Menu

Dark Mode
Sempat Ditolak Ajang Pencarian Bakat, Maki Kini jadi Musisi Filipina Paling Bersinar di Asia Tenggara Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

Daerah

Museum Perumusan Naskah Proklamasi Gelar Kegiatan “Tapak Tilas Proklamasi”

Avatarbadge-check


					Sosiodrama Pusaka Indonesia (Istimewa) Perbesar

Sosiodrama Pusaka Indonesia (Istimewa)

Jakarta, Indonesiawatch.id Di peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, Museum Perumusan Naskah Proklamasi menggelar kegiatan “Tapak Tilas Proklamasi” yang menjadi agenda rutin untuk mengenang peristiwa bersejarah perumusan Naskah Proklamasi pada 16 Agustus 1945. Lewat rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai proses perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ketua Tim Museum dan Galeri, Zamrud Setya Negara menyatakan, kegiatan “Tapak Tilas Proklamasi” bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi sebagai upaya untuk terus menghidupkan semangat perjuangan dan rasa cinta Tanah Air di hati setiap generasi, terutama bagi generasi muda yang akan meneruskan perjuangan ini di masa depan.

“Kegiatan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi adalah salah satu contoh nyata dari penerapan tiga pilar Indonesian Heritage Agency (IHA), yaitu Reprogramming, Redesigning, dan Reinvigorating, yang bertekad untuk mewujudkan museum menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai sejarah Indonesia,” kata Zamrud.

Kegiatan “Tapak Tilas Proklamasi” dimulai dengan berbagai lomba yang melibatkan partisipasi masyarakat umum. Acara kemudian dilanjutkan Pentas Kesenian, Angklung Kreasi, dan Sosiodrama yang menggambarkan semangat perjuangan bangsa. Rangkaian kegiatan itu melibatkan lebih dari 700 partisipan yang menunjukkan semangat kebersamaan dan kesadaran akan pentingnya menjaga memori sejarah bangsa.

“Tujuan utama dari program ini adalah untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan dan memperdalam pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, tentang nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam sejarah bangsa kita,” ujar PJU Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Vincentius Agus Sulistya.

“Kami berharap melalui program ini, tidak hanya dapat meningkatkan kesadaran sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya kita serta memperkaya pemahaman publik tentang nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan Indonesia,” kata Vincentius.

Puncak dari rangkaian kegiatan tersebut adalah “Pawai Tapak Tilas Proklamasi” di mana para peserta berjalan bersama dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi menuju Tugu Proklamasi sebagai bentuk penghormatan terhadap langkah-langkah yang ditempuh oleh para pendiri bangsa dalam merumuskan proklamasi kemerdekaan.

Pawai akan berhenti sejenak di kediaman Bung Hatta (Jalan Diponegoro Nomor 57) untuk mendengarkan orasi singkat seputar kemerdekaan dari perwakilan keluarga besar Bung Hatta.  Dalam orasinya, Meutia Hatta, sebagai perwakilan keluarga Tokoh Proklamator Mohammad Hatta mengungkapkan, kegiatan tapak tilas tersebut bertujuan untuk mengenang dan meresapi kembali semangat Proklamasi yang penting bagi bangsa kita.

“Kita harus terus berjalan dengan semangat yang sama dalam menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah. Kita harus menjadi bangsa yang memiliki jiwa perjuangan, karena tugas kita hari ini bahkan lebih berat daripada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Semangat itulah yang harus kita teruskan dan wariskan kepada generasi mendatang,” kata Meutia Hatta.

Kegiatan ditutup dengan pada “Malam Tapak Tilas Proklamasi” yang berlangsung di halaman Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Acara juga menampilkan musisi Keroncong Tugu, Angelina, dan Efek Rumah Kaca yang akan membawakan penampilan spesial dalam suasana yang penuh refleksi dan penghormatan terhadap semangat kemerdekaan.

“Acara ini dirancang sebagai momen yang memadukan seni musik dengan sejarah, menghadirkan pengalaman yang mendalam bagi para peserta untuk meresapi kembali perjalanan bangsa menuju kemerdekaan,” ujar Vincentius.

[red]

Berita Terbaru

Tak Kunjung Melunasi Pembayaran, Direktur PT Adi Artha Karya Menghilang

11 June 2026 - 14:25 WIB

Direktur PT Adi Artha Karya, Bambang Adi S. (Sumber: Instagram)

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Populer Berita Hukum