<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UI Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/ui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/ui/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Nov 2024 07:49:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>UI Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/ui/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waduh! Ketua MWA UI Gus Yahya Sebut Gelar Doktor Bahlil Tak Dibatalkan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/waduh-ketua-mwa-ui-gus-yahya-sebut-gelar-doktor-bahlil-tak-dibatalkan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/waduh-ketua-mwa-ui-gus-yahya-sebut-gelar-doktor-bahlil-tak-dibatalkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 07:49:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[menteri esdm]]></category>
		<category><![CDATA[MWA UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4899</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) mengklarifikasi pemberitaan terkait penangguhan gelar...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/waduh-ketua-mwa-ui-gus-yahya-sebut-gelar-doktor-bahlil-tak-dibatalkan/">Waduh! Ketua MWA UI Gus Yahya Sebut Gelar Doktor Bahlil Tak Dibatalkan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>J</strong><strong>akarta, Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) mengklarifikasi pemberitaan terkait penangguhan gelar doktor Bahlil Lahadalia belakangan ini. MWA UI meluruskan pemberitaan bahwa yang ditangguhkan adalah pelaksanaan yudisium, sehingga gelar doktor Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut menyesuaikan jadwal yudisium.</p>
<p>“Itu yang terjadi ujian promosi pertengahan Oktober (maka) tidak bisa yudisiumnya November itu harus dihitung dulu. <em>Ya</em> penangguhan yudisium, promosinya yang sudah <em>ya</em> tidak bisa serta merta itu harus ditangguhkan (doktornya), itu yudisiumnya (yang ditangguhkan),” ujar Ketua MWA UI Yahya Staquf dalam keterangannya di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada Jumat, 15 November 2024.</p>
<p>Ketua PBNU ini mengatakan isu akademik Menteri Bahlil hanya masalah waktu saja dengan mengikuti aturan yang berlaku di UI. Sehingga yudisium yang akan dilaksanakan November 2024 ditangguhkan hingga genap empat semester penuh.</p>
<p>“Batas semester 4 penuh itu disampaikan karena peraturan menurut Peraturan Rektor Nomor 26 Tahun 2022 itu harus empat semester, <em>ya</em> harus menunggu seluruh masa studi itu berlalu,” katanya.</p>
<p>Sebelumnya, menguat kabar bahwa UI membatalkan kelulusan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai doktor. Informasi itu diklarifikasi oleh Yahya Staquf alis Gus Yahya. Kepada awak media, Gus Yahya menyatakan tidak benar gelar doktor Menteri Bahlil dibatalkan UI.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/waduh-ketua-mwa-ui-gus-yahya-sebut-gelar-doktor-bahlil-tak-dibatalkan/">Waduh! Ketua MWA UI Gus Yahya Sebut Gelar Doktor Bahlil Tak Dibatalkan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/waduh-ketua-mwa-ui-gus-yahya-sebut-gelar-doktor-bahlil-tak-dibatalkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prof. Yusra Kembangkan Pemeriksaan Non-Invasif untuk Deteksi Dini Kanker Kolorektal</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/prof-yusra-kembangkan-pemeriksaan-non-invasif-untuk-deteksi-dini-kanker-kolorektal/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/prof-yusra-kembangkan-pemeriksaan-non-invasif-untuk-deteksi-dini-kanker-kolorektal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2024 02:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Ari Kuncoro]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Kolorektal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Yusra]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4722</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok, Indonesiawatch.id &#8211; Universitas Indonesia (UI) melalui sidang terbuka yang dipimpin oleh Rektor UI Prof....</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/prof-yusra-kembangkan-pemeriksaan-non-invasif-untuk-deteksi-dini-kanker-kolorektal/">Prof. Yusra Kembangkan Pemeriksaan Non-Invasif untuk Deteksi Dini Kanker Kolorektal</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Depok,</strong><strong> Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Universitas Indonesia (UI) melalui sidang terbuka yang dipimpin oleh Rektor UI Prof. Ari Kuncoro mengukuhkan Prof. dr. Yusra, Ph.D sebagai guru besar tetap dalam bidang Hepatogastroenterologi Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran (FK) di di Aula IMERI FKUI, Kampus Salemba, pada Sabtu, 9 November 2024.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yusra menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Peran Patologi Klinik dalam Mengembangkan Pemeriksaan Non Invasif untuk Skrining dan Deteksi Dini Kanker Kolorektal dalam Strategi Pencegahan dan Pengendalian Kanker Nasional”. Ia menjelaskan bahwa kanker kolorektal adalah keganasan pada jaringan usus besar dan rektum.</p>
<p>Kanker ini merupakan salah satu dari lima jenis kanker yang menjadi prioritas dalam strategi nasional, dengan angka kematian yang tinggi. Skrining dan deteksi dini menjadi salah satu pilar dari enam pilar yang ditetapkan pemerintah untuk menangani kanker di Indonesia, yang masuk dalam Strategi Pencegahan dan Pengendalian Kanker Nasional 2024-2034.</p>
<p>“Saya mengangkat judul ini untuk memaparkan kepada kita semua, peran Patologi Klinik dalam mengembangkan pemeriksaan non-invasif yang bermanfaat dalam skrining dan deteksi dini kanker kolorektal,” ujar Prof. Yusra.</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan, biaya yang dikeluarkan BPJS untuk pengobatan kanker di tahun 2023 meningkat hampir 50% menjadi 5,9 triliun dibanding tahun sebelumnya. Kanker kolorektal menempati urutan kedua yang memiliki biaya tertinggi setelah kanker pankreas.</p>
<p>Melihat besarnya masalah kanker di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah membuat buku Rencana Kanker Nasional 2024-2034, yang menyampaikan enam strategi untuk mengurangi insiden kanker dan meningkatkan angka kesintasan kanker, salah satunya adalah strategi skrining dan deteksi.</p>
<p>&#8220;Fungsi tes skrining adalah untuk menilai kemungkinan seseorang yang tidak bergejala mengidap penyakit tertentu, dengan tujuan mencegah penyakit atau kematian akibat penyakit tersebut. Tes skrining kanker kolorektal penting menjadi program Pemerintah karena penyakit ini memiliki periode asimtomatik (tidak bergejala) yang cukup lama,” kata Prof. Yusra.</p>
<p>Butuh waktu lebih kurang 10-15 tahun bagi penyakit kanker kolorektal ini menjadi bergejala. Jika demikian, maka proses penyakit sudah berat dan bermetastasis. Lewat tes skrining ini, diharapkan penyakit kanker kolorektal sudah dapat terdiagnosis pada saat stadium awal, sehingga tatalaksana penyakit dapat dilakukan secepat mungkin, sehingga menurunkan angka morbiditas dan mortalitasnya.</p>
<p>Metode skrining untuk kanker kolorektal yang direkomendasikan ini adalah pemeriksaan colok dubur, dilakukan sekali pada usia lebih dari 50 tahun dan diulang jika ada gejala, pemeriksaan darah samar feses/tinja dan pemeriksaan DNA feses untuk deteksi kanker kolorektal stadium dini, dan pemeriksaan endoskopi (sigmoidoskopi fleksibel, kolonoskopi) dan pemeriksaan radiologi (barium enema dengan kontras ganda dan CT colonoscophy) untuk deteksi lesi kanker lanjut yang dilakukan setiap 5 tahun.</p>
<p>“Mengapa diperlukan pemeriksaan non-invasif untuk skrining kanker kolorektal? Dari berbagai publikasi diketahui bahwa terdapat ketidakpatuhan yang tinggi di masyarakat dalam melakukan skrining kanker kolorektal dengan kolonoskopi. Beberapa alasannya adalah ketidaknyamanan, rasa malu, rasa sakit, dan ketakutan tentang hasil positif merupakan hambatan yang paling sering,” ujar Prof. Yusra.</p>
<p>Ia menjelaskan, feses dapat dikeluarkan melalui anus secara umum, dan menyimpan informasi berharga mengenai kesehatan sistem pencernaan dan hati. Adanya perdarahan, sel-sel normal dan patologis, termasuk zat-zat yang disekresi, sisa pencernaan, bakteri normal dan patologis, semuanya dapat dideteksi dalam feses.</p>
<p>Karena itu, feses merupakan sampel yang baik untuk mendeteksi penyakit saluran cerna, yang diperoleh dengan cara tidak invasif, sehingga dapat mengurangi ketidaknyamanan dan risiko yang sering dialami pasien akibat prosedur invasif. Selanjutnya, untuk menganalisis sampel tersebut Prof. Yusra mengatakan, dibutuhkan peran Patologi Klinik dalam mengembangkan pemeriksaan non invasif.</p>
<p>&#8220;Patologi Klinik adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari penyakit melalui analisis sampel cairan tubuh, seperti darah, urin, dan cairan tubuh lainnya, termasuk feses/tinja. Peran Patologi Klinik dalam penyakit kanker kolorektal meliputi pemeriksaan skrining dan diagnosis dini meliputi pemeriksaan darah samar tinja, DNA/RNA tinja, dan berbagai metabolit tumor,” kata Prof. Yusra.</p>
<p>Patologi Klinik juga berperan dalam pemantauan pengobatan dan prognosis, seperti melalui pemeriksaan tumor marker CEA. Dan saat ini sudah mulai dikembangkan pemeriksaan mikrobiota dan metabolitnya berupa short chain fatty acid, untuk menilai kesehatan saluran cerna. Ke depannya, transplantasi tinja sudah mulai digunakan untuk terapi penyakit saluran cerna, dan menjadi tantangan bagi Patologi Klinik dalam mengembangkan pemeriksaan laboratorium.</p>
<p>Sampai dengan saat ini, Prof. Yusra aktif melakukan berbagai penelitian dan diterbitkan di berbagai jurnal nasional maupun internasional. Beberapa di antaranya yang terbit di tahun ini berjudul The Comparison of Laboratory Parameters of COVID-19 Patients in Universitas Indonesia Hospital Before and During Delta Variant Periode; Safety and Effectiveness of Seahorse Extract (Hippocampus Comes L.) on The Hematological Profile and Body Weight of Male Rats Induced by Depo Medroxyprogesterone Acetate; dan Perceptions, Practices, and Associated Factors Towards Expressed Breastfeeding Among Mothers in Jakarta, Indonesia.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/prof-yusra-kembangkan-pemeriksaan-non-invasif-untuk-deteksi-dini-kanker-kolorektal/">Prof. Yusra Kembangkan Pemeriksaan Non-Invasif untuk Deteksi Dini Kanker Kolorektal</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/prof-yusra-kembangkan-pemeriksaan-non-invasif-untuk-deteksi-dini-kanker-kolorektal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UI Tanggapi Keberatan Jatam Dicatut dalam Disertasi Bahlil</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 06:07:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Amelita Lusia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jatam]]></category>
		<category><![CDATA[menteri esdm]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4556</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Universitas Indonesia (UI) turut menanggapi pernyataan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/">UI Tanggapi Keberatan Jatam Dicatut dalam Disertasi Bahlil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id – </strong>Universitas Indonesia (UI) turut menanggapi pernyataan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang mengajukan keberatan kepada mereka atas pencatutan nama organisasinya dalam disertasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.</p>
<p>Diketahui, Bahlil Lahadalia meraih gelar doktor dalam program studi (Prodi) Kajian Strategik dan Global UI pada 16 Oktober 2024. Bahlil berhasil lulus dalam kurun waktu 1 tahun 8 bulan dengan predikat dengan pujian cumlaude.</p>
<p>Bahlil mengangkat disertasi berjudul “Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia”. Belakangan, Koordinator Jatam Melky Nahar Membeberkan bahwa lembaganya dicatut dalam disertasi doktoral Bahlil.</p>
<p>Seingatnya, Jatam hanya memberikan persetujuan untuk diwawancarai oleh seseorang bernama Ismi Azkya yang berprofesi sebagai peneliti di Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) pada 28 Agustus 2024 lalu. Ismi kala itu memperkenalkan diri ke Jatam sedang mengerjakan penelitian untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://indonesiawatch.id/jatam-protes-dicatut-jadi-narasumber-disertasi-bahlil/"><span style="text-decoration: underline;">Jatam Protes! Dicatut jadi Narasumber Disertasi Bahlil</span></a></strong></p>
<p>Kepala Kantor Informasi Publik dan Humas UI Amelita Lusia menyatakan, pihaknya sudah menerima surat protes yang disampaikan oleh Jatam. Di mana Jatam menolak dimasukkan jadi informan utama di dalam disertasi Bahlil.</p>
<p>Amelita menekankan bahwa proses disertasi tersebut masih dapat direvisi. “Perlu kami informasikan bahwa setelah sidang ujian terbuka maka tahap selanjutnya yang dijalani Pak Bahlil adalah revisi naskah disertasi sesuai masukan dalam sidang tersebut,” ujar Amelita Lusia dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, 8 November 2024.</p>
<p>Menurutnya, masukan yang disampaikan Jatam layak menjadi perhatian terutama bagi pihak atau mahasiswa yang mengerjakan disertasi. “Apabila ada masukan seperti ini, tentu akan menjadi perhatian dan dilakukan perbaikan sebagaimana harusnya,” kata Amelita</p>
<p>Dirinya belum mengkonfirmasi apakah UI akan berkirim surat secara resmi kepada Bahlil mengenai keberatan yang disampaikan Jatam agar menjadi atensi dalam proses revisi disertasi tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Nasional Jatam, Melky Nahar, mengungkapkan pihaknya sudah melayangkan surat keberatan kepada pihak UI pada Kamis, 7 November 2024. Menurutnya, Jatam tidak pernah memberikan persetujuan kepada Bahlil untuk menjadi informan utama dalam disertasi yang disusunnya dalam rangka menyelesaikan program studi doktor di UI.</p>
<p>“Iya betul, kami kirim kemarin ke UI. Kami tidak pernah memberikan persetujuan, baik secara tertulis maupun lisan, untuk menjadi informan utama bagi disertasi tersebut,” kata Melky.</p>
<p>Melky menegaskan ketika Ismi Azkya mengajukan penelitian hingga proses wawancara, Jatam tidak diberikan informasi yang memadai bahwa wawancara tersebut adalah bagian proses penyelesaian disertasi Bahlil.</p>
<p>“Kami tidak diberi informasi yang layak dan memadai bahwa wawancara tersebut merupakan salah satu proses penelitian bagi disertasi Bahlil Lahadalia,” Melky menjelaskan.</p>
<p>Selain itu, Ismi juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan penelitiannya, hingga akhirnya terungkap bahwa nama Jatam dijadikan informasi utama dalam disertasi Bahlil.</p>
<p>“Surat penolakan ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian. Kami menuntut nama Jatam beserta seluruh informasi yang telah diberikan untuk dihapus dari disertasi tersebut,” kata Melky.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/">UI Tanggapi Keberatan Jatam Dicatut dalam Disertasi Bahlil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ui-tanggapi-keberatan-jatam-dicatut-dalam-disertasi-bahlil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Bang Faisal, Kami Rindu Abang Hadir di Pojokan Taman..</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2024 13:13:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonom Senior]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Basri]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[INDEF]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3476</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Ekonom senior dan juga pendiri Institute for Development of Economics and Finance...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/">Selamat Jalan Bang Faisal, Kami Rindu Abang Hadir di Pojokan Taman..</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Ekonom senior dan juga pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri tutup usia pada Kamis, 5 September 2024. Faisal mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan di umur 65 tahun.</p>
<p>Dalam keterangan pihak keluarga, ekonom alumnus Universitas Indonesia (UI) itu meninggal dunia akibat serangan jantung setelah beberapa hari sebelumnya dirawat di RS. Hingga Kamis (5/9) rumah duka almarhum di Komplek Gudang Peluru Blok A 60 Jakarta Selatan ramai dikunjungi tokoh publik, akademisi, hingga awak media.</p>
<p>Faisal Basri lahir di Bandung, 6 November 1959. Ia merupakan salah seorang pendiri Mara (Majelis Amanah Rakyat) yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN). Keponakan dari mendiang mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Adam Malik ini juga berkontribusi mendirikan hingga mengelola beberapa organisasi nirlaba seperti Yayasan Harkat Bangsa, <em>Global Rescue Network</em>, dan Yayasan Pencerahan Indonesia.</p>
<p>Pada tahun 2000, Faisal juga diangkat menjadi anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Di tahun 2023, ia diangkat menjadi anggota Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).</p>
<p>Faisal Basri menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (1985) dan meraih gelar Master of Arts bidang ekonomi di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat (1988).</p>
<p>Kepergian Faisal Basri atau karib disapa Bang Faisal meninggalkan duka yang dalam bagi koleganya sesama ekonom. Kepada <em><strong>Indonesiawatch.id</strong></em>, ekonom sekaligus Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menyampaikan testimoninya atas kepergian Faisal Basri<em>. “</em>Kami atas nama keluarga besar INDEF memohon maaf kepada kolega, kerabat serta pihak-pihak yang berhubungan secara langsung dan tidak langsung dengan Bang Faisal Basri,” kata Tauhid.</p>
<p>“Kami mengenal beliau cukup lama dengan kepribadian yang bersahaja dan sederhana, kritis dalam menyampaikan pandangan, berani mengungkapkan fakta, serta tetap konsisten menjaga demokrasi dan pembelian Terhadap masyarakat yang tertindas, selalu <em>humble</em> terhadap setiap orang,” ucap Tauhid.</p>
<p>Tauhid mengakui keunggulan Faisal dalam bidang kepakaran dan daya kritis. “Analisisnya tajam dengan data-data yang luar biasa tajam dan sulit diperoleh, baik secara lisan maupun tulisan.   Kami (INDEF) kehilangan orang terbaik kami di mana secara lembaga kami berdiri sejak 1995,” katanya.</p>
<p>Di kalangan INDEF, Faisal Basri tidak hanya dikenal sebagai pendiri tetapi juga sosok yang senantiasa menjaga marwah dan reputasi lembaga INDEF. “Peninggalan beliau selain tulisan juga buku-buku beliau yang jumlahnya ribuan adalah amanah yang kami jaga. Kami kehilangan masa-masa diskusi ringan hingga berat persoalan bangsa yang tidak ada habisnya,” ujar Tauhid.</p>
<p>Ia mengenang sosok Bang Faisal yang suka duduk di pojok taman dengan gaya merokok santainya. Kesederhanaan dan kebersahajaan melekat pada sosok Faisal, berkelindan dengan pemikirannya yang cerdas dan gemilang.</p>
<p>“Kami kehilangan sosok yang menghadirkan suasana berbeda bahwa negara ini dalam kondisi yang memprihatinkan dan harus diperbaiki.  Semoga sumbangan pemikiran menjadi amal ibadah mengantarkan Abang ke tempat tertinggi di hadapan-Nya.  Kami rindu Abang hadir di pojokan taman,” pungkas Tauhid.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/">Selamat Jalan Bang Faisal, Kami Rindu Abang Hadir di Pojokan Taman..</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/selamat-jalan-bang-faisal-kami-rindu-abang-hadir-di-pojokan-taman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-02 17:43:49 by W3 Total Cache
-->