<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>USAID Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/usaid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/usaid/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Sep 2024 03:36:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>USAID Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/usaid/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Upaya Kolaboratif Turunkan Stunting di Papua</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/upaya-kolaboratif-turunkan-stunting-di-papua/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/upaya-kolaboratif-turunkan-stunting-di-papua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2024 03:36:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Maria Endang Sumiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Freeport Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jeff Cohen]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[USAID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3747</guid>

					<description><![CDATA[<p>Timika, Indonesiawatch.id – Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), PT...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/upaya-kolaboratif-turunkan-stunting-di-papua/">Upaya Kolaboratif Turunkan Stunting di Papua</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Timika,</strong><strong> Indonesiawatch.id – </strong>Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (<a href="https://www.usaid.gov/id/indonesia"><strong>USAID</strong></a>), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (<a href="https://www.kemkes.go.id/id/home"><strong>Kemenkes</strong></a>), PT Freeport Indonesia (<a href="https://ptfi.co.id/"><strong>PTFI</strong></a>), dan Wahana Visi Indonesia (WVI) meluncurkan Program <em>Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia</em> (PASTI)-Papua di Timika.</p>
<p>PASTI-Papua bertujuan mempercepat penurunan <em>stunting</em> dan meningkatkan gizi anak-anak di Kabupaten Mimika dan Nabire di Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Asmat di Provinsi Papua Selatan.</p>
<p>PASTI-Papua merupakan kegiatan tiga tahun senilai 4 juta dolar AS, termasuk kontribusi 500.000 dolar AS dari USAID. Program ini mendukung Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan <em>Stunting</em> (RAN-PASTI) yang dicanangkan Pemerintah Indonesia dengan tujuan menurunkan angka <em>stunting </em>di Indonesia dari 21,5 persen menjadi 14 persen.</p>
<p>“Pemerintah Amerika Serikat senang dapat bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia mencegah <em>stunting</em> pada anak di provinsi Papua Tengah dan Papua Selatan,” ujar Direktur USAID Indonesia, Jeff Cohen.</p>
<p>“Melalui kemitraan dengan masyarakat setempat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, USAID akan mengembangkan solusi berkelanjutan yang akan mengatasi akar masalah <em>stunting</em>,” ia menambahkan.</p>
<p>Menurut Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, Papua Selatan dan Papua Tengah mempunyai angka <em>stunting </em>tertinggi di Indonesia, masing-masing lebih dari 28 persen dan 40 persen.</p>
<p>Jika tidak segera diatasi, anak <em>stunting </em>berisiko mengalami keterlambatan perkembangan otak yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan kognitif sehingga memengaruhi produktivitasnya di masa depan.</p>
<p>Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Maria Endang Sumiwi mengatakan, upaya promotif dan preventif menjadi landasan dalam pencegahan terjadinya <em>stunting </em>baru di Indonesia termasuk perubahan perilaku masyarakat.</p>
<p>“Semoga dengan adanya PASTI-Papua dapat mewujudkan koordinasi dan konvergensi lintas sektor untuk percepatan penurunan <em>stunting </em>di wilayah Papua,” kata Maria.</p>
<p>Upaya penurunan angka <em>stunting</em> di Papua terhambat oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan selama kehamilan dan setelah melahirkan, serta kurangnya perhatian terhadap gizi ibu hamil dan anak kecil.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Wakil Presiden Eksekutif Pembangunan Berkelanjutan PTFI Claus Wamafma mengatakan, Freeport Indonesia berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua, salah satunya melalui investasi program kesehatan.</p>
<p>“Melalui program PASTI-Papua yang terpadu dan terintegrasi serta gotong royong semua pihak, kami berharap dapat mengakselerasi upaya penurunan <em>stunting </em>dan meningkatkan status gizi anak sehingga kesehatan masyarakat Papua terlindungi.”</p>
<p>PASTI-Papua bertujuan meningkatkan kualitas praktik kesehatan gizi berbasis masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, program ini akan bekerja sama dengan tokoh masyarakat dalam mendorong praktik gizi dan kesehatan bagi keluarga dan meningkatkan kualitas layanan di Puskesmas dengan memperkuat layanan kesehatan primer yang terintegrasi dan komprehensif, dengan penekanan pada upaya promotif preventif bagi ibu, anak, dan remaja.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/upaya-kolaboratif-turunkan-stunting-di-papua/">Upaya Kolaboratif Turunkan Stunting di Papua</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/upaya-kolaboratif-turunkan-stunting-di-papua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AS Kucurkan Bantuan Pembangunan Infrastruktur dan Keuangan untuk Indonesia</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/as-kucurkan-bantuan-pembangunan-infrastruktur-dan-keuangan-untuk-indonesia/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/as-kucurkan-bantuan-pembangunan-infrastruktur-dan-keuangan-untuk-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 01:04:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kamala S. Lakhdhir]]></category>
		<category><![CDATA[kedubes as]]></category>
		<category><![CDATA[USAID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3561</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Amerika Serikat (AS) menyambut peluncuran Kesepakatan Infrastruktur dan Keuangan Indonesia senilai 649...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/as-kucurkan-bantuan-pembangunan-infrastruktur-dan-keuangan-untuk-indonesia/">AS Kucurkan Bantuan Pembangunan Infrastruktur dan Keuangan untuk Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Amerika Serikat (AS) menyambut peluncuran Kesepakatan Infrastruktur dan Keuangan Indonesia senilai 649 juta dolar AS atau lebih dari 10 triliun rupiah sebuah hibah lima tahun antara <em>Millennium Challenge Corporation</em> (MCC), badan bantuan luar negeri pemerintah AS dan Pemerintah Indonesia.</p>
<p>Hibah tersebut diharapkan dapat melipatgandakan bantuan pembangunan AS untuk Indonesia selama lima tahun ke depan, menambah bantuan pembangunan dari Badan Pembangunan Internasional AS (<a href="https://www.usaid.gov/id/indonesia"><strong>USAID</strong></a>) sekitar 130 juta dolar AS per tahun.</p>
<p>“Fokus dari kesepakatan ini, yakni pembiayaan campuran untuk infrastruktur publik, dan akses ke pembiayaan untuk usaha kecil milik perempuan merupakan bukti kecerdasan dan kecanggihan kemitraan AS-Indonesia,” kata Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia Kamala S. Lakhdhir.</p>
<p>Menurutnya, Indonesia membutuhkan investasi triliunan dolar dalam infrastruktur yang bersih dan berkelanjutan untuk mendukung ekonomi yang berkembang pesat. Oleh karena itu, mobilisasi modal swasta melalui pembiayaan campuran menjadi sangat penting.</p>
<h6><strong>Baca juga:<br />
<a href="https://indonesiawatch.id/kamala-lakhdhir-sah-menjabat-dubes-baru-as-untuk-indonesia/"><span style="color: #ff6600;">Kamala Lakhdhir Sah Menjabat Dubes Baru AS untuk Indonesia</span></a><br />
</strong></h6>
<p>“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia yang berkembang pesat, dan sebagian besar dimiliki oleh perempuan. Akses pembiayaan yang lebih baik akan membantu mereka mengembangkan usaha kecil mereka,” kata Dubes Lakhdhir.</p>
<p>Pada acara peluncuran 4 September di Energy Building, Kawasan Pusat Bisnis Sudirman, Jakarta tersebut, Dubes Lakhdir turut didampingi Wakil Presiden (Wapres) Operasi Kesepakatan MCC, Cameron Alford; Wakil Menteri Keuangan Indonesia, Thomas Djiwandono; Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/<a href="https://www.bappenas.go.id/"><strong>Bappenas</strong> </a>Teni Widuriyanti; dan Maurin Sitorus, Direktur Eksekutif MCA-Indonesia II, yang akan melaksanakan program-program <em>Compact</em> atas nama Pemerintah Indonesia.</p>
<p><em>Compact</em> MCC, yang mencakup investasi bersama sebesar 49 juta dolar AS dari Pemerintah Indonesia sebagai tambahan dari dana hibah MCC sebesar 649 juta dolar AS, akan membantu Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses terhadap pembiayaan infrastruktur khususnya infrastruktur transportasi dan logistik dan dukungan untuk usaha kecil milik perempuan.</p>
<p>Proyek yang dikembangkan dengan koordinasi erat dengan Indonesia ini akan memajukan upaya AS untuk membangun infrastruktur transportasi yang tahan terhadap iklim dan mendukung tujuan pembangunan Indonesia sekaligus berkontribusi pada tujuan Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global.</p>
<p>“Intinya, ini tentang manusia. Ini tentang membantu orang menjalani kehidupan yang lebih sejahtera dan menumbuhkan ekonomi Indonesia, dalam kemitraan dengan Amerika Serikat,” ucap Dubes Lakhdhir.</p>
<p>Pada peringatan 75 tahun hubungan diplomatik, AS dan Indonesia terus memperdalam kerja sama politik, ekonomi, dan keamanan serta memperluas kemitraan untuk mengatasi tantangan yang muncul. Dimulainya <em>Compact</em> Indonesia menandai langkah penting lainnya dalam memajukan hubungan bilateral yang menguntungkan bagi warga Indonesia dan Amerika.</p>
<p>“Kita punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Hari ini, kita merayakan. Besok, dan selama lima tahun ke depan, kita bekerja,” tutur Dubes Lakhdhir.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/as-kucurkan-bantuan-pembangunan-infrastruktur-dan-keuangan-untuk-indonesia/">AS Kucurkan Bantuan Pembangunan Infrastruktur dan Keuangan untuk Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/as-kucurkan-bantuan-pembangunan-infrastruktur-dan-keuangan-untuk-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-02 17:40:41 by W3 Total Cache
-->