<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>longsor Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/longsor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/longsor/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jan 2025 07:41:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>longsor Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/longsor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 07:41:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[lampung]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/">BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Provinsi Lampung dan Jawa Tengah (Jateng).</p>
<p>‎“Ini guna percepatan penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda dua provinsi tersebut,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB di Jakarta, Jumat, (24/1).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/antisipasi-bencana-hidrometeorologi-bmkg-koordinasi-pemda-hingga-modifikasi-cuaca/">Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BMKG Koordinasi Pemda ‎hingga Modifikasi Cuaca</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Abdul Muhari menjelaskan, operasi modifikasi cuaca di Lampung dan Jateng berlangsung sejak Kamis kemarin, (23/1), dan kembali dilakukan pada hari ini.</p>
<p>“OMC di Provinsi Lampung direncanakan akan berlangsung dalam lima sorti penerbangan,” katanya.</p>
<p>Pada Kamis kemarin, lanjut dia, operasi yang dipusatkan di Bandara Radin Inten II ini telah melakukan penerbangan sebanyak dua sorti. Seberat 2.000 kg Natrium Klorida (NaCl) disemai di langit &#8216;Gerbang Pulau Sumatra&#8217;.</p>
<p>Pesawat bernomor lambung PK-SNG akan kembali melangit pada hari ini. Penyemaian awan menggunakan garam ini ditujukan pada awan-awan yang berpotensi terjadi hujan lebat di wilayah Lampung.</p>
<p>Tujuannya, hujan dapat diredistribusikan agar tidak turun di wilayah yang sedang dalam masa penanganan darurat pascabanjir besar yang melanda beberapa lokasi seperti di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dan Lampung Timur, serta Kota Bandar Lampung, pada awal pekan lalu.</p>
<p>Selain di Provinsi Lampung, BNPB juga melakukan OMC di wilayah Jateng. Ini dilakukan guna mendukung penanganan darurat bencana longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Kendal, Batang, dan Demak.</p>
<p>“Di Pekalongan, tim gabungan hingga hari ini masih melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban hilang akibat longsor di Kecamatan Petungkriyono,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, kata Abdul Muhari, prakiraan cuaca BMKG memantau pertumbuhan awan hujan di Provinsi Jateng pada 23 Januari 2025 didominasi oleh awan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.</p>
<p>“Kondisi tersebut menunjukkan peluang terjadinya hujan di wilayah sekitar Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi,” katanya.</p>
<p>Pada Kamis (23/1), pesawat carravan bernomor lambung PK-SNN telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pertama selama 4 jam 18 menit. Sebanyak 2.000 kg NaCl disemai di atas perairan laut utara Jawa Tengah. Penerbangan dilakukan dengan ketinggian 8.000 feet.</p>
<p>Pelaksanaan OMC di Jawa Tengah rencananya akan dilaksanakan hingga Jumat (24/1). Posko OMC Jateng berpusat di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/">BNPB ‎Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Lampung</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca-di-jateng-dan-lampung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Warga Batam Tertimbun Longsor</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 01:16:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Timbun Empat Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6557</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – ‎Tiga warga Kelurahan Tiban Batu, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, meningga...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/">Empat Warga Batam Tertimbun Longsor</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> ‎Tiga warga Kelurahan Tiban Batu, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, meningga dunia tertimbun longsor.</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ‎Abdul Muhari, dalam keterangan dikutip pada Selasa, (14/1), menyampaikan, mereka tengah beristirahat di rumahnya.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/banjir-longsor-terjang-soppeng-satu-warga-hilang-dan-rumah-hanyut/">Banjir-Longsor Terjang Soppeng, Satu Warga Hilang dan Rumah Hanyut</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Longsor menimpa rumah mereka pada Senin dini hari, (13/1), sekitar pukul 01.30 WIB.‎ Adapun satu orang lainnya dalam pencarian oleh tim SAR.</p>
<p>Selain itu, ‎sebanyak 5 orang harus dilarikan ke Rumah Sakit BP Batam dan 8 jiwa mengungsi atas peristiwa longsor yang terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi dan kondisi tanah labil itu.</p>
<p>Selain korban jiwa, kata Abul Muhari, tanah longsor juga menyebabkan lima rumah milik lima kepala keluarga rusak berat karena tertimbun material longsor.</p>
<p>Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP bersama relawan dan perangkat kelurahan setempat bersama-sama melakukan upaya pencarian.</p>
<p>Pada Senin sore, korban ketiga berhasil ditemukan dan masih tersisa satu warga yang belum berhasil ditemukan. Tim juga mengerahkan alat berat dalam proses pencarian dan pertolongan tersebut.</p>
<p>Sementara itu, pada hari yang sama, berdasarkan informasi cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kota Batam dan sekitarnya masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan disertai petir hingga dua hari ke depan.</p>
<p>Merujuk pada informasi tersebut, masyarakat diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk mengantisipasi bencana susulan.</p>
<p>“Monitoring sungai dan tebing harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi di lapangan,” katanya.</p>
<p>Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari dua jam, warga yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng tebing direkomendasikan untuk mengungsi sementara hingga situasi dianggap aman oleh pihak terkait.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/">Empat Warga Batam Tertimbun Longsor</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/empat-warga-batam-tertimbun-longsor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada, BMKG Praperkirakan Sejumlah Wilayah Ini Dilanda Cuaca Ekstreem</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 06:44:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebar]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ektreem...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/">Waspada, BMKG Praperkirakan Sejumlah Wilayah Ini Dilanda Cuaca Ekstreem</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> <span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bmkg.go.id/">Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)</a></span> mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ektreem di berbagai daerah, terutama jika akan bepergian atau berlibur ke suatu daerah.</p>
<p>Kepala BMKG, ‎Dwikorita Karnawati, pada Minggu, (22/12), menyampaikan, pihaknya terus memonitor pemicu terjadinya peningkatan curah hujan yang tinggi dan masih aktif, khususnya jelang dan puncak musim hujan di berbagai daerah yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-sejumlah-langkah-antisipasi-bencana-cuaca-ekstrem-di-jobodetabek/">Pemerintah Siapkan Sejumlah Langkah ‎Antisipasi Bencana Cuaca Ekstrem di Jobodetabek</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Ia menjelaskan, potensi terjadinya curah hujan yang cukup tinggi tersebut diperparah dengan masuknya udara dingin dari fenomena iklim global, yaitu pendinginan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.</p>
<p>‎“Jadi kami memonitor peningkatan indeks seruakan yang melintasi Equator itu angkanya semakin meningkat sehingga perlu adanya kewaspadaan,” ujarnya.</p>
<p>Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan terutama di sejumlah wilayah di Indonesia, di antaranya Pulau Jawa dan Bali yang berpotensi diguyur hujan lebat. Kemudian di Sumatera bagian barat dan tengah yang juga mempunyai potensi yang sama.</p>
<p>“Itu juga potensi curah hujan tinggi yang dapat mengakibatka banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya di Pulau Kalimantan bagian tengah dan selatan. Wilayah tersebut dipraperkirakan terjadi genangan di dataran rendah akibat intensitas hujan yang meningkat.‎ Ini juga berpotensi di Sulwesi bagian tengah dan selatan.</p>
<p>“Kami memprakirakan potensi hujan lebat yang dapat memengaruhi jalur transportasi dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Potensi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu berbagai bencana di sejumlah daerah itu dipraperkirakan secara khusus terjadi 2 sampai 7 hari ke depan.</p>
<p>“‎Secara umum, potensi [cuaca] ekstreem ini masih bisa berlangsung hingga puncak musim hujan di bulan Januari sebagian wilayah Indonesia dan juga di bulan Februari,” katanya.</p>
<p>“Secara umum sampai Januari-Februari, namun secara khusus ini 2 hingga 7 hari ke depan karena fenomena atmosfer yang dinamis dan saling menguatkan,” ucapnya menambahkan.</p>
<p>Cuaca eksterm tersebut bisa mengganggu atau menghambat aktivitas ‎warga di daerah atau wilayah yang terdampak cuaca ekstreem tersebut. ‎</p>
<p>“Kebetulan saya sendiri pernah mengalami ya, kalau hujan lebat itu jarak pandang menjadi terganggu. Kita jadi agak harus hati-hati dan licin ya, apalagi kalau jalannya tidak mendukung. Itu yang testimoni pribadi semacam itu,‎” ucapnya.</p>
<p>Dwikorita menympaian, tentutnya BMKG tidak ingin kodisi tersebut juga dialami oleh masyarakat. “Belum lagi kalau disertai angin kencang dan kilat petir. Itu yang dapat mengganggu,” ujarnya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/">Waspada, BMKG Praperkirakan Sejumlah Wilayah Ini Dilanda Cuaca Ekstreem</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/waspada-bmkg-praperkirakan-sejumlah-wilayah-ini-dilanda-cuaca-ekstreem/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Identifikasi Lahan untuk Relokasi Korban Bencana di Sukabumi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pemerintah-identifikasi-lahan-untuk-relokasi-korban-bencana-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pemerintah-identifikasi-lahan-untuk-relokasi-korban-bencana-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Dec 2024 04:24:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Relokasi Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5657</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Indonesiawatch.id – Pemerintah tengah mengidentifikasi sejumlah lokasi untuk lahan relokasi warga Sukabumi terdampak becana banjir,...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-identifikasi-lahan-untuk-relokasi-korban-bencana-di-sukabumi/">Pemerintah Identifikasi Lahan untuk Relokasi Korban Bencana di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Indonesiawatch.id – </strong>Pemerintah tengah mengidentifikasi sejumlah lokasi untuk lahan relokasi warga Sukabumi terdampak becana banjir, longsor, tanah bergerak beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Kami sedang mengidentifikasi beberapa opsi lahan relokasi,” kata Suharyanto, Kepala <span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bnpb.go.id/">Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)</a></span> dalam keterangan dikutip pada Minggu, (15/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-pos-pengungsian-terpusat-di-sukabumi/">Pemerintah Siapkan Pos Pengungsian Terpusat di Sukabumi</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Ia menjelaskan, tanah atau lahan yang tengah diidentifikasi tersebut itu milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), Pemkab Sukabumi, hingga milik swasta.</p>
<p>“[Tanah] akan dibeli oleh pemerintah. Selain itu, kami juga akan membahas kemungkinan penggunaan lahan Perhutani untuk relokasi warga terdampak bencana,” ungkapnya.</p>
<p>‎Menurut Suharyanto, terdapat 129 Kepala Keluarga (KK) yang harus direlokasi sementara karena rumah mereka hancur dan berada di lokasi yang rawan.</p>
<p>Selain itu, lanjut dia, sebanyak 2.500 jiwa yang terdampak bencana juga harus segera direlokasi untuk memastikan keselamatan mereka.</p>
<p>“Proses relokasi ini membutuhkan penataan lahan yang matang, baik dari lahan milik pemerintah maupun swasta,” katanya.</p>
<p>Suharyanto menyampaikan pernyataan tersebut saat menyambangi‎ pos pengungsian di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, pada Jumat, (13/12), untuk memantau kondisi para pengungsi serta memberikan dukungan langsung dalam proses pemulihan pascabencana.</p>
<p>Suharyanto berdialog dengan para pengungsi untuk mendengarkan keluhan dan harapan mereka. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dan proses pemulihan berjalan dengan baik.</p>
<p>“Kami hadir di sini untuk mendengar langsung apa yang dibutuhkan para pengungsi, serta memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran,” ujarnya.</p>
<p>Selain berdialog, Suharyanto juga menyerahkan bantuan logistik secara simbolis kepada perwakilan pengungsi. Bantuan tersebut terdiri dari berbagai kebutuhan penting, seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan sanitasi yang diharapkan dapat meringankan beban pengungsi di pos pengungsian.</p>
<p>Penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata dari dukungan BNPB untuk mempercepat pemulihan dan membantu warga yang terdampak bencana.</p>
<p>Ia menegaskan pentingnya kerja sama berbagai instansi dan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Bersama-sama kita akan melalui masa-masa sulit ini, dan BNPB akan terus hadir untuk membantu mempercepat pemulihan,” katanya.</p>
<p>Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BNPB untuk memastikan bahwa para pengungsi mendapatkan perhatian maksimal dan proses pemulihan pascabencana berjalan dengan efektif.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB juga memberikan pernyataan terkait situasi pengungsi yang ada. Menurutnya, jalur transportasi ke wilayah terdampak bencana sudah terhubung dengan lebih baik, meskipun masih ada tantangan di beberapa lokasi.</p>
<p>“Kami terus memonitor perkembangan pemulihan infrastruktur, dan akses menuju pos pengungsian semakin lancar,” katanya. ‎</p>
<p>Usai menyambangi pos pengungsian di Desa Bantargadung, Suharyanto melanjutkan agenda kerjanya dengan menggelar rapat bersama Forkompida dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi serta jajaran Pemerintah Daerah di Pendopo Pelabuhan Ratu, Sukabumi.</p>
<p>Rapat ini bertujuan untuk membahas berbagai langkah pemulihan pascabencana dan koordinasi antarinstansi dalam memastikan distribusi bantuan dan pemulihan dapat berjalan dengan lancar.</p>
<p>Suharyanto menekankan pentingnya kerja sama antara BNPB, pemerintah daerah, serta aparat terkait dalam menangani dampak bencana yang ada.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat mempercepat pemulihan dan membantu masyarakat yang terdampak. Kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting dalam situasi seperti ini,” katanya.</p>
<p>Rapat ini juga membahas langkah-langkah lanjutan dalam pemetaan kebutuhan pengungsi dan distribusi bantuan, serta evaluasi terhadap penanganan darurat yang telah dilakukan.</p>
<p>Kepala BNPB mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menangani situasi darurat, serta berharap seluruh pihak dapat terus berkoordinasi untuk memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-identifikasi-lahan-untuk-relokasi-korban-bencana-di-sukabumi/">Pemerintah Identifikasi Lahan untuk Relokasi Korban Bencana di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pemerintah-identifikasi-lahan-untuk-relokasi-korban-bencana-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Jembatan di Sukabumi Terputus Akibat Banjir dan Longsor</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/sepuluh-jembatan-di-sukabumi-terputus-akibat-banjir-dan-longsor/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/sepuluh-jembatan-di-sukabumi-terputus-akibat-banjir-dan-longsor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 14:17:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Terputus]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5300</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎ Sebanyak 10 jembatan terputus akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sukabumi, Jawa...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sepuluh-jembatan-di-sukabumi-terputus-akibat-banjir-dan-longsor/">Sepuluh Jembatan di Sukabumi Terputus Akibat Banjir dan Longsor</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Indonesiawatch.id –</strong>‎ Sebanyak 10 jembatan terputus akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), pada Selasa, (3/12).</p>
<p>‎Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Lukmansyah, dalam keterangan pada Jumat, (6/12), menyampaikan, jumlah jembatan putus itu sesuai data per Kamis, (5/12), pukul 19.00 WIB.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/">Bencana Beruntun Longsor &amp; Banjir di Deli Serdang Sumut, Ada Korban Jiwa</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Ia menjelaskan, itu berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sukabumi‎.</p>
<p>Sejumlah daerah terisolir akibat putusnya 10 jembatan. Sejumlah daerah tidak bisa dilalui roda dua atau sepeda motor, apalagi mobil. Salah satunya di wilayah Kecamatan Simpenan.</p>
<p>Jembatan yang sehari-hari menjadi penghubung aktivitas warga, lanjut Lukmansyah, kini tampak rusak diterjang material yang terbawa saat banjir menerjang.</p>
<p>Lukmansyah ‎saat berkunjung ke lokasi, mengatakan, pihaknya akan menyiapkan jembatan darurat agar akses ke sejumlah tempat yang terisolir bisa dijangkau.</p>
<p>“Kami akan mempelajari kira-kira jembatan mana saja yang rusak dan harus dibangun untuk kita bisa menolong dilokasi lain,” katanya.</p>
<p>‎Lukmansyah mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PUPR dan Batalyon Zeni Kodam III Siliwangi untuk menyiapkan jembatan bailey.</p>
<p>‎Menurutnya, jembatan bailey tersebut untuk mempermudah mobilisasi distribusi bantuan logistik dan peralatan yang diperlukan bagi para warga terdampak.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sepuluh-jembatan-di-sukabumi-terputus-akibat-banjir-dan-longsor/">Sepuluh Jembatan di Sukabumi Terputus Akibat Banjir dan Longsor</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/sepuluh-jembatan-di-sukabumi-terputus-akibat-banjir-dan-longsor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bencana Beruntun Longsor &#038; Banjir di Deli Serdang Sumut, Ada Korban Jiwa</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2024 07:02:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[deli serdang]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5087</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dihantam bencana longsor &#38;  banjir sekaligus di...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/">Bencana Beruntun Longsor &#038; Banjir di Deli Serdang Sumut, Ada Korban Jiwa</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – <a href="https://portal.deliserdangkab.go.id/">Kabupaten Deli Serdang</a> Sumatera Utara dihantam bencana longsor &amp;  banjir sekaligus di beberapa kecamatan. Di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang, misalnya telah terjadi bencana longsor.</p>
<p>Korban tewas tertimbun longsor saat ini mencapai 9 orang. Jumlah itu bertambah setelah Tim SAR gabungan dari Basarnas bersama TNI dan Polri dibantu masyarakat sekitar mengevakuasi dua korban tewas pada pencarian hari kedua, Kamis (28/11/2024).</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/prabowo-subianto-wajibkan-pengadaan-televisi-di-setiap-sekolah-dieksekusi-di-kuartal-1-tahun-2025/">Prabowo Subianto Wajibkan Pengadaan Televisi di Setiap Sekolah, Dieksekusi di Kuartal 1 Tahun 2025</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Kepala Basarnas Medan Mustari menjelaskan, tim gabungan dibantu masyarakat sekitar masih melakukan upaya evakuasi terhadap kendaraan yang masih tertimbun material longsor.</p>
<p>Mereka juga masih melakukan pembersihan material longsor yang menumpuk di badan jalan utama. “Mudah-mudahan korban tidak bertambah lagi,” ujar Mustari kepada media, (29/11).</p>
<p>Masih di Kabupaten Deli Serdang, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Sumatera Utara mencatat sekitar 55.270 warga Deli Serdang terdampak luapan sungai akibat curah hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (26/11).</p>
<p>Berdasarkan laporan yang diterima, di Medan, Jumat, banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Belumai, Sei Belawan dan Sungai Bah Balua itu melanda 10 kecamatan setempat.</p>
<p>Adapun ke-10 kecamatan itu, yakni Kecamatan Batang Kuis, Bangun Purba, Deli Tua, Namorambe,Patumbak, Sunggal, Hamparan Perak, Labuhan Deli, Tanjung Morawa, Percut Sei Tuan.</p>
<p>Kecamatan Sungal, merupakan wilayah yang paling banyak masyarakatnya yang terdampak yakni 22.710 Jiwa dengan 6.266 kartu keluarga (KK), lalu disusul Percut Sei Tuan 16.937 jiwa dengan 4.360 KK dan Tanjung Morawa 5.395 Jiwa dari 1.335 KKSelanjutnya, Kecamatan Batang Kuis 5.635 jiwa1479 KK, Namorambe 2.111 KK, Patumbak 1474 jiwa 346 KK, Deli Tua 1.008 Jiwa 257 KK, Hamparan Perak 1,292 KK.</p>
<p>Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan bahwa sejumlah daerah di wilayah ini terlanda bencana alam.Atas kejadian tersebut, pihaknya bersama pemangku kebijakan terkait menyarankan status siaga darurat bencana di provinsi setempat.</p>
<p>Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan status siaga darurat bencana dilakukan mengingat sejumlah wilayah provinsi ini mengalami bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam satu pekan belakangan.&#8221;Siaga darurat ini bertujuan agar kita mempersiapkan kesiapsiagaan Provinsi Sumatera Utara menghadapi musim hujan,&#8221; ujar Yuyun.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/">Bencana Beruntun Longsor &#038; Banjir di Deli Serdang Sumut, Ada Korban Jiwa</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bencana-beruntun-longsor-banjir-di-deli-serdang-sumut-ada-korban-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-06-20 20:30:19 by W3 Total Cache
-->