Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Opini

Dirgahayu HUT ke-79 TNI, Jadi Angkatan Bersenjata Terkuat di ASEAN

Avatarbadge-check


					Pengamat Militer Wibisono (Istimewa) Perbesar

Pengamat Militer Wibisono (Istimewa)

Dirgahayu HUT ke-79 TNI, Jadi Angkatan Bersenjata Terkuat di ASEAN

Oleh: Wibisono*

 

Tentara Nasional Indonesia (TNI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang Ke-79 pada Sabtu, 5 Oktober 2024 di mana perayaan momen istimewa tersebut berlangsung di Silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

Peringatan HUT ke-79 TNI dirayakan besar-besaran dengan slogan TNI Prima, TNI melibatkan masyarakat umum untuk bisa berpartisipasi parade alutsista TNI.

Saat ini, TNI telah menjadi kekuatan militer yang sangat kuat dan disegani oleh dunia. Situs Global Fire Power (GFP) merilis indeks kekuatan militer negara-negara di dunia pada 2021. Melalui rilis itu, posisi militer Indonesia saat ini berada di atas peringkat negara-negara seperti Spanyol, Australia, dan Israel yang masing-masing bertengger di posisi 18, 19, dan 20.

Adapun peringkat pertama ditempati oleh Amerika Serikat (AS). Selanjutnya, disusul oleh Rusia di peringkat kedua dan Cina di peringkat ketiga. Kemudian, di posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh India dan Jepang.

Dalam hal ini, GFP tak memperhitungkan perbandingan kualitas alutsista tiap negara. Indeks GFP hanya menitikberatkan pada aspek kuantitas dan tidak mengukur atau melihat kesiapan tempur angkatan perang sebuah negara. Sehingga, meski Indonesia di peringkat 16, hal ini dinilai tidak membuat bangga secara berlebihan.

Keunggulan Indonesia

Jika merujuk situs GFP, Indonesia bahkan menjadi negara yang terkuat secara militer di kawasan ASEAN. Dengan begitu, Indonesia jauh berada di atas Singapura yang berada di peringkat 40, di mana notabenenya merupakan negara paling maju di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, unggulnya kekuatan militer Indonesia dibandingkan Spanyol, Australia, dan Israel juga karena ditopang oleh jumlah personel tentara yang besar yakni 1.080.000.

Adapun jumlah personel militer aktif Indonesia tercatat sebesar 400.000, jumlah personel cadangan tercatat sebesar 400.000, dan jumlah paramiliter tercatat sebanyak 280.000.

Luasnya Indonesia juga turut mempengaruhi banyaknya jumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dimiliki oleh matra darat, laut, dan udara. Banyaknya jumlah alutsista turut menunjang peringkat kekuatan militer Indonesia yang dirilis GFP.

Dalam situs GFP, kekuatan matra udara Indonesia memiliki 458 unit armada yang terdiri dari pesawat angkut, pesawat tempur, dan helikopter. Adapun jumlah pesawat tempur Indonesia hanya 41 unit.

Indeks kekuatan militer Indonesia berada di angka 0,2251. Hal ini juga menjadikan militer Indonesia berada di posisi paling atas di wilayah ASEAN. Dilihat dari jumlah pasukan, Indonesia memiliki sekitar 1 juta pasukan, di antaranya adalah 400 ribu tentara aktif.30 Mei 2024. Dirgahayu TNI, TNI PRIMA untuk Indonesia Maju.

*Penulis adalah Pengamat Militer

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)

Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

28 February 2026 - 15:24 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba
Populer Berita Opini