<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gas rumah tangga Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/gas-rumah-tangga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/gas-rumah-tangga/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jul 2024 04:20:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>gas rumah tangga Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/gas-rumah-tangga/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPPU: Program Jargas Jalan di Tempat</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/kppu-program-jargas-jalan-di-tempat/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/kppu-program-jargas-jalan-di-tempat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jul 2024 04:20:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[BPH migas]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[gas rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[jargas]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[KPPU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2052</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Program Jaringan Gas (jargas) kota masuk ke dalam Program Strategis Nasional (PSN)...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kppu-program-jargas-jalan-di-tempat/">KPPU: Program Jargas Jalan di Tempat</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Program Jaringan Gas (jargas) kota masuk ke dalam Program Strategis Nasional (PSN) mengacu pada Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2018. Pengembangan jargas juga masuk dalam RPJMN 2020-2024. Target penggunaan jargas ditetapkan sampai 2024 yang mencapai 4 juta sambungan rumah tangga (SR).</p>
<p>Namun sayangnya menurut Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa, realisasi jargas sampai dengan tahun 2024 hanya mencapai 20% dari target APBN. &#8220;Hal ini dapat disebabkan oleh kebijakan monopoli kepada PT. Pertamina Gas Negara, Tbk. yang tidak membuka dan berhasil melibatkan BUMD dan swasta untuk melakukan investasi di jargas kota,&#8221; ujar Asa.</p>
<p>Keterbatasan jaringan pipa gas, katanya, mengakibatkan konsumen bergantung pada LPG khususnya kemasan 3 Kg. Data menunjukkan bahwa konsumsi LPG 3 Kg terus meningkat tiap tahun. Sementara LPG (non subsidi) stagnan dan cenderung turun dan terindikasi beralih ke LPG bersubsidi.</p>
<p>Tercatat, tingkat konsumsi LPG 3 Kg meningkat dari 6,8 juta MT di 2019 menjadi 8,07 juta MT di 2023 (tumbuh 3,3% secara rata rata dalam lima tahun terakhir). Sejalan dengan hal tersebut, biaya subsidi LPG 3 Kg terus meningkat (rata rata tumbuh 16% selama 5 tahun), dari Rp 54,1 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp 117,8 triliun di tahun 2023.</p>
<p>Tahun ini, terdapat alokasi subsidi LPG sebesar Rp 87,5 trilliun. Sehingga sejak tahun 2019, total subsidi yang diberikan pemerintah untuk gas sudah mencapai Rp 460,8 trilliun.</p>
<p>Dengan fakta bahwa mayoritas LPG berasal dari impor, maka dapat diperkirakan total nilai impor LPG selama periode 2019-2023 mencapai Rp 288 trilliun. Dengan membandingkan total biaya subsidi LPG dalam periode yang sama (yakni sebesar Rp 373 trilliun), maka rasio biaya impor LPG mencapai 77% dari total subsidi LPG. Jika digabung dengan subsidi tahun ini, total biaya subsidi dan nilai impor tersebut mencapai Rp 833,8 triliun.</p>
<p>&#8220;Besaran tersebut sangat signifikan karena mencerminkan devisa yang hilang serta opportunity loss yang subtansial, terutama apabila dapat digunakan untuk pembangunan dan pengembangan jargas kota,&#8221; Asa menerangkan.</p>
<p>Menurutnya, tanpa ada perubahan signifikan dalam kebijakan jargas, subsidi LPG akan terus membebani anggaran Pemerintah ke depannya. Sebagai ilustrasi, sambungnya, apabila 50% dari total akumulasi dana subsidi LPG digunakan untuk pembangunan jargas kota, dengan asumsi 1 sambungan rumah (SR) = Rp 10 juta, maka dapat dibangun 23 juta SR dalam periode 5 tahun.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya ini akan melewati target RPJMN, peralihan ini juga akan berdampak signifikan terhadap penurunan impor LPG dan penghematan devisa bagi negara,&#8221; pungkas Asa.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kppu-program-jargas-jalan-di-tempat/">KPPU: Program Jargas Jalan di Tempat</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/kppu-program-jargas-jalan-di-tempat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-07 08:09:47 by W3 Total Cache
-->