Menu

Dark Mode
Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

Energi

PGN Mau Bangun Pipa dari Sambungan Cisem 2, Bagaimana Nasib Terminal LNG Cilacap?

Avatarbadge-check


					Jaringan pipa gas (Sumber: PGN). Perbesar

Jaringan pipa gas (Sumber: PGN).

Jakarta, Indonesiawatch.id – PT Perusahaan Gas Negara, Tbk berencana membangun pipa distribusi gas sepanjang 130 KM. Pipa tersebut ditarik dari sambungan pipa gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II yang melintang dari Batang-Kandang Haur.

Sementara itu, pembangunan pipa transmisi gas bumi Cisem tahap 2 sendiri belum dimulai. Pemenang proyek baru diumumkan, yaitu yaitu KSO PT. Timas Suplindo – PT. Pratiwi Putri Sulung.

Persoalannya saat ini proyek Cisem 2 sedang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU. Berkasnya sudah di meja KPK dan KPPU. Proses tender proyek ini diduga berantakan. Pelapor menilai, berdasarkan bukti yang ada, ada beberapa kejanggalan seperti yang ada di grafis ini:

 

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Dadan Kusdiana mengklaim laporan tersebut tidak benar. Kata Dadan, KESDM telah melaksanakan tender sesuai aturan.

“KESDM tentunya melaksanakan tender sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dan kami menghormati respon dari Masyarakat,” klaimnya kepada Indonesiawatch.id, beberapa waktu lalu.

Nah, balik lagi ke PGN. Nantinya jika pipa Cisem 2 terbangun, PGN mau mengalirkan gas ke kilang Unit IV Cilacap. Menurut Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari, ada inisiatif baru untuk mengembangkan jalur pipa dari Pipa Cisem 2.

“Terdapat inisiatif bisnis baru untuk pengembangan Pipa Cisem II di mana kami akan membangun Pipa Distribusi Tegal – Cilacap menuju Refinery Unit IV Cilacap sepanjang kurang lebih 130 kilometer,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari, dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.

Persoalannya sejak tahun 2021, PGN juga sedang menggarap proyek pembangunan terminal regasifikasi liquefied natural gas (LNG) di Cilacap. Terminal ini nantinya juga berperan menyediakan gas untuk kebutuhan kilang Cilacap.

Jadi PGN mau fokus bangun yang mana?

“PGN mencari opsi terbaik dalam mengoptimalkan moda transportasi dan mempertimbangkan kondisi pasokan serta demand yang ada sehingga pemanfaatan gas domestik menjadi lebih affordable dan optimim,” ujar Rosa, kepada Indonesiawatch.id (23/07).

Rosa mengharapkan, melalui optimalisasi pemanfaatan gas domestik bagi kilang Cilacap, dapat memberikan manfaat efek berganda.

“Diharapkan dengan optimalisasi pemanfaatan gas domestik bagi Kilang Pertamina grup, akan memberikan manfaat multiplier effect yang lebih optimum bagi perekonomian nasional,” katanya.

Menurut Rosa, pengembangan pipa distribusi dari sambungan Cisem 2, saat ini belum final. “Finalnya di FID (Final Investment Decision), yang paling optimal waktu dan biaya,” ujarnya.
[red]

Berita Terbaru

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara

16 May 2026 - 20:11 WIB

Yusri Usman, Direktur Eksekutif CERI

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum