<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nikel sulawesi tenggara Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/nikel-sulawesi-tenggara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/nikel-sulawesi-tenggara/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Sep 2024 10:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>nikel sulawesi tenggara Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/nikel-sulawesi-tenggara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>RKAB Anak Usaha Harita Disetujui KESDM Meski Dilarang Negara, PUSHEP: Bahaya &#038; Tabrak Aturan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/rkab-anak-usaha-harita-disetujui-kesdm-meski-dilarang-negara-pushep-bahaya-tabrak-aturan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/rkab-anak-usaha-harita-disetujui-kesdm-meski-dilarang-negara-pushep-bahaya-tabrak-aturan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 10:46:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minerba]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[gema kreasi perdana]]></category>
		<category><![CDATA[harita grup]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[nikel sulawesi tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[tambang nikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3393</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) menilai persetujuan Rencana Kerja dan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/rkab-anak-usaha-harita-disetujui-kesdm-meski-dilarang-negara-pushep-bahaya-tabrak-aturan/">RKAB Anak Usaha Harita Disetujui KESDM Meski Dilarang Negara, PUSHEP: Bahaya &#038; Tabrak Aturan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) menilai persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dan izin tambang nikel ke Grup Usaha Harita, PT Gema Kreasi Perdana (GKP) adalah keputusan berbahaya. Bahkan kebijakan tersebut akan menjadi preseden buruk, yang bisa terus berlangsung di sektor pertambangan.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/dilarang-mk-ma-dan-ptun-nambang-kementerian-esdm-malah-terbitkan-rkab-untuk-grup-usaha-harita/">Dilarang MK, MA dan PTUN Nambang, Kementerian ESDM Malah Terbitkan RKAB untuk Grup Usaha Harita</a></span></h6>
</blockquote>
<p>“Hal ini sangat berbahaya dan menjadi preseden buruk bagi tata kelola pertambangan yang baik ke depannya,” ujar Peneliti PUSHEP Akmaluddin Rachim kepada <strong>Indonesiawatch.id</strong>, (03/09).</p>
<p>Padahal, Mahkamah Agung, Mahakamah Konstitusi dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kendari sudah melarang PT GKP mengeruk nikel di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara.</p>
<p>“Persetujuan RKAB dan pemberian IUPK dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM terhadap perusahaan PT GKP tidak tepat atau bertentangan dengan putusan MK tentang larangan melakukan kegiatan usaha di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/laporan-dugaan-kasus-korupsi-tambang-anak-usaha-harita-tak-jelas-statusnya-di-kejati-sultra/">Laporan Dugaan Kasus Korupsi Tambang Anak Usaha Harita Tak Jelas Statusnya di Kejati Sultra</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Menurutnya, Ditjen Minerba Kementerian ESDM seharusnya memperhatikan dan menaati rambu-rambu yang telah diputuskan oleh MK maupun MA.</p>
<p>“Terkait hal tersebut Kepmen ESDM seharusnya tidak melanggar apa yang telah diputuskan oleh MK. ESDM seharusnya meninjau ulang terhadap RKAB dan IUPK yang telah disetujui karena hal tersebut bertentangan dengan putusan MK,” katanya.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/skandal-dugaan-tambang-ilegal-kasat-mata-anak-usaha-harita-tapi-tak-ditindak/">Skandal Dugaan Tambang Ilegal Kasat Mata Anak Usaha Harita, Tapi Tak Ditindak</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Akmal menjelaskan, dasar hukum pemberian RKAB diatur di dalam PP No. 25/2024 jo No. 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Lalu aturan Permen ESDM No. 10/2023 tentang Tata Cara Penyusunan, Penyampaian, dan Persetujuan RKAB. Kemudian ada Kepmen ESDM 373.K/MB.01/MEM.B/2023.</p>
<p>Menurutnya, meskipun beleid tersebut tidak secara gamblang mengatur tentang perlu mengacu pada putusan MK. Namun, seharusnya pembuat kebijakan khususnya pemerintah terkait Kementerian ESDM mengetahui adanya putusan atau rambu-rambu yang telah digariskan oleh MK.</p>
<p>“Tentang pemanfaatan di sekitar wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil karena hal tersebut merupakan sumber daya alam yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak,” katanya.</p>
<p>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan persetujuan RKAB kepada PT GKP. Artinya, PT GKP mendapat izin tambang alias IUPK untuk mengeruk nikel.</p>
<p><em><strong>Bersambung ke halaman selanjutnya</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/rkab-anak-usaha-harita-disetujui-kesdm-meski-dilarang-negara-pushep-bahaya-tabrak-aturan/">RKAB Anak Usaha Harita Disetujui KESDM Meski Dilarang Negara, PUSHEP: Bahaya &#038; Tabrak Aturan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/rkab-anak-usaha-harita-disetujui-kesdm-meski-dilarang-negara-pushep-bahaya-tabrak-aturan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dilarang MK, MA dan PTUN Nambang, Kementerian ESDM Malah Terbitkan RKAB untuk Grup Usaha Harita</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/dilarang-mk-ma-dan-ptun-nambang-kementerian-esdm-malah-terbitkan-rkab-untuk-grup-usaha-harita/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/dilarang-mk-ma-dan-ptun-nambang-kementerian-esdm-malah-terbitkan-rkab-untuk-grup-usaha-harita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 04:25:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Minerba]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[gema kreasi perdana]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[nikel sulawesi tenggara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3381</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap memberikan persetujuan Rencana Kerja...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/dilarang-mk-ma-dan-ptun-nambang-kementerian-esdm-malah-terbitkan-rkab-untuk-grup-usaha-harita/">Dilarang MK, MA dan PTUN Nambang, Kementerian ESDM Malah Terbitkan RKAB untuk Grup Usaha Harita</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap memberikan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kepada Grup Usaha Harita, PT Gema Kreasi Perdana (GKP). Artinya, PT GKP mendapat izin tambang alias IUPK untuk mengeruk nikel.</p>
<p>Padahal Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) sudah melarang PT GKP, untuk menambang nikel di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara. Karena, GKP sudah melanggar Undang-Undang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (UU PWP3K).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/laporan-dugaan-kasus-korupsi-tambang-anak-usaha-harita-tak-jelas-statusnya-di-kejati-sultra/">Laporan Dugaan Kasus Korupsi Tambang Anak Usaha Harita Tak Jelas Statusnya di Kejati Sultra</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Tidak sampai di situ. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kendari juga sudah membatalkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) GKP untuk Kegiatan Operasi Produksi Bijih Nikel dan sarana penunjangnya di Pulau Wawonii.</p>
<p><em>Toh</em>, PT GKP mendapat izin menambang dengan No SK 949/DPMPTSP/XII/2019 14/11/2008 14/11/2028. Masa berlakunya dari 14 November 2018 sampai 14 November 2028 di Kabupaten Konawe Kepulauan. <a href="https://www.minerba.esdm.go.id/page/35-Struktur%20Organisasi">Kementerian ESDM</a> juga memperbolehkan PT GKP melakukan produksi dengan kuota 2 juta ton.</p>
<p>“PT GKP sudah terbit persetujuan RKAB [tahun] 2024 sampai 2026 per tanggal 23 Februari 2024,” ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral KESDM, Tri Winarno kepada <strong>Indonesiawatch.id</strong>, (31/08).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/skandal-dugaan-tambang-ilegal-kasat-mata-anak-usaha-harita-tapi-tak-ditindak/">Skandal Dugaan Tambang Ilegal Kasat Mata Anak Usaha Harita, Tapi Tak Ditindak</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Menurut Tri Winaro, setiap persetujuan RKAB kepada pemilik izin tambang, sudah berdasarkan evaluasi. Meskipun MA, MK dan PTUN sudah melarang PT GKP mengeruk nikel di pulau Wawonii. “Pasti sudah ada evaluasinya,” ujarnya.</p>
<p>Tri Winarno mengatakan dasar KESDM dalam mengevaluasi adalah Kepmen ESDM No. 373 tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan Penyusunan, Evaluasi, dan Persetujuan RKAB pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/emak-emak-hadang-penambang-perusahaan-grup-harita-di-sultra-teriak-penambang-ilegal/">Emak-Emak Hadang Penambang Perusahaan Grup Harita di Sultra, Teriak Penambang Ilegal</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Dalam Kepmen ini, untuk mendapatkan persetujuan RKAB, pemilik IUPK harus memenuhi aspek evaluasi, seperti dokumen administrasi; eksplorasi, sumber daya, dan cadangan; produksi penambangan; pengolahan dan pemurnian atau pengembangandan/atau pemanfaatan; dan pemasaran.</p>
<p>Ada lagi aspek tentang tenaga kerja dan program pemberdayaan masyarakat; keselamatan pertambangan; aspek keuangan; dan kewajiban penyelesaian penerimaan negara bukan pajak.</p>
<p>Berdasarkan hierarki perundang-undangan, posisi Kepmen ESDM tentang evaluasi RKAB, sebenarnya jauh di bawah UU PWP3K, aturan yang dilanggar PT GKP. Ketika dikonfirmasi tentang ini, Tri Winarno enggan berkomentar.</p>
<p><em><strong>Bersambung ke halaman selanjutnya</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/dilarang-mk-ma-dan-ptun-nambang-kementerian-esdm-malah-terbitkan-rkab-untuk-grup-usaha-harita/">Dilarang MK, MA dan PTUN Nambang, Kementerian ESDM Malah Terbitkan RKAB untuk Grup Usaha Harita</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/dilarang-mk-ma-dan-ptun-nambang-kementerian-esdm-malah-terbitkan-rkab-untuk-grup-usaha-harita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laporan Dugaan Kasus Korupsi Tambang Anak Usaha Harita Tak Jelas Statusnya di Kejati Sultra</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/laporan-dugaan-kasus-korupsi-tambang-anak-usaha-harita-tak-jelas-statusnya-di-kejati-sultra/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/laporan-dugaan-kasus-korupsi-tambang-anak-usaha-harita-tak-jelas-statusnya-di-kejati-sultra/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 02:47:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Minerba]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[harita grup]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[nikel]]></category>
		<category><![CDATA[nikel sulawesi tenggara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3008</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara katanya menindaklanjuti laporan dugaan kerugian negara di Sulawesi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/laporan-dugaan-kasus-korupsi-tambang-anak-usaha-harita-tak-jelas-statusnya-di-kejati-sultra/">Laporan Dugaan Kasus Korupsi Tambang Anak Usaha Harita Tak Jelas Statusnya di Kejati Sultra</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara katanya menindaklanjuti laporan dugaan kerugian negara di Sulawesi Tenggara. Pelapor yang minta namanya dirahasiakan, telah melaporkan anak usaha Harita Grup, <a href="https://gemakreasi.com/">PT Gema Kreasi Perdana</a> ke Kepala Kajati Sultra.</p>
<p>Pelapor menduga, PT GKP telah melakukan tindak pidana korupsi dalam pemanfaatan kawasan hutan dan pulau-pulau kecil di Pulau Wawonii. Dalam laporannya selain PT GKP, pelapor juga melaporkan RP selaku Direktur Utama PT GKP, M selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2014 – 2021.</p>
<p>Lalu pelapor juga melaporkan A sebagai Bupati Kabupaten Konawe Kepulauan periode 2019 – 2024 dan Andi ML selaku Wakil Bupati Kabupaten Konawe Kepulauan periode 2019 –2024. Sayangnya, sampai sekarang laporan yang masuk pada 25 Juli tahun lalu tersebut, mandek.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan atas anak usaha Harita itu diklaim sudah diproses lagi di bagian pidana khusus Kejati Sultra.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-3010 size-full aligncenter" src="https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/08/PTGKP.jpg" alt="" width="650" height="433" /></p>
<p>&#8220;Dan ditindaklanjuti ke penyidikan. Namun informasinya ada beberapa kendala. Ada dugaan oknum penyidik Kejati Sultra yang menjabat setingkat satgas penyidikan selalu nemperlambat prosesnya,&#8221; ujar seorang sumber <strong>Indonesiawatch.id</strong>.</p>
<p>Pada tanggal 22 dan 23 Agustus 2024, <strong>Indonesiawatch.id</strong> mencoba mengkonfirmasi Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sultra, Dody atas kasus tersebut. Dody sempat menjanjikan akan memberi tanggapan. Hanya saja hingga berita ini ditulis, Dody bungkam.</p>
<p><strong>Indonesiawatch.id</strong> juga mengkonfirmasi Bambang Murtiyoso, General Manager External Relations PT GKP. Bambang hanya mengirim link-link berita dari media massa lain, tanpa menjawab konfirmasi <strong>Indonesiawatch.id</strong>.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, <a href="https://indonesiawatch.id/emak-emak-hadang-penambang-perusahaan-grup-harita-di-sultra-teriak-penambang-ilegal/">PT GKP terus menambang nikel di pulau Wawonii</a> meskipun diduga melakukan penambangan ilegal. Padahal Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan PTUN, sudah melarang PT GKP menambang di Pulau Wawonii.</p>
<p><a href="https://indonesiawatch.id/skandal-dugaan-tambang-ilegal-kasat-mata-anak-usaha-harita-tapi-tak-ditindak/">Ini artinya PT GKP telah melawan putusan MK, MA dan PTUN.</a> karena aktivitas PT GKP tidak sesuai dengan , UU Minerba, UU Kehutanan dan UU Pengelolaan Wilayah Pesisir Pulau Pulau Kecil. Sayangnya, pihak Kejati Sultra, belum serius menindak pelanggaran ini, meskipun dugaan korupsi sudah dilaporkan sejak tahun lalu.</p>
<p><iframe class="my-youtube-video" title="Skandal Dugaan Tambang Ilegal Kasat Mata Anak Usaha Harita, Tak Ditindak" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/m20r1_fcZjo?start=3&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/laporan-dugaan-kasus-korupsi-tambang-anak-usaha-harita-tak-jelas-statusnya-di-kejati-sultra/">Laporan Dugaan Kasus Korupsi Tambang Anak Usaha Harita Tak Jelas Statusnya di Kejati Sultra</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/laporan-dugaan-kasus-korupsi-tambang-anak-usaha-harita-tak-jelas-statusnya-di-kejati-sultra/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Skandal Dugaan Tambang Ilegal Kasat Mata Anak Usaha Harita, Tapi Tak Ditindak</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/skandal-dugaan-tambang-ilegal-kasat-mata-anak-usaha-harita-tapi-tak-ditindak/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/skandal-dugaan-tambang-ilegal-kasat-mata-anak-usaha-harita-tapi-tak-ditindak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Aug 2024 11:42:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Minerba]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[gema kreasi perdana]]></category>
		<category><![CDATA[harita grup]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian LHK]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Konawe kepulauan]]></category>
		<category><![CDATA[nikel sulawesi tenggara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2882</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Mahkamah Konstitusi (MK) sebenarnya sudah menolak uji materi (judicial review) yang diajukan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/skandal-dugaan-tambang-ilegal-kasat-mata-anak-usaha-harita-tapi-tak-ditindak/">Skandal Dugaan Tambang Ilegal Kasat Mata Anak Usaha Harita, Tapi Tak Ditindak</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><iframe class="my-youtube-video" title="Skandal Dugaan Tambang Ilegal Kasat Mata Anak Usaha Harita, Tak Ditindak" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/m20r1_fcZjo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Mahkamah Konstitusi (MK) sebenarnya sudah menolak uji materi (judicial review) yang diajukan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) Maret lalu. PT GKP menguji UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (UU PWP3K) No. 27 tahun 2007 jo No. 1 Tahun 2014.</p>
<p>Gugatan terdaftar dalam perkara Nomor 35/PUU-XXI/2023. Tujuan GKP melakukan uji materi, demi kepentingan bisnis, agar bisa menambang di pulau kecil, seperti Pulau Wawonii. Adapun yang diuji PT GKP adalah pasal 35 huruf k.</p>
<p>Di dalam pasal itu memang tertulis, bahwa tidak boleh melakukan penambangan mineral, termasuk nikel di pulau kecil dan wilayah pesisir. Nah, beleid ini yang mau diubah oleh PT GKP agar bisa menambang di pulau Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara.</p>
<p>Ternyata, hakim MK menolak gugatan PT GKP. Itu artinya, putusan MK menguatkan larangan agar PT GKP tidak boleh melanjutkan penambangan nikel di pulau Wawonii.</p>
<p>Apalagi, dua putusan Mahkamah Agung sebelumnya menjelaskan bahwa praktik penambangan harus dihapus dari wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan.</p>
<p>Meskipun sudah dilarang oleh dua Mahkamah tertinggi di Indonesia, perusahaan Harita Grup itu terus saja mengeruk dan menjual hasil kerukan ore nikelnya. Aktivitas ini berjalan tanpa ada penindakan dari Pemerintah Pusat, Pemda dan aparat penegak hukum.</p>
<p>Berdasarkan video warga yang dikirim ke redaksi <strong>Indonesiawatch.id</strong>, sejak putusan MK tadi keluar pada Maret 2024, PT GKP diduga terus melakukan aktivitas penambangan. Misalnya pada 25 April 2024. Tampak tongkang mengangkut ore nikel PT GKP.</p>
<p>Lalu pada 14 Agustus 2024, PT GKP diduga terlihat tampak melakukan pemuatan ore nikel di jetty miliknya. Kemudian dari hasil pantauan pada 18 Agustus 2024, PT GKP juga diduga terus melakukan pemuatan ke kapal tongkang, hasil kerukan ore nikel dari pulau Wawonii.</p>
<p>Aktivitas pertambangan PT GKP sebenarnya telah banyak mendapat protes keras dari Masyarakat dan penggiat lingkungan. Akan tetapi, sampai sekarang PT GKP terus mengeruk ore nikel dan menjualnya.</p>
<p>Berapa banyak kerugian negara yang hilang akibat dugaan praktik tambang nikel ilegal ini? Berikut video lengkap hasil pantauan, pemuatan ore nikel yang diduga milik PT GKP ke tongkang:</p>
<p><iframe class="my-youtube-video" title="Skandal Dugaan Tambang Ilegal Kasat Mata Anak Usaha Harita, Tak Ditindak" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/m20r1_fcZjo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/skandal-dugaan-tambang-ilegal-kasat-mata-anak-usaha-harita-tapi-tak-ditindak/">Skandal Dugaan Tambang Ilegal Kasat Mata Anak Usaha Harita, Tapi Tak Ditindak</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/skandal-dugaan-tambang-ilegal-kasat-mata-anak-usaha-harita-tapi-tak-ditindak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Emak-Emak Hadang Penambang Perusahaan Grup Harita di Sultra, Teriak Penambang Ilegal</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/emak-emak-hadang-penambang-perusahaan-grup-harita-di-sultra-teriak-penambang-ilegal/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/emak-emak-hadang-penambang-perusahaan-grup-harita-di-sultra-teriak-penambang-ilegal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Aug 2024 04:55:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Minerba]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[harita grup]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[nikel sulawesi tenggara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2870</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Sejumlah ibu-ibu menghadang para penambang dan pihak PT Gema Kreasi Perdana (GKP)...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/emak-emak-hadang-penambang-perusahaan-grup-harita-di-sultra-teriak-penambang-ilegal/">Emak-Emak Hadang Penambang Perusahaan Grup Harita di Sultra, Teriak Penambang Ilegal</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><iframe class="my-youtube-video" title="Emak-Emak Hadang Penambang Perusahaan Grup Harita di Sultra Teriak Penambang Ilegal" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/88oMAY3mpfQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Sejumlah ibu-ibu menghadang para penambang dan pihak PT Gema Kreasi Perdana (GKP) ketika memasuki lahan perkebunan cengkeh masyarakat lokal. &#8220;Tidak boleh, dilarang kalian,&#8221; teriak warga lokal kepada penambang PT GKP.</p>
<p>Dari video yang diterima redaksi <strong>Indonesiawatch.id</strong>, ada beberapa penambang PT GKP yang menggunakan helm proyek berlogo PT GKP. Kemudian ada beberapa orang yang menggunakan pakaian bertuliskan HUMAS PT Gema Kreasi Perdana.</p>
<p>Para pihak PT GKP tampak adu mulut dengan Masyarakat lokal. Pertikaian tersebut disaksikan oleh pihak kepolisian dari satuan Polres Kendari yang berada di Lokasi.</p>
<p>Pihak PT GKP ngotot bahwa lahan yang mereka mau tambang sudah diganti rugi. Sementara Masyarakat mengatakan bahwa PT GKP tidak memiliki izin untuk melakukan penambangan. Dan tidak ada Masyarakat lokal yang menerima uang ganti rugi.</p>
<p>&#8220;Kalau yang terima uang pengganti adalah pemilik lahan, fine fine saja pak. Ini bukan. Ini kan mereka mencuri. Bagaimana kalau kita curi kamu punya kebun. Marah tidak,&#8221; kata seorang warga lokal kepada pihak PT GKP.</p>
<p>Kejadian tersebut terjadi pada 24 Juli 2024 di atas Gunung Desa Sinaulu Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra). Pihak PT GKP diduga kembali melakukan penambangan secara ilegal.</p>
<p>Padahal PT GKP sudah banyak mendapat protes karena dianggap tidak sesuai aturan, menambang di pulau-pulau kecil. Di Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun 2018 –2038 (Perda RZWP3K) Sultra, juga tidak terdapat alokasi ruang untuk kegiatan pertambangan di Kabupaten Konawe Kepulauan.</p>
<p>IPPKH PT GKP juga dianggap sudah kedaluwarsa. Karena itu masyarakat setempat menilai, PT GKP tidak boleh melakukan penambangan. Masyarakat juga sering melakukan aksi demonstrasi, tetapi tidak pernah dihiraukan oleh PT GKP.</p>
<p>Berikut video lengkapnya:</p>
<p><iframe class="my-youtube-video" title="Emak-Emak Hadang Penambang Perusahaan Grup Harita di Sultra Teriak Penambang Ilegal" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/88oMAY3mpfQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/emak-emak-hadang-penambang-perusahaan-grup-harita-di-sultra-teriak-penambang-ilegal/">Emak-Emak Hadang Penambang Perusahaan Grup Harita di Sultra, Teriak Penambang Ilegal</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/emak-emak-hadang-penambang-perusahaan-grup-harita-di-sultra-teriak-penambang-ilegal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-01 07:24:29 by W3 Total Cache
-->