Menu

Dark Mode
Waspada Manipulasi Opini Publik Demi Operasi Penyelamatan Kerry Riza Chalid Rakyat Mendesak Presiden Hentikan Bisnis Wilmar Group di Indonesia Loyalis Prabowo Bocorkan Kemarahan Presiden kepada Kapolri Berikut Tahapan dan Anjuran Sleep Test dari Dokter Mayapada Hospital Menegakkan Keadilan di Kasus Hukum Wilmar Group OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

Hukum

Diusut KPK Sejak Lama, Kasus Akuisisi Maurel & Prom oleh Pertamina Ternyata Masih Penyelidikan

Avatarbadge-check


					Kasus dugaan tipikor pada akuisisi perusahaan minyak asal Prancis, Maurel & Prom oleh Pertamina masih mandek di penyelidikan KPK. Perbesar

Kasus dugaan tipikor pada akuisisi perusahaan minyak asal Prancis, Maurel & Prom oleh Pertamina masih mandek di penyelidikan KPK.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menyelidiki kasus dugaan korupsi pada kegiatan akuisisi perusahaan minyak asal Prancis, Maurel & Prom. Perkara ini menyeret PT Pertamina (Persero).

Menurut Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto, pihaknya belum menaikkan status perkara Maurel & Prom ke tingkat penyidikan.

Baca juga:
Dirut Pertamina Kecele, Awalnya Sempat Puji Deal Kontrak Suplai LNG PGN dengan Gunvor

Padahal kasus ini sudah mencuat dan dilaporkan ke KPK sejak lama. Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyerahkan laporan investigatif tentang kerugian negara akibat akuisisi tersebut, kepada pihak KPK.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata juga sudah pernah menyampaikan, bahwa kasus ini sudah diselidiki sejak lama. Faktanya, sampai sekarang kasus Maurel & Prom, masih di tahap penyelidikan. “Belum ada perkara dimaksud di tingkat penyidikan,” kata Tessa kepada indonesiawatch.id, (03/09).

Tessa enggan menjabarkan tantangan dalam proses penyelidikan perkara Maurel & Prom, sehingga perkembangan kasus terkesan lambat. “Saya tidak bisa berkomentar terkait laporan di Dumas maupun Perkara yang sedang dilakukan Penyelidikan,” ujarnya.

Hanya saja, biasanya jika belum naik ke penyidikan, Tessa menjelaskan, berarti penyelidik masih berupaya untuk mencari calon alat bukti. Agar proses hukum dalam perkara tersebut matang.

Baca juga:
Dirut Pertamina Paling Lama Era Reformasi, Harta Nicke Widyawati Hampir Rp100 Miliar

“Secara prinsip bila belum naik ke penyidikan, berarti penyelidik masih berupaya mencari calon alat bukti untuk bisa dinaikkan status perkaranya ke tingkat penyidikan,” ujar Tessa.

Seperti diketahui, BPK sudah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif (LHP PI) kepada KPK pada 15 Januari 2024. Perihal kegiatan investasi berupa akuisisi perusahaan Maurel & Prom (M&P) oleh Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) pada 2012 sampai dengan 2020.

Laporan BPK menyimpulkan adanya penyimpangan-penyimpangan berindikasi tindak pidana yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam kegiatan investasi 2012 sampai dengan 2020 di Pertamina.

Nilai dugaan kerugian keuangan negara yang ditemukan BPK pada kegiatan akuisisi itu mencapai US$60,000,000 atau lebih dari Rp 900 miliar.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata sendiri pernah mengatakan penyelidikan kasus dugaan tipikor Maurel & Prom sudah lama diselidiki KPK. “Akuisisi sumur minyak di salah satu negara di Afrika. Sudah lama diselidiki,” ujar Alex, Rabu (17/1/2024).

[Red]

Berita Terbaru

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)

Bandung Masih Terjadi Intoleransi, Mahasiswa Turun Demonstrasi

15 January 2026 - 12:27 WIB

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) se-Kota Bandung serta Pemuda/i Kristen Kota Bandung pada hari ini melaksanakan aksi damai.

Wahai Direksi Asuransi Jiwa, Jangan Hanya Kejar Kuantitas Premi Saja

15 January 2026 - 12:11 WIB

Andreas Freddy Pieloor

Boyamin Saiman Apresiasi Penyidik PMJ, Temukan Ponsel Kacab BRI

23 September 2025 - 16:22 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mencari Riza Chalid di Malaysia (Foto: Ist.)
Populer Berita Hukum