Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Ekonomi

Rumah Subsidi Mangkrak dan Tak Dihuni karena Akses Transportasi Buruk

Avatarbadge-check


					Ilustrasi Rumah Subsidi mangkrak dan tidak berpenghuni (Foto: Ignacio Geordy Oswaldo). Perbesar

Ilustrasi Rumah Subsidi mangkrak dan tidak berpenghuni (Foto: Ignacio Geordy Oswaldo).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Program rumah subsidi banyak yang mangkrak. Kalaupun rumahnya laku, banyak pembeli urung menghuni.

Menurut Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, banyak pembeli baru sadar, rumah subsidi yang dibeli jauh dari akses transportasi umum.

Kondisi ini menimbulkan beban biaya tambahan transportasi. “Akibatnya, pembeli rumah subsidi kembali ngekos atau sewa di tempat yang dekat dengan kerja,” ujar Djoko kepada Indonesiawatch.id (23/06).

Menurut Djoko, banyak proyek rumah subsidi yang terkendala akses jalan dan transportasi umum, sehingga membutuhkan kerjasama pengembangan dengan Pemda. “Untuk memastikan keterseidaan sarana dan infrastruktur,” kata Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu.

Djoko mengatakan bahwa angkutan umum sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat selain sandang, pangan, perumahan, pendidikan dan kesehatan. “Maka dari itu perlu tindakan khusus dari pemerintah agar tidak mengganggu kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” katanya.

Layanan angkutan umum yang buruk menurut Djoko, tidak hanya berdampak buruk pada kemacetan lalu lintas, pencemaran udara, kecelakaan lalu lintas, kesehatan ataupun ekonomi biaya tinggi. Baginya, buruknya akses angkutan umum dapat menyebabkan naiknya angka putus sekolah dan perkawinan usia dini.

“Juga berita terkini, sejumlah perumahan subsidi mangkrak, akibat tidak ada layanan angkutan umum, sehingga enggan membeli rumah itu walau sudah mendapat subsidi,” katanya.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum