Menu

Dark Mode
RUPSLB Bank Mandiri & Anak Riza Chalid Telat Mendapat Kabar Bencana Sumatera, Prabowo Perlu Radical Break Ada Apa dengan Rencana RUPSLB Bank Mandiri Bayang Kekuasaan yang Tak Kunjung Usai Pemko Tangerang Diduga Diskriminasi Sekolah PAUD yang Raih Prestasi Nasional Hampir 3 Tahun Pemekaran Papua, Anggota DPD RI: Belum Ada Perubahan Signifikan

Politik

Prabowo Kunjungi Australia, Kerja Sama Keamanan Maritim Jadi Fokus

Avatarbadge-check


					Prabowo Kunjungi Australia (Doc. Kedubes Australia) Perbesar

Prabowo Kunjungi Australia (Doc. Kedubes Australia)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Menteri Pertahanan RI sekaligus presiden terpilih, Prabowo Subianto mengunjungi Australia pada 19-20 Agustus 2024. Kedatangan Prabowo ke Negeri Kangguru disambut langsung oleh Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Australia Richard Marles MP.

Australia dan Indonesia memiliki komitmen bersama untuk mewujudkan kawasan yang damai, stabil, aman, dan sejahtera di mana kedaulatan kedua negara dihormati. “Kita memiliki visi positif dan pandangan konstruktif untuk kawasan kita dengan ASEAN sebagai pusatnya, yang memberikan pengaruh stabilisasi yang penting,” demikian pernyataan bersama tingkat menteri mengenai kerja sama pertahanan Australia-Indonesia yang diterima Indonesiawatch.id.

Dalam pertemuan di Canberra pada 20 Agustus 2024, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles MP, dan Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto mengumumkan rampungnya negosiasi untuk meningkatkan Kerja Sama Pertahanan Australia-Indonesia menjadi kesepakatan tingkat traktat.

Merujuk pada pertemuan baru-baru ini, kedua menteri membahas kemajuan dalam memperkuat hubungan pertahanan bilateral di berbagai aspek dan bidang kerja sama, termasuk hubungan pendidikan yang lebih dalam serta kerja sama yang lebih erat di bidang keamanan maritim.

Mengikuti proses persetujuan domestik, Richard Marles MP dan Prabowo Subianto sepakat bahwa Defence Cooperation Agreement (DCA) akan melengkapi Perjanjian antara Australia dan Indonesia tentang Kerangka Kerja Sama Keamanan (Lombok Treaty) (2006) dan Deklarasi Bersama tentang Kemitraan Strategis Komprehensif (2018) dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

“Tonggak sejarah ini mencerminkan kedalaman kepercayaan strategis, rasa saling menghormati, dan persahabatan antara Australia dan Indonesia,” tulis pernyataan bersama para menteri.

Setelah diimplementasikan, DCA akan mendukung kerja sama pertahanan Australia-Indonesia yang kuat dan kokoh dengan memperdalam dialog, memperkuat interoperabilitas, dan meningkatkan pengaturan praktis untuk keuntungan bersama kedua negara, serta menyoroti komitmen bersama untuk bekerja sama dalam memajukan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan ini.

“Kedua menteri sepakat untuk menyelesaikan pengaturan implementasi untuk lebih mengefektifkan kerja sama pertahanan kita,” ucap rilis tersebut.

[red]

Berita Terbaru

Hampir 3 Tahun Pemekaran Papua, Anggota DPD RI: Belum Ada Perubahan Signifikan

10 November 2025 - 05:30 WIB

Anggota DPD RI asal Papua Barat, Lamek Dowansiba (Foto: sinpo.id)

Boyamin Saiman Apresiasi Penyidik PMJ, Temukan Ponsel Kacab BRI

23 September 2025 - 16:22 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mencari Riza Chalid di Malaysia (Foto: Ist.)

Dilema Bayangan Jokowi yang Masih Membekas di Pemerintahan

30 August 2025 - 11:45 WIB

Serakahnomic & Tamaknomic

23 August 2025 - 14:19 WIB

Ilustrasi Serakahnomic & Tamaknomic (Gambar: istockphoto.com)

Wawancara Ketua PHRI: Efek Efisiensi APBN, Jasa Pekerja Harian Hotel & Restoran Banyak Diputus

23 August 2025 - 14:01 WIB

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) (Foto: Instagram hippindo)
Populer Berita Ekonomi