<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Harus Transparan Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/harus-transparan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/harus-transparan/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Dec 2024 11:58:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Harus Transparan Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/harus-transparan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>‎KontraS: Pemberian Amnesti 44 Ribu Narapidana Harus Transparan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/kontras-pemberian-amnesti-44-ribu-narapidana-harus-transparan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/kontras-pemberian-amnesti-44-ribu-narapidana-harus-transparan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Dec 2024 11:58:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Amnesti 44 Ribu Narapidana]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Harus Transparan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[KontraS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – KontraS angkat bicara soal rencana pemerintahan Prabowo Subianto memberikan amnesti kepda 44...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kontras-pemberian-amnesti-44-ribu-narapidana-harus-transparan/">‎KontraS: Pemberian Amnesti 44 Ribu Narapidana Harus Transparan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> KontraS angkat bicara soal rencana pemerintahan Prabowo Subianto memberikan amnesti kepda 44 narapidana se-Indonesia.</p>
<p>Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, di Jakarta, Rabu, (18/12), mengatakan, kebijakan pemberian amnesti ‎harus transparan dan disertai reformasi sistem peradilan pidana secara menyeluruh.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/indonesia-iran-bahas-soal-pemindahan-napi-narkotika-ke-iran/">Indonesia-Iran Bahas soal Pemindahan Napi Narkotika ke Iran</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Dimas menegaskan, proses pemberian amnesti kepada narapidana untuk mengatasi masalah kapasitas lapas yang berlebih (<em>overcrowded</em>) merupakan ekses atau akibat dari banyaknya regulasi yang punitif atau mengutamakan pendekatan pemenjaraan.</p>
<p>Lebih lanjut ia menyampaikan, pendekatan pemenjaraan tersebut<br />
misalnya UU ITE yang memuat pasal-pasal “karet” serta UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang masih mengutamakan pendekatan pemenjaraan dibanding rehabilitasi.</p>
<p>KontraS menilai, kata Dimas, masih berlakunya berbagai undang-undang bernuansa represif, maka kejadian overcrowded tersebut tidak dapat dihindarkan ke depannya.</p>
<p>&#8220;Kami melihat bahwa niatan untuk memberikan amnesti secara massal tersebut harus disertai dengan mengutamakan pendekatan non-punitif,” katanya.</p>
<p>Selain itu, ‎harus menerapkan semangat untuk melakukan dan memberlakukan keadilan restoratif terhadap tindak pidana tertentu dalam penegakan hukum pidana.</p>
<p>‎KontraS menyampaikan respons tersebut menanggapi konferensi pers pemerintah yang disampaikan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas; Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai; dan Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra; di Istana Negara, Jakarta, Jumat, (13/12).</p>
<p>‎Mereka menyatakan rencana untuk memberikan amnesti atau pengampunan masa hukuman kepada kurang lebih 44 ribu narapidana di seluruh Indonesia.</p>
<p>Amnesti tersebut dilakukan dengan alasan kemanusiaan dan semangat rekonsiliasi serta akan “menarget” empat jenis narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP), yakni:</p>
<p>1. WBP dengan tindak pidana ITE terkait penghinaan kepada kepala negara.<br />
2. WBP yang mengidap gangguan mental dan penyakit berkepanjangan.<br />
3. WBP dengan kasus makar non-bersenjata di Tanah Papua.<br />
4. WBP dengan kasus narkotika.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kontras-pemberian-amnesti-44-ribu-narapidana-harus-transparan/">‎KontraS: Pemberian Amnesti 44 Ribu Narapidana Harus Transparan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/kontras-pemberian-amnesti-44-ribu-narapidana-harus-transparan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-30 20:34:27 by W3 Total Cache
-->