Menu

Dark Mode
Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia Pemulihan Limbah Kontaminasi B3 Blok Rokan Dinilai Lamban, CERI Sebut Kejahatan Negara Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh Mayapada Suguhkan PET-CT dan SPECT-CT untuk Akurasi Diagnosis dan Deteksi Kanker Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

Daerah

Heboh Mba Rara di PON Aceh, Iskada: Kami Tak Terima Pawang Kemusyrikan!

Avatarbadge-check


					Ketua Umum Iskada Aceh, Azwir Nazar (Istimewa) Perbesar

Ketua Umum Iskada Aceh, Azwir Nazar (Istimewa)

Banda Aceh, Indonesiawatch.id – Masyarakat Aceh digegerkan dengan kabar kehadiran pawang hujan Rara Istiati Wulandari, atau beken dikenal Mba Rara, dalam rangka persiapan hajatan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Provinsi Aceh.

Kabar itu tersiar lewat surat nomor: 400.4/10492 yang dikeluarkan Pj Gubernur Aceh Safrizal Za tertanggal 28 Agustus 2024. Surat tersebut ditujukan kepada Ditujukan Pimpinan PT Wijaya Karya Gedung (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) dengan judul surat: Keberadaan Pawang Hujan di Stadion Harapan Bangsa.

Tak main-main surat tersebut ditembuskan ke sejumlah pihak mulai dari Wali Nanggroe Aceh, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, dan Ketua MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) Aceh.

Dalam surat tersebut, Pj Gubernur Aceh Safrizal Za menyampaikan tiga imbauan terkait praktik pawang hujan Mba Rara di Stadion Harapan Bangsa (SHB). Pertama, mengklarifikasi keberadaan aktivitas tersebut kepada Pemprov Aceh. Kedua, menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena kegiatan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam.

Terakhir, segera memulangkan Mba Rara agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat sekaligus mempublikasikan kepulangannya. Sejumlah pihak mengapresiasi langkah tegas Safrizal Za dalam menyetop potensi polemik Mba Rara di Negeri Serambi Mekkah.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Iskada Aceh, Azwir Nazar menyebut, kehadiran Pawang Hujan Mba Rara dalam persiapan perhelatan PON di Aceh tidak sesuai dengan kearifan lokal di Aceh dan berpotensi menjadi tontonan kesyirikan.

“Kita melihat dari video yang beredar, sangat kita sayangkan. Karena Aceh daerah syariat dan kita punya adat sendiri dalam menggelar even yang besar. Seperti zikir dan doa,” ujar Azwir Nazar alias Tgk Turki dalam keterangannya kepada Indonesiawatch.id.

Iskada juga mengapresiasi tindakan cepat Pj Gubernur untuk meminta klarifikasi, permohonan maaf serta memulangkan Mba Rara. Iskada menyebut, nama Mba Rara popular saat bertindak sebagai pawang hujan di even MotoGP Mandalika. Namun, di Aceh peranannya dinilai kurang cocok karena tidak relevan dengan adat budaya Aceh yang berlandaskan syariat Islam.

“Hati hati sekali, jangan nanti pawang hujan justru menjadi pawang kemusyrikan,” tutup Azwir yang mantan Presiden PPI Turki dan Sekjen Panglima Laot Aceh ini.

[red]

Berita Terbaru

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo

14 May 2026 - 18:14 WIB

Aktivis Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Muhammad Suryo.

Maruli Rajagukguk: Permenaker Alih Daya Inkonstitusional, Ancaman Baru Buruh

13 May 2026 - 14:11 WIB

Praktisi hukum Maruli Rajagukguk

Praktisi Hukum Ini Desak Presiden Prabowo Nonaktifkan Dirut KAI atas Peristiwa Duka Bekasi Timur

5 May 2026 - 07:04 WIB

Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek. Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)
Populer Berita Hukum