<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JLL Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/jll/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/jll/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 03:56:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>JLL Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/jll/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Investasi Real Estat Asia Pasifik Catat Kinerja Kuartal Terbaik Sejak 2022</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/investasi-real-estat-asia-pasifik-catat-kinerja-kuartal-terbaik-sejak-2022/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/investasi-real-estat-asia-pasifik-catat-kinerja-kuartal-terbaik-sejak-2022/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 03:56:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[JLL]]></category>
		<category><![CDATA[Pamela Ambler]]></category>
		<category><![CDATA[real estat komersial]]></category>
		<category><![CDATA[Stuart Crow]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4356</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Investasi real estat komersial di Asia Pasifik meningkat 28% secara tahunan (YoY) pada Q3/2024,...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/investasi-real-estat-asia-pasifik-catat-kinerja-kuartal-terbaik-sejak-2022/">Investasi Real Estat Asia Pasifik Catat Kinerja Kuartal Terbaik Sejak 2022</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>J</strong><strong>akarta, Indonesiawatch.id</strong><strong> –</strong> Investasi real estat komersial di Asia Pasifik meningkat 28% secara tahunan (YoY) pada Q3/2024, mencapai US$38,8 miliar. Ini merupakan volume investasi kuartalan tertinggi di Asia Pasifik sejak siklus kenaikan suku bunga tahun 2022 dan pertumbuhan kuartalan keempat kalinya secara berturut-turut di wilayah tersebut.</p>
<p>Berdasarkan data dan analisis dari perusahaan konsultan properti global JLL, total volume investasi tahun berjalan (YTD) 2024 mencapai US$96,3 miliar, meningkat 82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.</p>
<p>Seluruh sektor properti utama, kecuali sektor hunian, mencatat pertumbuhan volume investasi, ditandai dengan investasi antar negara yang mencapai US$14,5 miliar tahun berjalan, meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan investasi lintas negara ini didorong oleh minat tinggi investor asing pada aset perkantoran dan logistik.</p>
<p>Jepang tetap menjadi pasar paling aktif di Asia Pasifik, dengan volume perdagangan senilai US$8,4 miliar pada kuartal ketiga, didorong oleh akuisisi portfolio hotel besar-besaran dan rekor jumlah wisatawan.</p>
<p>Singapura juga menunjukkan kinerja yang baik dengan nilai transaksi sebesar US$4,4 miliar pada kuartal ketiga, meningkat 118% dibandingkan kuartal ketiga 2023, berkat tingginya permintaan dari investor institusi terhadap aset industri dan ritel.</p>
<p>“Banyak faktor yang berperan mendorong volume transaksi di Asia Pasifik di kuartal ketiga, dan kami yakin tren ini akan terus meningkat dengan perkiraan penurunan biaya pinjaman di pasar utama regional,” kata CEO Asia Pacific Capital Markets, JLL, Stuart Crow.</p>
<p>“Ditambah dengan penurunan valuasi properti, kami memperkirakan tahun 2025 akan menjadi momen yang kuat untuk memasuki pasar, di mana investor yang bergerak lebih awal kemungkinan akan menghadapi persaingan yang lebih sedikit dibanding investor lain,” Stuart menambahkan.</p>
<p>Di seluruh Asia Pasifik, sektor perkantoran dan logistik menyumbang lebih dari setengah nilai investasi. Di sektor perkantoran, Seoul dan Tokyo menjadi pemain utama dengan fundamental perkantoran yang kuat.</p>
<p>Pertumbuhan penyewaan pun terus melampaui tingkat inflasi di Seoul berkat permintaan yang tinggi, sampai-sampai tidak ada stok ruang perkantoran grade-A yang tersisa untuk tahun 2025.</p>
<p>Di Tokyo, tingkat kekosongan ruang perkantoran grade-A mendekati di angka -3%, sedangkan penyewaan ruang kantor tercatat naik tiga perempat dari pertumbuhan berturut-turut di kuartal ketiga.</p>
<p>Sektor logistik didukung oleh transaksi portofolio yang besar, investor lokal dan asing optimis terhadap sektor logistik di Jepang berkat prospek penyewaan yang bagus. Volume transaksi logistik di Australia juga melonjak, terutama di pasar-pasar strategis seperti Sydney dan Melbourne.</p>
<p>Investasi besar dalam infrastruktur juga mulai muncul, bersamaan dengan alternatif real estat komersial seperti pusat data, memanfaatkan momentum global untuk infrastruktur digital, energi terbarukan, dan keamanan energi (<em>energy security).</em></p>
<p>Penggalangan dana untuk infrastruktur yang berfokus di Asia Pasifik menunjukkan kenaikan pada semester pertama 2024, mencapai US$13,2 miliar didorong oleh kesepakatan pendanaan seperti KKR Asia Pacific Infrastructure Investors II (US$6,4 miliar).</p>
<p>Seiring lonjakan pasokan energi terbarukan di Asia Pasifik, yang mencakup 70% dari kapasitas listrik terbarukan secara global pada 2023, akan ada lebih banyak pendanaan yang akan tersalurkan ke sektor infrastruktur.</p>
<p>“Seiring meredanya inflasi di kawasan ini dan penurunan suku bunga <em>The Fed</em> pada bulan September, kami melihat bank sentral di Asia Pasifik mulai memasuki siklus penurunan suku bunga,” kata Head of Investor Intelligence, Asia Pacific, JLL, Pamela Ambler.</p>
<p>“Imbal hasil properti mungkin akan mengikuti tren serupa, namun suku bunga jangka panjang diperkirakan tetap lebih tinggi dibandingkan dekade terakhir. Investor perlu memperhatikan bagaimana pasar meresponsnya,” ujar Pamela Ambler.</p>
<p>Pamela menyebut, dalam hal transparansi, Asia Pasifik telah mengalami peningkatan yang signifikan, mencatat rata-rata peningkatan tertinggi sejak 2022. “Transparansi akan menarik lebih banyak investasi di kawasan ini,” imbuhnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/investasi-real-estat-asia-pasifik-catat-kinerja-kuartal-terbaik-sejak-2022/">Investasi Real Estat Asia Pasifik Catat Kinerja Kuartal Terbaik Sejak 2022</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/investasi-real-estat-asia-pasifik-catat-kinerja-kuartal-terbaik-sejak-2022/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Pusat Data Edge Global Capai US$300 Miliar pada 2026</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pasar-pusat-data-edge-global-capai-us300-miliar-pada-2026/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pasar-pusat-data-edge-global-capai-us300-miliar-pada-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 01:23:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Farazia Basarah]]></category>
		<category><![CDATA[JLL]]></category>
		<category><![CDATA[Jonathan Kinsey]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Data Edge]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Proyeksi lonjakan teknologi yang bergantung pada data, termasuk Internet of Things (IoT)...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pasar-pusat-data-edge-global-capai-us300-miliar-pada-2026/">Pasar Pusat Data Edge Global Capai US$300 Miliar pada 2026</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>J</strong><strong>akarta, Indonesiawatch.id – </strong>Proyeksi lonjakan teknologi yang bergantung pada data, termasuk <em>Internet of Things</em> (IoT) dan kecerdasan buatan generatif (AI), secara global akan memerlukan dukungan infrastruktur TI besar yang salah satunya disediakan pusat data edge. Analisis yang dilakukan oleh perusahaan konsultan real estat global JLL memperkirakan infrastruktur IT dan pusat data yang canggih akan bernilai US$317 miliar secara global pada 2026, tumbuh 107% dari US$153 miliar pada 2020.</p>
<p>JLL mendefinisikan pusat data edge sebagai sebuah fasilitas yang membawa daya komputasi lebih dekat ke tempat data dihasilkan atau digunakan. Secara global, pertumbuhan <em>edge computing</em> akan dipengaruhi, tidak hanya oleh munculnya beberapa megatren berbasis teknologi, tetapi juga oleh kebutuhan akan transfer data yang lebih cepat dan komputasi yang tinggi, serta faktor-faktor seperti kebijakan dan regulasi.</p>
<p>Dari sudut pandang infrastruktur, perusahaan dan organisasi mengandalkan <em>edge data center</em> untuk memproses dan menganalisis data secara <em>real-time</em> di ujung jaringan, memudahkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan operasional yang lebih efisien.</p>
<p>Kehadiran infrastruktur edge IT yang berfokus pada pusat data akan mengikuti pertumbuhan perangkat IoT, yang menurut analisis JLL diproyeksikan akan naik dengan <em>compound annual growth rate</em> (CAGR) sebesar 9,8% selama lima tahun ke depan. Analisis JLL terhadap survei atas karyawan pusat data pada 2023 mengutip bahwa permintaan terhadap latensi rendah dan <em>bandwidth</em> tinggi (41%) adalah faktor pendorong paling penting dalam penggunaan edge data center, diikuti oleh keamanan dan privasi data (38,3%).</p>
<p>Konsumen dan perusahaan yang menuntut produk dan layanan yang lebih baik seperti latensi rendah, komputasi tinggi, AI generatif, dan <em>omnipresence</em> (kehadiran di berbagai lokasi) dapat memastikan bahwa lingkungan cloud dan masa depan edge data center tetap baik melalui pengamatan peluang.</p>
<p>Selain itu, kawasan Asia Pasifik (APAC) dan Timur Tengah Afrika Utara (MENA), yang memiliki potensi pertumbuhan signifikan karena peningkatan penetrasi internet dan <em>mobile</em> di kalangan populasi pedesaan, akan lebih mendorong peluang di pasar edge data center yang dapat dijangkau. Di Amerika Serikat, 21% pengembangan pusat data terjadi di kawasan edge.</p>
<p>“Konsumen dan perusahaan akan terus beradaptasi dengan teknologi transformasional dalam kehidupan sehari-hari, dan tanpa distribusi pemrosesan dan penyimpanan data di berbagai lokasi, efisiensi dan solusi mutakhir seperti IoT dan kecerdasan buatan (AI) generatif tidak akan diterima secara luas,” kata EMEA Lead and Global Chair, Data Centre Solutions, JLL, Jonathan Kinsey.</p>
<p>“Edge data center penting untuk memastikan kelancaran operasi bisnis di masa depan serta meningkatkan langkah-langkah keamanan dan melindungi terhadap potensi gangguan. Mengurangi latensi dengan membawa infrastruktur komputasi lebih dekat ke sumber data dan pengguna, infrastruktur IT edge akan menjadi komponen penting dalam ekonomi internasional,” ujar Jonathan.</p>
<p>Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah menyatakan, Kapasitas Pusat Data di Jakarta telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak akhir tahun 2020. Menurut Farazia, sebelumnya banyak pelaku pusat data membangun fasilitas pusat data di dalam kawasan industri yang terletak di timur Jakarta.</p>
<p>“Saat ini, para pemain pusat data juga sedang memperluas ke wilayah tengah Jakarta dan area komersial sekitarnya di pusat bisnis Jakarta, terutama di lokasi yang memiliki infrastruktur memadai untuk membangun fasilitas dan mendekatkan keberadaan <em>end user</em>,” ujar Farazia Basarah.</p>
<p>Analisis JLL menyimpulkan bahwa perusahaan biasanya menggunakan kombinasi berbagai jenis pusat data, termasuk <em>on-premises, colocation, cloud,</em> dan <em>edge</em>, saat menggunakan infrastruktur IT mereka, tergantung pada kebutuhan pengguna.</p>
<p>Namun, pertumbuhan data dan perangkat yang terhubung secara terus menerus telah mendorong kebutuhan akan peningkatan penyimpanan, komputasi, dan kemampuan jaringan yang lebih dekat dengan titik akhir penggunaan dan menciptakan kebutuhan akan komputasi edge dan pusat data terkait.</p>
<p>Pasar <em>edge computing</em> dapat diukur dengan berbagai pendekatan. Menurut estimasi JLL, total pasar yang dapat dijangkau bernilai US$317 miliar dan mencakup seluruh infrastruktur IT, pendapatan kolokasi, pasokan kolokasi, dan pendapatan layanan cloud, semuanya terkait dengan edge.</p>
<p>Dari perspektif infrastruktur IT, pasar <em>edge computing</em> mencakup semua perangkat keras IT, termasuk peralatan penyimpanan, komputasi, dan jaringan yang memungkinkan penyampaian layanan digital di titik-titik terjauh dari jaringan.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pasar-pusat-data-edge-global-capai-us300-miliar-pada-2026/">Pasar Pusat Data Edge Global Capai US$300 Miliar pada 2026</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pasar-pusat-data-edge-global-capai-us300-miliar-pada-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-02 23:04:45 by W3 Total Cache
-->