<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>masyarakat kelas menengah Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/masyarakat-kelas-menengah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/masyarakat-kelas-menengah/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Sep 2024 03:40:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>masyarakat kelas menengah Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/masyarakat-kelas-menengah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sebut “Yang Penting Kelas Menengah tidak Miskin Ekstrem”, INDEF: Pak Menko PMK Bukan Seorang Ekonom</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/sebut-yang-penting-kelas-menengah-tidak-miskin-ekstrem-indef-pak-menko-pmk-bukan-seorang-ekonom/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/sebut-yang-penting-kelas-menengah-tidak-miskin-ekstrem-indef-pak-menko-pmk-bukan-seorang-ekonom/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 03:40:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat kelas menengah]]></category>
		<category><![CDATA[menko pmk]]></category>
		<category><![CDATA[Muhadjir Effendy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy merespon tentang banyaknya...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sebut-yang-penting-kelas-menengah-tidak-miskin-ekstrem-indef-pak-menko-pmk-bukan-seorang-ekonom/">Sebut “Yang Penting Kelas Menengah tidak Miskin Ekstrem”, INDEF: Pak Menko PMK Bukan Seorang Ekonom</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy merespon tentang banyaknya masyarakat kelas menengah yang turun kelas. Menurutnya, yang penting masyarakat kelas menengah tidak sampai masuk ke ranah miskin “Apalagi miskin ekstrem,” ujar Muhadjir.</p>
<p>Atas pernyataan ini, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) angkat bicara. Menurut peneliti <a href="https://indef.or.id/">INDEF</a>, Agus Herta Sumarto, respon tersebut menunjukkan bahwa Muhadjir Effendy bukan seorang ekonom.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ekonom-bhima-yudistira-menyayangkan-respon-menko-pmk-ketika-banyak-kelas-menengah-jatuh-miskin/">Ekonom Bhima Yudistira Menyayangkan Respon Menko PMK ketika Banyak Kelas Menengah Jatuh Miskin</a></span></h6>
</blockquote>
<p>“Ini memperlihatkan bahwa Pak Menko memang bukan seorang ekonom,” ujar Agus.</p>
<p>Muhadjir sendiri merupakan Guru Besar Sosiologi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Sebelum menjadi Menko PMK, Muhadjir pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.</p>
<p>“Saya kira permasalahannya tidak sesederhana yang disampaikan Pak Menko, yaitu yang penting kelas menengah tidak menjadi kelas miskin atau miskin ekstrem,” ujar Agus.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/kkks-petrochina-jambi-bungkam-atas-dugaan-tipikor-proyek-betara-gas-plant-lidik-polda-metro/">KKKS PetroChina Jambi Bungkam Atas Dugaan Tipikor Proyek Betara Gas Plant Lidik Polda Metro</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Menurutnya, yang harus menjadi perhatian utama ketika kelas menengah turun kasta atau daya belinya turun adalah efek dominonya. “Selama ini perekonomian kita ditopang oleh sektor konsumsi dan yang memberikan kontribusi paling besar terhadap sektor konsumsi tersebut adalah kelas menengah,” kata Agus.</p>
<p>Menurunnya daya beli kelas menengah ini, sambung Agus, akan berdampak pada turunnya permintaan terhadap barang-barang manufaktur. “Turunnya permintaan barang-barang manufaktur akan mengakibatkan turunnya kinerja sektor tersebut,” ujar Agus.</p>
<p>Nah, ketika sektor manufaktur turun maka akan tercipta tambahan pengangguran. “Ingat, sektor manufaktur adalah sektor padat karya. Jika terjadi penurunan kinerja maka akan tercipta banyak pengangguran baru,” Agus mengingatkan.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/dirut-pertamina-kecele-awalnya-puji-deal-kontrak-suplai-lng-pgn-dengan-gunvor/">Dirut Pertamina Kecele, Awalnya Sempat Puji Deal Kontrak Suplai LNG PGN dengan Gunvor</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Menurut Agus, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerintah tidak bisa berharap dari konsumsi kelas bawah dengan kategori miskin dan miskin ekstrem. Pasalnya, konsumsi masyarakat miskin selama ini ditopang oleh bantuan sosial dan subsidi pemerintah.</p>
<p>“Jadi konsumsi kelas menengah ini sangat penting. Jika mereka turun kasta maka efeknya akan sangat terasa sekali terhadap kinerja perekonomian secara keseluruhan,” pungkas Agus.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sebut-yang-penting-kelas-menengah-tidak-miskin-ekstrem-indef-pak-menko-pmk-bukan-seorang-ekonom/">Sebut “Yang Penting Kelas Menengah tidak Miskin Ekstrem”, INDEF: Pak Menko PMK Bukan Seorang Ekonom</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/sebut-yang-penting-kelas-menengah-tidak-miskin-ekstrem-indef-pak-menko-pmk-bukan-seorang-ekonom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eks Menteri Keuangan Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Masa Iya?</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/eks-menteri-keuangan-sebut-air-minum-galon-buat-orang-miskin-masa-iya/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/eks-menteri-keuangan-sebut-air-minum-galon-buat-orang-miskin-masa-iya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 06:48:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[air galon]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Brodjonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat kelas menengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3270</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Bambang Brodjonegoro, mantan Menteri Keuangan RI, mengatakan bahwa air minum galon dan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/eks-menteri-keuangan-sebut-air-minum-galon-buat-orang-miskin-masa-iya/">Eks Menteri Keuangan Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Masa Iya?</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Bambang Brodjonegoro, mantan Menteri Keuangan RI, mengatakan bahwa air minum galon dan kemasan bisa membuat Masyarakat kelas menengah jatuh miskin. Kebiasaan membeli air galon dan kemasan dapat menekan ekonomi warga kelas menengah.</p>
<p>&#8220;Kita tidak sadar selama ini, itu (pembelian air galon) sudah menggerus income kita secara lumayan dengan style kita yang mengandalkan semua kepada air galon, air botol dan segala macamnya,&#8221; kata Bambang di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) (30/08).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/direksi-pertamina-holding-ikut-berperan-di-kontrak-kargo-lng-pgn-dengan-gunvor-singapura/">Direksi Pertamina Holding Ikut Berperan di Kontrak Kargo LNG PGN dengan Gunvor Singapura</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis <a href="https://www.ui.ac.id/">Universitas Indonesia</a> ini mengatakan kebiasaan mengkonsumsi air dalam kemasan tidak terjadi di semua negara. Pasalnya, di beberapa negara maju, warga kelas menengah mengkonsumsi air minum yang disediakan pemerintah di tempat-tempat umum.</p>
<p>Fasilitas publik tersebut, membuat masyarakatnya tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli air galon dan kemasan. &#8220;Daya beli kelas menengahnya aman karena untuk air pun mereka tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Walaupun jadi beban, kata Bambang, pengeluaran terhadap air minum galon hanya satu dari banyak faktor lain yang menyebabkan banyak kelas menengah jatuh miskin. &#8220;Penyebabnya itu variatif. Karena kan kita lihat datanya dari 2019 ke 2023. Jadi penyebab pertama adalah Covid,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Karena selama pandemi Covid-19, sambungnya, banyak kelas menengah kehilangan pekerjaan. Sementara sebagian lainnya, mengalami kebangkrutan bisnis.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/eks-dirjen-minerba-pp-tambang-ormas-keagamaan-saja-cacat-uu-apalagi-turunanya-kepmen-dan-permen-esdm/">Eks Dirjen Minerba: PP Tambang Ormas Keagamaan Saja Cacat UU apalagi Turunannya Kepmen &amp; Permen ESDM</a></span></h6>
</blockquote>
<p>&#8220;Jangan lupa loh Covid itu terjadi 2 tahun dan yang terjadi pada waktu itu ada kelas menengah yang kehilangan pekerjaan dan kelas menengah yang bisnisnya berhenti atau bangkrut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/eks-menteri-keuangan-sebut-air-minum-galon-buat-orang-miskin-masa-iya/">Eks Menteri Keuangan Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Masa Iya?</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/eks-menteri-keuangan-sebut-air-minum-galon-buat-orang-miskin-masa-iya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-06-16 08:53:13 by W3 Total Cache
-->