Pandeglang, Indonesiawatch.id – Polisi menangkap seorang pria inisial AS, terduga penyewa mobil Honda Brio oranye milik bos rental mobil yang ditembak di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak.
“Kami dari Polres Pandeglang telah mengamankan seorang inisial AS yang menjadi terduga sebagai penyewa mobil rental,” kata Iptu Alfian Yusuf, Kaset Reskrim Polres Pandeglang di Mapolres Pandeglang, pada Jumat, (3/1).
Baca juga:
Anak Bos Rental Mobil: Yang Pegang Mobil Anggota TNI AL dan Punya Senpi
Anggota polisi dari Polres Pandeglang menangkap AS di kontrakan saudaranya di Kampung Babakan Teureup, Desa Kadupandak, Kecamatan Picung, Pandeglang, Banten.
AS ditangkap karena diduga sebagai penyewa pertama mobil Honda Brio dari Makmur Jaya Rental Motor milik almarhum Ilyas Abdurrahman.
“Betul. Jadi AS ini adalah orang atas nama penyewa mobil rental tersebut,” katanya dikonfirmasi apakah AS ini adalah orang pertama yang menyewa mobil Brio dari rental tersebut.
Selanjutnya Polres Pandeglang menyerabkan AS kepada Polrestra Tangerang. “Untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Alfian.
Sebelumnya, seseorang yang menyewa mobil Brio oranye adalah bernama Ajat Sudrajat, warga Desa Alam Jaya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten.
Namun belakangan pria tersebut dikabarkan bernama Ajat Supriatna, warga Kecamatan Bojong, Pandeglang. Dia diduga menggunakan identitas palsu untuk menyewa mobil di rental.
Rizky Agam, putra dari bos rental mobil Makmur Jaya Rental Motor, Ilyas Abdurrahman, menyampaikan, Ajat Sudrajat diduga telah menggelapkan mobil Honda Brio yang disewa dari rental.
Pasalnya, ketika pihaknya menemukan hal mencurigakan sehingga akan menarik mobil tersebut, ternyata benar mobil telah dipindahtangankan kepada orang lain. Adapun yang menguasai mobil tersebut mengaku sebagai anggota TNI AL.
Bukan hanya itu, orang yang mengaku tentara itu memiliki senjata api (senpi). Ucapan Rizky terbukti, ketika pihaknya akan menarik mobil di depan Indomaret dalam Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak, ayahnya ditembak hingga tewas.
“Ketika kita lagi mendekat si yang bawa mobil Brio itu, dari mobil Sigra dia membuka kaca, mengancam, dan menodongkan pistol ke arah kita,” ujarnya.
“Terdengar sampai 4 atau 5 kali tembakan bertubi-tubi, yang tidak tahu mengarah ke mana, mengarah kepada kita semua. Akhirnya kita semua kabur, menyelamatkan diri,” kata dia.
Rizky yang mevideokan peristiwa itu, kemudian meminta tolong kepada orang-orang yang ada di sekitar SPBU bahwa mobilnya mau dicuri orang.
“Namun pada saat saya kembali lagi ke Indomaret, ternyata saya sudah melihat ayah saya bersimbah darah, tergeletak, dan sudah tidak tertolong lagi,” katanya pilu.
Ia kemudian membawa sang ayah ke RSUD setempat. “Namun di perjalanan memang sudah tidak tertolong lagi dan meninggal pada saat itu juga,” katanya.
[red]







