<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CME Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/cme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/cme/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Apr 2025 10:57:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>CME Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/cme/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>CME: Keberadaan Danantara Bak Madu dan Racun Bagi Ekonomi Nasional</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/cme-keberadaan-danantara-bak-madu-dan-racun-bagi-ekonomi-nasional/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/cme-keberadaan-danantara-bak-madu-dan-racun-bagi-ekonomi-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2025 10:56:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Alvin Desfiandi]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Carmelo Ferlito]]></category>
		<category><![CDATA[CME]]></category>
		<category><![CDATA[Danantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7014</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Lembaga think thank ekonomi terkemuka di Asia Tenggara, Center for Market Education...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/cme-keberadaan-danantara-bak-madu-dan-racun-bagi-ekonomi-nasional/">CME: Keberadaan Danantara Bak Madu dan Racun Bagi Ekonomi Nasional</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Lembaga <em>think thank</em> ekonomi terkemuka di Asia Tenggara, Center for Market Education (CME) turut menaruh perhatian besar terhadap Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. CME berpandangan, portofolio Dewan Penasihat Internasional sudah sesuai dengan prinsip <em>modern portfolio theory</em> yang dapat menjadi sarana efektif pengelolaan risiko investasi.</p>
<p>Untuk diketahui, Danantara telah mengumumkan susunan manajemennya. Nama-nama beken turut meramaikan kepengurusan Danantara. Sebut saja Ray Dalio, begawan investasi dari Bridgewater Associate, Jeffrey Sachs pengamat ekonomi dan geopolitik dari Columbia University, hingga mantan Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra.</p>
<p>“Langkah pembentukan Danantara ini jika diimbangi dengan tata kelola yang transparan dan independen, dapat membantu meredam tekanan pasar jangka pendek dan mengarahkan modal ke proyek-proyek global yang menjanjikan,” ujar CEO dari Center for Market Education, Carmelo Ferlito dalam keterangan resminya.</p>
<p>Dengan dukungan investasi awal sebesar US$20 miliar yang dialokasikan melalui pemotongan anggaran, Danantara digadang-gadang menjadi mesin dividen yang dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional berkelanjutan.</p>
<p>Menurut Carmelo, pengalaman negara tetangga, terutama skandal 1MDB di Malaysia dan keberhasilan pengelolaan Temasek oleh Singapura menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dalam mengelola Danantara. Teori <em>principal-agent</em> menyoroti betapa lemahnya pengawasan dan intervensi politik dapat mengakibatkan penyelewengan dana dalam skala besar.</p>
<p>Menurut Chief Economist CME, Alvin Desfiandi, untuk menghindari nasib serupa 1MDB, Danantara harus menerapkan kerangka tata kelola (<em>governance</em>) yang kokoh, pengambilan keputusan yang transparan, dan standar akuntabilitas yang ketat.</p>
<p>“Peran dewan pengawas dan manajerial yang jelas, audit independen secara rutin, serta budaya organisasi yang mendorong profesionalisme menjadi kunci agar Danantara dapat beroperasi secara efektif tanpa tercemar kepentingan politik,” kata Alvin Desfiandi.</p>
<p>Alvin menyebut keberadaan Danantara bak dua sisi mata uang. Danantara dapat menjadi “madu” bahkan dapat pula menjadi “racun” bagi perekonomian nasional. Hal itu dikaitkan dengan gejolak pasar modal Indonesia. Danantara, lanjut Alvin, harus dilihat dalam konteks kondisi ekonomi saat ini.</p>
<p>“Danantara hadir di tengah gejolak pasar modal yang melanda Indonesia. Berita terbaru menunjukkan bahwa penurunan IHSG yang cukup signifikan medio Maret 2025 telah mengakibatkan tekanan kuat terhadap rupiah, yang semakin tertekan oleh dolar AS,” Alvin memaparkan.</p>
<p>Kondisi itu pula yang memaksa Bank Indonesia (BI) mengambil langkah ekspansif. Salah satunya dengan menargetkan pembelian Surat Berharga Nasional (SBN) di pasar sekunder yang nilainya mencapai ratusan triliunan rupiah.</p>
<p>Menurut akademisi Universitas Prasetiya Mulya itu, selain tekanan moneter yang mempersempit ruang gerak suku bunga, penurunan tingkat kepercayaan konsumen (<em>consumer confidence</em>) berdampak pada melemahnya konsumsi rumah tangga yang menyumbang 54% terhadap PDB nasional.</p>
<p>“Kita semua tahu bahwa Lebaran, momen tradisional yang biasanya meningkatkan daya beli dan konsumsi. Dalam situasi ini, wajar bila desakan muncul kepada pemerintah bersama BI agar mengambil langkah strategis untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan makroprudensial,” ucapnya.</p>
<p>Ia berharap pemerintah berhati-hati agar mekanisme pasar dapat berfungsi secara alami dalam menyeimbangkan penawaran dan permintaan modal, sekaligus mencegah distorsi alokasi sumber daya. “BI sebaiknya membiarkan mekanisme pasar bekerja. Solusi jangka panjang mau tidak mau harus lebih mengutamakan pembenahan struktural dan kebijakan yang mendorong efisiensi pasar,” kata Alvin.</p>
<p>Dalam konteks itu, Danantara krusial sebagai salah satu solusi struktural jangka panjang. “Dengan mengoptimalkan pengelolaan aset negara dan mengarahkan modal ke proyek-proyek produktif, Danantara berpotensi dapat mengurangi ketergantungan pada intervensi moneter yang sifatnya reaktif dan mendukung stabilitas ekonomi secara fundamental,” pungkas Alvin.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/cme-keberadaan-danantara-bak-madu-dan-racun-bagi-ekonomi-nasional/">CME: Keberadaan Danantara Bak Madu dan Racun Bagi Ekonomi Nasional</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/cme-keberadaan-danantara-bak-madu-dan-racun-bagi-ekonomi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CME dan Universitas Prasetiya Mulya Berkolaborasi Gelar Business Economic Conference 2025</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/cme-dan-universitas-prasetiya-mulya-berkolaborasi-gelar-business-economic-conference-2025/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/cme-dan-universitas-prasetiya-mulya-berkolaborasi-gelar-business-economic-conference-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 11:25:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Alvin Desfiandi]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Carmelo Ferlito]]></category>
		<category><![CDATA[CME]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Prasetiya Mulya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6979</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Lembaga kajian ekonomi Center for Market Education (CME) membangun kerja sama organik...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/cme-dan-universitas-prasetiya-mulya-berkolaborasi-gelar-business-economic-conference-2025/">CME dan Universitas Prasetiya Mulya Berkolaborasi Gelar Business Economic Conference 2025</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Lembaga kajian ekonomi Center for Market Education (CME) membangun kerja sama organik dengan Universitas Prasetiya Mulya pada 2025. Inisiatif tersebut diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan Innovation Summit: Business Economic Conference (BEC) 2025 yang akan berlangsung di Universitas Prasetiya Mulya, Kampus BSD, Tangerang pada tanggal 10 April 2025.</p>
<p>Konferensi internasional tersebut mengambil tema “Merevolusi Kebijakan Penanaman Modal Asing (PMA), Menuju Pertumbuhan Merata di Indonesia”. Dalam kegiatan tersebut turut diluncurkan sebuah <em>policy brief</em> mengenai peningkatan PMA di Indonesia dengan diskusi panel yang akan diikuti oleh pembicara dari Bank Dunia, UOB dan Trilexica At Law.</p>
<p>Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Prasetiya Mulya, Handyanto Widjojo. Hadir sebagai pembicara kunci Ekonom Bank Dunia Indonesia, Mochamad Pasha dan Ketua Yayasan Prasetiya Mulya, Prof. Djisman S. Simandjuntak.</p>
<p>Kegiatan mendatangkan sejumlah praktisi dan akademisi sebagai panelis diskusi. Mulai dari ekonom Bank Dunia Indonesia Mochamad Pasha; Kepala Ekonom CME Indonesia sekaligus Anggota Fakultas Universitas Prasetiya Mulya, Alvin Desfiandi; Country Lead, FDI Advisory, PT Bank UOB Indonesia, Samuel Houten; Partner Trilexica at Law, Safita Narthfilda; dan Kepala Sub Kelompok Kerja Pertanian, Makanan dan Minuman, Eurocham Indonesia, Dhedy Adi Nugroho.</p>
<p>Selanjutnya, pembicara dari Universitas Prasetiya Mulya diagendakan bakal hadir di Innovation Summit Asia Tenggara ke-2, yang akan digelar di Jakarta pada 6 Mei 2025. Kemitraan CME dengan Universitas Prasetiya Mulya semakin menguat setelah lembaga ini menunjuk Alvin Desfiandi sebagai Kepala Ekonom yang baru. Penunjukan tersebut sejalan dengan perluasan kegiatan konsultasi dan penelitian CME, yang kini tersebar di Malaysia, Indonesia, Singapura, Bangladesh, dan India.</p>
<p>“Kepercayaan dari para pelanggan membuat kami terlibat dalam pekerjaan konsultasi dan penelitian di luar pasar tradisional kami, Malaysia dan Indonesia. Proyek-proyek datang dari Singapura, Bangladesh, dan India,” kata CEO CME, Carmelo Ferlito.</p>
<p>Menurut Carmelo, hal tersebut memungkinkan pihaknya untuk mengambil langkah tambahan menuju pertumbuhan tim dengan menambahkan seorang ekonom berpengalaman, yang dapat mendukung dan memperkuat penelitian dan pekerjaan advokasi CME.</p>
<p>Alvin Desfiandi, yang telah bekerja sama dengan CME sebagai Rekan Peneliti, saat ini adalah seorang dosen di Universitas Prasetiya Mulya di Jakarta. Ia memperoleh gelar sarjana di bidang Keuangan Perusahaan dari Universitas Prasetiya Mulya dan dua gelar master: satu di bidang Ekonomi dari Universitas Indonesia dan satu di bidang Ekonomi Internasional dan Pembangunan dari Australian National University.</p>
<p>Aktivitas penelitiannya berfokus pada kebijakan publik, ketimpangan pendapatan, dan organisasi industri. “Penunjukan ini akan memungkinkan CME untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan yang ditawarkan oleh CME, tetapi juga untuk memperkuat posisi kami di Indonesia sebagai suara penting dalam mendukung perdagangan bebas dan ekosistem pro-investasi,” ujar Country Manager CME Indonesia, Alfian Banjaransari.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/cme-dan-universitas-prasetiya-mulya-berkolaborasi-gelar-business-economic-conference-2025/">CME dan Universitas Prasetiya Mulya Berkolaborasi Gelar Business Economic Conference 2025</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/cme-dan-universitas-prasetiya-mulya-berkolaborasi-gelar-business-economic-conference-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-17 18:56:46 by W3 Total Cache
-->