<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hayu Prabowo Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/hayu-prabowo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/hayu-prabowo/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Nov 2024 13:02:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Hayu Prabowo Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/hayu-prabowo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rayakan Panen, Mandiri Pangan di Urban Farming Festival</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/rayakan-panen-mandiri-pangan-di-urban-farming-festival/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/rayakan-panen-mandiri-pangan-di-urban-farming-festival/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2024 13:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Faiza Fauziah]]></category>
		<category><![CDATA[Hayu Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Interfaith Youth Climate Alliance]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4258</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sentul, Indonesiawatch.id – Sejumlah anak muda berkumpul di bantaran Sungai Cikeas, sekitar Kawasan Ekoeduwisata KISUCI...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/rayakan-panen-mandiri-pangan-di-urban-farming-festival/">Rayakan Panen, Mandiri Pangan di Urban Farming Festival</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sentul, </strong><strong>Indonesiawatch.id</strong> – Sejumlah anak muda berkumpul di bantaran Sungai Cikeas, sekitar Kawasan Ekoeduwisata KISUCI (Komunitas Iklim Sungai Cikeas), Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 3 November 2024.</p>
<p>Mereka meriung dalam kegiatan bertajuk Urban Farming Festival. Kegiatan bertema lingkungan ini sukses menarik perhatian masyarakat perkotaan, terutama generasi muda yang ingin lebih dekat dengan alam serta merasakan pengalaman langsung bertani.</p>
<p>Festival yang diprakarsai oleh Interfaith Youth Climate Alliance (IYCA) bersama Komunitas Iklim Sungai Cikeas (KISUCI) ini merupakan bagian dari program urban farming IYCA serta puncak dari program <em>urban farming</em> (pertanian perkotaan) yang telah berjalan selama 5 bulan bekerja sama dengan murid dari berbagai SMA Jakarta dan Universitas Middlebury, Vermont, USA.</p>
<p>Fasilitator Nasional Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia, Hayu Prabowo mengatakan, festival tersebut mengajak masyarakat perkotaan untuk lebih dekat dengan alam, memahami pentingnya ketahanan pangan, dan antusias menghasilkan pangan sendiri.</p>
<p>“Kami ingin mengajak masyarakat perkotaan, khususnya yang tinggal di sekitar Sentul, untuk merasakan pengalaman berkebun dan memanen hasil tanah mereka sendiri,” ujar Hayu.</p>
<p>Hayu berharap kegiatan kepemudaan IYCA ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan menginspirasi masyarakat untuk memulai <em>urban farming</em> di lingkungan mereka masing-masing.</p>
<p>Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan, panen raya bersama dengan memetik  langsung sayur, jeruk, dan singkong dari kebun urban farming dan ditutup dengan  <em>barbeque</em> untuk menikmati hidangan lezat hasil panen dengan suasana pedesaan di pinggiran sungai yang asri dan nyaman.</p>
<p>Hayu berharap Urban Farming Festival dapat menginspirasi masyarakat untuk memulai <em>urban farming</em> di rumah mereka sendiri dan berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Koordinator IYCA Faiza Fauziah mengatakan, selain menjadi ajang edukasi, festival ini diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda untuk memulai <em>urban farming</em> di rumah dan berkontribusi pada kemandirian pangan.</p>
<p>“Dengan ketahanan pangan menjadi semakin krusial di era perubahan iklim, kegiatan ini hadir sebagai langkah nyata untuk mengajak semua orang, dari segala usia, memahami bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari kebun kecil di pekarangan rumah,” pungkasnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/rayakan-panen-mandiri-pangan-di-urban-farming-festival/">Rayakan Panen, Mandiri Pangan di Urban Farming Festival</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/rayakan-panen-mandiri-pangan-di-urban-farming-festival/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komunitas Iklim Sungai Cikeas Borong Penghargaan Kompetisi Inovasi Sektor Publik</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/komunitas-iklim-sungai-cikeas-borong-penghargaan-kompetisi-inovasi-sektor-publik/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/komunitas-iklim-sungai-cikeas-borong-penghargaan-kompetisi-inovasi-sektor-publik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2024 10:04:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Hayu Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[KISUCI]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Iklim Sungai Cikeas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3893</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Komunitas Iklim Sungai Cikeas (KISUCI) berhasil meraih penghargaan dalam ajang Kompetisi Inovasi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/komunitas-iklim-sungai-cikeas-borong-penghargaan-kompetisi-inovasi-sektor-publik/">Komunitas Iklim Sungai Cikeas Borong Penghargaan Kompetisi Inovasi Sektor Publik</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, </strong><strong>Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Komunitas Iklim Sungai Cikeas (KISUCI) berhasil meraih penghargaan dalam ajang Kompetisi Inovasi Sektor Publik (<em>Competition of Public Sector Innovation</em>/COPSI) 2024.</p>
<p>Penghargaan tersebut diumumkan pada puncak acara COPSI 2024 ke-6 setelah pemaparan presentasi para finalis secara hibrida di Jakarta pada 19 September 2024. Komunitas KISUCI berhasil meraih penghargaan terbaik kedua atas inovasi memimpin aksi iklim yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan layanan publik dan memberdayakan masyarakat.</p>
<p>Sementara penghargaan utama diraih Putri Wulandari melalui inovasinya yang dipresentasikan berjudul “Ekstrak Senyawa Turmeron sebagai Pencapaian Fotosensitizer Potensial untuk Kanker Darah.”</p>
<p>Menurut <em>Founder</em> KISUCI, Hayu Prabowo, komunitas yang bermarkas di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, ini menjadi contoh inspiratif bagaimana masyarakat dapat memimpin aksi iklim.</p>
<p>“KISUCI mengakui krisis iklim sebagai masalah lingkungan dan moral, sehingga mengadopsi pendekatan unik yang memadukan nilai-nilai agama dengan praktik berkelanjutan,” ujar Hayu.</p>
<p>Ia menjelaskan, KISUCI memberdayakan anggotanya melalui pendidikan dan kegiatan langsung serta menghasilkan implementasi solusi berbasis alam dan pertanian cerdas iklim.</p>
<p>Inisiatif seperti: reboisasi, restorasi tepi sungai, pertanian organik, dan agroforestri meningkatkan ketahanan ekosistem lokal dan berkontribusi pada mitigasi serta adaptasi perubahan iklim.</p>
<p>“Dengan mempromosikan pertanian berkelanjutan dan energi terbarukan, KISUCI juga membangun ekonomi berkelanjutan yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Hayu.</p>
<p>Selain konservasi lingkungan, KISUCI mengembangkan produk ekowisata edukatif yang menawarkan pengalaman unik kepada pengunjung sambil mempromosikan kesadaran lingkungan dan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat setempat.</p>
<p>Hayu memaparkan, kegiatan seperti <em>trekking</em>, <em>river tubing</em>, berkemah, dan program pendidikan seperti &#8220;Sahabat Alam&#8221; mengajarkan anak-anak tentang pentingnya konservasi lingkungan.</p>
<p>&#8220;Keberhasilan KISUCI terletak pada pendekatan partisipatif dan inklusifnya. Komunitas ini secara aktif melibatkan berbagai pemangku kepentingan, memastikan bahwa inisiatif aksi iklim disesuaikan dengan kebutuhan dan nilai-nilai lokal,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, lanjut Hayu, penekanan pada peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan penyediaan sumber daya memberdayakan anggota masyarakat untuk menerapkan dan mempertahankan praktik-praktik berkelanjutan.</p>
<p>Ia menjelaskan, dengan mengintegrasikan dimensi lingkungan, sosial, dan spiritual, komunitas ini telah menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab di antara anggotanya. &#8220;Keberhasilan inisiatif ini menggarisbawahi pentingnya pengetahuan lokal dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan dan menerapkan solusi berkelanjutan,&#8221; Hayu menambahkan.</p>
<p>Kompetisi COPSI tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari Seminar Internasional tentang Bisnis, Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Teknologi (ISBEST) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Terbuka, Indonesia.</p>
<p>Acara yang bertema &#8220;Memberdayakan Melalui Inovasi di Perusahaan Berbasis Masyarakat&#8221; ini berhasil menarik minat para inovator dari berbagai penjuru dunia untuk memamerkan ide-ide brilian mereka dalam meningkatkan layanan publik.</p>
<p>Kriteria penilaian dari juri meliputi motivasi dari pembuatan produk inovasi, manfaat dari produk inovasi, keaslian produk inovasi, metode pengembangan inovasi dan testimoni dari masyarakat yang telah menggunakan produk inovasi tersebut.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/komunitas-iklim-sungai-cikeas-borong-penghargaan-kompetisi-inovasi-sektor-publik/">Komunitas Iklim Sungai Cikeas Borong Penghargaan Kompetisi Inovasi Sektor Publik</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/komunitas-iklim-sungai-cikeas-borong-penghargaan-kompetisi-inovasi-sektor-publik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-30 01:03:48 by W3 Total Cache
-->