<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pemilu Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/pemilu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/pemilu/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Dec 2024 02:53:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Pemilu Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/pemilu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemilu ‎Kerap Jadi Ajang Money Loundring</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pemilu-indonesia-kerap-jadi-ajang-money-loundring/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pemilu-indonesia-kerap-jadi-ajang-money-loundring/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Dec 2024 23:23:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Money Laundring]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Pencucian Uang]]></category>
		<category><![CDATA[Pileg]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Paramadina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id –‎ ‎Co-Founder Paramadina Public Policy, Wijayanto Samirin, mengatakan, pemilu baik Pilpres dan Pileg...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pemilu-indonesia-kerap-jadi-ajang-money-loundring/">Pemilu ‎Kerap Jadi Ajang Money Loundring</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –‎</strong> ‎Co-Founder Paramadina Public Policy, Wijayanto Samirin, mengatakan, pemilu baik Pilpres dan Pileg di Indonesia kerap menjadi ajang pencucian uang (<em>money loundring</em>) dana haram.</p>
<p>“Pilpres dan Pileg di Indonesia sering kali menjadi ajang <em>money laundering</em> terbesar, dengan dana besar yang tidak jelas asal-usulnya,” kata Wijayanto dalam keterangan diterima pada Senin, (9/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga: </strong></h6>
<h6><strong>‎<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/saut-pemimpin-indonesia-prilakunya-bakal-mirip-jokowi-dalam-memberantas-korupsi/">Saut: Pemimpin Indonesia Prilakunya Bakal Mirip Jokowi dalam Memberantas Korupsi</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Akademisi dari Universitas Paramadina, Jakarta, ini menyampaikan pernyataan saat memaparkan ‎bahasan korelasi antara politik dan ekonomi dalam konteks demokrasi Indonesia yang mahal.</p>
<p>“Demokrasi yang mahal ini justru menciptakan ekonomi biaya tinggi hingga mencapai Rp140 triliun,” ujarnya dalam Orasi Kebangsaan bertajuk “Perjalanan, Tantangan, dan Harapan Pemberantasan Korupsi di Indonesia‎” di Pascasarjana Universitas Parmadina, Jakarta.</p>
<p>Wijayanto menjelaskan, ‎fenomen ini memunculkan risiko biaya ekonomi yang super tinggi (<em>high-cost economy</em>) dan potensi pencucian uang dalam skala besar.</p>
<p>“Sistem politik yang terlalu mahal pada akhirnya membuka celah bagi investor untuk meminta imbalan berupa kebijakan yang berpihak pada mereka,” katanya.</p>
<p>Ia‎ juga menegaskan, formula atau rumus korupsi, yakni <em>corrupiton</em> sama dengan <em>discretion</em> ditambah monopoli dikurangi <em>accountability</em> tidak sepenuhnya berlaku di Indonesia karena saling berkelindannya politik dan bisnis.</p>
<p>“Di Indonesia, demokrasi cenderung terkonsentrasi pada eksekutif. Dengan delapan pimpinan partai politik yang menjadi anggota kabinet, sidang kabinet hampir menyerupai pleno DPR,” tandasnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pemilu-indonesia-kerap-jadi-ajang-money-loundring/">Pemilu ‎Kerap Jadi Ajang Money Loundring</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pemilu-indonesia-kerap-jadi-ajang-money-loundring/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-18 17:48:26 by W3 Total Cache
-->