<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kimia yasa Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/kimia-yasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/kimia-yasa/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Aug 2024 14:46:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>kimia yasa Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/kimia-yasa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Klarifikasi Direktorat Hilir Ditjen Migas KESDM atas kasus PT Kimia Yasa Tak Substantif</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/klarifikasi-direktorat-hilir-ditjen-migas-kesdm-atas-kasus-pt-kimia-yasa-tak-substantif/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/klarifikasi-direktorat-hilir-ditjen-migas-kesdm-atas-kasus-pt-kimia-yasa-tak-substantif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 14:46:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[kimia yasa]]></category>
		<category><![CDATA[medco energi]]></category>
		<category><![CDATA[Mustika Pertiwi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2664</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Berkas permohonan informasi dan klarifikasi Center of Energy and Resources Indonesia (CERI)...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/klarifikasi-direktorat-hilir-ditjen-migas-kesdm-atas-kasus-pt-kimia-yasa-tak-substantif/">Klarifikasi Direktorat Hilir Ditjen Migas KESDM atas kasus PT Kimia Yasa Tak Substantif</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Berkas permohonan informasi dan klarifikasi Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) setebal 26 halaman kepada Kementerian ESDM, hanya dijawab dengan satu kalimat. Jawaban singkat tersebut tertuang dalam surat Nomor T-7635/MG.05/DMO/2024 tanggal 8 Agustus 2024.</p>
<p>Dalam surat itu, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas KESDM, Mustika Pertiwi, mengatakan bahwa KESDM akan menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan secara langsung ke PT Kimia Yasa.</p>
<p>Sementara, kata Sekretaris Eksekutif CERI Hengki Seprihadi, surat CERI yang ditujukan kepada Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas Kementerian ESDM, mempertanyakan banyak hal.</p>
<p>Pertama, kata Hengki, tentang banyak badan usaha yang mengeluh ketika mengurus perizinan baru dan memperpanjang izin usaha Migas yang sudah akan berakhir waktunya dengan sistem OSS. &#8220;Proses dan hasilnya sangat lama dan tak pasti,&#8221; temuan CERI.</p>
<p>Kedua terkait adanya kebakaran tugboat TB Hasyim pada 25 Maret 2024 silam. Peristiwa naas ini telah menewaskan empat orang dan beberapa orang lainnya luka-luka. &#8220;Kami mempertanyakan kenapa Ditjen Migas lambat melakukan investigasi, kenapa baru sekarang mau investigasi ya?” tanya Hengki dengan herannya.</p>
<p>Belakangan terungkap, tugboat yang terbakar itu membawa kondensat yang dibeli PT Kimia Yasa dari operator WK Migas KKKS Medco Energy Bangkanai Limited (MEBL) di jety PT Pada Idi di Desa Luwe Hulu. &#8220;Tepatnya di tepi Sungai Barito, Kabupaten Barito Utara,&#8221; ujar Hengki.</p>
<p>Menurut Hengki, semua aktifitas produksi migas di WK Karendan MEBL, termasuk penjualan kondesat bagian negara dibawah pengawasan dan kendali SKK Migas. “Saat setelah kecelakaan tersebut langsung ditangani oleh Polres Barito Utara dan unsur SAR lainnya. Belakang kami dengar penyidikan kasus ini diambil alih oleh Polda Kalteng,” kata Hengki.</p>
<p>Informasi yang berkembang dari lokasi kejadian, lanjut Hengki, tidak ada terminal khusus untuk memuat kondensat tersebut. Sehingga terkesan ada pembiaran dari SKK Migas dan Ditjen Migas Kementerian ESDM diduga kuat telah membiarkan kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan kerja tersebut.</p>
<p>&#8220;Karena kecelakaan itu telah dipendam lama, barulah dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara anggota DPRD Barito Utara dengan GM Medco Energi Bengkanai Limited, Dirut PT Kimia Yasa, Kepala DLH, kepala desa dan pejabat terkait pada tanggal 11 Juni 2024 di DPRD Kabupaten Barito Utara, setelah ramai diberitakan media barulah terungkap ke level nasional,” kata Hengki.</p>
<p>Karena itu melihat jawaban KESDM, Hengki menilai bahwa jawaban atau keterangan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, tidak substantif dan tidak menjawab pertanyaan mendasar yang sudah diajukan CERI. &#8220;Jawaban yang disampaikan kepada kami menurut kami sudahlah terlambat, tidak substantif pula,&#8221; ungkap Hengki.<br />
<strong>[Red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/klarifikasi-direktorat-hilir-ditjen-migas-kesdm-atas-kasus-pt-kimia-yasa-tak-substantif/">Klarifikasi Direktorat Hilir Ditjen Migas KESDM atas kasus PT Kimia Yasa Tak Substantif</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/klarifikasi-direktorat-hilir-ditjen-migas-kesdm-atas-kasus-pt-kimia-yasa-tak-substantif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyak Masalah di Kondensat Medco, Kementerian ESDM Masih Melakukan Pengecekan PT Kimia Yasa</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/banyak-masalah-di-kondensat-medco-kementerian-esdm-masih-melakukan-pengecekan-pt-kimia-yasa/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/banyak-masalah-di-kondensat-medco-kementerian-esdm-masih-melakukan-pengecekan-pt-kimia-yasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 08:31:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kimia yasa]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[medco bangkanai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=2655</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Beberapa kali kondensat milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) Medco Energi Bangkanai...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/banyak-masalah-di-kondensat-medco-kementerian-esdm-masih-melakukan-pengecekan-pt-kimia-yasa/">Banyak Masalah di Kondensat Medco, Kementerian ESDM Masih Melakukan Pengecekan PT Kimia Yasa</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Beberapa kali kondensat milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) Medco Energi Bangkanai Ltd (MEBL) yang dibeli PT Kimia Yasa terbakar. Hal ini berdasarkan temuan DPW Nasional Corruption Watch (NCW) Kalteng.</p>
<p>Bahkan insiden kebakaran tersebut menyebabkan korban jiwa meninggal dan luka-luka. Meski demikian, sampai saat ini, Kementerian ESDM belum melakukan penindakan.</p>
<p>Padahal selain, persoalan kebakaran kondensat tadi, PT Kimia Yasa berdasarkan surat Kementerian ESDM nomor B-4718/MG.05/DMO/2023 tanggal 6 Mei 2023, belum pernah melaporkan aktivitasnya. Di samping itu, sebagai badan usaha pemegang izin usaha pengolahan, PT Kimia Yasa hanya mempunyai dokumen berupa Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan &amp; Pemantauan Lingkungan (SPPL).</p>
<p>SPPL yang merupakan jenis usaha terminal curah cair BBM ini, dikeluarkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Utara dengan nomor : 494 990/Sek/AMDAL/XII/2015. Persoalannya, sependek pengetahuan Badian, Ketua DPW NCW Kalteng, SPPL yang terbit itu, biasa digunakan untuk kegiatan usaha warteg.</p>
<p>&#8220;Dan pembangunan kompleks perumahan dan pertokoan. Nah kalau untuk kegiatan angkutan cair kondensat dan BBM yang mudah terbakar sepertinya gak bisalah?” katanya beberapa waktu lalu dalam keterangan resminya.</p>
<p>BElum lagi persoalan penunjukan pembeli kondensat Medco, menurut Badian, masih belum jelas. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kata Badian, MEBL telah menyatakan penunjukan PT Kimia Yasa sebagai Pembeli Kondensat bagian Negara.</p>
<p>Mekanismenya dengan &#8216;Beauty Contest&#8217; menurut Pedoman Tata Kerja yang diterbitkan oleh SKK Migas. “Mohon kami mendapatkan penjelasan kapan dan dimana PT MEBL telah melakukan proses Beauty Contest penjualan kondensat bagian Negara, mohon disebutkan siapa saja perusahaan yang ikut dalam proses tersebut?” ungkap Badian, memastikan kebenaran mekanisme &#8216;Beauty Contest&#8217;.</p>
<p>Di Tengah persoalan kondensat Medco dan PT Kimia Yasa, sampai saat ini Kementerian ESDM belum melakukan penindakan. Menurut Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Mustika Pertiwi, pihaknya masih akan melakukan pengecekan.</p>
<p>Meskipun persoalan ini telah terjadi berbulan-bulan. &#8220;Kita masih sedang akan cek semuanya. Termasuk cek ke PT Kimia Yasa langsung,&#8221; ujarnya kepada <strong>Indonesiawatch.id</strong>, (08/08).<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/banyak-masalah-di-kondensat-medco-kementerian-esdm-masih-melakukan-pengecekan-pt-kimia-yasa/">Banyak Masalah di Kondensat Medco, Kementerian ESDM Masih Melakukan Pengecekan PT Kimia Yasa</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/banyak-masalah-di-kondensat-medco-kementerian-esdm-masih-melakukan-pengecekan-pt-kimia-yasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-07-29 04:44:12 by W3 Total Cache
-->