<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ribuan Petani Riau dan Jambi Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/ribuan-petani-riau-dan-jambi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/ribuan-petani-riau-dan-jambi/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Dec 2024 22:58:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Ribuan Petani Riau dan Jambi Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/ribuan-petani-riau-dan-jambi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ratusan Petani Riau dan Jambi Ancam Tetap Berkemah di Kemenhut</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ratusan-petani-riau-dan-jambi-ancam-tetap-berkemah-di-kemenhut/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ratusan-petani-riau-dan-jambi-ancam-tetap-berkemah-di-kemenhut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Dec 2024 22:58:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kemah]]></category>
		<category><![CDATA[Kembalikan Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhut]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Ribuan Petani Riau dan Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5626</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Ratusan petani dari Riau dan Jambi ancam akan tetap berkemah di depan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ratusan-petani-riau-dan-jambi-ancam-tetap-berkemah-di-kemenhut/">Ratusan Petani Riau dan Jambi Ancam Tetap Berkemah di Kemenhut</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Ratusan petani dari Riau dan Jambi ancam akan tetap berkemah di depan Kantor Kementerian ‎Kehutanan (Kemenhut) Jakarta hingga tanah mereka dikembalikan.</p>
<p>“Kami akan bertahan di sini sampai kami mendapatkan kembali hak kami,” kata Muhammad Riduan, Ketua Umum (Ketum) Komite‎ Pejuang Petani Rakyat (KPR) di Jakarta, Jumat, (13/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ribuan-petani-dari-riau-dan-jambi-long-much-menuju-jakarta/">Ribuan Petani dari Riau dan Jambi Long-Much Menuju Jakarta</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Ia menegaskan, ratusan petani akan tetap berkemah di depan Kantor Kemenhut &#8211;dulu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)&#8211; hingga pemerintah mengembalikan tanah mereka.</p>
<p>‎“Tanah adalah sumber kehidupan kami‎ dan kami meminta pemerintah mengembalikannya kepada yang berhak,” ujar Riduan.</p>
<p>Sekitar 500 orang petani dari Provinsi Riau dan Jambi mendirikan tenda di depan Kantor Kemenhut setelah berjalan kaki dari Riau dan Jambi sekitar 1.200 kilometer (km).</p>
<p>Mereka tiba di Kemenhut pada Kamis, (10/12), setelah longmuch selama 11 hari demi memperjuangkan haknya atas tanah dan mendesak pemerintah menyelesaikan konflik agraria yang terjadi puluhan tahun.</p>
<p>Ribuan hektare tanah yang digarap petani kini dikuasai perusahaan besar. Salah satunya, tanah seluas 2.500 hektare di Kampar, ‎Riau, yang awalnya dicadangkan untuk masyarakat.</p>
<p>Kemudian, ‎tanah petani di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, juga digusur. Penggusuran tersebut akibat tumpang tindih kepemilikan tanah.</p>
<p>‎“Kami mendesak pemerintah segera bertindak. Konflik ini terlalu lama dibiarkan dan hanya menyebabkan penderitaan bagi masyarakat,” kata Riduan.</p>
<p>‎Ratusan petani dari kedua provinsi tersebut rela menempuh jarak lebih dari seribu kilometer untuk bisa beraudiensi dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.</p>
<p>Mereka menyampaikan 10 tuntutan, di antaranya pengembalian tanah yang dirampas, penerbitan sertifikat tanah melalui program TORA, dan hentian kriminalisasi petani.</p>
<p>Ratusan petani di antaranya 27 perempuan mendirikan puluhan tenda seadanya di Jalan Palmerah depan Kantor Kemp, Jakarta. Mereka tidur beralaskan tanah dan kertas.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ratusan-petani-riau-dan-jambi-ancam-tetap-berkemah-di-kemenhut/">Ratusan Petani Riau dan Jambi Ancam Tetap Berkemah di Kemenhut</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ratusan-petani-riau-dan-jambi-ancam-tetap-berkemah-di-kemenhut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Petani dari Riau dan Jambi Long-Much Menuju Jakarta</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ribuan-petani-dari-riau-dan-jambi-long-much-menuju-jakarta/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ribuan-petani-dari-riau-dan-jambi-long-much-menuju-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Dec 2024 07:28:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Atas Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Long Much ke Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangkan Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Ribuan Petani Riau dan Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Hujan tidak menyurutkan ribuan petani asal Riau dan Jambi untuk long-march menempuh...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ribuan-petani-dari-riau-dan-jambi-long-much-menuju-jakarta/">Ribuan Petani dari Riau dan Jambi Long-Much Menuju Jakarta</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Hujan tidak menyurutkan ribuan petani asal Riau dan Jambi untuk long-march menempuh 1.300 kilometer (km) demi sampai di Jakarta dan mendapat keadilan atas tanah.</p>
<p>Pada hari ketiga, aksi long-much, ribuan petani dari dua provinsi itu sudah tiba di Pelabuhan Bangkaheni, Lampung, setelah berjalan kaki menempuh sekitar 800 km melewati Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).</p>
<p>Sebelum naik kapal untuk menyeberang, mereka menunggu semua petani tiba di Pelabuhan Bankaheuni. Setelah semua sampai, baru naik ke kapal.</p>
<p>“Di sini kami menunggu senja untuk menyeberang ke Merak. Kami percaya perjuangan ini akan membawa perubahan positif bagi kami dan petani di seluruh Indonesia,” kata Sulaeman, petani delima asal Jambi pada, Kamis, (5/12).</p>
<p>‎Ia mengungkapkan, sejak pagi pihaknya tidak mendapatkan sinar Matahari lantaran hujan rintik-rintik terus turun sepanjang perjalanan.</p>
<p>“Namun, apapun kondisi harus kami terobos demi tujuan perjuangan,” ujar Sulaeman penuh semangat.</p>
<p>Antoni Fitra, peserta aksi long-much menambahkan, peserta terus menyanyikan lagu dan yel-yel perjuangan untuk menjaga semangat dan tekat guna mendapatkan keadilan terkait tanah.</p>
<p>“Kami terus menyanyikan yel-yel ‘Tegakkan Pasal 33 UUD 1945’ dan ‘Tanah Untuk Rakyat’ untuk menyemangati sesama peserta,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, koordinator aksi, Muhammad Ridwan, menyampaikan, hujan hingga debu jalanan tidak menyurutkan peserta untuk terus melangkahkan kaki sampai Jakarta. “Kami pantang mundur!” ucapnya lantang.</p>
<p>Semangat peserta kian bertambah bergelora. Pasalnya, hingga memasuki hari ketiga aksi, Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, belum menunjukkan respons signifikan</p>
<p>Ridwan menegaskan, jika Raja Juli tidak mendengar keluh kesan dan permintaan ribuan petani dari Riau dan Jambi, pihaknya akan terus berjuang dan tidak akan menyerah.</p>
<p>“Kami akan terus maju hingga ke Jakarta dan memaksa beliau untuk mendengar rakyat,”‎ tandasnya.</p>
<p>‎Lebih lanjut Ridwan menyampaikan, aksi long-much ini bukan hanya tentang menempuh jarak yang sangat jauh, tetapi juga menyemai perlawanan yang lebih luas dan kuat.</p>
<p>“Jika mereka tetap tidak membatu, maka banjir perlawanan rakyat akan merobohkan mereka,” ujarnya.</p>
<p>Aksi ini dilakukan untuk menemui Menhut dan sejumlah pihak terkait gunya menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi para petani di Riau dan Jambi dan memberikan jalan keluarnya.</p>
<p>Aksi long-much ini merupakan simbol perjuangan ribuan petani ‎dari Riau dan Jambi untuk mendapatkan keadilan dan hak atas tanah serta kehidupan yang lebih baik.<br />
<del><strong>[red]</strong></del></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ribuan-petani-dari-riau-dan-jambi-long-much-menuju-jakarta/">Ribuan Petani dari Riau dan Jambi Long-Much Menuju Jakarta</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ribuan-petani-dari-riau-dan-jambi-long-much-menuju-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-06-22 18:57:25 by W3 Total Cache
-->