Menu

Dark Mode
Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

Energi

CERI: Seleksi Jabatan Dirjen Migas dan Minerba Jauh Lebih Penting dari Reshuffle Kabinet

Avatarbadge-check


					Gedung Kementerian ESDM, Ilustrasi Seleksi Dirjen Minerba  (Dok. KESDM). Perbesar

Gedung Kementerian ESDM, Ilustrasi Seleksi Dirjen Minerba (Dok. KESDM).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Batalnya seleksi terbuka untuk jabatan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM sesuai pengumuman Nomor: 25.Pm/KP.03/SJN.P/2024 tanggal 14 Agustus 2024, menimbulkan tanda tanya besar bagi publik ini ada apa.

Sekretaris Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Hengki Seprihadi, Rabu (14/8/2024) malam mengungkapkan keheranannya atas batalnya seleksi jabatan strategis tersebut.

“Padahal sektor Migas ini adalah sektor yang sangat strategis yang menjaga kebijakan soal lifting Migas nasional dan distribusinya untuk kepentingan hajat hidup orang banyak,” ungkap Hengki.

Hengki juga menyoroti rangkap jabatan Dirjen Minerba oleh Irjen ESDM yang juga berlarut-larut hingga saat ini, setelah dua Dirjen Minerba sebelumnya tersangkut masalah hukum.

“Ini juga lebih aneh, pejabat yang bertanggung jawab sebagai pengawas tetapi menjadi pelaksana, ibarat wasit merangkap pemain, maka wajar jika terjadi penyimpangan cukup besar di sektor Minerba kita,” ungkap Hengki.

Jadi, kata Hengki, dengan tertundanya pemilihan Dirjen Migas yang disampaikan oleh Sekjen ESDM patut disesali. Sebab kondisinya saat ini diiringi anjloknya lifitng Migas nasional.

Sedangkan di sektor Minerba, banyak kasus tambang ilegal. Kondisi ini akan semakin menyempurnakan bahwa 10 tahun Jokowi gagal mengelola sumber daya alam untuk mensejahterakan rakyatnya.

“Seleksi jabatan Dirjen ini jauh lebih penting dari pada Presiden katanya akan mereshuffle anggota kabinet yang sifatnya politis, sebab Dirjen mengendalikan kebijakan teknis yang akan langsung dirasakan oleh sektor usaha dan rakyat,” urai Hengki.

Jadi, kata Hengki, terkesan kental Presiden Jokowi di ujung akan berakhir kekuasaan lebih mementingkan menjaga agar posisinya tetap berperan penting di masa pemerintahan Presiden Prabowo Gibran daripada menyelesaikan kewajiban yang menjadi tanggungjawabnya.
[red]

Berita Terbaru

Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara

16 May 2026 - 20:11 WIB

Yusri Usman, Direktur Eksekutif CERI

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)
Populer Berita Hukum