Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Opini

Pak Prabowo, Dengarlah Suara Rakyat

Avatarbadge-check


					Prabowo Subianto (Reuters) Perbesar

Prabowo Subianto (Reuters)

Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Ketika Prabowo Subianto menang dalam pilpres 2024 dan berhak secara konstitusi untuk menduduki jabatan presiden Indonesia, tumbuh secercah harapan dari suara rakyat kecil.

Saat ini ada pemimpin yang mau mendengarkan suara rakyat dari gubuk-gubuk kumuh dan lorong-lorong becek. Rakyat sesungguhnya sudah tidak mampu lagi menatap mata keji Jokowi, menggenggam tangan kotor Jokowi, mendengar suara Jokowi yang penuh aroma kebohongan.

Di awal kepemimpinan presiden Prabowo, ada kecewa yang memenuhi rongga dada rakyat, ketika presiden mengumumkan susunan kabinet merah putih yang gemoy. Masih saja terlihat para menteri era Jokowi, dengan track record “pelaku pembobol uang negara”.

Tetapi rakyat masih memaklumi soal susunan kabinet merah putih, faktornya adalah cawe-cawe Jokowi. Seiring berjalanya waktu, presiden Prabowo terus dengan lantang meneriakan ganyang korupsi.

Walau ada pengungkapan kasus besar korupsi, tetapi dalam proses hukumnya, Cuma teri yang tertangkap, sementara actor pelakunya bisa bernafas lega, karena berbagi uang haram dengan oknum penegak hukum. Rakyat tetap saja dipertontonkan wajah keji para koruptor yang saat ini masih bercokol di kabinet merah putih.

Ketika publik masih memiliki harapan akan adanya reshuffle kabinet merah putih oleh presiden Prabowo, diperkirakan sekitar bulan mei sd juni 2025. Bagai geledek disiang bolong, publik mendapat bocoran bahwa Prabowo tidak akan mereshuffle kabinetnya, karena kinerja kabinet merah putih masih dipandang baik oleh Prabowo.

Publik semakin sulit untuk memahami pokok-pokok keinginan Prabowo, ketika antara niat dengan realisasinya kontradiksi. Sikap keras dan tegas prabowo yang ditunggu-tunggu public, ternyata hanya untuk menciptakan lingkungan presiden yang clear dari muka-muka koruptor, sudah hampir setahun kepemimpinan presiden Prabowo, sama sekali tidak terlihat tanda-tanda perubahan.

Kini rumor politik yang bergulir liar, presiden Prabowo dibatasi gerak majunya oleh Jokowi, diantaranya haram untuk mengutak atik menteri titipan radja jawa Jokowi. Fenomena presiden Prabowo dengan kekuasaan minimalis, menjadi isu politik yang mengemuka saat ini. Tentunya issue tersebut, disertai berbagai fakta lapangan yang valid.

Contoh yang masih melekat di benak kita, adalah persoalan judi online, yang diduga kuat melibatkan mantan menteri Komdigi Budi Arie dan kasus mega korupsi Pertamina yang faktanya mengarah kepada beberapa menteri kabinet merah putih.

Belum lagi perilaku Kapolri, menurut sumber terpercaya, telah mengabaikan arahan dan petunjuk presiden Prabowo. Pertanyaannya mengapa prabowo diam, menghadapi kondisi negara yang sedang meluncur kearah killing ground?

Hari ini nasib rakyat kecil, tidak beranjak dari kemiskinan dan ketidak adilan, bahkan tidak muncul secercah harapan akan masa depan yang sedikit lebih baik. Persoalan yang sesungguhnya dihadapi bangsa ini, bukan soal pemakzulan Gibran sebagai wakil presiden, tapi yang lebih penting adalah kemampuan presiden Prabowo melakukan genosida terhadap kejahatan terorganisasi kepada negara yang diotaki oleh Jokowi.

Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Berita Terbaru

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)

Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

28 February 2026 - 15:24 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba

Sudah Saatnya Mengganti Menteri Kesehatan

20 February 2026 - 18:23 WIB

Sri Radjasa MBA, Pemerhati Intelijen

Lawan Praktik Serakahnomics di Program MBG Melalui Koperasi Desa Merah Putih

17 February 2026 - 12:57 WIB

Para siswa mengikuti kegiatan MBG (Sumber: diolah)
Populer Berita Opini