<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cadangan Penyangga Energi Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/cadangan-penyangga-energi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/cadangan-penyangga-energi/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Dec 2024 14:23:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Cadangan Penyangga Energi Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/cadangan-penyangga-energi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cadangan Penyangga Energi Akan Dibangun Dekat Kilang</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/cadangan-penyangga-energi-akan-dibangun-dekat-kilang/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/cadangan-penyangga-energi-akan-dibangun-dekat-kilang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 14:23:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Cadangan Penyangga Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Kilang BBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5637</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera membangun Cadangan Penyangga Energi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/cadangan-penyangga-energi-akan-dibangun-dekat-kilang/">Cadangan Penyangga Energi Akan Dibangun Dekat Kilang</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera membangun Cadangan Penyangga Energi (CPE). Terutama, untuk komoditas Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan minyak mentah.</p>
<p>Kebijakan ini merupakan amanah dari Peraturan Presiden (Perpres) No.96 tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE). Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, lokasi pembangunan CPE sendiri nantinya akan diupayakan dekat dengan pusat-pusat pengolahan seperti kilang minyak.</p>
<p>Sebab, di dalam fasilitas cadangan penyangga energi tersebut, terdapat minyak mentah maupun produk jadi. &#8220;Untuk cadangan penyangga energi itu kan ada yang dalam bentuk minyak mentah, ada yang dalam bentuk minyak jadi. Kalau minyak mentah itu akan diupayakan di dekat dengan kilang-kilang yang ada,&#8221; kata Yuliot, (13/12).</p>
<p>Sebagaimana diketahui, pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo telah menetapkan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional sebesar 9,64 juta barel. Hal tersebut termuat di dalam Perpres No 96 tahun 2024 mengenai Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional.</p>
<p>CPE ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM yang cukup dalam menghadapi berbagai tantangan. Misalnya seperti fluktuasi harga minyak global, permintaan energi yang meningkat, dan potensi krisis energi.</p>
<p>Cadangan tersebut mencakup, Pertama, BBM jenis bensin sebanyak 9,64 juta barel sebagai bahan bakar transportasi. Kedua, Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebanyak 525,78 ribu metrik ton untuk kebutuhan memasak, dan ketiga Minyak bumi sebanyak 10,17 juta barel untuk keperluan bahan baku produksi kilang.</p>
<p>Adapun lama waktu pencadangan yang ditentukan untuk memenuhi jumlah CPE dalam kurun waktu tahun 2035 yang dipenuhi, sesuai dengan kemampuan negara.</p>
<p>Sementara Pasal 16 menyebutkan bahwa pemeliharaan persediaan CPE dan infrastruktur CPE dilakukan oleh Menteri melalui kerja sama dengan BUMN bidang energi, badan usaha, dan atau bentuk usaha tetap yang memiliki perizinan perusahaan di bidang energi. Dengan diberikan imbalan (fee) atas jasa pemeliharaan.</p>
<p>Kelak, imbalan jasa pemeliharaan itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, juga sumber pendanaan lainnya.Lebih lanjut, pada pasal 18 dijelaskan penggunaan CPE dilakukan ketika terjadi krisis energi dan atau darurat energi.</p>
<p>Keputusannya diambil melalui sidang anggota untuk krisis energi dan darurat energi yang bersifat teknis operasional, juga sidang paripurna untuk krisis energi dan atau darurat energi yang bersifat nasional.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/cadangan-penyangga-energi-akan-dibangun-dekat-kilang/">Cadangan Penyangga Energi Akan Dibangun Dekat Kilang</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/cadangan-penyangga-energi-akan-dibangun-dekat-kilang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumber Dana Cadangan Penyangga Energi dari APBN, Memberatkan Negara?</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/sumber-dana-cadangan-penyangga-energi-dari-apbn-memberatkan-negara/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/sumber-dana-cadangan-penyangga-energi-dari-apbn-memberatkan-negara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 15:26:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Cadangan Penyangga Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Energi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[perpres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3445</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Perpres No.96 tahun 2024 tentang Cadangan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sumber-dana-cadangan-penyangga-energi-dari-apbn-memberatkan-negara/">Sumber Dana Cadangan Penyangga Energi dari APBN, Memberatkan Negara?</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Perpres No.96 tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE), tanggal 2 September 2024. Isi Perpres ini, mengatur tentang penyediaan CPE. Kebijakan ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan Pemerintah Pusat.</p>
<p>Pada pasal 21 disebutkan bahwa pendanaan CPE meliputi pendanaan untuk pengaturan dan pengelolaan Cadangan Penyangga Energi. Seperti, pengadaan persediaan CPE, penyediaan infrastruktur CPE, pemeliharaan CPE, penggunaan CPE dan pemulihan CPE.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/diusut-kpk-sejak-lama-kasus-akuisisi-maurel-prom-oleh-pertamina-ternyata-masih-penyelidikan/">Diusut KPK Sejak Lama, Kasus Akuisisi Maurel &amp; Prom oleh Pertamina Ternyata Masih Penyelidikan</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Untuk pengaturan dan pengelolaan CPE ini menggunakan <a href="https://data-apbn.kemenkeu.go.id/">anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)</a>. “Dan/ atau sumber pendanaan lainnya yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tertulis di Perpres 96/2024.</p>
<p>Di dalam beleid ini, jenis CPE yang ditetapkan ada tiga. Pertama bahan bakar minyak jenis bensin gasoline sejumlah 9,64 juta barel. Kedua Liquefied Petroleum Gas (LPG) sejumlah 525,78 ribu metrik ton. Ketiga, minyak bumi sejumlah 10,17 juta barel.</p>
<p>Untuk pengadaannya, jenis CPE bisa berasal dari dalam negeri atau luar negeri alias impor. Pengelolaan CPE dapat dapat mengikutsertakan BUMN di bidang Energi, Badan Usaha, dan/atau Bentuk Usaha Tetap yang memiliki perizinan berusaha di bidang Energi.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/kkks-petrochina-jambi-bungkam-atas-dugaan-tipikor-proyek-betara-gas-plant-lidik-polda-metro/">KKKS PetroChina Jambi Bungkam Atas Dugaan Tipikor Proyek Betara Gas Plant Lidik Polda Metro</a></span></h6>
</blockquote>
<p>“Pelaksanaan pengelolaan CPE dirumuskan oleh menteri dan disampaikan dalam Sidang Anggota dan/atau Sidang Paripurna,” dikutip dari Perpres tersebut.</p>
<p>Sementara penyediaan infrastruktur CPE dimiliki dan/atau dikuasai oleh BUMN, Badan Usaha, dan Bentuk Usaha Tetap dilakukan dengan kerja sarna dan/atau sewa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sumber-dana-cadangan-penyangga-energi-dari-apbn-memberatkan-negara/">Sumber Dana Cadangan Penyangga Energi dari APBN, Memberatkan Negara?</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/sumber-dana-cadangan-penyangga-energi-dari-apbn-memberatkan-negara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-08-07 12:26:28 by W3 Total Cache
-->