<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>raja jawa Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/raja-jawa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/raja-jawa/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Aug 2024 01:49:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>raja jawa Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/raja-jawa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Raja Jawa dalam Perspektif Demokrasi, Kekuasaan yang Absolut</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/raja-jawa-dalam-perspektif-demokrasi-kekuasaan-yang-absolut/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/raja-jawa-dalam-perspektif-demokrasi-kekuasaan-yang-absolut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 01:49:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[raja jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Wibisono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Raja Jawa dalam Perspektif Demokrasi, Kekuasaan yang Absolut Oleh : Wibisono* &#160; Dalam perspektif demokrasi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/raja-jawa-dalam-perspektif-demokrasi-kekuasaan-yang-absolut/">Raja Jawa dalam Perspektif Demokrasi, Kekuasaan yang Absolut</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Raja Jawa dalam </strong><strong>Pers</strong><strong>pektif </strong><strong>D</strong><strong>emokrasi, </strong><strong>K</strong><strong>ekuasaan yang </strong><strong>A</strong><strong>bsolut</strong></p>
<p>Oleh : Wibisono*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dalam p</em><em>ers</em><em>pektif demokrasi </em><em>R</em><em>aja Jawa dianggap kekuasaan yang absolut, karena kekuasaan raja di masa kerajaan di Jawa merupakan trah yang harus berkuasa turun temurun, seperti yang ada di Surakarta dan </em><em>Y</em><em>ogyakarta.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>I</strong>stilah “Raja Jawa” saat ini tengah menjadi perbincangan dan perhatian publik di masyarakat Indonesia, bahkan sampai dibahas di sejumlah media asing.</p>
<p>Ungkapan tersebut muncul ketika Bahlil Lahadalia menyinggungnya dalam pidato perdana usai dirinya terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto yang beberapa waktu lalu mundur dari jabatannya.</p>
<p>Bahlil meminta para kader tidak bermain-main dengan Raja Jawa jika tidak ingin celaka. Saat ditanya soal istilah Raja Jawa, Bahlil Lahadalia malah mengatakan itu hanya candaan. Dia enggan membeberkan siapa Raja Jawa yang dimaksud.</p>
<p>Sontak istilah “Raja Jawa” ini memunculkan pertanyaan, serta banyak spekulasi dan asumsi yang muncul di publik.</p>
<p>Dalam perspektif demokrasi Raja Jawa dianggap kekuasaan yang absolut, karena kekuasaan raja di masa kerajaan di Jawa merupakan trah yang harus berkuasa turun temurun, seperti yang ada di Surakarta dan Yogyakarta.</p>
<p>Raja Jawa yang digambarkan Bahlil adalah seorang raja yang kejam dan bengis dalam menundukkan lawan-lawan politiknya seperti yang dilakukan oleh Jokowi dalam menyandera partai Golkar yang menimpa ketum Golkar Airlangga Hartarto.</p>
<p>Salah satu media asing asal Inggris, <em>The Economist</em>, menyoroti keadaan darurat demokrasi di Indonesia yang disebut-sebut disebabkan oleh Raja Jawa.</p>
<p>Dalam artikel bertajuk “<em>The King of Java inflames an Indonesian &#8216;democratic emergency</em>&#8216;”, <em>The Economist</em> menuliskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuat marah masyarakat Republik Indonesia (RI) karena berusaha memeluk kuat-kuat kekuasaannya.</p>
<p><em>The Economist</em> menyebut serangkaian peristiwa yang terjadi belakangan ini di Indonesia merupakan “jenis tindakan yang akan dikagumi oleh Soeharto”.</p>
<p>“<em>Itu merupakan jenis tindakan yang akan dikagumi S</em><em>oe</em><em>harto, seorang pemimpin yang berkuasa di Indonesia dengan tangan besi dari tahun 1967 hingga 1998. Joko Widodo, presiden Indonesia, melakukan pengambilalihan secara paksa partai sang diktator terdahulu, Golkar, pada 21 Agustus ketika para anggotanya memilih Bahlil Lahadalia, orang dekat presiden dan menteri energi Indonesia, sebagai ketuanya</em>,” tulis <em>The Economist</em>.</p>
<p>Media Inggris itu mengutip pernyataan Bahlil dalam pidatonya di Munas Golkar pada 21 Agustus lalu yang memperingatkan untuk tidak bermain-main dengan Raja Jawa.</p>
<p>Dengan peristiwa di atas, kita prihatin di alam reformasi, demokrasi yang begitu bebas ini masih ada orang yang mengkultuskan Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang punya kuasa penuh atas kekuasaan yang absolut, semoga ke depannya demokrasi kita semakin baik dan bermartabat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*<em>Penulis Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN)</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/raja-jawa-dalam-perspektif-demokrasi-kekuasaan-yang-absolut/">Raja Jawa dalam Perspektif Demokrasi, Kekuasaan yang Absolut</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/raja-jawa-dalam-perspektif-demokrasi-kekuasaan-yang-absolut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karakter Raja Jawa dalam Perspektif Pemerintahan Jokowi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/karakter-raja-jawa-dalam-perspektif-pemerintahan-jokowi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/karakter-raja-jawa-dalam-perspektif-pemerintahan-jokowi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2024 09:08:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[raja jawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3147</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Berawal dari seloroh Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Golkar pada acara Munas Golkar...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/karakter-raja-jawa-dalam-perspektif-pemerintahan-jokowi/">Karakter Raja Jawa dalam Perspektif Pemerintahan Jokowi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Berawal dari seloroh Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Golkar pada acara Munas Golkar yang baru lalu “jangan main-main dengan Raja Jawa, ngeri-ngeri sedap”. Raja Jawa dalam hal ini, banyak yang beranggapan, merujuk pada karakter Jokowi.</p>
<p>Pernyataan ini jika diamati dari teori semantik, mengandung makna signifikansi. Artinya ada pesan kebesaran seorang tokoh, sekaligus ungkapan ancaman. Kemudian muncul berbagai respons atas pernyataan Bahlil yang dipandang beraroma “menjilat”. Apakah raja-raja Jawa memiliki karakter mengerikan dan keji, seperti yang disampaikan Bahlil.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<a href="https://indonesiawatch.id/foto-viral-bahlil-di-samping-whisky-gaya-pejabat-yang-super-kebangetan/"><span style="color: #ff6600;">Foto Viral Bahlil di Samping Whisky! Gaya Pejabat yang Super Kebangetan</span></a></h6>
</blockquote>
<p>Tapi pastinya Bahlil tanpa sadar menyingkap tabir gelap sang bos yang dipersonifikasikan sebagai raja Jawa.</p>
<p>Menurut catatan serat Whedatama dan Wulangreh yang menguraikan karater dan sifat raja-raja Jawa, berdasarkan masa periode kerajaan Jawa era Hindu/Buddha dan Islam, diantaranya waspada, rendah hati, sabar, taat beragama dan prihatin.</p>
<p>Disisi lain berdasarkan catatan pemerintah kolonial pada masa itu, ditemukan perihal karakter raja-raja Jawa priode tahun 1800-an. Diantaranya hedonis, menggunakan manajemen konflik, otoriter, amat feodal, sangat mengutamakan pencitraan.</p>
<p>Dari catatan sejarah yang bercerita tentang karakter kekuasaan raja-raja Jawa, nampaknya ucapan seloroh Bahlil pada acara Munas Golkar, bukan sekedar candaan politik. Tapi sebuah keluguan Bahlil terhadap apa yang selama ini dirasakannya.</p>
<p>Ucapan “jangan main-main dengan raja Jawa” merupakan alarm kepada para pejabat negara, menghadapi Presiden Jokowi yang memiliki karakter kekuasaan. Mengadopsi karakter kekuasaan raja-raja Jawa, seperti catatan pemerintah kolonial.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<a href="https://indonesiawatch.id/salah-kaprah-isi-pidato-perdana-bahlil-jadi-menteri-esdm/"><span style="color: #ff6600;">Salah Kaprah Isi Pidato Perdana Bahlil Jadi Menteri ESDM</span></a></h6>
</blockquote>
<p>Realita panggung politik nasional terkini, menyajikan konfigurasi potret kekuasaan yang didominasi oleh maraknya kegiatan pencitraan, prilaku hedonis dan otoriterian, praktek management konflik dan nuansa feodalism yang mengutamakan suksesi kekuasaan ditangan keluarga.</p>
<p>Terlepas dari sepak terjang Bahlil yang kerapkali menggemaskan, tapi patut kita ucapkan terimakasih kepada Bahlil, atas keluguannya telah menyingkap tabir hitam kekuasaan “raja Jawa”.</p>
<p><strong>Sri radjasa MBA</strong><br />
<em>-Pemerhati Intelijen</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/karakter-raja-jawa-dalam-perspektif-pemerintahan-jokowi/">Karakter Raja Jawa dalam Perspektif Pemerintahan Jokowi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/karakter-raja-jawa-dalam-perspektif-pemerintahan-jokowi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-02 16:55:17 by W3 Total Cache
-->