<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ono Surono Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/ono-surono/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/ono-surono/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Aug 2024 14:02:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Ono Surono Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/ono-surono/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Jadi Maju Pilkada Jakarta, Cerita Ono Surono Soal Penjegalan Anies</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/tak-jadi-maju-pilkada-jakarta-cerita-ono-surono-soal-penjegalan-anies/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/tak-jadi-maju-pilkada-jakarta-cerita-ono-surono-soal-penjegalan-anies/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 14:02:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Ono Surono]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3249</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat Ono Surono...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/tak-jadi-maju-pilkada-jakarta-cerita-ono-surono-soal-penjegalan-anies/">Tak Jadi Maju Pilkada Jakarta, Cerita Ono Surono Soal Penjegalan Anies</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat Ono Surono membeberkan sejumlah alasan di balik batalnya Anies Baswedan maju Pilkada Jabar lewat partainya. Menurutnya, ada kekuatan besar atau tangan-tangan yang menghadang pengusungan Anies oleh PDIP di Pilkada Jabar.</p>
<p>“Anies ini memang menjadi opsi bagi PDI Perjuangan dan kita melakukan komunikasi dengan Pak Anies itu dari kemarin,” kata Ono Surono dalam keterangan persnya di Bandung pada Jumat, 30 Agustus 2024.</p>
<p>Menurut Ono, pihaknya telah menjalin komunikasi politik dengan Anies sejak sehari sebelum pendaftaran terakhir. Namun akhirnya keputusan tersebut berubah karena adanya upaya penjegalan. “Dan kenapa gagal? Kami menghadapi sebuah tantangan yang sangat besar, (ada) tangan-tangan yang tidak menyetujui Pak Anies diusung oleh PDI Perjuangan,” ujarnya.</p>
<p>Ono menyebut, Anies adalah tokoh nasional yang pas untuk Jawa Barat. Sebab, mantan Gubernur Jakarta itu merupakah tokoh asli Jawa Barat kelahiran Kabupaten Kuningan. Selain itu, Anies memiliki rekam jejak yang baik selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2018-2023.</p>
<p>“Sehingga kami yakin betul bahwa Pak Anies itu adalah sosok pemimpin yang bisa menyelesaikan segala permasalahan di Jawa Barat. Tapi kekuatan-kekuatan yang sangat besar itu yang pada akhirnya, Pak Anies tidak jadi diusung PDI Perjuangan,” kata Ono.</p>
<p>PDIP kemudian batal mengusung Anies di Jawa Barat. Partai banteng moncong putih kemudian mendaftarkan pasangan Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja yang merupakan kader internal PDIP ke KPU Jawa Barat pada Kamis malam (29/8).</p>
<p>Menurutnya, DPP partai memiliki kewenangan dan hak preogratif untuk mengusung Anies. “Kami tidak tahu persis proses yang dilakukan oleh DPP partai dan Ibu Ketua Umum (Megawati), tapi kami menilai bahwa yang sudah mengerucut dan akhirnya bubar itu karena ada tangan-tangan dari luar yang tidak menghendaki Pak Anies diusung di Jawa Barat,” ujar Ono.</p>
<p>Saat didesak awak media, siapa pihak yang menjegal Anies, Ono menyebut nama Mulyono. “Mulyono dan geng, tulis saja Mulyono,” kata Ono. Mulyono sendiri merupakan nama asli presiden sebelum diganti menjadi Joko Widodo (Jokowi) lantaran sering sakit-sakitan.</p>
<p>Ia kemudian menitipkan pesan kepada sosok yang disebutnya Mulyono. “Pak Mulyono enggak usah cawe-cawe lagi di Pilkada, biarkan rakyat punya pilihan sesuai dengan hati nuraninya sehingga terpilih pemimpin yang terbaik untuk Indonesia, untuk provinsi, dan untuk kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” tegas Ono.</p>
<p>Mengenai penjegalan yang dimaksudnya, Ono tidak merincinya. “Tidak secara spesifik saya sampaikan, tapi sudah bisa kita lihat Pak Anies dijegal di DKI, dan ini juga terjadi di Jawa Barat, teman-teman bisa menafsirkan sendiri bentuknya seperti apa, tapi itu fakta yang kita alami bersama,” katanya.</p>
<p>Dengan dibatalkannya pengusungan Anies, PDIP akhirnya memberikan rekomendasi terhadap Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Ono menyebut, keputusan tersebut keluar saat Anies Baswedan tidak jadi maju Pilgub Jabar.</p>
<p>Terpisah, Presiden Jokowi menepis tudingan sejumlah pihak yang dialamatkan kepadanya terkait cawe-cawe untuk menjegal pencalonan Anies Baswedan dalam hajatan Pilkada 2024. Jokowi menegaskan dirinya bukan ketua partai politik sehingga tidak memiliki urusan terkait pencalonan di Pilkada 2024.</p>
<p>“Saya bukan ketua partai, saya juga bukan pemilik partai, supaya tahu semuanya, apa urusannya?” kata Jokowi usai meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Respirasi Ibu dan anak di RS Persahabatan, Jakarta Timur, pada Jumat (30/8).</p>
<p>Jokowi menekankan setiap parpol dan koalisi parpol punya mekanisme masing-masing terkait pencalonan tokoh di Pilkada. Ia mengaku sudah terbiasa dituduh dan dituding cawa-cawe di sejumlah masalah.</p>
<p>“Saya itu kan ditudang-tuding, <em>kan</em> banyak banget, tidak hanya masalah itu saja, dituding menjegal, dituding menghambat, dituding. <em>Ya</em>, tapi kan memang itu urusan partai politik,” ujarnya.</p>
<p>Relawan sekaligus orang dekat Anies Baswedan, Geisz Chalifah mengamini ada intervensi politik di balik penjegalan Anies di Pilkada Jakarta. “<em>Pernyataan PDIP terang benderang berkata: Ada kekuatan besar yg menghadang Pak Anies. Yg saya ketahui bukan hanya Jawa Barat, tapi saat akan dicalonkan di Jakarta. Itu sdh terjadi satu jam menjelang deklarasi</em>,” tulis Geisz Chalifah di akun X yang diposting pada 30 Agustus 2024.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/tak-jadi-maju-pilkada-jakarta-cerita-ono-surono-soal-penjegalan-anies/">Tak Jadi Maju Pilkada Jakarta, Cerita Ono Surono Soal Penjegalan Anies</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/tak-jadi-maju-pilkada-jakarta-cerita-ono-surono-soal-penjegalan-anies/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anies Pastikan Tak Bakal Maju di Pilkada Jabar</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/anies-pastikan-tak-bakal-maju-di-pilkada-jabar/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/anies-pastikan-tak-bakal-maju-di-pilkada-jabar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 02:58:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ono Surono]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Sahrin Hamid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3222</guid>

					<description><![CDATA[<p> Jakarta, Indonesiawatch.id – Publik dikagetkan dengan keputusan politik PDI Perjuangan (PDIP) yang dikabarkan akan memajukan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/anies-pastikan-tak-bakal-maju-di-pilkada-jabar/">Anies Pastikan Tak Bakal Maju di Pilkada Jabar</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Publik dikagetkan dengan keputusan politik PDI Perjuangan (PDIP) yang dikabarkan akan memajukan Anies Baswedan di kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar). PDIP disebut bakal mengusung Anies berpasangan dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat Ono Surono di Pilkada Jabar.</p>
<p>Keputusan tersebut tersiar setelah PDIP batal mengusung Anies di Pilkada Jakarta usai partai banteng moncong putih memutuskan mengusung Pramono Anung-Rano Karno. Pasangan Pramono-Rano juga sudah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta pada 28 Agustus 2024.</p>
<p>Untuk konteks Pilkada Jabar, PDIP <em>legowo</em> apabila bakal calon gubernur yang diusung partai dari tokoh eksternal atau bukan kader. “Jawa Barat ini merupakan wilayah besar dengan kompleksitas masalah yang besar, jumlah pemilih yang besar, sehingga bisa saja nanti calon gubernurnya bukan kader PDI Perjuangan, yang juga bisa saja nanti dipasangkan dengan kader partai lain,” kata Ono Surono dikutip <strong><em>Antara</em></strong>.</p>
<p>Sebelumnya, Bendahara DPC PDIP Kota Bandung Folmer Siswanto mengatakan, kans pasangan Anies Baswedan-Ono Surono untuk berlaga di Pilkada Jawa Barat adalah 95 persen dengan asumsi Anies sedang dalam perjalanan ke Bandung.</p>
<p>“Iya 95 persen. Apalagi Pak Anies sedang dalam perjalanan ke Bandung,” kata Folmer. Menurutnya, kemunculan nama Anies adalah hasil pengerucutan dari sejumlah sosok yang semula digodok di internal PDIP untuk diusung di Pilkada Jabar bersama Ono yang merupakan Ketua DPD PDIP Jabar.</p>
<p>“Kalau perkembangan di kalangan internal mengerucutlah. Dari beberapa nama yang beredar, seperti Sandiaga Uno, Susi Pudjiastuti, kalau diprediksi kemungkinan besar mengarah ke Pak Anies. Apalagi sedang di jalan,” ujarnya.</p>
<p>Sejauh ini, terdapat dua bakal calon kepala daerah yang sudah mendaftar untuk Pilkada Jabar, yakni Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan yang diusung Golkar, Demokrat, Gerindra, PSI, PAN, serta partai non parlemen seperti Partai Buruh, PBB, Gelora, Perindo. Kemudian, pasangan Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie yang diusung PKS, PPP dan Nasdem.</p>
<p>Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Sahrin Hamid menyampaikan pertimbangan Anies tak maju di Pilgub Jabar. Salah satu alasannya karena tidak ada aspirasi masyarakat agar Anies maju di Jabar. Berbeda dengan Jakarta di mana banyak aspirasi warga masyarakat dan tingkat partai yang meminta kesediaan Anies maju di Pilkada Jakarta.</p>
<p>“Namun memang Jawa Barat itu tidak ada secara khusus permintaan dari warga masyarakat, maupun aspirasi dari partai politik di tingkat daerah,” ujar Sahrin Hamid, dalam keterangan jumpa persnya di Jakarta pada Kamis, 29 Agustus 2024.</p>
<p>Menurutnya, Anies menyampaikan terima kasih atas tawaran maju Pilgub Jabar dari salah satu parpol. “Sehingga, untuk itu Anies menyampaikan terima kasih, tentunya apresiasi, kepada partai yang meminta Anies untuk maju di Jawa Barat, dan dengan berbagai macam pertimbangan tentunya Anies telah menyatakan tidak maju di Jawa Barat,” kata Sahrin.</p>
<p>Ia mengatakan setelah menimbang tawaran itu akhirnya memilih tak maju di Jabar.<br />
Sahrin menegaskan, alasan tak maju di Jabar karena tak ada aspirasi masyarakat. “Bahwa memang dilihat dari hanya satu alasan yang bisa kita sampaikan adalah perbedaan Jawa Barat dan Jakarta kalau di Jakarta ada aspirasi dari warga maupun dari parpol. Sementara di Jabar memang baru hari ini (diumumkan), sehingga pertimbangan itu lah yang jadi pertimbangan,” ucapnya.</p>
<p>Sahrin menyampaikan bahwa pihaknya belum merencanakan keberangkatan ke Kota Bandung untuk menyiapkan pendaftaran di KPU Provinsi Jabar. “Kami belum ada komunikasi secara teknis untuk berangkat, tidak ada komunikasi soal itu. Kami baru komunikasi soal tawaran maju di Jawa Barat,” ujarnya.</p>
<p>Pengamat politik Hendri Satrio mempertanyakan langkah Anies Baswedan yang dikabarkan akan maju di Pilkada Jawa Barat. Menurut pria yang karib disapa Hensat ini, Anies meninggalkan stigma negatif terkesan seperti orang yang mencari kerja dalam Pilkada tahun ini. Hal itu terlihat dengan agresifnya Anies untuk maju Pilkada usai gagal memenangkan kompetisi Pilpres 2024.</p>
<p>“Kok <em>kayak</em> cari kerja, ya, di Jakarta enggak bisa terus ikut pilkada di luar Jakarta. Ya ampun segitunya,” kata Hensat. Analis Komunikasi Politik dari Lembaga Survei KedaiKOPI menyampaikan, Anies seharusnya bersikap legawa ketika kesempatannya untuk maju di Pilkada Jakarta sudah kandas.</p>
<p>Ia mengaku heran ketika mendengar kabar Anies berencana maju di Pilkada Jawa Barat. “Kesempatan Anies untuk maju di Pilkada Jawa Barat memang masih terbuka. Hal itu dapat terjadi jika ada partai yang memiliki kursi cukup di Jawa Barat berkenan mengusung Anies,” ucap Hensat.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/anies-pastikan-tak-bakal-maju-di-pilkada-jabar/">Anies Pastikan Tak Bakal Maju di Pilkada Jabar</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/anies-pastikan-tak-bakal-maju-di-pilkada-jabar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-25 14:20:57 by W3 Total Cache
-->