<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Roy Kosasih Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/roy-kosasih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/roy-kosasih/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Sep 2024 10:48:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Roy Kosasih Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/roy-kosasih/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dengan AI, HR Berpeluang Meningkatkan Produktivitas Bisnis Perusahaan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/dengan-ai-hr-berpeluang-meningkatkan-produktivitas-bisnis-perusahaan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/dengan-ai-hr-berpeluang-meningkatkan-produktivitas-bisnis-perusahaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 10:48:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[HR]]></category>
		<category><![CDATA[IBM]]></category>
		<category><![CDATA[Roy Kosasih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3442</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) tengah mendorong transformasi dalam operasional dan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/dengan-ai-hr-berpeluang-meningkatkan-produktivitas-bisnis-perusahaan/">Dengan AI, HR Berpeluang Meningkatkan Produktivitas Bisnis Perusahaan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Kecerdasan Buatan atau <em>Artificial Intelligence</em> (AI) tengah mendorong transformasi dalam operasional dan strategi bisnis perusahaan, termasuk pada departemen Sumber Daya Manusia atau <em>Human Resources (HR)</em>. Organisasi yang inovatif menyadari potensi besar AI dalam memperbaiki model bisnis, dinamika proses kerja, serta pengalaman pelanggan dan karyawan.</p>
<p>Pada mulanya, departemen HR bersifat administratif dan berfokus pada pencatatan dan tugas-tugas klerikal seperti: mengelola <em>file</em> tenaga kerja, mengatur gaji karyawan, serta memastikan bahwa perusahaan telah mengimplementasi peraturan ketenagakerjaan. Meskipun departemen HR berperan penting dalam mengelola operasional para tenaga kerja, kontribusi strategisnya terhadap pertumbuhan bisnis dan inovasi sering kali terlupakan.</p>
<p>Teknologi telah mendorong efisiensi dan memungkinkan departemen HR untuk melakukan tugas-tugas yang ada lebih cepat dan hemat biaya lewat kontribusi yang lebih strategis, seperti mempercepat proses perekrutan dengan mencocokkan keterampilan karyawan dengan jabatan, memprediksi kesuksesan masa depan, dan memperkirakan waktu untuk mengisi lowongan pekerjaan.</p>
<p>Kemampuan ini bisa mengubah departemen HR dari fungsi administratif menjadi mitra strategis yang dapat mengatasi berbagai tantangan bisnis, seperti yang dirasakan IBM ketika menjadi “<em>Client Zero</em>.”</p>
<p>Presiden Direktur IBM Indonesia, Roy Kosasih mengatakan, AI bukan hanya sekedar tentang otomatisasi pekerjaan, namun juga untuk meningkatkan kemampuan manusia dan mendorong fungsi strategis perusahaan. Di IBM, pihaknya berkomitmen untuk membantu perusahaan menyusun ulang peran departemen HR dengan cara mengintegrasikan AI untuk meningkatkan efisiensi, mendorong inovasi, dan mendukung pertumbuhan karier para karyawan.</p>
<p>“Pengalaman kami sendiri menunjukkan bahwa AI dapat membantu departemen HR menjadi mitra strategis yang handal, meningkatkan produktivitas dan menghemat biaya secara signifikan. IBM akan terus memanfaatkan AI secara bertanggung jawab untuk menciptakan peluang baru, mengurangi bias, dan memastikan tempat kerja yang inklusif dan transparan di mana teknologi dan talenta manusia dapat berkembang bersamaan,” kata<strong> </strong>Roy Kosasih.</p>
<p>Dengan menjadi &#8220;<em>Client Zero,</em>&#8221; IBM berhasil merealisasi potensi transformasi AI dalam HR. Integrasi AI generatif dan otomatisasi telah berhasil memangkas biaya operasional HR hingga 40% dan menangani 94% permintaan karyawan melalui asisten digital perusahaan AskHR. Secara keseluruhan, investasi IBM pada AI telah menghasilkan peningkatan produktivitas senilai US$1,6 miliar</p>
<p>Peran inovatif Kecerdasan Buatan dalam departemen HR dapat memberikan perubahan positif di antaranya:</p>
<p><strong>Menciptakan Fungsi Penting dalam HR</strong></p>
<p>AI dapat menciptakan fungsi penting dalam departemen HR, seperti contohnya, &#8220;<em>Talent Scientist</em>” yang bisa menggabungkan peran <em>sourcing</em>, psikologi industri-organisasi, dan AI dalam menganalisis data, mengidentifikasi kandidat terbaik, dan memprediksi keberhasilan. Peran ini merupakan gabungan dari <em>the science of data</em> dengan proses tradisional dari departemen HR untuk mencapai hasil perekrutan yang dapat diprediksi.</p>
<p>Selain itu, ada juga “<em>Talent Influencers</em>,” yang berperan mengembangkan sektor digital dan platform media sosial untuk menarik kandidat terbaik. Para perekrut ini memiliki reputasi yang kuat dan keahlian di bidang mereka, sehingga sangat efektif dalam menarik kandidat.</p>
<p>Menurut Studi Global tahunan yang dilakukan terhadap 3.000 CEO di lebih dari 30 negara dan 26 industri, di wilayah ASEAN, 47% CEO yang disurvei mengatakan bahwa mereka sedang dalam tahap mengadopsi peran AI generatif yang belum ada tahun lalu</p>
<p><strong>Mengoptimalkan Waktu Profesional HR</strong></p>
<p>Dengan mengotomatisasi tugas-tugas repetitif seperti menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin, <em>chatbot</em> AI menjadikan tenaga HR lebih efisien dan efektif dalam memberikan dukungan kepada karyawan. Hal ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memungkinkan HR mengambil peran yang lebih strategis dalam pengembangan organisasi, serta membuka peluang karier baru di bidang pengembangan AI.</p>
<p><strong>Menjamin Tidak ada Bias</strong></p>
<p>AI dapat memastikan adanya pengurangan bias jika proses implementasi dan desainnya dilakukan secara benar. Sebagai contoh, aplikasi AI dalam bidang rekrutmen kandidat berpotensi dapat mengubah pola pikir kandidat terkait dengan cara merekomendasikan peran-peran dasar tanpa menyentuh faktor demografi seperti gender dan etnis.</p>
<p>Membangun Aplikasi Kecerdasan Buatan yang efektif dan tanpa bias memerlukan kolaborasi antara ahli konten dan tim <em>machine learning</em>. Keberagaman dalam pola pikir merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwa solusi AI dapat terhindar dari potensi bias. Seiring sistem AI yang semakin terintegrasi dalam operasional sehari-hari, tata kelola yang proaktif merupakan faktor yang sangat penting untuk memastikan pengambilan keputusan yang beretika, bertanggung jawab, transparan, dan rasional.</p>
<p>AI dapat mentransformasi departemen HR dengan memberikan peluang baru meskipun juga akan membawa tantangan yang besar. Untuk organisasi bisnis, kunci pemanfaatan AI merupakan mengimbangi kekuatan dan potensi pengawasan yang diperlukan agar proses eksekusi dapat dipercaya. Kombinasi dari AI dan pemahaman strategis dapat membuka peluang bisnis baru serta meningkatkan kontribusi departemen HR dalam sebuah keunggulan kompetitif sebuah organisasi.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/dengan-ai-hr-berpeluang-meningkatkan-produktivitas-bisnis-perusahaan/">Dengan AI, HR Berpeluang Meningkatkan Produktivitas Bisnis Perusahaan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/dengan-ai-hr-berpeluang-meningkatkan-produktivitas-bisnis-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerugian Akibat Kebocoran Data Capai Rekor Tertinggi, Sektor Keuangan Paling Besar</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/kerugian-akibat-kebocoran-data-capai-rekor-tertinggi-sektor-keuangan-paling-besar/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/kerugian-akibat-kebocoran-data-capai-rekor-tertinggi-sektor-keuangan-paling-besar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 03:06:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[IBM Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebocoran data]]></category>
		<category><![CDATA[Roy Kosasih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2785</guid>

					<description><![CDATA[<p> Jakarta, Indonesiawatch.id — IBM baru-baru ini telah merilis Laporan Tahunan Kerugian Pelanggaran Data (Cost of...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kerugian-akibat-kebocoran-data-capai-rekor-tertinggi-sektor-keuangan-paling-besar/">Kerugian Akibat Kebocoran Data Capai Rekor Tertinggi, Sektor Keuangan Paling Besar</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><strong>Jakarta, </strong><strong>Indonesiawatch.id </strong><strong>—</strong> IBM baru-baru ini telah merilis Laporan Tahunan Kerugian Pelanggaran Data (<em>Cost of a Data Breach Report</em>) yang menunjukkan bahwa rata-rata kerugian dari kebocoran data di kawasan Asia Tenggara mencapai rekor tertinggi sebesar US$3,23 juta pada 2024, meningkat 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Organisasi-organisasi infrastruktur penting di Asia Tenggara mengalami kerugian tertinggi, dengan sektor layanan keuangan mencatat kerugian paling besar dibanding industri lainnya (US$5,57 juta), diikuti oleh sektor industri (US$4,18 juta) dan teknologi (US$4,09 juta).</p>
<p>Untuk wilayah Asia Tenggara, laporan tahun 2024 tersebut menyertakan sampel dari klaster perusahaan yang berada di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di Asia Tenggara, 56% dari organisasi yang disurvei telah menerapkan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi keamanan di seluruh pusat operasi keamanan mereka (<em>Security Operation Center/SOC</em>), meningkat hampir 8% dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Ketika teknologi ini digunakan secara lebih mendalam, perusahaan dapat mengurangi siklus kebocoran data sebanyak 99 hari dan mengurangi kerugian akibat kebocoran data rata-rata sebesar US$1,42 juta, jika dibandingkan dengan yang tidak menerapkan kecerdasan buatan dan otomatisasi keamanan. Meskipun teknologi AI cukup baru untuk mengidentifikasi dan mengotomatisasi respons terhadap ancaman, teknologi ini juga bisa memperluas jangkauan serangan digital dan diperkirakan dapat memberikan risiko-risiko baru bagi tim keamanan siber.</p>
<p>Dari hasil penelitian global, organisasi-organisasi mengalami kekurangan staf yang lebih parah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (peningkatan 26%) dan mencatat kerugian rata-rata US$1,76 juta lebih tinggi dibandingkan dengan organisasi yang memiliki staf keamanan siber yang minim atau tidak ada sama sekali.</p>
<p>Meski demikian, masalah kekurangan staf akan segera teratasi karena banyak organisasi menyatakan akan meningkatkan anggaran keamanan dibanding tahun lalu menjadi 63% dari 51%, dan pelatihan karyawan juga menjadi fokus investasi utama. Para organisasi juga berencana untuk berinvestasi dalam perencanaan dan pengujian respons insiden, teknologi deteksi dan respons terhadap ancaman (seperti SIEM, SOAR, dan EDR), manajemen identitas dan akses, serta solusi perlindungan keamanan data.</p>
<p>Secara global, 70% organisasi yang mengalami kebocoran data melaporkan bahwa pelanggaran tersebut menyebabkan gangguan yang signifikan atau sangat signifikan. Dampak gangguan dari kebocoran data tidak hanya meningkatkan jumlah kerugian, tetapi juga memperpanjang efek pasca kebocoran, dengan proses pemulihan yang memakan waktu lebih dari 100 hari untuk sebagian kecil (12%) dari organisasi yang mengalami kebocoran data dan berhasil pulih sepenuhnya.</p>
<p>“Serangan siber telah menjadi ancaman nyata bagi Indonesia, seperti halnya negara-negara lain di dunia. Dan praktik membebankan biaya kerugian dan penanggulangannya kepada konsumen akibat insiden keamanan siber justru bisa memperkeruh situasi ini,” ujar Presiden Direktur IBM Indonesia, Roy Kosasih.</p>
<p>Ry mengatakan, dengan semakin luasnya model dan aplikasi AI generatif yang dapat memperbesar serangan dan menambah tekanan pada tim keamanan siber, sudah saatnya organisasi bisnis di Indonesia berinvestasi guna memperkuat strategi dan kapabilitas pencegahan kebocoran data dengan AI dan otomatisasi.</p>
<p>Beberapa fakta dan temuan penting dalam Laporan IBM Tahun 2024 di wilayah Asia Tenggara, termasuk:</p>
<p><strong>Kesenjangan Visibilitas Data – </strong>Berdasarkan laporan 2024, 41% dari kebocoran data melibatkan data yang disimpan di berbagai tempat, termasuk <em>cloud</em> publik, <em>cloud</em> pribadi, dan <em>on-premises</em>. Kebocoran ini juga merupakan yang paling mahal, rata-rata US$3,44 juta, dan memakan waktu paling lama untuk diidentifikasi dan ditangani (287 hari).</p>
<p><strong>Faktor-faktor yang meningkatkan kerugian</strong> <strong>– </strong>Tiga faktor utama yang meningkatkan risiko kebocoran data untuk organisasi lokal adalah migrasi ke <em>cloud</em> (US$263 ribu), lingkungan <em>IoT/OT</em> yang terdampak (US$220 ribu), dan kompleksitas sistem keamanan (US$181 ribu).</p>
<p><strong>Kegiatan terkait yang menaikkan kerugian kebocoran data – </strong>Kerugian bisnis, seperti gangguan operasional, penurunan jumlah pelanggan, dan penurunan reputasi perusahaan, meningkat hampir 31%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tanggapan pelanggan setelah kebocoran data pun melonjak 16% dan biaya pemberitahuan akan kasus kebocoran tersebut meningkat hampir 13% dalam periode yang sama.</p>
<p><strong>Siklus Pelanggaran Kebocoran Data – </strong>Perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara yang diteliti memerlukan waktu rata-rata sembilan bulan atau 264 hari untuk mengidentifikasi dan mengatasi insiden kebocoran data.</p>
<p><strong>Vektor Serangan Awal &#8211;</strong> <em>Phishing</em> merupakan vektor serangan awal yang paling umum (16%) dengan kerugian total rata-rata sebesar US$3,39 juta per kasus kebocoran data. Ini diikuti oleh kredensial yang dicuri atau dikompromikan (US$3,12 juta) dan penipuan lewat email bisnis (US$3,46 juta), masing-masing menyumbang 13% dari setiap insiden. Serangan yang memanfaatkan <em>zero-day vulnerability</em>, atau celah keamanan dalam perangkat keras atau lunak yang belum diketahui oleh tim TI, merupakan titik masuk yang paling merugikan (US$3,62 juta) dengan persentase kejadian kebocoran data sebesar 9%.</p>
<p><strong>Penghematan biaya jika penegak hukum terlibat – </strong>Secara global, dengan melibatkan penegak hukum, korban <em>ransomware</em> secara rata-rata menyelamatkan hampir US$1 juta dalam kerugian akibat kebocoran data dibandingkan dengan yang tidak melibatkan penegak hukum, di mana penghematan tersebut tidak termasuk pembayaran tebusan. Sebagian besar korban <em>ransomware</em> (63%) yang melibatkan penegak hukum berhasil menghindari bayaran tebusan.</p>
<p>Laporan Kerugian Akibat Kebocoran Data tahun 2024 didasarkan pada analisis mendalam terhadap pelanggaran kebocoran data di dunia yang dialami oleh 604 organisasi secara global dari Maret 2023 hingga Februari 2024.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan oleh Ponemon Institute yang disponsori dan di analisa oleh IBM, telah diterbitkan selama 19 tahun berturut-turut dan telah mempelajari pelanggaran terkait kebocoran data melalui lebih dari 6.000 organisasi yang menjadikannya sebagai tolak ukur industri.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kerugian-akibat-kebocoran-data-capai-rekor-tertinggi-sektor-keuangan-paling-besar/">Kerugian Akibat Kebocoran Data Capai Rekor Tertinggi, Sektor Keuangan Paling Besar</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/kerugian-akibat-kebocoran-data-capai-rekor-tertinggi-sektor-keuangan-paling-besar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-19 18:14:17 by W3 Total Cache
-->