<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jatam Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/jatam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/jatam/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Nov 2024 06:07:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Jatam Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/jatam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UI Tanggapi Keberatan Jatam Dicatut dalam Disertasi Bahlil</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 06:07:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Amelita Lusia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jatam]]></category>
		<category><![CDATA[menteri esdm]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4556</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Universitas Indonesia (UI) turut menanggapi pernyataan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/">UI Tanggapi Keberatan Jatam Dicatut dalam Disertasi Bahlil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id – </strong>Universitas Indonesia (UI) turut menanggapi pernyataan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang mengajukan keberatan kepada mereka atas pencatutan nama organisasinya dalam disertasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.</p>
<p>Diketahui, Bahlil Lahadalia meraih gelar doktor dalam program studi (Prodi) Kajian Strategik dan Global UI pada 16 Oktober 2024. Bahlil berhasil lulus dalam kurun waktu 1 tahun 8 bulan dengan predikat dengan pujian cumlaude.</p>
<p>Bahlil mengangkat disertasi berjudul “Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia”. Belakangan, Koordinator Jatam Melky Nahar Membeberkan bahwa lembaganya dicatut dalam disertasi doktoral Bahlil.</p>
<p>Seingatnya, Jatam hanya memberikan persetujuan untuk diwawancarai oleh seseorang bernama Ismi Azkya yang berprofesi sebagai peneliti di Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) pada 28 Agustus 2024 lalu. Ismi kala itu memperkenalkan diri ke Jatam sedang mengerjakan penelitian untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/"><span style="text-decoration: underline;">Jatam Protes! Dicatut jadi Narasumber Disertasi Bahlil</span></a></strong></p>
<p>Kepala Kantor Informasi Publik dan Humas UI Amelita Lusia menyatakan, pihaknya sudah menerima surat protes yang disampaikan oleh Jatam. Di mana Jatam menolak dimasukkan jadi informan utama di dalam disertasi Bahlil.</p>
<p>Amelita menekankan bahwa proses disertasi tersebut masih dapat direvisi. “Perlu kami informasikan bahwa setelah sidang ujian terbuka maka tahap selanjutnya yang dijalani Pak Bahlil adalah revisi naskah disertasi sesuai masukan dalam sidang tersebut,” ujar Amelita Lusia dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, 8 November 2024.</p>
<p>Menurutnya, masukan yang disampaikan Jatam layak menjadi perhatian terutama bagi pihak atau mahasiswa yang mengerjakan disertasi. “Apabila ada masukan seperti ini, tentu akan menjadi perhatian dan dilakukan perbaikan sebagaimana harusnya,” kata Amelita</p>
<p>Dirinya belum mengkonfirmasi apakah UI akan berkirim surat secara resmi kepada Bahlil mengenai keberatan yang disampaikan Jatam agar menjadi atensi dalam proses revisi disertasi tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Nasional Jatam, Melky Nahar, mengungkapkan pihaknya sudah melayangkan surat keberatan kepada pihak UI pada Kamis, 7 November 2024. Menurutnya, Jatam tidak pernah memberikan persetujuan kepada Bahlil untuk menjadi informan utama dalam disertasi yang disusunnya dalam rangka menyelesaikan program studi doktor di UI.</p>
<p>“Iya betul, kami kirim kemarin ke UI. Kami tidak pernah memberikan persetujuan, baik secara tertulis maupun lisan, untuk menjadi informan utama bagi disertasi tersebut,” kata Melky.</p>
<p>Melky menegaskan ketika Ismi Azkya mengajukan penelitian hingga proses wawancara, Jatam tidak diberikan informasi yang memadai bahwa wawancara tersebut adalah bagian proses penyelesaian disertasi Bahlil.</p>
<p>“Kami tidak diberi informasi yang layak dan memadai bahwa wawancara tersebut merupakan salah satu proses penelitian bagi disertasi Bahlil Lahadalia,” Melky menjelaskan.</p>
<p>Selain itu, Ismi juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan penelitiannya, hingga akhirnya terungkap bahwa nama Jatam dijadikan informasi utama dalam disertasi Bahlil.</p>
<p>“Surat penolakan ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian. Kami menuntut nama Jatam beserta seluruh informasi yang telah diberikan untuk dihapus dari disertasi tersebut,” kata Melky.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/">UI Tanggapi Keberatan Jatam Dicatut dalam Disertasi Bahlil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jatam Protes! Dicatut jadi Narasumber Disertasi Bahlil</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 11:37:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Disertasi Doktoral UI]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jatam]]></category>
		<category><![CDATA[Melky Nahar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4481</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Melky Nahar mengungkapkan bahwa lembaganya dicatut dalam disertasi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/">Jatam Protes! Dicatut jadi Narasumber Disertasi Bahlil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Melky Nahar mengungkapkan bahwa lembaganya dicatut dalam disertasi doktoral Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.</p>
<p>Dalam disertasi tersebut, nama Jatam “mejeng” sebagai informan utama disertasi doktoral Bahlil yang berjudul “Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia”.</p>
<p>Melky hanya geleng-geleng kepala saat mengetahui nama dirinya dan lembaganya dicatut dalam disertasi yang mengundang kehebohan publik tersebut.</p>
<p>“Kami tidak pernah memberikan persetujuan, baik secara tertulis maupun lisan, untuk menjadi informan utama bagi disertasi tersebut,” kata Melky Nahar dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis, 7 November 2024.</p>
<p>Melky kemudian menjelaskan duduk perkara polemik ini. Ia membeberkan Jatam hanya memberikan persetujuan untuk diwawancarai oleh seseorang bernama Ismi Azkya yang berprofesi sebagai peneliti di Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) pada 28 Agustus 2024 lalu.</p>
<p>Ismi kala itu memperkenalkan diri ke Jatam sedang mengerjakan penelitian untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain. Kepada Jatam, Ismi menyebut akan melakukan penelitian berkaitan dengan dampak hilirisasi nikel bagi masyarakat di wilayah tambang.</p>
<p>“Kami tidak diberi informasi yang layak dan memadai bahwa wawancara tersebut merupakan salah satu proses penelitian bagi disertasi Bahlil Lahadalia,” ujar Melky.</p>
<p>Usai tersiar agenda Sidang Terbuka Promosi Doktor Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) oleh Bahlil Lahadalia, ia mendapatkan kabar ada nama Jatam sebagai informan utama dalam disertasi Bahlil tersebut.</p>
<p>Selain itu, Melky turut juga menemukan <em>verbatim</em> yang menggambarkan isi percakapan antara dua pegiat Jatam dengan Ismi pada 28 Agustus 2024.</p>
<p>Merespons hal itu, dua pegiat Jatam berupaya meminta penjelasan kepada Ismi melalui sambungan telepon dan <em>WhatsApp</em> sehari setelah sidang terbuka doktoral Bahlil.</p>
<p>Ismi, lanjutnya, memberikan dua keterangan berbeda. Awalnya Ismi mengatakan sumber informasi dari Jatam tidak digunakan untuk disertasi Bahlil melalui sambungan telepon.</p>
<p>Namun, belakangan Ismi meminta maaf kepada pegiat Jatam yang menghubungi via WhatsApp.</p>
<p>“<em>Sebelumnya mohon maaf, Kak, saya kurang paham sejauh itu karena saya hanya diminta untuk bantu wawancara. Untuk penjelasan lebih jelas bisa hubungi kontak berikut Kak</em>,” kata Melky meniru pesan Ismi. Ismi kemudian memberikan kontak seseorang tanpa menjelaskan identitas kontak tersebut lebih lanjut.</p>
<p>Usai percakapan tersebut, Ismi memblokir kontak kedua pegiat Jatam yang menghubunginya.</p>
<p>Karena itu, Melky menegaskan tindakan yang dilakukan Ismi dan Bahlil Lahadalia merupakan bentuk penipuan intelektual yang mencederai integritas dan marwah pendidikan Indonesia.</p>
<p>“Kami menduga Ismi merupakan bagian dari praktik perjokian karya ilmiah untuk kepentingan disertasi Bahlil Lahadalia. Ini melanggar Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 dan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” kata Melky.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/">Jatam Protes! Dicatut jadi Narasumber Disertasi Bahlil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-25 10:12:25 by W3 Total Cache
-->