<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nilai tukar rupiah Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/nilai-tukar-rupiah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/nilai-tukar-rupiah/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Dec 2024 04:24:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>nilai tukar rupiah Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/nilai-tukar-rupiah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspada! Rupiah Semakin Anjlok</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/waspada-rupiah-semakin-anjlok/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/waspada-rupiah-semakin-anjlok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 04:24:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[dolar as]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tukar rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[rupiah anjlok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Rupiah anjlok dan beberapa hari ini mengalami tren pelemahan. Pada perdagangan Senin...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/waspada-rupiah-semakin-anjlok/">Waspada! Rupiah Semakin Anjlok</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Rupiah anjlok dan beberapa hari ini mengalami tren pelemahan. Pada perdagangan Senin (16/12/2024) di pasar spot, kurs Rupiah terpantau melemah 37 poin atau sekitar 0,23 persen ke level Rp16.032 per dolar AS.</p>
<p>Nilai tukar rupiah ini terpantau merupakan yang terendah sejak bulan Agustus 2024 lalu. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kembali terpuruk ke level terendahnya dalam empat bulan terakhir.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/dewan-gubernur-bank-indonesia-mau-rapat-bi-rate-stagnan-atau-turun/">Dewan Gubernur Bank Indonesia Mau Rapat, BI Rate Stagnan atau Turun?</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Menguatnya Indeks Dolar di pasar global membuat kurs Rupiah anjok bersama dengan mata uang utama dunia. Dalam laporan riset yang dirilis Senin pagi, Analis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menyebut potensi pelemahan Rupiah masih perlu diwaspadai.</p>
<p>Dia menyebut pelemahan nilai tukar Rupiah terutama disebabkan oleh sentimen global, terutama dari berlanjutnya tren kenaikan Dolar AS. Pasalnya, kenaikan Dolar AS yang terjadi sejak pekan lalu juga disertai dengan kenaikan imbal hasil surat berharga pemerintah AS atau US Treasuries (UST).</p>
<p>Sementara Indeks Dolar AS (DXY) pada hari Jumat (13/12/2024) ditutup di atas level 107, atau yang pertama kalinya selama lebih dari 2 pekan terakhir.</p>
<p>Imbal hasil UST tenor 2 tahun dan 10 tahun, selama sepekan naik cukup signifikan, masing-masing sebesar 14,1 basis poin (bps) dan 24,4bps, masing-masing ditutup pada 4,24 persen dan 4,40 persen. Sementara itu DXY naik 0,9 persen  (week on week/WoW) menjadi 107,0.</p>
<p>“Kenaikan imbal hasil UST dan DXY selalu berdampak negatif terhadap Rupiah, dan pada hari Jumat lalu Rupiah ditutup mendekati level 15.995, terdepresiasi 0,9 persen (WoW) terhadap Dolar AS,” kata Rully Arya kepada media.</p>
<p>Lebih lanjut Rully menjelaskan, persepsi mengenai arah suku bunga global akan selalu berdampak besar terhadap pasar mata uang, keluar masuknya arus modal asing, dan akan berdampak juga terhadap kinerja pasar saham.</p>
<p>Dia memperkirakan pelemahan Rupiah ini akan berdampak pada pasar saham. Investor asing berpotensi melanjutkan aksi jualnya yang pada akhir pekan lalu telah mencapai Rp1,39 triliun (net foreign sell).</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/waspada-rupiah-semakin-anjlok/">Waspada! Rupiah Semakin Anjlok</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/waspada-rupiah-semakin-anjlok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dewan Gubernur Bank Indonesia Mau Rapat, BI Rate Stagnan atau Turun?</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/dewan-gubernur-bank-indonesia-mau-rapat-bi-rate-stagnan-atau-turun/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/dewan-gubernur-bank-indonesia-mau-rapat-bi-rate-stagnan-atau-turun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 04:20:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tukar rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[suku bunga bank indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[the fed]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4957</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Bank Indonesia (BI) hari ini akan memulai Rapat Dewan Gubernur. Hasilnya akan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/dewan-gubernur-bank-indonesia-mau-rapat-bi-rate-stagnan-atau-turun/">Dewan Gubernur Bank Indonesia Mau Rapat, BI Rate Stagnan atau Turun?</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Bank Indonesia (BI) hari ini akan memulai Rapat Dewan Gubernur. Hasilnya akan diumumkan pada 20 November 2024, pukul 14.00 WIB. Para pelaku pasar sedang menanti keputusan <a href="https://www.bi.go.id/id/default.aspx">BI</a> atas penentuan suku bunga acuan (BI Rate).</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-media-max-width="560">
<p dir="ltr" lang="in">Yuk, <a href="https://twitter.com/hashtag/BeriMakna?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#BeriMakna</a> dengan ketahui info lengkapnya, 3 HARI LAGI!</p>
<p>Saksikan:<br />
📢Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia November 2024<br />
🗓️Rabu, 20 November 2024<br />
⏰14.00 WIB</p>
<p>di Media sosial Bank Indonesia<br />
YouTube<a href="https://t.co/vAk8SEbdnL">https://t.co/vAk8SEbdnL</a><br />
Instagram<a href="https://t.co/Fosu6wqpfp">https://t.co/Fosu6wqpfp</a></p>
<p>— Bank Indonesia (@bank_indonesia) <a href="https://twitter.com/bank_indonesia/status/1857937691620552857?ref_src=twsrc%5Etfw">November 17, 2024</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Di Oktober kemarin, BI menahan suku bunga acuan pada level 6%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. &#8220;Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers usai RDG, 16 Oktober lalu.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/wah-jelang-pemerintahan-baru-bi-pangkas-suku-bunga-acuan/">Wah! Jelang Pemerintahan Baru, BI Pangkas Suku Bunga Acuan</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Meski demikian, saat ini selain faktor internal, BI juga akan mempertimbangkan faktor eksternal dalam penentuan suku bunga acuan. Salah satunya adalah terpilih kembalinya Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat.</p>
<p>Menariknya, sehari setelah Trump menang berdasarkan hitung cepat, Bank Sentralnya Amerika Serikat, yaitu Federal Reserve (The Fed) langsung menurunkan suku bunga acuannya. Kesepakatan itu disampaikan setelah pimpinan The Fed melakukan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir pada Kamis (7/11) waktu setempat.</p>
<p>The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga federal fund rate (FFR) pada level 4,50%-4,75%. &#8220;Komite memutuskan untuk menurunkan kisaran target suku bunga sebesar seperempat poin menjadi 4,5% hingga 4,75%,&#8221; kata Ketua The Fed, Jerome Powell.</p>
<p>Terpilihnya Trump dan penurunan suku bunga the Fed akan menjadi pertimbangan bagi dewan gubernur BI untuk menetapkan suku bunga acuan BI.</p>
<p>Direktur Pengembangan Big Data Indef Eko Listiyanto seperti dikutip dari bisnis.com, mengatakan bahwa BI mempunyai cukup ruang untuk menurunkan suku bunga acuan. Menurutnya, inflasi nasional masih terjaga rendah. Di samping itu, The Fed juga sudah menurunkan suku bunga acuannya terlebih dahulu.</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/dewan-gubernur-bank-indonesia-mau-rapat-bi-rate-stagnan-atau-turun/">Dewan Gubernur Bank Indonesia Mau Rapat, BI Rate Stagnan atau Turun?</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/dewan-gubernur-bank-indonesia-mau-rapat-bi-rate-stagnan-atau-turun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-29 21:31:03 by W3 Total Cache
-->