Menu

Dark Mode
Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

Hukum

‎Saut: Pemimpin Indonesia Prilakunya Bakal Mirip Jokowi dalam Memberantas Korupsi

Avatarbadge-check


					Mantan Ketua KPK, Saut Situmorang, mengatakan, pemimpin Indonesia saat ini prilakukanya dalam memberantas korupsi akan seperti Jokowi. (Indonesiawatch.id/Ist) Perbesar

Mantan Ketua KPK, Saut Situmorang, mengatakan, pemimpin Indonesia saat ini prilakukanya dalam memberantas korupsi akan seperti Jokowi. (Indonesiawatch.id/Ist)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorag, memprediksi bahwa Prabowo prilakunya ke depan bakal sama seperti Joko Widodo (Jokowi) dalam memberantas korupsi.

“Siapapun pemimpinnya, suatu saat ke depan diperkirakan akan sama perilakunya dengan Jokowi,” kata Saut dalam orasi kebangsaan di Pascasarjana Universitas Parmadina, Jakarta, pada akhir pekan ini.

Baca juga:
Ini 5 Kasus Korupsi Pertamina Diusut KPK, Polri, dan Kejagung

Saut berpandangan demikian karena menurutnya, saat ini Presiden Prabowo masih banyak dikelilingi oleh orang-orang yang dulu juga dipekerjakan oleh Jokowi.

Padahal, kata Saut, kepemimpinan Jokowi selama 10 tahun telah dinilai banyak pihak berhasil melemahkan KPK, terlihat dari tren indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia yang cenderung turun.

“Prabowo berpotensi seperti Jokowi karena lingkungannya kita ini kan sangat kumuh sekarang. Jadi kalau enggak dia diingatin terus, dia akan mengalami hal yang sama,” ujarnya.

‎Ia lantas menyampaikan, situasi sosial kemasyarakatan Indonesia saat ini seperti terjebak dalam sebuh “kandang ayang yang jorok dan bau”.

‎Menurut Saut, di dalam “kandang” itu terdapat masyarakat dan para kriminal-koruptor. Celakanya, masyarakat seolah tidak menyadari hidup dalam situasi seperti itu.

“Bahkan ketika indeks korupsi Indonesia turun dari 40 ke 34,” ujarnya dalam acara bertajuk “Perjalanan, Tantangan, dan Harapan Pemberantasan Korupsi di Indonesia‎” tersebut.

Karena itu, Saut mengusulkan agar sistem‎ pemberantasan korupsi di Indonesia hendaknya menggunakan teknologi digital yang sudah maju, antara lain dengan penggunaan big data.

“Dari sana, record semua pihak bisa dipantau dan menjadi dasar dari keputusan KPK,” tandasnya.

Berita Terbaru

Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara

16 May 2026 - 20:11 WIB

Yusri Usman, Direktur Eksekutif CERI

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun

20 March 2026 - 07:11 WIB

Pengurus Pusat Bantuan Hukum (PBH) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Jakarta Timur (Sumber: AAI Jaktim)
Populer Berita Hukum