<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahmad Mahendra Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/ahmad-mahendra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/ahmad-mahendra/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Oct 2024 17:15:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Ahmad Mahendra Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/ahmad-mahendra/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Musik Generasi Baru, Pentas Nominasi AMI Awards ke-27</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/musik-generasi-baru-pentas-nominasi-ami-awards-ke-27/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/musik-generasi-baru-pentas-nominasi-ami-awards-ke-27/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2024 17:15:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Mahendra]]></category>
		<category><![CDATA[AMI Awards 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Candra Darusman]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbudristek]]></category>
		<category><![CDATA[Syaharani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4006</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) menggelar ajang penghargaan musik prestisius Anugerah Musik...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/musik-generasi-baru-pentas-nominasi-ami-awards-ke-27/">Musik Generasi Baru, Pentas Nominasi AMI Awards ke-27</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) menggelar ajang penghargaan musik prestisius Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2024. Ini merupakan perayaan AMI Awards ke-27 sejak masa kelahirannya. Penghargaan AMI bertumbuh dengan pesat dan memberikan pengaruh yang besar buat penikmat musik di Tanah Air.</p>
<p>Di saat tranformasi dari rilisan fisik menjadi rilisan digital—sejak AMI Awards ke-20 tahun 2017 hingga saat ini—menghadirkan nama-nama baru dari belahan Nusantara yang sanggup bersaing dengan musisi senior mereka. Nominasi AMI Awards 2024 mengambil tema “Musik Generasi Baru” sebagai bentuk apresiasi dari perkembangan pesat industri musik nasional dengan berbagai genre dan referensi, sekaligus terjadinya transformasi rilisan lagu dari fisik ke digital.</p>
<p>Ketua Umum AMI Candra Darusman menyatakan, dalam perayaan ke-27, AMI menjadi wadah yang berkesinambungan  bagi perkembangan musik dan musisi baru tanpa pernah melupakan pionirnya terdahulu.</p>
<p>“Kita semua berperan menjadikan AMI relevan sampai saat ini. Indikatornya terlihat dengan semakin banyaknya <em>entry</em> di mana karya musisi yang terdaftar di AMI Awards mencapai lebih dari 5.000. Kita melihat musik berperan dalam kehidupan di mana dengan musik, hati kita menjadi berseri,” kata Candra Darusman dalam paparannya di Konferensi Pers Pengumuman Nominasi AMI Awards ke-27 di Plaza Senayan, Jakarta pada Selasa, 15 Oktober 2024.</p>
<div id="attachment_4008" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4008" class="wp-image-4008 size-full" src="https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/10/2.jpg" alt="" width="650" height="433" /><p id="caption-attachment-4008" class="wp-caption-text"><em><strong>Sesi Foto Konpers Pengumuman Nominasi AMI Awards ke-27 di Plaza Senayan, Jakarta (Doc. AMI)</strong></em></p></div>
<p>Menurut Candra, pemilihan tema “Generasi Baru” menjadi bukti bahwa AMI relevan bagi semua generasi. Ia berharap, kehadiran AMI Awards 2024 dapat memotivasi dan menjadi suntikan semangat kepada para musisi untuk tetap terus berkarya.</p>
<p>“Di ajang AMI Awards, semua memiliki kesempatan yang sama, baik dari berbagai macam genre dan daerah. AMI selalu terbuka untuk semua peserta. Hasilnya tidak bisa diatur, semua tergantung pada anggota AMI,” ucap Candra.</p>
<p>Ia menjelaskan, antusiasme musisi dengan perayaan AMI Awards tahun ini dimulai sejak dibukanya pendaftaran lagu secara online pada 6 Mei-6 Juli 2024. Terdapat sebanyak 5.046 lagu yang terdaftar tahun ini berupa karya produksi single ataupun album yang dirilis secara komersil dalam periode rilis 1 Juli 2023-30 Juni 2024.</p>
<p>Hal itu menandai bahwa dalam kondisi apapun semangat dan daya kreativitas para musisi tetap menyala demi eksistensi industri musik Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi antusiasme dari para label, musisi dan artis yang memiliki daya kreativitas tinggi dengan semangat merilis karya terbaru dan menyediakan waktunya untuk mendaftarkan karya terbaiknya tersebut ke AMI Awards tahun ini,” tutur Candra.</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Perwakilan Tim Sidang Kategorisasi AMI, Syaharani membeberkan, Sidang Kategorisasi dan Sidang Penunjang Produksi AMI yang berlangsung pada 15 Juli-24 September 2024 menghasilkan sebanyak 62 Kategori AMI Awards tahun ini.</p>
<p>“Bermunculan banyak genre musik baru yang menguasai industri, menyajikan warna yang berbeda dengan referensi musik yang <em>fresh</em> sehingga membuat industri musik Indonesia jadi semakin beragam,” kata Syaharani.</p>
<p>Hal itu yang melatarbelakangi AMI menambah jumlah kategori baru dalam penilaiannya sejak 2017 hingga sekarang. Kategori baru tersebut di antaranya Jazz Alternatif, Soul R&amp;B Alternatif, Dangdut Elektro, Koplo, Orkestra, Teater Musikal, Film Scoring, Blues, Rearansemen dan Video Musik.</p>
<p>Syaharani menyebut, dalam AMI Awards 2024 kali ini terdapat 5.046 karya musik yang dinilai. Jumlah tersebut naik 8% dari sekitar 4.700-an karya musik pada tahun lalu. “Ada genre yang ternyata belum memenuhi kuota seperti musik kontemporer yang belum pernah ada sebelumnya. Tahun ini banyak karya yang <em>Lyrical Based</em> karena banyak pujangga di Indonesia. Pendatang baru banyak, pendatang baru anak-anak juga banyak, ini antusias yang luar biasa”.</p>
<p>Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ahmad Mahendra mengatakan, para musisi Indonesia dari lintas generasi telah berkontribusi memperkaya khazanah genre musik nasional.</p>
<p>“Kontribusi para musisi nasional melalui karya dan kreasinya tentu saja berdampak besar pada penguatan ekosistem musik Indonesia. Oleh sebab itulah, pemerintah berkomitmen terus mendukung para musisi dan segala bentuk perhelatan musik di Indonesia,” kata Mahendra.</p>
<p>Dirinya menyebut, keterlibatan serta dukungan Kemendikbudristek dalam AMI Awards menunjukkan adanya kehadiran negara terhadap kerja keras musisi yang telah berusaha menciptakan karya terbaiknya. Fasilitasi dan dukungan tersebut juga dilandasi landasan hukum yakni UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.</p>
<p>“Talenta dan karya dari para musisi Indonesia menjadi fondasi memajukan seni musik nasional untuk kepentingan masa depan. Sejak masa lampau hingga generasi baru kini, musik membuka ruang ekspresi hidup ke semua kalangan masyarakat,” ucap Mahendra.</p>
<p>Ia berharap agar AMI Awards dapat terus meningkatkan potensi musisi Indonesia untuk mengembangkan industri musik Tanah Air. Acara Konferensi Pers Pengumuman Nominasi AMI Awards ke-27 dihadiri musisi senior Tantowi Yahya dan Dwiki Darmawan. Acara ini turut menampilkan talenta musisi Sal Priadi, Bernadya Ribka, Giant Jay, dan Rahmania Astrini yang kesemuanya masuk dalam daftar nominasi AMI Awards ke-27 tahun ini.</p>
<p><strong>[red] </strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/musik-generasi-baru-pentas-nominasi-ami-awards-ke-27/">Musik Generasi Baru, Pentas Nominasi AMI Awards ke-27</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/musik-generasi-baru-pentas-nominasi-ami-awards-ke-27/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren! Ribuan Anak di India Nobar Animasi Wayang dari Indonesia</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/keren-ribuan-anak-di-india-nobar-animasi-wayang-dari-indonesia/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/keren-ribuan-anak-di-india-nobar-animasi-wayang-dari-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 10:58:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Mahendra]]></category>
		<category><![CDATA[Animasi Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Daud Nugraha]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Timun]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbudristek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3545</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Animasi wayang pertama di Indonesia, Desa Timun, diputar pertama kalinya di 7th...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/keren-ribuan-anak-di-india-nobar-animasi-wayang-dari-indonesia/">Keren! Ribuan Anak di India Nobar Animasi Wayang dari Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Animasi wayang pertama di Indonesia, <em>Desa Timun</em>, diputar pertama kalinya di 7th Aryan International Children’s Film Festival of Jaipur-ICFF, India, pada 28-30 Agustus 2024. Lebih dari 4.500 anak di Jaipur antusias menonton salah satu episode serial animasi Desa Timun bertajuk BOLA.</p>
<p>Film pendek tersebut memborong penghargaan “Special Jury Mention Award for Short Animation”. Ini menambahkan daftar penghargaan yang pernah diraih sebelumnya, antara lain: Nominasi Film Animasi Pendek Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2022, Kineko International Children’s Film Festival 2022 (Jepang) dan San Diego International Children’s Film Festival 2023 di San Diego Comic Con (Amerika Serikat).</p>
<p>“Ini pertama kalinya saya pergi ke India, dan saya sangat terkejut dengan antusiasme anak-anak yang begitu banyak. Mereka begitu terkesima dengan film <em>Desa Timun</em> dan sangat ingin tahu tentang animasi wayang ini,” kata Founder <em>Desa Timun</em> Daud Nugraha dalam keterangan resmi yang diterima <strong><em>Indonesiawatch.id</em></strong>.</p>
<div id="attachment_3547" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3547" class="wp-image-3547 size-full" src="https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/09/Animasi-Wayang1.jpg" alt="Pemutaran Animasi Wayang Desa Timun (Doc. Desa Timun)" width="650" height="433" /><p id="caption-attachment-3547" class="wp-caption-text"><em><strong>Pemutaran Animasi Wayang Desa Timun (Doc. Desa Timun)</strong></em></p></div>
<p>Menurutnya, animasi wayang <em>Desa Timun</em> memang berbeda dengan kebanyakan animasi yang sudah ada. Karena itu, Daud memadukan teknik mendalang dengan sentuhan animasi ekspresi secara digital. Sehingga wayang yang digerakkan oleh dalang tampak lebih hidup karena adanya ekspresi di masing-masing karakter.</p>
<p>Di sisi lain, animasi untuk anak-anak sangat populer di India. Melihat populasi penduduk India mencapai 1,4 miliar jiwa, sehingga pasar animasinya jadi sangat luas. Daud ingin <em>Desa Timun </em>bisa dinikmati secara lebih luas lagi oleh anak-anak di India.</p>
<p>“India merupakan pasar yang sangat baik untuk industri animasi, dan melihat antusiasme anak-anak di India untuk Desa Timun, saya melihat ada peluang memasarkan Aniwayang Desa Timun di India, mungkin dimulai dengan membuat versi Dubbing dalam bahasa Hindi,” ujar Daud.</p>
<p>Aniwayang –singkatan dari animasi wayang— <em>Desa Timun</em> cukup dikenal di Indonesia. Serial <em>Desa Timun</em> sudah memiliki 2 season dengan 48 episode yang bisa ditonton di Kanal Budaya Indonesiana TV. Karena antusiasme penonton semakin tinggi, Aniwayang Studio yang memproduksi Desa Timun sekarang sedang memproduksi season yang ke-3 yang akan tayang di 2025.</p>
<p>Direktur Perfilman, Musik, dan Media <a href="https://www.kemdikbud.go.id/"><strong>Kemendikbudristek</strong></a> Ahmad Mahendra mengungkapkan rasa bangganya terhadap keberhasilan aniwayang Desa Timun di India. Menurutnya, pencapaian ini berdampak positif bagi ekosistem perfilman, khususnya bagi film anak-anak.</p>
<p>“Ini membuktikan bahwa ekosistem perfilman dunia anak masih eksis dan mampu berprestasi, sekaligus menjadi medium pemajuan kebudayaan nasional. Oleh karenanya, kami (Kemendikbudristek) akan selalu mendukung langkah-langkah strategis ini,” ujar Mahendra.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/keren-ribuan-anak-di-india-nobar-animasi-wayang-dari-indonesia/">Keren! Ribuan Anak di India Nobar Animasi Wayang dari Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/keren-ribuan-anak-di-india-nobar-animasi-wayang-dari-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Benteng Vredeburg Hadirkan Ruang Inklusif, Ramah Bagi Kelompok Rentan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/museum-benteng-vredeburg-hadirkan-ruang-inklusif-ramah-bagi-kelompok-rentan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/museum-benteng-vredeburg-hadirkan-ruang-inklusif-ramah-bagi-kelompok-rentan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 09:31:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Mahendra]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Heritage Agency]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Benteng Vredeburg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, Indonesiawatch.id  – Inklusivitas merupakan aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat. International Council of Museums (ICOM)...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/museum-benteng-vredeburg-hadirkan-ruang-inklusif-ramah-bagi-kelompok-rentan/">Museum Benteng Vredeburg Hadirkan Ruang Inklusif, Ramah Bagi Kelompok Rentan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta,</strong><strong> Indonesiawatch.id</strong><strong>  </strong>– Inklusivitas merupakan aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat. International Council of Museums (ICOM) menekankan peningkatan aksesibilitas di museum-museum dunia sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.</p>
<p>Merujuk hal tersebut, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang merupakan unit museum dari Indonesian Heritage Agency (IHA) memperkuat komitmennya untuk menciptakan ruang publik yang inklusif dan ramah bagi semua kelompok masyarakat. Salah satunya menghadirkan berbagai fasilitas dan program bagi kelompok rentan.</p>
<p>Hal tersebut bertujuan untuk memastikan pengalaman yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung disabilitas, lansia, ibu hamil dan menyusui, anak-anak, masyarakat kurang mampu secara ekonomi, serta kelompok rentan lainnya.</p>
<p>Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra mengatakan, menghadirkan fasilitas dan program yang inklusif untuk kelompok rentan merupakan salah satu fokus IHA untuk menjadikan museum sebagai publik yang inklusif, nyaman dan aman bagi semua.</p>
<p>“Hal tersebut juga diwujudkan melalui konsep reimajinasi museum khususnya pilar <em>redesigning</em> melalui upaya revitalisasi museum yang sudah berjalan di Museum Benteng Vredeburg, dan juga pilar <em>reprogramming</em> dengan menghadirkan program publik museum yang menyenangkan dan dapat dinikmati oleh seluruh kalangan,” kata Ahmad Mahendra.</p>
<p>Setelah melalui proses revitalisasi, Museum Benteng Vredeburg memperkenalkan serangkaian fasilitas khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dengan berbagai keterbatasan. Di antaranya parkir khusus yang dekat dengan pintu masuk, toilet yang dirancang untuk disabilitas, loket prioritas yang memastikan kemudahan akses, serta jalur pemandu (<em>guiding block</em>) dan jalur landai yang memungkinkan mobilitas lebih mudah di seluruh area museum.</p>
<p>Museum juga menyediakan ruang anak, ruang laktasi, dan ruang tenang, yang dirancang untuk memastikan kenyamanan bagi keluarga dan individu yang membutuhkan waktu beristirahat selama berkunjung.</p>
<p>Selain itu, museum juga menyediakan alat bantu mobilitas seperti kursi roda, tongkat, kruk, dan <em>buggy car</em> untuk memastikan bahwa setiap sudut museum dapat diakses oleh semua orang. Untuk memfasilitasi komunikasi, tersedia berbagai alat seperti: kaca pembesar, teknologi<em> speech to text</em> dan <em>text to speech</em>, buku panduan berhuruf braille, TOA (pengeras suara), serta <em>miniboard</em> yang memudahkan pengunjung untuk mendapatkan informasi dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka.</p>
<p>Petugas museum yang mengenakan rompi merah bertuliskan “Sigap Keren” selalu siap membantu pengunjung dari kelompok rentan, memastikan bahwa mereka dapat menikmati seluruh fasilitas dengan aman dan nyaman.</p>
<p>Sebagai bagian dari inovasi layanan publik, Museum Benteng Vredeburg juga meluncurkan program ‘Jebol Keran’ (Jemput Bola bagi Kelompok Rentan), yang bertujuan untuk memudahkan akses kelompok rentan ke museum.</p>
<p>Program ini menawarkan penjemputan gratis dari sekolah atau tempat yang disepakati, tiket masuk tanpa biaya, pemanduan khusus di museum, dan pengantaran kembali ke sekolah, memastikan bahwa kunjungan ke museum menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.</p>
<p>Dilaksanakan sekali dalam sebulan, program ini khusus ditujukan bagi kelompok rentan disabilitas dan lansia di wilayah Yogyakarta, menegaskan peran Museum Benteng Vredeburg sebagai pionir dalam menciptakan ruang publik yang inklusif dan ramah bagi semua.</p>
<p>Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M. Rosyid Ridlo, mengatakan bahwa adanya fasilitas dan program yang inklusif merupakan bagian dari upaya Museum Benteng Vredeburg untuk terus relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa setiap orang, tanpa terkecuali, dapat menikmati Museum Benteng Vredeburg dengan pengalaman yang menyenangkan. Dengan menghadirkan fasilitas yang inklusif, kami berharap semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati rekreasi dan edukasi sejarah bangsa yang menyenangkan, aman, dan nyaman di museum,” kata M. Rosyid.</p>
<p>Untuk mendukung fasilitas dan program yang inklusif, Museum Benteng Vredeburg juga telah membekali seluruh pegawai museum dengan pelatihan sensitivitas disabilitas untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada pengunjung disabilitas.</p>
<p>Pelatihan ini meliputi materi tentang empati, regulasi hak disabilitas, ragam disabilitas, serta teknik komunikasi dengan beragam jenis disabilitas, yang disampaikan oleh ahli di bidang pendidikan luar biasa.</p>
<p>“Ke depan, museum juga berencana mengadakan pelatihan bahasa isyarat untuk menghilangkan hambatan komunikasi dengan pengunjung disabilitas rungu/wicara,” pungkas M. Rosyid Ridlo.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/museum-benteng-vredeburg-hadirkan-ruang-inklusif-ramah-bagi-kelompok-rentan/">Museum Benteng Vredeburg Hadirkan Ruang Inklusif, Ramah Bagi Kelompok Rentan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/museum-benteng-vredeburg-hadirkan-ruang-inklusif-ramah-bagi-kelompok-rentan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konferensi Pemikiran Islam Indonesia: Mengkaji Teologi Politik dan Konsep Negara</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/konferensi-pemikiran-islam-indonesia-mengkaji-teologi-politik-dan-konsep-negara/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/konferensi-pemikiran-islam-indonesia-mengkaji-teologi-politik-dan-konsep-negara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2024 10:52:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Mahendra]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Heritage Agency]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3054</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jombang, Indonesiawatch.id – Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari di bawah naungan Indonesian Heritage Agency...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/konferensi-pemikiran-islam-indonesia-mengkaji-teologi-politik-dan-konsep-negara/">Konferensi Pemikiran Islam Indonesia: Mengkaji Teologi Politik dan Konsep Negara</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jombang, </strong><strong>Indonesiawatch.id</strong> – Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari di bawah naungan Indonesian Heritage Agency (IHA) membuka Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024. Konferensi yang berlangsung pada 23-24 Agustus 2024 tersebut bertujuan menganalisis dan mendiskusikan hubungan antara Islam dan konsep negara bangsa Indonesia, serta mengkaji kontribusi teologi politik yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh besar seperti: KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).</p>
<p>Islam dan Indonesia memiliki hubungan yang erat dalam sejarah pemikiran dan politik pasca kolonialisme. Dalam bernegara, Islam menjadi salah satu sumber motivasi yang berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku sosial politik. Pengaruh Islam tidak hanya terlihat dalam aspek keagamaan, tetapi juga tercermin dalam berbagai kebijakan dan gerakan politik yang mengarahkan perkembangan negara.</p>
<p>Selain itu, peran tokoh-tokoh Islam dalam sejarah Indonesia, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid, telah menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan dalam konsep negara bangsa yang inklusif dan demokratis.</p>
<p>Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra menyatakan, Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024 merupakan momen yang penting untuk mengkaji dan memahami kontribusi besar yang diberikan oleh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid dalam membangun pondasi negara bangsa yang demokratis dan inklusif.</p>
<p>“Konferensi ini juga merupakan contoh nyata dari implementasi tiga pilar utama Indonesian Heritage Agency (IHA), yaitu <em>Reprogramming</em>, <em>Redesigning</em>, dan <em>Reinvigorating</em>, yang bertujuan menjadikan museum sebagai ruang inklusi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang sejarah kebudayaan Indonesia,” kata Ahmad Mahendra dalam keterangan yang diterima <strong><em>Indonesiawatch.id</em></strong>.</p>
<p>Konferensi Pemikiran Islam Indonesia 2024 dihadiri oleh para akademisi, cendekiawan, serta generasi muda mengangkat topik mengenai landasan teologis ulama dalam pembentukan negara bangsa dan aktualisasi pemikiran teologi kebangsaan bagi generasi muda. Topik yang diangkat bertujuan memberikan inspirasi kepada generasi muda dalam melanjutkan perjuangan mempertahankan konsep negara bangsa yang inklusif dan berkeadilan, seperti yang dicontohkan para ulama besar tersebut.</p>
<p>Ketua Tim Narasi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Inayah Wahid, menekankan pentingnya melanjutkan warisan pemikiran toleransi dan inklusivitas yang diajarkan Gus Dur.  Menurutnya, tugas generasi penerus adalah merawat dan melanjutkan perjuangan. “Konferensi ini bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga merupakan wujud komitmen kita untuk menjaga integritas dan kedaulatan bangsa dan memperkuat komitmen kolektif dalam mempertahankan nilai-nilai inklusivitas dan keadilan yang telah diajarkan oleh para ulama besar Indonesia,” kata Inayah.</p>
<p>Semenjak diresmikan di Desember 2018, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy&#8217;ari (MINHA) menjadi sarana dan tempat edukasi yang penting bagi masyarakat untuk memahami dan mengapresiasi nilai-nilai Islam, sejarah, serta kontribusi para ulama dalam membangun bangsa, sekaligus mendorong pembelajaran yang inklusif dan relevan untuk generasi saat ini dan mendatang. Museum ini memberikan pengalaman partisipatif bagi pengunjung, komunitas, organisasi, dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia, dengan menghadirkan keragaman sebagai wujud toleransi.</p>
<p>Kepala Unit Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Wicaksono mengatakan, museum didirikan untuk menjadi pusat pendidikan dan pengkajian nilai-nilai Islam yang inklusif, seperti yang diajarkan KH Hasyim Asy’ari dan para tokoh lainnya. “Kami berharap konferensi ini dapat menganalisis, mendiskusikan, dan memperkaya pemahaman para peserta tentang kontribusi tokoh-tokoh Islam dalam membangun konsep negara bangsa yang inklusif dan demokratis, serta relevansi teologi politik yang mereka kembangkan dalam konteks modern,” tutur Wicaksono.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/konferensi-pemikiran-islam-indonesia-mengkaji-teologi-politik-dan-konsep-negara/">Konferensi Pemikiran Islam Indonesia: Mengkaji Teologi Politik dan Konsep Negara</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/konferensi-pemikiran-islam-indonesia-mengkaji-teologi-politik-dan-konsep-negara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-31 10:32:57 by W3 Total Cache
-->