Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Politik

Pecah Kongsi PKS-Anies Baswedan, Kans Politik RK Rebut Jakarta

Avatarbadge-check


					Anies Baswedan (Doc. Viva/IW Grafis) Perbesar

Anies Baswedan (Doc. Viva/IW Grafis)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan batal mengusung Anies Baswedan di kancah kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024. Partai dakwah memastikan sikap politiknya, termasuk opsi mengganti Anies dengan calon lainnya.

PKS diketahui telah memberikan tenggat waktu 40 hari bagi Anies untuk mencari koalisi yang bisa mengusung pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman (AMAN) di Pilgub Jakarta. Namun, tenggat waktu tersebut sudah habis. PKS berpeluang meninggalkan Anies Baswedan yang telah disyaratkan untuk memastikan majunya pasangan AMAN di Pilgub Jakarta.

“Sebagai partai pemenang di Jakarta, DPP PKS sudah memutuskan bahwa kadernya harus ikut dalam kontestasi Pilkada Jakarta baik sebagai cagub atau cawagub. Prioritas kami saat ini adalah memastikan pasangan AMAN berlayar,” ujar Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta pada Kamis, 8 Agustus 2024.

Meski memiliki kursi terbanyak di Daerah Khusus Jakarta (DKJ), PKS tidak dapat sendirian mengusung calon di Pilgub Jakarta. Pasangan AMAN masih membutuhkan 4 kursi lagi agar dapat mencalonkan diri sebagai pasangan calon.

PKS berharap Anies Baswedan dengan lobi politiknya bisa menutupi kekurangan tersebut. “Kami sangat berharap Mas Anies sebagai kandidat bisa memenuhi kekurangan 4 kursi tersebut. PKS juga terus membangun komunikasi dengan NasDem dan PKB, agar bisa memastikan pasangan AMAN berlayar,” kata Kholid.

Kendati demikian, sejak deklarasi pasangan AMAN pada 25 Juni 2024 hingga telah melewati tenggat waktu yang ditentukan, yakni 4 Agustus 2024, belum ada kepastian terkait pasangan AMAN. Di mana partai koalisi perlu menggenapkan 4 kursi PKS dari 22 kursi syarat dukungan.

“Sebenarnya, tenggat waktu 40 hari, yakni sejak 25 Juni deklarasi pasangan AMAN adalah waktu yang seharusnya cukup bagi Mas Anies untuk sama sama mengusahakan agar tiket ini berlayar,” ujar Kholid.

Menurutnya, PKS harus menentukan sikap politik sebab kontestasi Pilgub Jakarta tinggal beberapa bulan. “Mas Anies sudah diberikan karpet merah dengan memperoleh 18 kursi PKS. Bahkan Presiden PKS Ahmad Syaikhu sampai turun gunung mencari mitra koalisi buat Mas Anies agar bisa memenuhi kekurangan kursi tersebut,” katanya.

PKS disebut-sebut bakal mengambil opsi lainnya, yakni membangun komunikasi politik dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang saat ini berkeinginan mengusung Ridwan Kamil (RK) sebagai bakal calon Gubernur Jakarta. Kholid tak menampik PKS mempertimbangkan usulan tersebut. Bahkan, opsi mengusung RK sudah masuk dalam pengkajian dan pembahasan DPP PKS.

“Salah satu opsi komunikasi tersebut adalah juga membangun komunikasi politik dengan KIM dimana RK sebagai calon definitif mereka saat ini. Opsi ini sedang dikaji dan dibahas oleh DPP PKS,” kata Kholid.

Dirinya membeberkan, hingga saat ini terdapat dua opsi yang menjadi bahan pertimbangan untuk diputuskan DPP PKS. “Opsi pertama dan menjadi prioritas kami adalah memastikan pasangan AMAN berlayar. Opsi kedua, membuka opsi lain jika pasangan AMAN tidak bisa berlayar karena kekurangan kursi,” ujar Kholid.

Ia mengungkapkan bahwa PKS bakal segera mengumumkan calon gubernur yang diusung di Pilgub Jakarta 2024. Gimmick politik yang ditunjukkan PKS semakin mengkonfirmasi kabar bahwa partai pimpinan Ahmad Syaikhu itu akan merapat ke Koalisi Indonesia Maju atau KIM yang diprediksi kuat mengusung Ridwan Kamil.

Bahkan Golkar, yang menjadi partai asal Ridwan Kamil, tidak mempersoalkan jika cawagub nanti dari PKS. Selain Golkar, PAN juga tidak keberatan bila PKS masuk dalam koalisi jumbo tersebut. Bila PKS masuk ke KIM, maka akan tercipta KIM Plus di Pilgub Jakarta.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum