Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Opini

Ketika Paiman Gugat Roy C.S. Semakin Banyak Orang Baik Di Bui

Avatarbadge-check


					Prof Paiman Raharjo dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (Foto: murianetwork.com) Perbesar

Prof Paiman Raharjo dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (Foto: murianetwork.com)

Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Keberanian mantan Wamen Desa Prof Paiman Raharjo gugat Roy Suryo CS dalam kasus fitnah ijazah palsu Jokowi, didorong oleh dua faktor.

Pertama karena kecemasan berlebihan, akan terungkapnya ijazah Jokowi benar-benar palsu. Kedua karena adanya dukungan kekuasaan hukum terhadap majikannya Jokowi.

Gugatan Paiman didaftarkan pada Selasa (15/7) dengan nomor perkara 456/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst. Selain Roy Suryo, 6 tergugat lain dalam permohonan ini adalah Eggi Sudjana, Tifauzua Tyassuma, Kurnia Tri Royani, Rismon Hasiholan Sianipar, Bambang Suryadi Bitor dan Hermanto.

Jika saja penegak hukum takut akan azab Allah SWT, dapat dipastikan Paiman mikir dua kali untuk menggugat para pencari keadilan Roy Suryo c.s., karena polisi sudah melakukan penyelidikan ke pasar pramuka pojok dan memanggil Paiman serta orang-orang dekat Paiman, seperti Sungkono dan Kana, untuk diminta keterangan terkait dugaan ijazah palsu Jokowi.

Inilah fenomena penegakan hukum yang mengedepankan gaya “bisnis catering”, kebenaran tergantung pesanan. Enak atau tidak bukan standar utama yang terpenting pesanan dapat diolah sesuai permintaan.

Nampaknya Paiman tidak mempertimbangkan soal perubahan musim, sehingga dengan jumawa menantang duel sampai mati kepada Roy Suryo. Paiman lupa jika keabadian hanya milik Allah SWT semata, bukan milik majikannya.

Berdasarkan ramalan cuaca politik, angin saat ini sedang bertiup kearah para pencari keadilan dan kebenaran untuk memberikan kesejukan. Hujan dengan intensitas tinggi, akan menimbulkan banjir dan akan menyeret mereka yang selama ini membrangus suara keadilan dan kebenaran demi kepentingan politik.

Kehidupan politik hari ini, seperti sepenggal bait lagu Ebiet G. Ade “mungkin tuhan mulai bosan melihat tingkah Jokowi yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa”. Pada gilirannya, tidak tertutup kemungkinan paiman akan menjadi tumbal pertama dari otoritarian personality gaya kekuasaan politik Jokowi.

Pada akhirnya kita harus percaya “sebesar apapun kejahatan tak akan bisa kuasa, tapi sekecil apapun kebenaran tak akan bisa binasa”

Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Berita Terbaru

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)

Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

2 March 2026 - 00:17 WIB

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat meninjau langsung ke pedangang daging babi, dan jauh lebih bersih daripada pedagang daging ayam. (Sumber: DPP Gamki)

Beda Nyali & Komitmen Komisi III DPR Mengusut PT Hasana dan Wilmar Grup

28 February 2026 - 15:24 WIB

Pemerintah Pusat Wajib Kembalikan Kewenangan Aceh Dalam Pengelolaan Minerba

Sudah Saatnya Mengganti Menteri Kesehatan

20 February 2026 - 18:23 WIB

Sri Radjasa MBA, Pemerhati Intelijen

Lawan Praktik Serakahnomics di Program MBG Melalui Koperasi Desa Merah Putih

17 February 2026 - 12:57 WIB

Para siswa mengikuti kegiatan MBG (Sumber: diolah)
Populer Berita Opini