Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Ekonomi

Setelah Sritex, Pabrik Tekstil Asia Pacific di Karawang Tutup Sementara

Avatarbadge-check


					Setelah Sritex, Pabrik Tekstil Asia Pacific di Karawang Tutup Sementara Perbesar

Jakarta, Indonesiawatch.id – PT Asia Pacific Fibers Tbk (Asia Pacific) yang terletak di Karawang, Jawa Barat mengumumkan menutup sementara pabriknya per Jumat, 1 November 2024.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (31/10), Sekretaris Perusahaan Asias Pacific Tunaryo menyebutkan, penghentian pabrik yang eksis selama 30an tahun itu akan mengakibatkan koreksi pendapatan penjualan tahunan Perseroan hingga 52%.

“Perseroan akan mempertahankan kelangsungan usahanya melalui operasional terbatas divisi Benang Filamen di Kendal, Jawa Tengah untuk melayani permintaan esensial pelanggan tertentu,” ujarya, dikutip Jumat (1/11/2024).

Perusahaan mengaku mengalami kelesuan permintaan sebagai dampak domino kelebihan kapasitas global.Mengacu informasi di situs resmi Asia Pacific Fibers, perusahaan memiliki pabrik yang berlokasi di Klari, Karawang, Jawa Barat dan Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Sebelumnya PT Asia Pacific pernah berjalan dan memiliki sekitar 4.000-an pekerja. Namun, kemudian perlahan perusahaan melakukan efisiensi dengan pengurangan pekerja alias pemutusan hubungan kerja (PHK).

PHK dilakukan paling banyak sejak tahun 2023, hingga kuartal II tahun 2024 ini. Meski demikian pabrik tetap beroperasi dan pekerjanya dibayar harian. Barulah per 1 November 2024, total tidak berproduksi lagi.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta penyebabnya mirip dengan pabrik tekstil yang sudah tutup atau melakukan PHK-PHK.

“Penurunan permintaan yang dipicu lonjakan impor. Pabrik di Karawang ini sekitar 5% ekspor, sisanya lokal. Dia memproduksi polimer dan chip fiber. Nah, chip fiber ini dipasok ke pabrik yang di Kaliwungu untuk diproduksi jadi filamen,” kata Redma kepada media.

[red]

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)
Populer Berita News Update