Menu

Dark Mode
PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps Larangan Dagang Daging Babi di Medan, GAMKI: Walikota Jangan Diskriminatif

Ekonomi

Rumah Subsidi Mangkrak dan Tak Dihuni karena Akses Transportasi Buruk

Avatarbadge-check


					Ilustrasi Rumah Subsidi mangkrak dan tidak berpenghuni (Foto: Ignacio Geordy Oswaldo). Perbesar

Ilustrasi Rumah Subsidi mangkrak dan tidak berpenghuni (Foto: Ignacio Geordy Oswaldo).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Program rumah subsidi banyak yang mangkrak. Kalaupun rumahnya laku, banyak pembeli urung menghuni.

Menurut Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, banyak pembeli baru sadar, rumah subsidi yang dibeli jauh dari akses transportasi umum.

Kondisi ini menimbulkan beban biaya tambahan transportasi. “Akibatnya, pembeli rumah subsidi kembali ngekos atau sewa di tempat yang dekat dengan kerja,” ujar Djoko kepada Indonesiawatch.id (23/06).

Menurut Djoko, banyak proyek rumah subsidi yang terkendala akses jalan dan transportasi umum, sehingga membutuhkan kerjasama pengembangan dengan Pemda. “Untuk memastikan keterseidaan sarana dan infrastruktur,” kata Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu.

Djoko mengatakan bahwa angkutan umum sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat selain sandang, pangan, perumahan, pendidikan dan kesehatan. “Maka dari itu perlu tindakan khusus dari pemerintah agar tidak mengganggu kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” katanya.

Layanan angkutan umum yang buruk menurut Djoko, tidak hanya berdampak buruk pada kemacetan lalu lintas, pencemaran udara, kecelakaan lalu lintas, kesehatan ataupun ekonomi biaya tinggi. Baginya, buruknya akses angkutan umum dapat menyebabkan naiknya angka putus sekolah dan perkawinan usia dini.

“Juga berita terkini, sejumlah perumahan subsidi mangkrak, akibat tidak ada layanan angkutan umum, sehingga enggan membeli rumah itu walau sudah mendapat subsidi,” katanya.

[red]

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)
Populer Berita News Update