<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tri Rismaharini Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/tri-rismaharini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/tri-rismaharini/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Sep 2024 08:42:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Tri Rismaharini Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/tri-rismaharini/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Adu Tarung Srikandi di Tapal Kuda, Laga Sengit Khofifah-Risma</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/adu-tarung-srikandi-di-tapal-kuda-laga-sengit-khofifah-risma/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/adu-tarung-srikandi-di-tapal-kuda-laga-sengit-khofifah-risma/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 08:42:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Airlangga Pribadi Kusman]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah Indar Parawansa]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Rismaharini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3387</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) memunculkan fenomena menarik. Di mana...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/adu-tarung-srikandi-di-tapal-kuda-laga-sengit-khofifah-risma/">Adu Tarung Srikandi di Tapal Kuda, Laga Sengit Khofifah-Risma</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) memunculkan fenomena menarik. Di mana semua bakal calon gubernur (bacagub) yang maju berjenis kelamin perempuan. Mereka di antaranya mantan Gubernur Jatim sekaligus Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.</p>
<p>Khofifah maju menggandeng politikus Demokrat Emil Dardak. Pasangan ini memborong belasan partai di Pilgub Jatim 2024. Di antaranya delapan parpol parlemen, yakni Partai Gerinda, Partai Golkar, Partai Demokrat, PKS, PPP, PAN, PSI, dan Partai NasDem. Kemudian, tujuh parpol nonparlemen, antara lain Partai Perindo, Partai Buruh, Partai Garuda, PBB, PKN, Partai Gelora, dan Partai Prima.</p>
<p>Sementara, penantangnya Luluk Nur Hamidah menggandeng rekannya sesama politikus PKB Lukmanul Khakim. Keduanya merupakan anggota DPR. Pasangan ini hanya diusung oleh PKB yang membentuk poros sendiri lepas dari poros besar pengusung Khofifah. Selanjutnya, PDI Perjuangan (PDIP) mengusung Tri Rismaharini dan KH Zahrul Azhar Asad (Gus Han).</p>
<p>Munculnya tiga bakal calon gubernur perempuan pada Pilkada Jatim 2024 menunjukkan terbukanya masyarakat Jawa Timur terhadap kepemimpinan perempuan. Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi Kusman menilai fenomena tersebut layak dan patut diapresiasi.</p>
<p>Menurutnya, kontestasi pemimpin perempuan di Jawa Timur menunjukkan bahwa isu kepemimpinan perempuan saat ini tidak lagi tabu, melainkan menjadi penting dari kultur politik daerah tersebut.</p>
<p>“Kepemimpinan perempuan ini bukan hanya tidak menjadi tabu lagi tetapi juga telah menjadi bagian penting dari kultur politik Jawa Timur. Satu sisi dimensi memiliki religius tinggi tetapi pelan-pelan berhasil melawan patriarki kepemimpinan politik,” kata Airlangga Pribadi Kusman dalam keterangannya kepada awak media di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 2 September 2024.</p>
<p>Ditinjau dari analisis politik, ketiga calon akan bertarung keras dengan basis teritorial politik yang sangat kuat. Tri Rismaharini atau Risma didukung PDIP dengan wilayah basis dukungan di Surabaya, Malang, Banyuwangi dan sekitarnya. Airlangga menyebut, Risma memiliki <em>political capital</em> atau modal politik yang sangat kuat.</p>
<p>“Dari sini kita melihat dalam banyak Pilkada, pengaruh partai tidak lebih besar daripada figur, tetapi melihat figur Risma sebagai politisi dengan dedikasi cukup tinggi akan menggerakan partai politiknya. Dukungan konstituen kepada Risma melampaui batas konstituen dari partai sendiri,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Khofifah merupakan elite politik yang memiliki reputasi populer mendapatkan dukungan terutama dari kalangan Nahdliyin, serta memiliki basis politik yang kuat di kalangan perempuan dan santri.</p>
<p>Selanjutnya Luluk, didukung oleh partai pemenang legislatif di Jatim, yakni PKB. PKB memiliki mesin partai yang sangat kuat di daerah Tapal Kuda. Berbekal pengalaman sebagai Ketua DPP PKB dan legislator Senayan, Luluk dinilai bisa menjadi “kuda hitam” dalam Pilkada kali ini.</p>
<p>“Dia (Luluk Nur Hamidah) bisa jadi kuda hitam dalam kontestasi. Di sini saya pikir terjadi pertarungan di kalangan Nahdliyin di mana yang cukup keras ada Khofifah dan Luluk di basis Nahdliyin,” ucap Dosen Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unair.</p>
<p>Selain itu, Risma juga tak bisa diremehkan karena memiliki latar belakang keluarga santri yang cukup kuat. Kemampuan masing-masing kandidat mengoptimalisasikan teritori masing-masing dan kemampuan mengambil dukungan dari basis lawan akan sangat menentukan pemenang Pilkada Jatim.</p>
<p>“Biasanya, suara di Madura sangat krusial dalam Pilkada karena sering menentukan kemenangan pada detik-detik terakhir. Selain itu, meskipun <em>money politics</em> dapat terjadi di mana saja, titik krusialnya biasanya di Madura,” tandasnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/adu-tarung-srikandi-di-tapal-kuda-laga-sengit-khofifah-risma/">Adu Tarung Srikandi di Tapal Kuda, Laga Sengit Khofifah-Risma</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/adu-tarung-srikandi-di-tapal-kuda-laga-sengit-khofifah-risma/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertarungan Srikandi, Kejayaan Khofifah, Kepanikan PKB</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pertarungan-srikandi-kejayaan-khofifah-kepanikan-pkb/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pertarungan-srikandi-kejayaan-khofifah-kepanikan-pkb/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 06:10:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Fahrul Muzaqqi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah Indar Parawansa]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Rismaharini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3384</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Pertama kalinya sepanjang sejarah hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim),...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pertarungan-srikandi-kejayaan-khofifah-kepanikan-pkb/">Pertarungan Srikandi, Kejayaan Khofifah, Kepanikan PKB</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Pertama kalinya sepanjang sejarah hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim), semua bakal calon gubernur (bacagub) yang maju berjenis kelamin perempuan. Tiga srikandi yang akan bertarung di Jatim di antaranya mantan Gubernur Jatim sekaligus Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.</p>
<p>Khofifah maju menggandeng politikus Demokrat Emil Dardak. Pasangan ini memborong belasan partai di Pilgub Jatim 2024. Di antaranya delapan parpol parlemen, yakni Partai Gerinda, Partai Golkar, Partai Demokrat, PKS, PPP, PAN, PSI, dan Partai NasDem. Kemudian, tujuh parpol nonparlemen, antara lain Partai Perindo, Partai Buruh, Partai Garuda, PBB, PKN, Partai Gelora, dan Partai Prima.</p>
<p>Sementara, penantangnya yakni Luluk Nur Hamidah menggandeng rekannya sesama politikus PKB Lukmanul Khakim. Keduanya merupakan anggota DPR. Pasangan ini hanya diusung oleh PKB yang membentuk poros sendiri lepas dari poros besar pengusung Khofifah. Selanjutnya, PDI Perjuangan (PDIP) mengusung Tri Rismaharini dan KH Zahrul Azhar Asad (Gus Han) sebagai bakal calon gubernutr dan wakil gubernur pada Pilkada Jatim 2024.</p>
<p>Sebelumnya, lembaga survei <em>Accurate Research and Consulting Indonesia</em> (ARCI) merilis peta terbaru elektabilitas sejumlah nama yang digadang-gadang maju di Pilgub Jatim 2024 pada Juli 2024 lalu. Hasilnya, Khofifah Indar Parawansa masih perkasa sebagai figur yang akan memenangi pertarungan Pilgub Jatim 2024.</p>
<p>“Khofifah Indar Parawansa unggul baik dalam <em>top of mind</em> hingga kuesioner <em>head to head</em> melawan Tri Rismaharini (Risma),” kata Direktur ARCI Baihaki Sirajt dalam paparannya.</p>
<p>Dalam survei ARCI simulasi cagub 5 nama, elektabilitas Khofifah menguat di angka 51,4%, Risma 16,2%, KH Marzuki 9,8%, Azwar Anas 4,7%, Pramono Anung 3,2%. Sementara 14,7% responden belum menentukan.</p>
<p>Saat dilakukan simulasi 3 nama cagub Jatim, elektabilitas Khofifah kembali menguat di angka 53,6%. Kemudian, Risma di angka 19,6%, dan KH Marzuki 10,2%. Sebanyak 16,6% responden belum menentukan pilihan.</p>
<p>Kemudian, saat dikerucutkan simulasi 2 nama cagub Jatim, elektabilitas Khofifah menguat di angka 54,3%. Sementara, Risma di angka 23,8%. Sebanyak 21,9% responden belum menentukan pilihan.</p>
<p>Selanjutnya, dalam pertanyaan <em>top of mind</em>, elektabilitas Khofifah di angka 37,8%, Risma 15,2%, dan Marzuki di angka 9,6%. Sebanyak 37,4% responden belum menentukan. “Elektabilitas Khofifah masih belum ada yang menandingi. Dengan waktu yang semakin mepet Pilkada Serentak 2024 ini dan belum ada nama yang <em>running,</em> akan berat menyaingi Khofifah di Jatim,” tutur Baihaki.</p>
<p>Teranyar, hasil survei sejumlah lembaga menunjukkan elektabilitas Khofifah masih perkasa di Jatim. Survei <em>Litbang Kompas</em> periode Juni 2024 menunjukkan elektabilitas Khofifah berada di posisi puncak mencapai 26,8%. Lalu, disusul oleh Tri Rismaharini dengan 13,6%. Sementara nama Luluk belum muncul dalam survei ini.</p>
<p>Khofifah juga unggul dengan perolehan 17,50% di survei <em>Proximity Indonesia</em> dalam simulasi<em> Top of Mind</em> yang digelar 8-14 Juli 2024 lalu. Menyusul di posisi kedua, Risma mendapat 4,20%.</p>
<p>Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair), Fahrul Muzaqqi memprediksi bahwa Khofifah Indar Parawansa akan memenangkan pertarungan di Pilgub Jatim. Mengingat elektabilitasnya yang terus menanjak. “Saya melihat dari konstelasi perkembangan politik nasional juga bagaimana Bu Khofifah ini masih sangat mungkin kelihatan lanjut di periode ke dua,” kata Fahrul Muzaqqi.</p>
<p>Menurutnya, Pilkada Jatim akan menjadi medan pertarungan kultural kaum Nahdliyyin. Khofifah sendiri merupakan mantan Ketua Umum Muslimat NU. Sementara penantangnya, Gus Han merupakan kiai sekalihus tokoh muda NU, dan Luluk Nur Hamidah merupakan struktural PKB yang memiliki darah NU.</p>
<p>“Artinya, Bu Khofifah masih akan berkontestasi dengan penantang yang berlatar belakang Nahdliyin, baik di posisi cagub atau cawagub, ini ada sosok Nahdliyin-nya. Jadi, partai akan berisiko jika tidak mencalonkan dari kalangan Nahdliyin. Itu sangat berisiko secara elektabilitas,” ujarnya.</p>
<p>Hal lain yang menjadi nilai tambah, pada Pilpres 2024, Khofifah punya magnet mengangkat suara Prabowo-Gibran di Jatim dengan meraih 65 persen suara. Karena itu, Khofifah disebut-sebut sebagai cagub yang terkoneksi atau memiliki “klik” dengan pemimpin terpilih. “Meski di kalangan <em>grass root</em> banyak yang merapat ke 02, jadi relawan-relawannya Ibu Khofifah semakin mantap ketika ia (Khofifah) memberikan <em>statement</em> bergabung ke TKN. Sehingga, suara di Jatim itu sempat tembus di angka 60-an persen,” paparnya.</p>
<p>Di sisi lain, ia menyinggung kepanikan PKB yang mengusung pasangan Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim. Menurutnya, PKB kembali mengulang kesalahan seperti Pilgub Jatim 2018 lalu. “Ini saya lihatnya mengulang kesalahan yang sama pada tahun 2018 lalu,” kata Fahrul.</p>
<p>Menurut Fahrul, pada Pilgub Jatim 2018, PKB mengusung duet Gus Ipul-Puti Guntur. Permasalahannya, Puti merupakan tokoh yang besar di Jawa Barat, bukan di Jawa Timur. “Jadi melihat untuk kans penantang ini masih sangat spekulatif, memang sudah ada duet Luluk-Lukmanul. Tapi sayangnya, kalau itu di tracking, Luluk Nur Hamidah ini kiprahnya banyak di Jawa Tengah,” ujarnya.</p>
<p>Hal ini yang membuat PKB dipastikan akan berat menjadi penantang Khofifah-Risma di Pilgub Jatim. “Malah ini mengulangi pengalaman PKB sebelumnya yakni mengusung Mbak Puti yang notabene Jawa Barat dan didaftarkan di Jatim,” ucap Fahrul.</p>
<p>Ia menilai, sebagai partai pemenang di Jatim, seharusnya PKB memiliki kader melimpah untuk diusung di kontestasi Pilkada kali ini. “Melihat detik-detik akhir pendaftaran cagub-cawagub Jatim, saya melihat tahapan ini sebetulnya sangat menentukan sekali. Namun justru yang nampak di mata publik itu karena waktu mepet, partai penantang terkesan buru-buru dan agak panik,” pungkasnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pertarungan-srikandi-kejayaan-khofifah-kepanikan-pkb/">Pertarungan Srikandi, Kejayaan Khofifah, Kepanikan PKB</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pertarungan-srikandi-kejayaan-khofifah-kepanikan-pkb/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-25 11:23:01 by W3 Total Cache
-->