Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Hukum

‎Saut: Pemimpin Indonesia Prilakunya Bakal Mirip Jokowi dalam Memberantas Korupsi

Avatarbadge-check


					Mantan Ketua KPK, Saut Situmorang, mengatakan, pemimpin Indonesia saat ini prilakukanya dalam memberantas korupsi akan seperti Jokowi. (Indonesiawatch.id/Ist) Perbesar

Mantan Ketua KPK, Saut Situmorang, mengatakan, pemimpin Indonesia saat ini prilakukanya dalam memberantas korupsi akan seperti Jokowi. (Indonesiawatch.id/Ist)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorag, memprediksi bahwa Prabowo prilakunya ke depan bakal sama seperti Joko Widodo (Jokowi) dalam memberantas korupsi.

“Siapapun pemimpinnya, suatu saat ke depan diperkirakan akan sama perilakunya dengan Jokowi,” kata Saut dalam orasi kebangsaan di Pascasarjana Universitas Parmadina, Jakarta, pada akhir pekan ini.

Baca juga:
Ini 5 Kasus Korupsi Pertamina Diusut KPK, Polri, dan Kejagung

Saut berpandangan demikian karena menurutnya, saat ini Presiden Prabowo masih banyak dikelilingi oleh orang-orang yang dulu juga dipekerjakan oleh Jokowi.

Padahal, kata Saut, kepemimpinan Jokowi selama 10 tahun telah dinilai banyak pihak berhasil melemahkan KPK, terlihat dari tren indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia yang cenderung turun.

“Prabowo berpotensi seperti Jokowi karena lingkungannya kita ini kan sangat kumuh sekarang. Jadi kalau enggak dia diingatin terus, dia akan mengalami hal yang sama,” ujarnya.

‎Ia lantas menyampaikan, situasi sosial kemasyarakatan Indonesia saat ini seperti terjebak dalam sebuh “kandang ayang yang jorok dan bau”.

‎Menurut Saut, di dalam “kandang” itu terdapat masyarakat dan para kriminal-koruptor. Celakanya, masyarakat seolah tidak menyadari hidup dalam situasi seperti itu.

“Bahkan ketika indeks korupsi Indonesia turun dari 40 ke 34,” ujarnya dalam acara bertajuk “Perjalanan, Tantangan, dan Harapan Pemberantasan Korupsi di Indonesia‎” tersebut.

Karena itu, Saut mengusulkan agar sistem‎ pemberantasan korupsi di Indonesia hendaknya menggunakan teknologi digital yang sudah maju, antara lain dengan penggunaan big data.

“Dari sana, record semua pihak bisa dipantau dan menjadi dasar dari keputusan KPK,” tandasnya.

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo

5 August 2026 - 07:55 WIB

Daftar kekayaan kandidat Kapolri pengganti Listyo Sigit Prabowo (Sumber: LHKPN KPK; diolah)

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)
Populer Berita Hukum