<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mesin Cetak Uang Palsu Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/mesin-cetak-uang-palsu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/mesin-cetak-uang-palsu/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Dec 2024 07:20:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Mesin Cetak Uang Palsu Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/mesin-cetak-uang-palsu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Cara Kepala Perpustakaan Selundupkan Mesin Cetak Canggih ke Kampus UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 07:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Cetak Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5868</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, S.Ag., S.S., M.Pd., menyelundupkan mesin...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/">Ini Cara Kepala Perpustakaan Selundupkan Mesin Cetak Canggih ke Kampus UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, S.Ag., S.S., M.Pd., menyelundupkan mesin cetak canggih yang kemudian mencetak triliunan uang palsu ke dalam perpustakaan kampusnya.</p>
<p>Kapolres Gowa, ‎AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, sebelum menggunakan mesin cetak canggih seharga Rp600 juta, para tersangka memproduksi uang palsu di luar kampus.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/">Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di “Pabrik” UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>“Awal pertama kan pembuatan uang palsu ini di salah satu rumah, yaitu atas nama AS. Itu di Jalan Sunduk, Makassar,” ujarnya dalam konferensi pers dikutip pada Jumat, (20/12).</p>
<p>Uang palsu ini diduga sudah mulai mendapatkan pasar sehingga para pelaku membutuhkan mesin dengan kapasitas yang lebih besar dan canggih. Mereka pun memesan mesin cetak yang lebih besar dari sebelumnya.</p>
<p>“Mereka memesan alat yang lebih besar, yaitu alat cetak offset yang lebih besar yang tadi sampaikan oleh Bapak Kapolda, senilai Rp600 juta. Mereka beli di Surabaya, namun alat itu dipesan dari Cina,” ujarnya.</p>
<p>Adapun dana Rp600 juta untuk membeli alat cetak itu berasal dari kocek atau dana pribadi. Polisi masih menelusi sumber dana ratusan juta untuk membeli tersebut.</p>
<p>“Sedang dalam pengembangan kami, karena rekan-rekan selalu mendesak kami untuk buka, akhirnya kita buka daripada blunder,” ucapnya.</p>
<p>Setelah mesin tersebut tiba di Sulsel, kemudian Andi Ibrahim menyelundupkannya ke dalam kampus salah satu kampus di Gowa, yakni UIN Alauddin tempatnya bekerja.</p>
<p>‎Mesin cetak berteknologi tinggi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam Gedung Perpustakaan UIN Alauddin tanpa sepengetahuan dari pihak kampus. Dia memasukkan mesin itu pada malam hari.</p>
<p>‎“Itu coba kami rekonstruksikan kemarin, dengan 25 personel Polri mengangkat alat itu tidak mampu, jadi mereka menggunakan forklip, alat itu masuknya,” kata Reonald.</p>
<p>Setelah masuk gedung perpustakaan, kemudian mesin tersebut didorong karena terdapat roda di bagian bawahnya.‎ Ada 6 roda pada mesin itu. Saat ini tinggal 4 karena tidak kuat menahan beban ketika didorong.</p>
<p>“Di awal bulan September 2024, TKP 2 [Perpustakan UIN Alauddin] mulai dilaksanakan tindak pidana [mencetak uang palsu] tersebut,” katanya.</p>
<p>Reonald menegaskan, ‎ada sejumlah pihak yang disinyalir terlibat dalam pembuatan dan peredaran uang paslu dari Kampus UIN Alauddin ini. Nantinya penyidik Polres Gowa akan menetapkannya sebagai tersangka.</p>
<p>‎“Nantinya akan kita tersangkakan kalau memang alat bukti sudah cukup, karena kami juga laporkan kepada Bapak Kapolda,” katanya.</p>
<p>Pada intinya, Polres Gowa akan menetapkan tersangka bagi siapapun ‎yang terlibat dalam produksi hingga pengedaran uang palsu tersebut ke masyarakat.</p>
<p>“Kami tidak mau tergesa-gesa menersangkakan seseorang, kami juga harus mengantongi minimal 2 alat bukti dan itu harus kuat,” tandasnya.</p>
<p>Kuatnya bukti ini membuat tersangka tidak bisa lagi mgelak dalam pencetakan dan peredaran uang palsu.‎ “Tidak bisa lagi menghambat penyidikan, baru kami tersangkakan,” ujarnya.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/">Ini Cara Kepala Perpustakaan Selundupkan Mesin Cetak Canggih ke Kampus UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di &#8220;Pabrik&#8221; UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 03:51:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Cetak Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5857</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, mengatakan, harga mesin cetak...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/">Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di &#8220;Pabrik&#8221; UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, mengatakan, harga mesin cetak canggih yang digunakan komplotan uang palsu di UIN Alauddin sangat fantastis, yakni Rp600 juta.</p>
<p>‎“Khusus untuk mesin cetaknya dibelinya di Surabaya tapi barang dari Cina, nilainya Rp600 juta, harganya,” kata dia dalam konferensi pers dikutip pada Jumat, (20/12).</p>
<p>Ia menjelaskan, mesin cetak canggih ini menghasilkan uang palsu yang susah dibedakan dengan uang asli karena ada sejumlah ciri seperti yang terdapat pada uang asli.</p>
<p>‎“Ini cukup teliti dan kalau kita lihat nanti dengan sinar ultraviolet itu, uangnya muncul itu tanda-tanda air. Nah, ini sekarang masih kami proses untuk kita lebih lanjut,” katanya.</p>
<p>Selain mesin cetak, alat bukti yang yang telah disita, penyidik juga menyita sejumlah alat bukti lainnya, yakni sparepart mesin, kaca pembesar, lampu rekam, dan lain sebagainya. “Jumlahnya total ada 98 ini,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyebut bukan hanya mesin cetak yang dibeli dari Cina, namun sejumlah bahan baku atau material untuk mencetak atau memproduksi uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin tersebut juga dibeli dari Cina‎.</p>
<p>“Untuk [bahan] uang kertasnya, itu juga impor, beli dari Cina, supaya bahan bakunya juga, tinta dan sebagainya, belinya dari Cina,” kata dia.</p>
<p>Polres Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus uang palsu hasil produksi “pabrik” di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin Makassar, Sulsel, tersebut.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/">Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di &#8220;Pabrik&#8221; UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-07-28 13:17:50 by W3 Total Cache
-->