Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Hukum

Medco Energi Bungkam, Penjualan Kondensatnya Dilaporkan ke KPK

Avatarbadge-check


					Ilustrasi. Perbesar

Ilustrasi.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Salah satu lembaga bernama, Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) melaporkan dugaan penunjukan PT Kimia Yasa sebagai pembeli kondensat bagian negara tanpa tender di Medco Energi Bangkanai Limited (MEBL). CERI melaporkan PT KY ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (25/7/2024).

CERI menilai pembelian kondensat tersebut berpotensi merugikan negara. “Secara garis besar, berdasarkan temuan-temuan CERI, kami menduga penunjukan PT KY sebagai pembeli kondensat bagian negara pada KKKS MEBL. Ini melanggar peraturan perundang-undangan yang berakibat merugikan negara,” ungkap Sekretaris Eksekutif CERI, Hengki Seprihadi.

Beberapa kali redaksi Indonesiawatch.id mencoba mengkonfirmasi Manager Oil Commercial Medco E&P Indonesia, Surya Utama atas laporan dan tuduhan tersebut. Sayangnya, Surya bungkam.

Dalam laporannya, CERI menduga terjadi pelanggaran aturan soal terminal khusus BBM, pelanggaran izin lingkungan hingga dugaan persekongkolan dalam jual beli kondensat bagian negara. Menurut laporan CERI ke KPK, ada dugaan pembelian kondensat bagian negara di KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) PT Medco Energi Bangkanai (MEBL) oleh PT Kimia Yasa sejak lama tanpa tender.

“Patut diduga melanggar aturan Pedoman Tata Kerja SKK Migas yang merupakan turunan dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja SKK Migas. Sesuai bunyi Pasal 4 huruf G, khususnya SKK Migas diberikan mandat oleh Pemerintah untuk menunjuk penjual minyak mentah, gas dan kondensat bagian negara yang dapat memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi negara,” tertulis di laporan CERI.

Dalam laporannya, Hengki berharap KPK bisa mengusut tuntas kasus penjualan kondensat Medco ke PT KY. “Kami berharap modus ini bisa terungkap juga praktek-praktek serupa yang terjadi di semua KKKS lainnya,” ujar Hengki dalam laporannya.
[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan

23 October 2026 - 12:36 WIB

Penasehat Khusus Presiden Datangi Sidang Gabriel di PN Jakarta Utara (Ist.)

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)
Populer Berita Hukum