesia dan Australia.”</p>
<p>Diketahui, acara tersebut merupakan bagian dari Australia-Indonesia Museum (AIM) Project yang bertujuan mengembangkan kemitraan jangka panjang antar profesional museum di Indonesia dan Australia melalui serangkaian pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan pameran yang dikuratori bersama.</p>
<p>Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibudristek), Hilmar Farid menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengembangkan museum sebagai pusat pengetahuan dan pendidikan. “Kemitraan antara Indonesia dan Australia melalui AIM Project adalah langkah maju yang signifikan dalam memperkuat pertukaran budaya dan pengetahuan, serta mendukung pengembalian objek budaya ke komunitas asalnya,” ujar Hilmar Farid.</p>
<p>Dihadiri lebih dari 150 peserta yang terdiri dari profesional museum, penggiat seni dan budaya, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum, kegiatan seminar internasional ini juga bertujuan mengeksplorasi perspektif para akademisi dan praktisi museum dari Indonesia dan Australia tentang cara menghubungkan kembali objek museum dan koleksi dengan asal usulnya, terutama setelah dampak kolonial.</p>
<p>Research Professor, Cultural Heritage and Museum Studies, Deakin University, Prof. Gaye Sculthorpe mengatakan, penelitian provenans memainkan peran kunci dalam proses dekolonisasi praktik museum dengan memulihkan koneksi objek dengan komunitas asal, lokasi, dan konteksnya.</p>
<p>“Selain itu, penelitian ini juga memberikan kesempatan unik untuk menciptakan pengetahuan kolaboratif antara institusi dan komunitas di seluruh dunia, khususnya dalam konteks restitusi objek. Dengan melibatkan komunitas asal, kita dapat memberikan konteks yang lebih kaya dan otentik terhadap koleksi museum,” ucap Gaye.</p>
<p>Seminar ini merupakan langkah awal dari serangkaian kegiatan dalam AIM Project yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan profesional, dan pameran bersama yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kolaborasi antara museum di kedua negara.</p>
<p>AIM Project didanai oleh Institut Australia-Indonesia dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Selain melibatkan kolaborasi antara IHA dan SEAMS, kegiatan AIM Project juga melibatkan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Universitas Deakin, Western Australia Museum (WAM), dan sejumlah museum mitra di Indonesia.</p>
<p>Melalui kolaborasi tersebut, IHA berkomitmen terus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar profesional di lingkungan museum dan cagar budaya secara konsisten dan berkelanjutan. “Kami berharap AIM Project dapat terus dijalankan dan menjadi model kolaborasi yang sukses dan memberikan dampak positif bagi museum di Indonesia dan Australia,” tutup Hilmar.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/indonesia-australia-berkolaborasi-dorong-pertukaran-pengetahuan-antar-profesional-museum/">Indonesia-Australia Berkolaborasi Dorong Pertukaran Pengetahuan Antar Profesional Museum</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/indonesia-australia-berkolaborasi-dorong-pertukaran-pengetahuan-antar-profesional-museum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-06-20 12:36:16 by W3 Total Cache
-->